Gunung di Nusa Tenggara Timur
Gunung di Nusa Tenggara Timur adalah gunung-gunung yang terbentuk di wilayah Nusa Tenggara Timur. Pembentukan gunung-gunung di wilayah Nusa Tenggara Timur terjadi akibat penunjaman lempeng tektonik. Penduduk di wilayah Nusa Tenggara Timur umumnya mendirikan permukiman di sekitar gunung-gunung yang ada di Nusa Tenggara Timur. Gunung-gunung di Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu jenis objek wisata utama di wilayah Nusa Tenggara Timur untuk pengamatan keindahan pemandangan alam dari puncak gunung dan sebagai sarana untuk kegiatan pendakian.
Pembentukan
Gunung-gunung di wilayah Nusa Tenggara Timur terbentuk akibat dari penunjaman lempeng tektonik pada pertemuan lempeng tektonik di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Tingkat penunjaman lempeng tektonik berkisar antara 70 mm hingga 75 mm setiap tahunnya. Karena penunjaman, aktivitas vulkanik di wilayah Nusa Tenggara Timur mengalami kerak bumi yang bersifat kesamudraan. Hasil penunjaman dari lempeng-lempeng tektonik di wilayah Nusa Tenggara menghasilkan gunung-gunung dengan kemiringan yang tidak terlalu curam dan kemiringannya tidak mencapai 45 derajat.[1]
Pemanfaatan
Permukiman
Penduduk di wilayah Nusa Tenggara Timur umumnya mendirikan permukiman di sekitar gunung-gunung yang adai di Nusa Tenggara Timur.[2] Bagian gunung yang umumnya dijadikan lokasi pendirian permukiman bagi penduduk di Nusa Tenggara Timur adalah bagian puncak gunung dan bagian lereng gunung. Pembangunan permukiman pada puncak gunung dan lereng gunung umumnya dilakukan agar masyarakat tidak mengalami interaksi yang aktif dengan masyarakat lainnya.[3]
Objek wisata
Gunung-gunung di Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu jenis objek wisata utama di wilayah Nusa Tenggara Timur. Pemanfaatan utama dari gunung-gunung di wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai pengamatan keindahan pemandangan alam dari puncak gunung dan sebagai sarana untuk kegiatan pendakian. Salah satu gunung di Nusa Tenggara Timur yang menjadi objek wisata utama bagi para wisatawan adalah gunung Inerie yang terletak bagian selatan Kota Bajawa dalam wilayah Kabupaten Ngada di pulau Flores.[4] Selain itu, gunung yang juga menjadi objek wisata di Nusa Tenggara Timur adalah gunung Mutis. Wisatawan umumnya mengunjungi gunung Mutis untuk melihat pemandangan alam berupa batu marmer yang membentuk gunung Mutis dan terletak dalam Cagar Alam Gunung Mutis dengan luas 12.000 ha.[5]
Referensi
- ^ Pramumijoyo, Subagyo, ed. (2023). Geologi Gempa Bumi Indonesia. Gadjah Mada University Press. hlm. 42. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Nusa Tenggara Timur (1984). Pola Pemukiman Pedesaan Daerah Nusa Tenggara Timur. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Nusa Tenggara Timur. hlm. 11. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah (1983). Adat dan Upacara Perkawinan Daerah Nusa Tenggara Timur. Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. hlm. 11. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Cahyani, Tri (2019). 30 Destinasi Wisata di Nusa Tenggara Tmur. Penerbit Duta. hlm. 19. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Dinas Pariwisata Nusa Tenggar Timur (2018). Nusa Tenggara Timur, Tourism Book. Dinas Pariwisata Nusa Tenggar Timur. hlm. 46. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


