Dopaminergik

Dopaminergik, berarti "berkaitan dengan dopamin" (secara harfiah "bekerja pada dopamin"), merupakan suatu neurotransmiter umum.[1] Zat atau aksi dopaminergik meningkatkan aktivitas yang berhubungan dengan dopamin di otak.
Jalur otak dopaminergik memfasilitasi aktivitas yang berhubungan dengan dopamin. Sebagai contoh, protein tertentu seperti transporter dopamin (DAT), transporter monoamina vesikular 2 (VMAT2), dan reseptor dopamin dapat diklasifikasikan sebagai dopaminergik, dan neuron yang mensintesis atau mengandung dopamin serta sinapsis dengan reseptor dopamin di dalamnya juga dapat disebut sebagai dopaminergik. Enzim yang mengatur biosintesis atau metabolisme dopamin seperti dekarboksilase asam amino L aromatik atau dekarboksilase DOPA, oksidase monoamina (MAO), dan katekol-O-metiltransferase (COMT) juga dapat disebut sebagai dopaminergik.
Selain itu, setiap zat kimia endogen atau eksogen yang bekerja memengaruhi reseptor dopamin atau pelepasan dopamin melalui tindakan tidak langsung (misalnya, pada neuron yang bersinapsis dengan neuron yang melepaskan dopamin atau mengekspresikan reseptor dopamin) juga dapat dikatakan memiliki efek dopaminergik, dua contoh yang menonjol adalah opioid, yang meningkatkan pelepasan dopamin secara tidak langsung di jalur mesolimbik, dan beberapa amfetamin tersubstitusi, yang meningkatkan pelepasan dopamin secara langsung dengan mengikat dan menghambat VMAT2.
Agen dopaminergik
Prekursor dopamin
Prekursor dopamin termasuk L-fenilalanina dan L-tirosin digunakan sebagai suplemen makanan. L-DOPA (Levodopa), prekursor lain, digunakan dalam pengobatan penyakit Parkinson. Bakal obat levodopa termasuk melevodopa, etilevodopa, foslevodopa, dan XP-21279 juga ada. Prodrug ini sendiri tidak aktif tetapi diubah menjadi dopamin dan karenanya bertindak sebagai agonis reseptor dopamin non-selektif.
Ligamen reseptor dopamin
Agonis reseptor dopamin
Agonis reseptor dopamin dapat dibagi menjadi agonis reseptor dopamin non-selektif, agonis reseptor mirip D1, dan agonis reseptor mirip D2.
Agonis reseptor dopamin non-selektif meliputi dopamin, deoksiepinefrin (epinina), dinoksilina, dan dopeksamina. Obat-obatan ini sebagian besar selektif secara perifer, seringkali juga merupakan agonis reseptor adrenergik, dan digunakan untuk mengobati kondisi kardiovaskular tertentu.
Agonis reseptor mirip D2 meliputi ergolina bromokriptin, kabergolin, dihidroergokriptin, ergoloid, lisurida, metergolin, pergolida, kuinagolida, dan tergurida; analog morfin apomorfin; dan agen yang berbeda secara struktural yakni piribedil, pramipeksol, ropinirol, rotigotin, dan talipeksol. Beberapa agen ini juga memiliki afinitas lemah terhadap reseptor mirip D1. Obat-obatan ini digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson, sindrom kaki resah, hiperprolaktinemia, prolaktinoma, akromegali, disfungsi ereksi, dan untuk menekan produksi ASI. Obat-obatan ini juga sedang dipelajari dalam pengobatan depresi dan terkadang digunakan dalam pengobatan gangguan penurunan motivasi seperti apatis, abulia, dan mutisme akinetik.
Agonis reseptor mirip D1 meliputi 6-Br-APB; A-68930; A-77636; A-86929; adrogolida; dihidreksidin; dinapsolin; doksantrina; fenoldopam; razpipadon; SKF-81,297; SKF-82,958; SKF-89,145; tavapadon; dan trepipam. Obat-obatan ini telah diteliti dan sedang dikembangkan untuk pengobatan penyakit Parkinson dan apatis terkait demensia. Agonis reseptor mirip D1 yang selektif secara perifer seperti fenoldopam digunakan untuk mengobati krisis hipertensi.
Modulator alosterik positif reseptor dopamin
Modulator alosterik positif reseptor dopamin D1 seperti mevidalen dan glovadalen sedang dikembangkan untuk pengobatan penyakit badan Lewy dan penyakit Parkinson.
Antagonis reseptor dopamin
Antagonis reseptor dopamin meliputi antipsikotik tipikal seperti klorpromazin, flufenazin, haloperidol, loksapin, molindona, perfenazin, pimozida, tioridazin, tiotiksen, dan trifluoperazin; antipsikotik atipikal seperti amisulprida, klozapin, olanzapin, kuetiapin, risperidon, sulpirida, dan ziprasidon; serta antiemetik seperti domperidon, metoklopramid, dan proklorperazin dan lain-lain, yang digunakan dalam pengobatan skizofrenia dan gangguan bipolar sebagain antipsikotik, serta mual dan muntah
Antagonis reseptor dopamin dapat dibagi menjadi antagonis reseptor D1 dan antagonis reseptor D2. Ekopipam adalah contoh antagonis reseptor D1.
Pada dosis rendah, antagonis reseptor dopamin D2 dan D3 dapat secara selektif memblokir autoreseptor dopamin D2 dan D3 presinaptik dan dengan demikian meningkatkan kadar dopamin dan meningkatkan neurotransmisi dopaminergik.[2][3][4] Contoh antagonis reseptor dopamin D2 dan D3 yang telah digunakan dengan cara ini termasuk amisulprida,[3][5][6] sulpirida,[7][8][9][10] dan ENX-104.[11][12][13]
Modulator alosterik negatif reseptor dopamin
Modulator alosterik negatif reseptor dopamin seperti SB269652 telah diidentifikasi dan sedang diteliti.[14][15][16][17]
Modulator transporter dopamin dan yang terkait
Penghambat penyerapan kembali dopamin
Penghambat penyerapan kembali dopamin (DRI) atau penghambat transporter dopamin (DAT) antara lain seperti metilfenidat, aminaptin, nomifensin, kokain, bupropion, modafinil, armodafinil, fenilpirasetam, mesokarb, dan vanokserin. Obat-obatan ini digunakan dalam pengobatan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) sebagai psikostimulan, narkolepsi sebagai agen peningkat kewaspadaan, obesitas dan gangguan makan berlebihan sebagai penekan nafsu makan, depresi sebagai antidepresan, dan kelelahan sebagai agen pro-motivasi. Obat-obatan ini juga digunakan sebagai obat terlarang di jalanan dan untuk tujuan rekreasi karena potensi efek euforia dan psikostimulannya.
Agen pelepas dopamin
Agen pelepas dopamin (DRA) diantara banyak lainnya seperti fenetilamina, amfetamin, lisdeksamfetamin, metamfetamin, metilenadioksimetamfetamina (MDMA), fenmetrazin, pemolina, 4-metilaminoreks (4-MAR), fentermin, dan benzilpiperazina, yang seperti DRI digunakan dalam pengobatan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) dan narkolepsi sebagai psikostimulan, obesitas sebagai anorektik, depresi dan kecemasan sebagai antidepresan dan anksiolitik, adiksi obat sebagai agen anti-kecanduan, dan disfungsi seksual sebagai afrodisiak. Banyak dari senyawa ini juga merupakan obat terlarang atau obat rekreasi.
Peningkat aktivitas dopaminergik
Peningkat aktivitas dopaminergik seperti obat resep selegilin dan bahan kimia penelitian BPAP dan PPAP meningkatkan pelepasan dopamin yang dimediasi potensial aksi. Hal ini berbeda dengan agen pelepas dopamin seperti amfetamin, yang menginduksi pelepasan dopamin yang tidak terkontrol terlepas dari stimulasi listrik.[18] Efek dari peningkat aktivitas dopaminergik mungkin dimediasi oleh agonisme TAAR1 intraseluler yang dikopel dengan penyerapan ke dalam neuron monoaminergik oleh transporter monoamina.[19][20] Peningkat aktivitas dopaminergik menarik perhatian dalam potensi pengobatan sejumlah gangguan medis seperti depresi dan penyakit Parkinson. Hingga saat ini, hanya feniletilamina, triptamina, dan tiramina yang telah diidentifikasi sebagai peningkat aktivitas endogen.[18]
Agen penyusut dopamin
Templat:Utama:Agen penyusut Monoamina Penghambat transporter monoamina vesikular 2 (VMAT2) seperti reserpin, tetrabenazin, valbenazin, dan deutetrabenazin bertindak sebagai agen penyusut dopamin dan digunakan sebagai simpatolitik atau antihipertensi, untuk mengobati diskinesia tardif, dan di masa lalu sebagai antipsikotik. Obat-obatan ini telah dikaitkan dengan efek samping termasuk depresi, apatis, kelelahan, sindrom amotivasi, dan kecenderungan bunuh diri.
Modulator metabolisme dopamin
Penghambat oksidase monoamina
Penghambat oksidase monoamina (MAOI) termasuk agen non-selektif seperti fenelzin, tranilsipromin, isokarboksazid, dan pargilin, agen selektif MAOA seperti moklobemida dan klorgilin, dan agen selektif MAOB seperti selegilin dan rasagilin, serta alkaloid harmala seperti harmina, harmalina, tetrahidroharmina, harmalol, harman, dan norharman, yang ditemukan dalam berbagai tingkat antara lain di Nicotiana tabacum (tembakau), Banisteriopsis caapi, Peganum harmala, Passiflora incarnata, dan Tribulus terrestris (rujak polo), digunakan dalam pengobatan depresi dan kecemasan masing-masing sebagai antidepresan dan anksiolitik, dalam pengobatan penyakit Parkinson dan demensia, dan untuk tujuan rekreasi dalam meningkatkan efek obat-obatan tertentu seperti fenetilamina (PEA) dan psikedelik seperti dimetiltriptamina (DMT) melalui penghambatan metabolismenya.
Penghambat katekol-O-metiltransferase
Penghambat katekol-O-metiltransferase (COMT) seperti entakapon, opikapon, dan tolkapon, digunakan dalam pengobatan penyakit Parkinson. Entakapon dan opikapon bersifat selektif perifer, tetapi tolkapon secara signifikan menembus sawar darah otak. Tolkapon sedang dipelajari untuk potensi pengobatan gangguan jiwa tertentu seperti gangguan obsesif kompulsif dan skizofrenia.[21][22][23]
Penghambat dekarboksilase asam amino L aromatik
Penghambat dekarboksilase asam amino L aromatik (AAAD) atau DOPA, termasuk benserazida, karbidopa, dan metildopa, digunakan dalam pengobatan penyakit Parkinson sebagai tambahan L-DOPA untuk memblokir konversi dopamin perifer, sehingga menghambat efek samping yang tidak diinginkan, dan sebagai agen simpatolitik atau antihipertensi.
Penghambat dopamin β-hidroksilase
Penghambat dopamin β-hidroksilase seperti disulfiram, dapat digunakan dalam pengobatan kecanduan kokain dan obat dopaminergik serupa sebagai obat pencegah. Kelebihan dopamin yang dihasilkan dari penghambatan enzim dopamin β-hidroksilase meningkatkan gejala tidak menyenangkan seperti kecemasan, tekanan darah tinggi, dan kegelisahan. Disulfiram bukanlah agen anti-kecanduan, karena tidak mengurangi keinginan terhadap obat-obatan. Sebaliknya, hukuman positif dari efek tidak menyenangkan tersebut mencegah konsumsi obat.[24] Penghambat dopamin β-hidroksilase lainnya termasuk nepikastat yang aktif secara sentral dan etamikastat serta zamikastat yang selektif secara perifer.
Penghambat enzim lainnya
Penghambat hidroksilase fenilalanina (seperti 3,4-dihidroksistirena), yang saat ini hanya merupakan bahan kimia penelitian tanpa indikasi terapeutik yang sesuai, kemungkinan karena obat-obatan tersebut dapat menyebabkan hiperfenilalaninemia atau fenilketonuria yang berpotensi sangat berbahaya.
Penghambat hidroksilase tirosin (seperti metirosin), yang digunakan dalam pengobatan feokromositoma sebagai agen simpatolitik atau antihipertensi.
Neurotoksin dopaminergik
Neurotoksin dopaminergik (seperti 6-hidroksidopamin (6-OHDA)) dan MPTP digunakan dalam metode ilmiah untuk merusak sistem dopamin dan mempelajari peran biologis dopamin.
Agen lain-lain
Turunan adamantana
Amantadin memiliki efek dopaminergik melalui mekanisme kerja yang tidak pasti.[25][26] Secara struktural, adamantana terkait dengan adamantana lain seperti bromantana dan rimantadin, yang juga memiliki aksi dopaminergik.[27] Bromantana dapat meningkatkan tirosin hidroksilase tirosin, (TH) dan dengan demikian meningkatkan produksi dopamin, dan ini mungkin terlibat dalam efek dopaminergiknya.[28][29] Amantadin dapat meningkatkan TH dengan cara yang sama, tetapi seperti halnya bromantana, tidak jelas apakah ini terlibat atau bertanggung jawab atas aksi dopaminergiknya.[25] Amantadin digunakan dalam pengobatan penyakit Parkinson, diskinesia akibat levodopa, dan kelelahan pada sklerosis multipel. Obat ini juga telah digunakan dalam pengobatan gangguan kesadaran, gangguan penurunan motivasi, dan cedera otak. Obat ini juga sedang dipelajari dalam pengobatan depresi dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD).
Difenilpiperidina
4,4-Difenilpiperidina termasuk budipina dan prodipina efektif dalam pengobatan penyakit Parkinson. Mekanisme kerjanya tidak diketahui tetapi mereka bertindak sebagai agen dopaminergik tidak langsung. Mereka memiliki efek yang berbeda dari agen antiparkinson dan obat dopaminergik lainnya.[30][31][32]
Agen lain-lain
Aspirin meningkatkan hidroksilase tirosin dan meningkatkan produksi dopamin.[33]
Senyawa lain seperti hiperforin dan adhiperforin (keduanya ditemukan dalam Hypericum perforatum), L-teanina (ditemukan dalam tanaman teh), dan S-adenosil-L-metionina (SAMe).
Lihat juga
Referensi
- ^ Melinosky C (27 November 2022). "Parkinson's Disease: Glossary of Terms". WebMD.
- ^ Möller HJ (June 2005). "Antipsychotic and antidepressive effects of second generation antipsychotics: two different pharmacological mechanisms?". Eur Arch Psychiatry Clin Neurosci. 255 (3): 190–201. doi:10.1007/s00406-005-0587-5. PMID 15995903.
- ^ a b Curran MP, Perry CM (2002). "Spotlight on amisulpride in schizophrenia". CNS Drugs. 16 (3): 207–211. doi:10.2165/00023210-200216030-00007. PMID 11888341.
- ^ Pani L, Gessa GL (2002). "The substituted benzamides and their clinical potential on dysthymia and on the negative symptoms of schizophrenia". Mol Psychiatry. 7 (3): 247–253. doi:10.1038/sj.mp.4001040. hdl:11380/1212064. PMID 11920152.
- ^ McKeage K, Plosker GL (2004). "Amisulpride: a review of its use in the management of schizophrenia". CNS Drugs. 18 (13): 933–956. doi:10.2165/00023210-200418130-00007. PMID 15521794.
- ^ Wu J, Kwan AT, Rhee TG, Ho R, d'Andrea G, Martinotti G, Teopiz KM, Ceban F, McIntyre RS (2023). "A narrative review of non-racemic amisulpride (SEP-4199) for treatment of depressive symptoms in bipolar disorder and LB-102 for treatment of schizophrenia". Expert Rev Clin Pharmacol. 16 (11): 1085–1092. doi:10.1080/17512433.2023.2274538. PMID 37864424.
- ^ Serra G, Forgione A, D'Aquila PS, Collu M, Fratta W, Gessa GL (1990). "Possible mechanism of antidepressant effect of L-sulpiride". Clin Neuropharmacol. 13 Suppl 1: S76 – S83. doi:10.1097/00002826-199001001-00009. PMID 2199037.
- ^ Wagstaff, Antona J.; Fitton, Andrew; Benfield, Paul (1994). "Sulpiride". CNS Drugs. 2 (4). Springer Science and Business Media LLC: 313–333. doi:10.2165/00023210-199402040-00007. ISSN 1172-7047.
- ^ Mauri MC, Bravin S, Bitetto A, Rudelli R, Invernizzi G (May 1996). "A risk-benefit assessment of sulpiride in the treatment of schizophrenia". Drug Saf. 14 (5): 288–298. doi:10.2165/00002018-199614050-00003. PMID 8800626.
- ^ Ohmann HA, Kuper N, Wacker J (2020). "A low dosage of the dopamine D2-receptor antagonist sulpiride affects effort allocation for reward regardless of trait extraversion". Personal Neurosci. 3 e7. doi:10.1017/pen.2020.7. PMC 7327436. PMID 32656492.
- ^ Vadodaria KC, Serrats J, Brubaker W, Kangas BD, Pizzagalli DA, Garvey DS, Sudarsan V, Vanover KE (December 2025). "ENX-104: a selective and potent D2/D3 receptor antagonist enhances dopamine neurotransmission and reward responsiveness in translational rodent models". Neuropsychopharmacology. doi:10.1038/s41386-025-02287-w. PMID 41354763.
- ^ Vadodaria K, Kangas BD, Garvey DS, Brubaker W, Pizzagalli DA, Sudarsan V, Vanover KE, Serrats J (December 2022). "ACNP 61st Annual Meeting: Poster Abstracts P271-P540: P351. Anti-Anhedonic Profile of ENX-104, a Novel and Highly Potent Dopamine D2/3 Receptor Antagonist". Neuropsychopharmacology. 47 (Suppl 1): 220–370 (265–266). doi:10.1038/s41386-022-01485-0. PMC 9714399. PMID 36456694.
- ^ Vadodaria K, Serrats J, Brubaker W, Sudarsan V, Vanover K (December 2023). "ACNP 62nd Annual Meeting: Poster Abstracts P251 - P500: P356. ENX-104, a Novel and Potent D2/3 Receptor Antagonist, Increased Extracellular Levels of Dopamine and Serotonin in the Nucleus Accumbens and Prefrontal Cortex of Freely-Moving Rats". Neuropsychopharmacology. 48 (Suppl 1): 211–354 (271–272). doi:10.1038/s41386-023-01756-4. PMC 10729596. PMID 38040810.
- ^ Rossi M, Fasciani I, Marampon F, Maggio R, Scarselli M (June 2017). "The First Negative Allosteric Modulator for Dopamine D2 and D3 Receptors, SB269652 May Lead to a New Generation of Antipsychotic Drugs". Mol Pharmacol. 91 (6): 586–594. doi:10.1124/mol.116.107607. PMC 5438131. PMID 28265019.
- ^ Girmaw F (March 2024). "Review on allosteric modulators of dopamine receptors so far". Health Sci Rep. 7 (3) e1984. doi:10.1002/hsr2.1984. PMC 10948587. PMID 38505681.
- ^ Soriano A, Vendrell M, Gonzalez S, Mallol J, Albericio F, Royo M, Lluís C, Canela EI, Franco R, Cortés A, Casadó V (March 2010). "A hybrid indoloquinolizidine peptide as allosteric modulator of dopamine D1 receptors". J Pharmacol Exp Ther. 332 (3): 876–885. doi:10.1124/jpet.109.158824. PMID 20026675.
- ^ Shonberg J, Draper-Joyce C, Mistry SN, Christopoulos A, Scammells PJ, Lane JR, Capuano B (July 2015). "Structure-activity study of N-((trans)-4-(2-(7-cyano-3,4-dihydroisoquinolin-2(1H)-yl)ethyl)cyclohexyl)-1H-indole-2-carboxamide (SB269652), a bitopic ligand that acts as a negative allosteric modulator of the dopamine D2 receptor". J Med Chem. 58 (13): 5287–5307. doi:10.1021/acs.jmedchem.5b00581. PMID 26052807.
- ^ a b Shimazu S, Miklya I (May 2004). "Pharmacological studies with endogenous enhancer substances: beta-phenylethylamine, tryptamine, and their synthetic derivatives". Progress in Neuro-Psychopharmacology & Biological Psychiatry. 28 (3): 421–427. doi:10.1016/j.pnpbp.2003.11.016. PMID 15093948. S2CID 37564231.
- ^ Harsing LG, Knoll J, Miklya I (August 2022). "Enhancer Regulation of Dopaminergic Neurochemical Transmission in the Striatum". Int J Mol Sci. 23 (15): 8543. doi:10.3390/ijms23158543. PMC 9369307. PMID 35955676.
- ^ Harsing LG, Timar J, Miklya I (August 2023). "Striking Neurochemical and Behavioral Differences in the Mode of Action of Selegiline and Rasagiline". Int J Mol Sci. 24 (17) 13334. doi:10.3390/ijms241713334. PMC 10487936. PMID 37686140.
- ^ Kings E, Ioannidis K, Grant JE, Chamberlain SR (June 2024). "A systematic review of the cognitive effects of the COMT inhibitor, tolcapone, in adult humans". CNS Spectr. 29 (3): 166–175. doi:10.1017/S1092852924000130. PMID 38487834.
- ^ Grant JE, Hook R, Valle S, Chesivoir E, Chamberlain SR (September 2021). "Tolcapone in obsessive-compulsive disorder: a randomized double-blind placebo-controlled crossover trial". Int Clin Psychopharmacol. 36 (5): 225–229. doi:10.1097/YIC.0000000000000368. PMC 7611531. PMID 34310432.
- ^ Apud JA, Weinberger DR (2007). "Treatment of cognitive deficits associated with schizophrenia: potential role of catechol-O-methyltransferase inhibitors". CNS Drugs. 21 (7): 535–557. doi:10.2165/00023210-200721070-00002. PMID 17579498.
- ^ Krampe H, Stawicki S, Wagner T, Bartels C, Aust C, Rüther E, Poser W, Ehrenreich H (January 2006). "Follow-up of 180 alcoholic patients for up to 7 years after outpatient treatment: impact of alcohol deterrents on outcome". Alcoholism: Clinical and Experimental Research. 30 (1): 86–95. doi:10.1111/j.1530-0277.2006.00013.x. PMID 16433735.
- ^ a b Huber TJ, Dietrich DE, Emrich HM (March 1999). "Possible use of amantadine in depression". Pharmacopsychiatry. 32 (2): 47–55. doi:10.1055/s-2007-979191. PMID 10333162.
- ^ Danysz W, Dekundy A, Scheschonka A, Riederer P (February 2021). "Amantadine: reappraisal of the timeless diamond-target updates and novel therapeutic potentials". J Neural Transm (Vienna). 128 (2): 127–169. doi:10.1007/s00702-021-02306-2. PMC 7901515. PMID 33624170.
- ^ Ragshaniya A, Kumar V, Tittal RK, Lal K (March 2024). "Nascent pharmacological advancement in adamantane derivatives". Arch Pharm (Weinheim). 357 (3) e2300595. doi:10.1002/ardp.202300595. PMID 38128028.
- ^ Mikhaylova M, Vakhitova JV, Yamidanov RS, Salimgareeva MK, Seredenin SB, Behnisch T (October 2007). "The effects of ladasten on dopaminergic neurotransmission and hippocampal synaptic plasticity in rats". Neuropharmacology. 53 (5): 601–608. doi:10.1016/j.neuropharm.2007.07.001. PMID 17854844. S2CID 43661752.
- ^ Voznesenskaia TG, Fokina NM, Iakhno NN (2010). "[Treatment of asthenic disorders in patients with psychoautonomic syndrome: results of a multicenter study on efficacy and safety of ladasten]". Zhurnal Nevrologii I Psikhiatrii imeni S.S. Korsakova. 110 (5 Pt 1): 17–26. PMID 21322821.
- ^ Przuntek, H.; Stasch, J.-P. (1985). "Biochemical and Pharmacologic Aspects of the Mechanism of Action of Budipine". Clinical Experiences with Budipine in Parkinson Therapy. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg. hlm. 107–112. doi:10.1007/978-3-642-95455-9_15. ISBN 978-3-540-13764-1.
- ^ Przuntek H (April 2000). "Non-dopaminergic therapy in Parkinson's disease". J Neurol. 247 Suppl 2: II19–24. doi:10.1007/pl00007756. PMID 10991661.
- ^ Eltze M (1999). "Multiple mechanisms of action: The pharmacological profile of budipine". Diagnosis and Treatment of Parkinson's Disease — State of the Art. Journal of Neural Transmission. Supplementa. Vol. 56. hlm. 83–105. doi:10.1007/978-3-7091-6360-3_4. ISBN 978-3-211-83275-2. PMID 10370904.
- ^ Rangasamy SB, Dasarathi S, Pahan P, Jana M, Pahan K (June 2019). "Low-Dose Aspirin Upregulates Tyrosine Hydroxylase and Increases Dopamine Production in Dopaminergic Neurons: Implications for Parkinson's Disease". Journal of Neuroimmune Pharmacology. 14 (2): 173–187. doi:10.1007/s11481-018-9808-3. PMC 6401361. PMID 30187283.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


