Penaklukan Garot (1874)

Penaklukan Garot (Verovering van Garouw) pada tanggal 28 Juni 1874 merupakan penaklukan sukses oleh Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (Angkatan Darat Kerajaan Hindia Belanda) terhadap kampong Aceh yang bernama Garot di Aceh (sekarang Garot, Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar). Sesudah penaklukan itu, oleh pasukan genie Belanda direncanakan untuk membangun sebuah benteng Belanda di Garouw yang akan menjadi bagian dari “Oosterlinie van de Linie van Pel” (Garis Timur dalam garis pertahanan Pel). Garis ini merupakan garis pertahanan sekitar keraton di Kota Radja.

Latar Belakang

Karena pertempuran di Lam Poeloe pada 20 Juni 1874, bagian sungai di bawah Penajoeng belum aman dari serangan Aceh. Untuk menjamin pelayaran bebas di sungai Aceh, perlu diamankan bagian utara Pedirdijk sampai ke benteng Kota Radja Bedil yang telah dikuasai Belanda tetapi kemudian ditinggalkan. Diketahui bahwa musuh berkumpul dan memperkuat diri di kampong Garouw di timur laut Lam Poeloe, yang menutup jalan ke dike tersebut. Pada tanggal 28 Juni 1874, kapal-kapal perang Angkatan Laut Belanda juga harus menembak mulut sungai Aceh karena Aceh membangun pertahanan di sana.

Penaklukan

Pada pagi tanggal 28 Juni 1874, pasukan Belanda di bawah pimpinan Mayor Infanteri J.H. Romswinckel, yang dikenal sebagai “de vechtmajoor”, maju dengan formasi sebagai berikut:

  • Setengah batalion Infanteri ke kiri, dipimpin oleh Kapten A.A.J.L. de Jongh dan Letnan W.L.E.V. von Massow.
  • Dua peleton dari setengah batalion Infanteri bagian kanan, sebanyak 150 orang sebagai perlindungan.
  • Dua sektion artileri medan dan dua mortir 12 cm di bawah Letnan Artileri C.J. Zwager.
  • Seksi Mineurs (unit teknik peledak), di bawah Letnan Genie J.W.N. Cramers dan Sersan J. Rijser.
  • Ambulans dengan dua perwira kesehatan: S. Hartog dan M.L. Ritsema.

Mereka berangkat dari pos di Lam Poeloe dan menyeberangi Pedirdijk menuju Garouw-Lam Ara (sekitar bekas benteng Laut di mulut Sungai Aceh). Setibanya di Garouw, mereka diserang oleh musuh. Agar jalan terbuka untuk serangan frontal, para mineurs di bawah J.W.N. Cramers dan Sersan Rijser bekerja di bawah tembakan musuh untuk menghilangkan rintangan (bamboedoerie) dari pertahanan musuh. Letnan W.L.E.V. von Massow mencoba masuk melalui sebuah pintu kecil di benteng tetapi tertembak dan kemudian meninggal karena luka tersebut.

Sementara itu, Cramers dan Rijser berhasil membuka pintu menggunakan kapak. Terjadi pertarungan sengit satu lawan satu di dalam benteng. Kapten de Jongh terluka parah saat mencoba membantu pasukan. Letnan Artileri C.J. Zwager juga terluka dan meninggal beberapa hari kemudian. Pada akhirnya, kebakaran pecah di dalam benteng dan para pejuang Aceh pun melarikan diri ke segala arah.

Pasca-Pertempuran

Dalam pertempuran ini, 4 pasukan Belanda tewas dan sekitar 30 terluka, termasuk Kapten A.A.J.L. de Jongh serta Letnan von Massow, Stappershoef, dan Zwager. Letnan Infanteri von Massow (7 Juli 1874) dan Letnan Artileri Zwager kemudian meninggal akibat luka-luka mereka; keduanya dimakamkan di Peutjoet.

Musuh Aceh sangat terkejut dengan kalahnya Garouw sehingga mereka meninggalkan sisanya pertahanan di Lam Ara dan Kota Radja Bedil, yang kemudian segera dikuasai oleh Angkatan Darat Hindia Belanda.

Sebagai penghargaan atas jasa mereka, melalui keputusan kerajaan (Koninklijk Besluit) tertanggal 12 Januari 1875, beberapa tentara Belanda dianugerahi Orde Militer Willems-orde (kelas 4), antara lain:

  • Kapten A.A.J.L. de Jongh (yang terluka parah dan kemudian dinonaktifkan dari dinas).
  • Letnan Genie J.W.N. Cramer.
  • Perwira kesehatan Kelas 2 S. Hartog.
  • Sersan Mineurs dan Sappeurs J. Rijser.
  • Letnan H.G.J. van Hoogstraten disebut secara terhormat atas kontribusinya dalam Penaklukan Lam Poeloe.

Rujukan

  • Oorlog met Atchin, Algemeen Handelsblad 15-07-1874, Dag editie.
  • 1902. A.S.H. Booms. Neerlands Krijgsroem in Insulinde. Deel II. W.P. van Stockum & Zoon. Den Haag. Bladzijde 347-353.
  • 1878. G.F.W. Borel. Onze vestiging in Atjeh. Critisch Beschreven. Den Haag. Thieme. bladzijde 162.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement