Kue lontar
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Agustus 2025) |
| Asal | |
|---|---|
| Wilayah | Papua |
| Negara asal | Indonesia |
Kue lontar adalah kue khas Papua yang memiliki rasa manis dan gurih, berbentuk seperti pai susu tapi berukuran lebih besar dengan diameter mencapai sekitar 20 cm.[1]
Sejarah
Sejarah kue lontar berasal dari masa kolonial ketika para serdadu Hindia Belanda menduduki Papua sejak tahun 1910. Kue ini awalnya dikenal dengan nama "ronde taart" dalam bahasa Belanda, yang berarti "kue bundar". Karena lidah masyarakat lokal kesulitan dalam melafalkan istilah tersebut, nama itu pun mengalami perubahan menjadi "kue lontar", yang kemudian menjadi nama yang dikenal hingga kini.[2]
Pembuatan kue lontar pertama kali diperkenalkan oleh para serdadu Belanda, khususnya di wilayah Fakfak, agar mereka bisa tetap menikmati cita rasa kampung halaman tanpa harus mengimpor kue dari Belanda. Mereka kemudian mengajarkan resep dan cara membuatnya kepada penduduk lokal. Meskipun awalnya bahan-bahan seperti margarin, susu, dan tepung masih harus didatangkan dari Belanda, masyarakat Papua lambat laun mulai bisa memproduksinya sendiri seiring dengan kemudahan akses bahan-bahan tersebut.[2]
Kue lontar pun berkembang menjadi bagian dari kuliner khas Papua. Penyebarannya meluas karena rasanya yang lezat dan teksturnya yang mirip pie susu, serta cocok disajikan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat berbuka puasa atau perayaan keluarga.[2]
Deskripsi
Kue ini memiliki tampilan mirip pie susu, berbentuk bulat seperti mangkuk dengan diameter besar sekitar 20 cm.[1] Kulit luar kue ini renyah, sedangkan bagian dalamnya lembut dan kental, memberikan perpaduan tekstur yang menarik saat disantap. Warnanya kekuningan dengan aroma vanili yang khas, dan rasa manis gurih berasal dari bahan utama seperti tepung terigu, margarin, vanili, susu, serta telur yang dicampur dengan air panas. Kue ini biasanya dibuat dengan cetakan piring keramik khusus yang disebut piring lontar.[1] Ukurannya yang besar biasanya dipotong-potong seperti pizza untuk disantap bersama, sedangkan ukuran yang lebih kecil sering dijadikan oleh-oleh. Teksturnya lebih lembut dan tebal dibandingkan pie susu, dan rasanya unik dengan campuran aroma vanili dan esens rhum pada versi autentiknya.[3]
Lihat juga
Referensi
- ^ a b c Liputan6.com (2023-12-19). "Kue Lontar, Sajian Khas Papua yang Mirip Pie Susu". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-08-07. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ a b c "Kue Lontar Khas Papua, Sajian Istimewa di Hari Besar". indonesia.go.id. 3 Mei 2022. Diakses tanggal 2025-08-07.
- ^ Nadhiroh, Fatma Roisatin (2023-10-04). "Perbedaan Pie Susu dan Kue Lontar". IDN Times. Diakses tanggal 2025-08-07.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


