Pertempuran Masjid Raya I (1873)
Beberapa atau seluruh referensi dari artikel ini mungkin tidak dapat dipercaya kebenarannya. |
| ||||||||||||||||||||||||||||||
Pertempuran Masjid Raya I adalah pertempuran yang terjadi pada April 1873 di sekitar Masjid Raya Baiturrahman, Kutaraja (kini Banda Aceh), antara pasukan Kesultanan Aceh dan tentara Hindia Belanda selama Ekspedisi Aceh I, bagian dari Perang Aceh (1873–1904). Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran paling penting pada tahap awal perang karena berlangsung di sekitar pusat pemerintahan dan pertahanan Aceh serta menewaskan komandan ekspedisi Belanda, Letnan Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler.
Latar belakang
Pada 26 Maret 1873, pemerintah kolonial Belanda menyatakan perang terhadap Kesultanan Aceh. Belanda kemudian mengirim sebuah ekspedisi militer besar yang dikenal sebagai Ekspedisi Aceh I dengan tujuan merebut Kutaraja, pusat pemerintahan Kesultanan Aceh.
Pada 6 April 1873, pasukan Belanda mendarat di pesisir Aceh Besar dekat muara Sungai Aceh. Setelah mengamankan titik pendaratan, mereka bergerak menuju pusat kota Kutaraja. Dalam perjalanan menuju kompleks kraton, pasukan Belanda menghadapi perlawanan sengit dari pasukan Aceh di berbagai kampung dan benteng pertahanan di sekitar kota.
Salah satu titik pertahanan utama Aceh adalah kawasan Masjid Raya Baiturrahman, yang pada masa itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai benteng pertahanan penting di sekitar pusat pemerintahan kesultanan.
Jalannya pertempuran
Pada 10 April 1873, pasukan Belanda menyerang posisi pertahanan Aceh di sekitar Masjid Raya. Setelah pertempuran sengit, Belanda berhasil menduduki masjid tersebut. Namun pada malam hari, pasukan Aceh melakukan serangan balik yang memaksa pasukan Belanda meninggalkan posisi tersebut.
Pada 14 April 1873, Belanda kembali melancarkan serangan untuk merebut kembali kawasan Masjid Raya. Dalam pertempuran ini, komandan ekspedisi Belanda J.H.R. Köhler memimpin pasukan secara langsung dari garis depan.
Saat berada di sekitar masjid, Köhler terkena tembakan dari pihak Aceh dan tewas di tempat. Kematian Köhler menjadi pukulan besar bagi pasukan Belanda dan sangat memengaruhi jalannya operasi militer pada ekspedisi pertama.
Dampak
Pertempuran di sekitar Masjid Raya menunjukkan kuatnya pertahanan Aceh di sekitar Kutaraja. Setelah kematian Köhler dan meningkatnya korban di pihak Belanda, ekspedisi pertama gagal mencapai tujuannya untuk menaklukkan pusat pemerintahan Aceh.
Pasukan Belanda kemudian menarik diri dari wilayah tersebut. Kegagalan ini mendorong pemerintah kolonial Belanda untuk melancarkan Ekspedisi Aceh II pada akhir tahun 1873 dengan kekuatan militer yang lebih besar.
Dalam perkembangan selanjutnya, Masjid Raya Baiturrahman mengalami kerusakan akibat pertempuran pada masa awal perang dan kemudian dibangun kembali oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1879.
Lihat pula
Referensi
- Paul van ’t Veer, De Atjeh-Oorlog.
- Ibrahim Alfian, Perang di Jalan Allah: Perang Aceh 1873–1912.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


