Obat selektif perifer
Obat selektif perifer adalah obat yang memiliki mekanisme kerja utama di luar sistem saraf pusat (SSP), biasanya karena terhalang masuk ke SSP oleh sawar darah otak. Dengan terhalang masuk ke SSP, obat-obatan dapat bekerja pada bagian tubuh lainnya tanpa menimbulkan efek samping yang berkaitan dengan pengaruhnya pada otak atau sumsum tulang belakang. Misalnya, sebagian besar opioid menyebabkan sedasi jika diberikan dalam dosis yang cukup tinggi, tetapi opioid selektif perifer dapat bekerja pada bagian tubuh lainnya tanpa memasuki otak dan cenderung tidak menyebabkan sedasi.[1] Opioid selektif perifer ini dapat digunakan sebagai antidiare, misalnya loperamida.[2]
Mekanisme selektivitas perifer meliputi hidrofilisitas fisikokimia dan ukuran molekul yang besar, yang mencegah permeasi obat melalui membran sel dwilapis lipid sawar darah otak, dan pengeluaran obat dari otak oleh transporter sawar darah otak seperti P-glikoprotein di antara banyak lainnya.[2][3][4] Transportasi keluar dari otak oleh P-glikoprotein dianggap bertanggung jawab atas selektivitas perifer banyak obat termasuk loperamida, domperidon, feksofenadin, bilastin, setirizin, ivermektin, dan deksametason.[2][5][6][7][8]
Daftar obat selektif perifer
- 4-HO-TMT : agonis reseptor serotonin non-selektif
- 5-Metoksitriptamina : agonis reseptor serotonin non-selektif
- Aeruginascin : agonis reseptor serotonin non-selektif
- α-Metilserotonin : agonis reseptor serotonin non-selektif
- AL-34662 : agonis reseptor serotonin 5-HT2A
- Alvimopan : antagonis reseptor μ-opioid yang digunakan dalam pengobatan ileus pascabedah
- Anastrozol : penghambat aromatase yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara
- Atenolol : penyekat beta (β-adrenergik) (antagonis reseptor)
- Baeokistin : agonis reseptor serotonin non-selektif
- Benserazida : penghambat dekarboksilase asam amino L aromatik yang digunakan dalam kombinasi dengan levodopa dalam pengobatan penyakit Parkinson
- Betanekol : agonis reseptor asetilkolina muskarinik yang digunakan dalam pengobatan mulut kering dan retensi urin
- Bikalutamida : antiandrogen dengan selektivitas perifer pada hewan, tetapi tampaknya tidak pada manusia
- Bilastin : antihistamin non-sedatif
- Bisoprolol : penyekat beta (antagonis reseptor β-adrenergik)
- Bufotenidina (5-HTQ) : antagonis reseptor serotonin 5-HT3
- Bufotenin : Agonis reseptor serotonin non-selektif dan psikedelik serotonin
- BW-501C67 : antagonis reseptor serotonin 5-HT2A dan 5-HT2C
- Darolutamida : antiandrogen yang digunakan dalam pengobatan kanker prostat
- Desloratadin : antihistamin non-sedatif
- Deksametason : glukokortikoid dengan selektivitas perifer
- Digoksin : glikosida jantung dan penghambat pompa natrium-kalium
- Dokarpamina : bakal obat dopamin dan agonis reseptor dopamin non-selektif
- Domperidon : antagonis reseptor dopamin D2 yang digunakan sebagai antiemetik, agen gastroprokinetik, dan galaktagog
- Dopamin : agonis reseptor dopamin dan adrenergik non-selektif yang digunakan sebagai stimulan jantung dan inotropik positif
- Eluksadolina : Agonis reseptor μ- dan κ-opioid serta antagonis reseptor δ-opioid digunakan dalam pengobatan sindrom iritasi usus yang dominan diare.
- Entakapon : penghambat katekol-O-metiltransferase yang digunakan dalam kombinasi dengan levodopa dalam pengobatan penyakit Parkinson[9]
- Epinefrin (adrenalin) : agonis reseptor adrenergik non-selektif yang digunakan sebagai stimulan jantung dan dalam pengobatan anafilaksis.
- Ergotamin : modulator reseptor serotonin, adrenergik, dan dopamin non-selektif yang digunakan sebagai vasokonstriktor untuk mengobati migrain[10][11]
- Esmolol : penyekat beta (antagonis reseptor β-adrenergik)
- Etamikastat : Penghambat dopamin beta-hidroksilase yang dikembangkan sebagai antihipertensi
- Etilefrin : agonis reseptor adrenergik non-selektif yang digunakan sebagai antihipertensi
- Fenilefrin : agonis reseptor α1-adrenergik yang digunakan sebagai dekongestan, untuk mengobati hipotensi, dan untuk penggunaan lainnya
- Fenilpropanolamina : pelepas norepinefrin dan simpatomimetik yang bekerja secara tidak langsung dengan beberapa selektivitas perifer
- Fenoldopam : agonis reseptor dopamin D1 yang digunakan sebagai antihipertensi
- Feksofenadin : antihistamin non-sedatif
- Fulvestrant : antiestrogen yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara
- GABA : agonis reseptor GABA dan suplemen makanan
- Glikopironium bromida : antikolinergik (antagonis reseptor asetilkolina)
- Guvacine : penghambat penyerapan kembali GABA
- Hiosin butilbromida : antikolinergik (antagonis reseptor asetilkolina)
- Isoprenalin : agonis reseptor β-adrenergik yang digunakan sebagai simpatomimetik
- Itoprida : antagonis reseptor dopamin D2 dan penghambat asetilkolinesterase yang digunakan sebagai agen gastroprokinetik
- Ivermektin : antiparasit
- Karbakol : Agonis reseptor asetilkolina non-selektif yang digunakan dalam pengobatan glaukoma
- Karbidopa : penghambat dekarboksilase asam amino L aromatik yang digunakan dalam kombinasi dengan levodopa dalam pengobatan penyakit Parkinson
- Karmoksirol : agonis reseptor dopamin D2
- Karteolol : penyekat beta (antagonis reseptor β-adrenergik)
- Labetalol : penyekat beta (antagonis reseptor β-adrenergik)
- Levosetirizin : antihistamin non-sedatif
- Loperamida : Agonis reseptor μ-opioid yang digunakan sebagai antidiare
- Loratadin : antihistamin non-sedatif
- Metakolina : ester kolina dan agonis reseptor asetilkolina muskarinik
- Kolkisin : alkaloid dan penghambat polimerisasi tubulin yang digunakan untuk mengobati encok
- Metilhomatropin : antikolinergik (antagonis reseptor asetilkolina)
- Metilnaltrekson : antagonis reseptor μ-opioid yang digunakan dalam pengobatan sembelit akibat opioid
- Metopimazina : antagonis reseptor dopamin D2 yang digunakan dalam pengobatan mual, muntah, dan gastroparesis
- Midodrina : agonis reseptor α1-adrenergik yang digunakan dalam pengobatan hipotensi ortostatik
- Monlunabant : Antagonis reseptor CB1 kanabinoid
- Nadolol : penyekat beta (antagonis reseptor β-adrenergik)
- Naloksegol : antagonis reseptor μ-opioid yang digunakan dalam pengobatan sembelit akibat opioid
- Nebikapon : penghambat katekol-O-metiltransferase untuk penyakit Parkinson yang tidak pernah dipasarkan
- Asam nipekotat : penghambat penyerapan kembali GABA
- Norepinefrin (noradrenalin) : agonis reseptor adrenergik non-selektif
- Norpsilosin : agonis reseptor serotonin non-selektif
- Ondansetron – antagonis reseptor serotonin 5-HT3 ("setron") dengan beberapa selektivitas perifer
- Opikapon – penghambat katekol-O-metiltransferase yang digunakan dalam kombinasi dengan levodopa dalam pengobatan penyakit Parkinson[12]
- Oksidopamin (6-hidroksidopamin, 6-OHDA) : neurotoksin dopaminergik
- Peptida dan protein (misalnya insulin, oksitosin, vasopresin, peptida opioid, faktor pertumbuhan, dan banyak lainnya)
- Pirenzepin : antikolinergik (antagonis reseptor asetilkolina)
- Pseudoefedrin : pelepas norepinefrin dan simpatomimetik yang bekerja secara tidak langsung dengan beberapa selektivitas perifer
- Piridostigmin : penghambat asetilkolinesterase dan parasimpatomimetik
- Sarpogrelat : antagonis reseptor serotonin 5-HT2
- Serotonin : agonis reseptor serotonin non-selektif
- Setirizin : antihistamin dengan sedikit efek sedatif
- Sotalol : penyekat beta (antagonis reseptor β-adrenergik)
- Sumatriptan : antimigrain triptan dan agonis reseptor serotonin 5-HT1B dan 5-HT1D
- Terfenadin : antihistamin non-sedatif
- THPO : penghambat penyerapan kembali GABA
- Timepidium bromida : antikolinergik (antagonis reseptor asetilkolina)
- Tolkapon : penghambat katekol-O-metiltransferase yang digunakan dalam kombinasi dengan levodopa dalam pengobatan penyakit Parkinson[13]
- Trepipam : Agonis reseptor dopamin D1 yang tidak pernah dipasarkan
- Trimetafan kamsilat : antagonis reseptor asetilkolina nikotinik
- Trospium klorida : antikolinergik (antagonis reseptor asetilkolina)
- Tiramin : pelepas norepinefrin-dopamin dan simpatomimetik[14][15]
- Vinblastin : alkaloid vinka dan agen antineoplastik
- VU0530244 : antagonis reseptor serotonin 5-HT2B selektif[16]
- Xamoterol : agonis parsial reseptor β1-adrenergik
- Xanomelina/trospium klorida : kombinasi agonis reseptor asetilkolina muskarinik reseptor M1 dan M4 yang aktif secara sentral (xanomelina) dengan antagonis reseptor asetilkolina muskarinik non-selektif yang selektif secara perifer (trospium klorida) yang digunakan untuk mengobati skizofrenia
- Xilamidina : antagonis reseptor serotonin 5-HT2A dan 5-HT2C
- Zamikastat – penghambat dopamin β-hidroksilase yang dikembangkan sebagai antihipertensi
- Zevakuenabant : antagonis reseptor kanabinoid CB1
Referensi
- ^ Stein, C; Zöllner, C (2009). "Opioids and Sensory Nerves". Sensory Nerves. Handbook of Experimental Pharmacology. Vol. 194. hlm. 495–518. doi:10.1007/978-3-540-79090-7_14. ISBN 978-3-540-79089-1. PMID 19655116.
- ^ a b c Schinkel AH (April 1999). "P-Glycoprotein, a gatekeeper in the blood-brain barrier". Adv Drug Deliv Rev. 36 (2–3): 179–194. doi:10.1016/s0169-409x(98)00085-4. PMID 10837715.
- ^ Dyrna F, Hanske S, Krueger M, Bechmann I (September 2013). "The blood-brain barrier". J Neuroimmune Pharmacol. 8 (4): 763–73. doi:10.1007/s11481-013-9473-5. PMID 23740386. S2CID 255272031.
- ^ Terasaki T, Ohtsuki S (January 2005). "Brain-to-blood transporters for endogenous substrates and xenobiotics at the blood-brain barrier: an overview of biology and methodology". NeuroRx. 2 (1): 63–72. doi:10.1602/neurorx.2.1.63. PMC 539321. PMID 15717058.
- ^ Schinkel AH, Wagenaar E, Mol CA, van Deemter L (June 1996). "P-glycoprotein in the blood-brain barrier of mice influences the brain penetration and pharmacological activity of many drugs". J Clin Invest. 97 (11): 2517–24. doi:10.1172/JCI118699. PMC 507337. PMID 8647944.
- ^ De Kloet ER (October 1997). "Why Dexamethasone Poorly Penetrates in Brain". Stress. 2 (1): 13–20. doi:10.3109/10253899709014734. PMID 9787252.
- ^ Church, Martin K. (2021). "Antihistamines". Urticaria and Angioedema. Springer International Publishing. hlm. 153–165. doi:10.1007/978-3-030-84574-2_11. ISBN 978-3-030-84573-5. S2CID 239944965.
- ^ Hu Y, Sieck DE, Hsu WH (October 2015). "Why are second-generation H1-antihistamines minimally sedating?". Eur J Pharmacol. 765: 100–6. doi:10.1016/j.ejphar.2015.08.016. PMID 26291661.
- ^ Habet S (August 2022). "Clinical Pharmacology of Entacapone (Comtan) From the FDA Reviewer". Int J Neuropsychopharmacol. 25 (7): 567–575. doi:10.1093/ijnp/pyac021. PMC 9352175. PMID 35302623.
Entacapone is a potent and specific peripheral catechol-O-methyltransferase inhibitor. [...] Entacapone has no antiparkinsonian activity as a sole agent. Therefore, it must be given as an adjunct to LD and a peripherally acting DDC inhibitor, such as carbidopa. Entacapone acts peripherally and does not penetrate the blood-brain barrier (BBB). [...] It is poorly lipophilic and does not penetrate the BBB to any significant extent. Its clinical effects are thus due to peripheral COMT inhibition only (Nutt, 1998; Fahn et al, 2004). [...] Entacapone is poorly lipophilic. Therefore, its clinical effects are due to peripheral COMT inhibition alone. [...] Entacapone is a potent, specific, and reversible COMT inhibitor. The drug has been shown to act peripherally, but not centrally, when given at clinically effective doses.
- ^ Canal CE (2018). "Serotonergic Psychedelics: Experimental Approaches for Assessing Mechanisms of Action". Handb Exp Pharmacol. Handbook of Experimental Pharmacology. 252: 227–260. doi:10.1007/164_2018_107. ISBN 978-3-030-10560-0. PMC 6136989. PMID 29532180.
- ^ Verhoeff NP, Visser WH, Ferrari MD, Saxena PR, van Royen EA (October 1993). "Dopamine D2-receptor imaging with 123I-iodobenzamide SPECT in migraine patients abusing ergotamine: does ergotamine cross the blood brain barrier?". Cephalalgia. 13 (5): 325–329. doi:10.1046/j.1468-2982.1993.1305325.x. PMID 8242725.
- ^ Fabbri M, Rosa MM, Ferreira JJ (October 2016). "Clinical pharmacology review of opicapone for the treatment of Parkinson's disease". Neurodegener Dis Manag. 6 (5): 349–62. doi:10.2217/nmt-2016-0022. PMID 27599671.
Opicapone (OPC) is a novel, long-acting, peripherally selective, once daily, third-generation catechol-O-methyl transferase inhibitor.
- ^ Keating GM, Lyseng-Williamson KA (2005). "Tolcapone: a review of its use in the management of Parkinson's disease". CNS Drugs. 19 (2): 165–184. doi:10.2165/00023210-200519020-00006. PMID 15697329.
The efficacy of tolcapone as an adjunct to levodopa in patients with Parkinson's disease has primarily been attributed to its ability to inhibit peripheral it is thought that tolcapone enters the CNS to a minimal extent only.[16] However, results [17] of a study in patients with Parkinson's disease, as well as results of animal studies,[18-21] suggest that tolcapone also has central activity.
- ^ Gillman PK (November 2018). "A reassessment of the safety profile of monoamine oxidase inhibitors: elucidating tired old tyramine myths". J Neural Transm (Vienna). 125 (11): 1707–1717. doi:10.1007/s00702-018-1932-y. PMID 30255284.
- ^ Rothman RB, Baumann MH (October 2003). "Monoamine transporters and psychostimulant drugs". Eur J Pharmacol. 479 (1–3): 23–40. doi:10.1016/j.ejphar.2003.08.054. PMID 14612135.
- ^ Bender AM, Valentine MS, Bauer JA, Days E, Lindsley CW, Merryman WD (April 2023). "Identification of Potent, Selective, and Peripherally Restricted Serotonin Receptor 2B Antagonists from a High-Throughput Screen". Assay Drug Dev Technol. 21 (3): 89–96. doi:10.1089/adt.2022.116. PMC 10122230. PMID 36930852.
Pranala luar
Media terkait Peripherally selective drugs di Wikimedia Commons
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


