Gunung di Nusa Tenggara Barat
Gunung di Nusa Tenggara Barat adalah gunung-gunung yang terbentuk di wilayah Nusa Tenggara Barat. Keberadaan gunung pada wilayah Nusa Tenggara Barat dilambangkan dengan simbol gunung dan kepulan asap pada lambang daerah Nusa Tenggara Barat. Gunung-gunung di wilayah Nusa Tenggara Barat terbentuk pada Zaman Tersier. Dua gunung yang tertinggi di wilayah Nusa Tenggara Barat adalah gunung Rinjani dan gunung Tambora. Lahan pada kawasan gunung di Nusa Tenggara Barat bersifat subur sehingga dimanfaatkan oleh penduduk Nusa Tenggara Barat untuk pertanian.
Pembentukan
Gunung merupakan salah satu bentang alam yang terbentuk di wilayah Nusa Tenggara Barat. Penandaan bahwa gunung merupakan salah satu bentang alam yang terbentuk di wilayah Nusa Tenggara Barat diwakili oleh simbol gunung yang mengeluarkan kepulan asap pada lambang daerah Nusa Tenggara Barat. Gunung dan kepulan asap berada di bagian tengah pada lambang satu bentang alam yang terbentuk di wilayah Nusa Tenggara Barat dan mewakili keberadaan gunung Rinjani yang terletak di wilayah Nusa Tenggara Barat.[1]
Gunung-gunung di wilayah Nusa Tenggara Barat terbentuk pada Zaman Tersier. Pembentukan gunung-gunung di wilayah merupakan rangkaian pembentuk pegunungan di wilayah kepulauan Indonesia mulai dari Sumatra, ke Jawa dan Bali serta kemudian membentuk gunung di pulau Lombok dan pulau Sumbawa yang termasuk dalam wilayah Nusa Tengarra Barat. Masa pembentukan gunung-gunung di wilayah Nusa Tenggara Barat terjadi sekitar 58 juta tahun yang lalu dalam zaman Tersier.[2] Gunung-gunung di wilayah Nusa Tenggara tersebar di pulau Lombok dan pulau Sumbawa.[3]
Ketinggian
Dua gunung yang tertinggi di wilayah Nusa Tenggara Barat adalah gunung Rinjani dan gunung Tambora. Ketinggian puncak dari gunung Rinjani adalah 3.726 meter di atas permukaan laut. Sedangkan ketinggian puncak dari gunung Tambora adalah 2.859 meter di atas permukaan laut. Gunung Rinjani berlokasi di pulau Lombok, sedangkan gunung Tambora berlokasi di pulau Sumbawa.[3]
Pemanfaatan
Gunung-gunung di wilayah Nusa Tenggara Barat memiliki tanah yang bersifat menyuburkan tanaman. Karena itu, penduduk di sekitar gunung atau yang tinggal di lereng maupun lembah pada gunung-gunung dalam wilayah Nusa Tenggara Barat mengadakan kegiatan pertanian.[3]
Referensi
- ^ Widyatama, Pustaka (2010). Ensiklopedia Pelajar dan Umum. Pustaka Widyatama. hlm. 163. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah (1983). Geografi Budaya Nusa Tenggara Barat (PDF). Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. hlm. 8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c Dumas Sari Warna (1988). Indonesia Membangun Volume 4. Dumas Sari Warna. hlm. 121. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


