Gunung di Sulawesi Tengah

Gunung di Sulawesi Tengah adalah gunung-gunung yang terbentuk di wilayah Sulawesi Tengah. Kemiringan lereng dari gunung-gunung yang terdapat di wilayah Sulawesi Tengah bersifat curam dan terjal. Beberapa suku asli di beberapa daerah dalam wilayah Sulawesi Tengah menjadikan gunung di Sulawesi Tengah sebagai lokasi permukimannya. Di wilayah Sulawesi Tengah terdapat satu gunung berapi aktif yaitu gunung Colo yang berisiko mengakibatkan bencana alam berupa letusan gunung api di wilayah Sulawesi Tengah.

Sebaran

Gunung merupakan salah satu bentang alam utama yang terbentuk di wilayah Sulawesi Tengah. Beberapa gunung yang terdapat dalam wilayah Sulawesi Tengah yaitu gunung Sonjol, gunung Bulu Tumpu, gunung Hohoban, gunung Balantak Tompotika, gunung Witimpondo, gunung Mungku, gunung Mapipi, gunung Nokilalaki, dan gunung Loli.[1] Gunung-gunung yang terdapat di wilayah Sulawesi Tengah memiliki kemiringan lereng yang sangat curam dan sangat terjal.[2] Selain itu, wilayah Sulawesi Tengah memiliki sebuah gunung berapi kerucut yaitu gunung Colo yang terletak di pulau Una-Una.[3]

Pemanfaatan

Beberapa suku asli di wilayah Sulawesi Tengah menjadikan gunung sebagai lokasi permukimannya. Pada gunung-gunung di wilayah Kabupaten Donggala terdapat suku Da'a. Pada gunung-gunung di wilayah Kabupaten Morowali terdapat suku Wana. Pada gunung-gunung di wilayah Kabupaten Banggai terdapat suku Ta' dan pada gunung-gunung di wilayah Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli terdapat suku Daya.[4]

Risiko bencana alam

Di wilayah Sulawesi Tengah terdapat satu gunung berapi aktif yaitu gunung Colo. Lokasi dari gunung Colo adalah di pulau Una-Una dalam wilayah Kabupaten Tojo Una-Una. Penduduk lokal menamakan gunung Colo sebagai gunung Una-Una. Risiko bencana alam yang dapat ditimbulkan oleh gunung Colo adalah letusan gunung api yang dapat menyebabkan kerusakan di wilayah Sulawesi Tengah.[3] Kerusakan yang ditimbulkan oleh gunung Colo ketika terjadi letusan gunung api meliputi kerusakan lahan untuk permukiman dan pertanian serta kematian bagi manusia yang terkena awan panas atau lahar panas dari semburan gunung api.[5]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah 2018, hlm. 8.
  2. ^ Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah (1978). Adat Istiadat Daerah Sulawesi Tengah (PDF). Jakarta: Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ a b Kedeputian Bidang Sistem dan Strategi, Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana (2021). Kajian Risiko Bencana Nasional Provinsi Sulawesi Tengah 2022 - 2026 (PDF). Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. hlm. 89. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah 2018, hlm. 9.
  5. ^ ndonesia Research Institute for Decarbonization (Mei 2025). "Fact Sheet Bencana Sulawesi Tengah" (PDF). Diakses tanggal 30 November 2025.

Daftar pustaka

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement