Statin
| Statin | |
|---|---|
| Kelas obat-obatan | |
Lovastatin, komponen yang diisolasi dari Aspergillus terreus, adalah statin pertama yang dipasarkan. | |
| Pengenal kelas | |
| Penggunaan | hiperkolesterolemia |
| Kode ATC | C10AA |
| Target biologis | Reduktase HMG-KoA |
| Data klinis | |
| Drugs.com | Drug Classes |
| Pranala luar | |
| MeSH | D019161 |
| Dalam Wikidata | |
Statin atau penghambat reduktase HMG-KoA adalah golongan obat yang menurunkan kolesterol. Obat ini biasanya diresepkan untuk orang yang berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular.[1]
Pembawa kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL) memainkan peran kunci dalam perkembangan aterosklerosis dan penyakit jantung koroner melalui mekanisme yang dijelaskan oleh hipotesis lipid. Sebagai obat penurun lipid, statin efektif dalam menurunkan apolipoprotein B dan kolesterol LDL. Obat ini banyak digunakan untuk pencegahan primer pada orang yang berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular, serta untuk pencegahan sekunder bagi mereka yang telah mengembangkan penyakit kardiovaskular.[2][3][4]
Efek sampingnya meliputi nyeri otot, peningkatan risiko diabetes melitus yang moderat, dan kadar enzim hati tertentu yang abnormal dalam darah.[5] Selain itu, statin memiliki efek samping yang jarang tetapi parah, terutama kerusakan otot, dan sangat jarang terjadi rabdomiolisis.[6][7]
Golongan obat ini bekerja dengan menghambat enzim reduktase HMG-KoA, yang memainkan peran sentral dalam produksi kolesterol. Kadar kolesterol tinggi dalam darah telah dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular.[8]
Terdapat berbagai bentuk statin, beberapa di antaranya termasuk atorvastatin, fluvastatin, lovastatin, pitavastatin, pravastatin, rosuvastatin, dan simvastatin.[9] Sediaan kombinasi statin dan agen lain seperti ezetimibe/simvastatin juga tersedia. Kelas ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia dengan simvastatin sebagai obat yang terdaftar.[10]
Kepatuhan pasien terhadap penggunaan statin bermasalah meskipun terdapat bukti kuat tentang manfaatnya.[11][12]
Sejarah

Peran kolesterol dalam perkembangan penyakit kardiovaskular dijelaskan pada paruh kedua abad ke-20.[13] Hipotesis lipid ini mendorong upaya untuk mengurangi beban penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kolesterol. Pengobatan terutama terdiri dari tindakan diet seperti diet rendah lemak dan obat-obatan yang kurang ditoleransi seperti klofibrat, kolestiramin, dan asam nikotinat. Peneliti kolesterol yakni Daniel Steinberg menulis bahwa meskipun Uji Coba Pencegahan Primer Koroner tahun 1984 menunjukkan penurunan kolesterol dapat secara signifikan mengurangi risiko serangan jantung dan angina, para dokter (termasuk ahli jantung) sebagian besar tetap tidak yakin.[14] Para ilmuwan di lingkungan akademis dan industri farmasi mulai mencoba mengembangkan obat untuk menurunkan kolesterol secara lebih efektif. Terdapat beberapa target potensial, dengan 30 langkah dalam sintesis kolesterol dari asetil-koenzim A.[15]
Pada tahun 1971, Akira Endo selaku seorang ahli biokimia Jepang yang bekerja untuk perusahaan farmasi Daiichi Sankyo, mulai menyelidiki masalah ini. Penelitian telah menunjukkan bahwa kolesterol sebagian besar diproduksi oleh tubuh di hati dengan enzim HMG-KoA reduktase.[16] Endo dan timnya berpendapat bahwa mikroorganisme tertentu dapat menghasilkan penghambat enzim untuk mempertahankan diri dari organisme lain, karena asam mevalonat merupakan prekursor dari banyak zat yang dibutuhkan oleh organisme untuk pemeliharaan dinding sel atau sitoskeleton (terpenoid).[17]
Sebuah kelompok Britania mengisolasi senyawa yang sama dari Penicillium brevicompactum lalu menamakannya dengan "kompaktin", dan menerbitkan laporan mereka pada tahun 1976.[18] Kelompok Inggris tersebut menyebutkan sifat antijamur, tanpa menyebutkan penghambatan HMG-KoA reduktase.[19][20] Mevastatin tidak pernah dipasarkan karena efek sampingnya berupa tumor, kerusakan otot, dan terkadang kematian pada anjing laboratorium. P. Roy Vagelos selaku kepala ilmuwan dan kemudian CEO Merck & Co., tertarik dan melakukan beberapa perjalanan ke Jepang mulai tahun 1975. Pada tahun 1978, Merck telah mengisolasi lovastatin (mevinolin, MK803) dari jamur Aspergillus terreus, yang pertama kali dipasarkan pada tahun 1987 sebagai Mevacor.[16]
Pada tahun 1990-an, sebagai hasil dari kampanye publik, masyarakat di Amerika Serikat menjadi familiar dengan angka kolesterol mereka dan perbedaan antara kolesterol HDL dan LDL, dan berbagai perusahaan farmasi mulai memproduksi statin mereka sendiri seperti pravastatin (Pravachol) yang diproduksi oleh Daichii Sankyo dan Bristol Myers Squibb. Pada bulan April 1994, hasil studi yang disponsori Merck, Studi Kelangsungan Hidup Simvastatin Skandinavia, diumumkan. Para peneliti menguji simvastatin, yang kemudian dijual oleh Merck sebagai Zocor, pada 4.444 pasien dengan kolesterol tinggi dan penyakit jantung. Setelah lima tahun, penelitian menyimpulkan bahwa pasien mengalami penurunan kolesterol sebesar 35%, dan peluang mereka meninggal karena serangan jantung berkurang sebesar 42%.[16][21] Pada tahun 1995, Zocor dan Mevacor sama-sama menghasilkan keuntungan bagi Merck lebih dari US$1 miliar.[16]
Meskipun ia tidak memperoleh keuntungan dari penemuan aslinya, Endo dianugerahi Penghargaan Jepang tahun 2006 dan Penghargaan Penelitian Kedokteran Klinis Lasker-DeBakey pada tahun 2008 atas penelitian perintisnya.[22] Endo juga dilantik ke dalam National Inventors Hall of Fame di Alexandria, Virginia, pada tahun 2012. Michael S. Brown dan Joseph Leonard Goldstein, yang memenangkan Hadiah Nobel untuk karya terkait kolesterol, mengatakan tentang Endo: "Jutaan orang yang hidupnya akan diperpanjang melalui terapi statin berutang semuanya kepada Akira Endo."[23]
Pada tahun 2016, klaim menyesatkan yang melebih-lebihkan efek buruk statin telah mendapat liputan media yang luas, dengan konsekuensi dampak negatif pada kesehatan masyarakat.[24] Kontroversi mengenai efektivitas statin dalam literatur medis diperkuat di media populer pada awal tahun 2010-an, menyebabkan sekitar 200.000 orang di Britania Raya berhenti menggunakan statin selama enam bulan hingga pertengahan tahun 2016, menurut penulis sebuah studi yang didanai oleh British Heart Foundation. Mereka memperkirakan bahwa bisa terjadi hingga 2.000 serangan jantung atau strok tambahan selama 10 tahun berikutnya sebagai akibatnya.[25] Efek yang tidak disengaja dari kontroversi statin akademis adalah penyebaran terapi alternatif yang dipertanyakan secara ilmiah. Seprang ahli jantung yakni Steven Nissen di Cleveland Clinic berkomentar, "Kita kalah dalam pertempuran memperebutkan hati dan pikiran pasien kita melawan situs web..."[26] yang mempromosikan terapi medis yang belum terbukti. Harriet Hall melihat spektrum "penolakan statin" yang berkisar dari klaim pseudosains hingga pernyataan yang meremehkan manfaat dan pernyataan yang melebih-lebihkan efek samping, yang semuanya bertentangan dengan bukti ilmiah.[27]
Beberapa statin telah disetujui sebagai obat generik di Amerika Serikat:
- Lovastatin pada Desember 2001[28][29][30]
- Pravastatin pada April 2006[31][32][33]
- Simvastatin pada Juni 2006[34][35][36]
- Atorvastatin pada November 2011[37][38][39][40]
- Fluvastatin pada April 2012[41][42]
- Pitavastatin dan rosuvastatin pada tahun 2016[43][44]
- Ezetimibe/simvastatin dan ezetimibe/atorvastatin pada tahun 2017[45]
Penggunaan medis
Statin biasanya digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol darah dan mengurangi risiko penyakit yang berhubungan dengan aterosklerosis, dengan tingkat efek yang bervariasi tergantung pada faktor risiko yang mendasari dan riwayat penyakit kardiovaskular.[46] Tinjauan sistematis tahun 2022 menemukan pengurangan risiko mutlak untuk tiga hasil yang sulit – kematian karena semua penyebab, serangan jantung, dan strok – masing-masing sebesar 0,8%; 1,3%; dan 0,4% (risiko relatif: 9%, 29%, 14%). Hubungan antara ukuran efek dan pengurangan kolesterol LDL tidak jelas, dan terdapat heterogenitas klinis dan statistik yang signifikan antar uji coba.[47] Pedoman praktik klinis umumnya merekomendasikan agar orang dengan risiko rendah memulai dengan modifikasi gaya hidup melalui diet penurun kolesterol dan latihan fisik; bagi mereka yang tidak dapat mencapai tujuan penurunan lipid mereka melalui metode tersebut, statin dapat membantu.[48][49] Obat ini tampaknya bekerja sama baiknya tanpa memandang jenis kelamin,[50] meskipun beberapa perbedaan terkait jenis kelamin dalam respons pengobatan telah dijelaskan.[51]
Jika ada riwayat penyakit kardiovaskular yang mendasarinya, hal itu berdampak signifikan pada efek statin. Hal ini dapat digunakan untuk membagi penggunaan obat ke dalam kategori luas pencegahan primer dan sekunder.[52]
Pencegahan primer
Untuk pencegahan primer penyakit kardiovaskular, pedoman United States Preventive Services Task Force (USPSTF) 2016 merekomendasikan statin bagi mereka yang memiliki setidaknya satu faktor risiko penyakit jantung koroner, berusia antara 40 dan 75 tahun, dan memiliki setidaknya 10% risiko penyakit jantung dalam 10 tahun, sebagaimana dihitung oleh algoritma ACC/AHA Pooled Cohort 2013.[52][53][54] Faktor risiko penyakit jantung koroner meliputi kadar lipid abnormal dalam darah, diabetes melitus, tekanan darah tinggi, dan merokok. Mereka merekomendasikan penggunaan statin dosis rendah hingga sedang secara selektif pada orang dewasa yang memiliki risiko kejadian penyakit kardiovaskular 10 tahun sebesar 7,5–10% atau lebih.[53] Pada orang yang berusia di atas 70 tahun, statin menurunkan risiko penyakit kardiovaskular tetapi hanya pada mereka yang memiliki riwayat penyumbatan kolesterol berat pada arteri mereka.[55]
Sebagian besar bukti menunjukkan bahwa statin juga efektif dalam mencegah penyakit jantung pada mereka yang memiliki kolesterol tinggi tetapi tidak memiliki riwayat penyakit jantung. |Tinjauan Cochrane tahun 2013 menemukan pengurangan risiko kematian dan hasil buruk lainnya tanpa bukti adanya bahaya.[4] Untuk setiap 138 orang yang diobati selama 5 tahun, satu orang lebih sedikit meninggal; untuk setiap 49 orang yang diobati, satu orang lebih sedikit mengalami episode penyakit jantung.[56] Sebuah tinjauan tahun 2011 mencapai kesimpulan serupa,[57] dan tinjauan tahun 2012 menemukan manfaat pada wanita dan pria.[58] Tinjauan tahun 2010 menyimpulkan bahwa pengobatan tanpa riwayat penyakit kardiovaskular mengurangi kejadian kardiovaskular pada pria tetapi tidak pada wanita, dan tidak memberikan manfaat mortalitas pada kedua jenis kelamin.[59] Dua metaanalisis lain yang diterbitkan tahun itu, salah satunya menggunakan data yang diperoleh secara eksklusif dari wanita, tidak menemukan manfaat mortalitas dalam pencegahan primer.[60][61]
Institut Nasional untuk Kesehatan dan Keunggulan Klinis (NICE) merekomendasikan pengobatan statin untuk orang dewasa dengan perkiraan risiko penyakit kardiovaskular 10 tahun melebihi 10%.[62] Pedoman dari American College of Cardiology dan American Heart Association merekomendasikan pengobatan statin untuk pencegahan primer penyakit kardiovaskular pada orang dewasa dengan kolesterol LDL ≥ 190 mg/dL (4,9 mmol/L) atau penderita diabetes, usia 40–75 tahun dengan LDL-C 70–190 mg/dL (1,8–4,9 mmol/dL); atau pada mereka yang memiliki risiko 10 tahun terkena serangan jantung atau strok sebesar 7,5% atau lebih. Pada kelompok terakhir ini, pemberian statin tidak otomatis. Dalam kasus tersebut, pemberian statin direkomendasikan hanya dilakukan setelah diskusi risiko antara dokter dan pasien dengan pengambilan keputusan bersama, di mana faktor risiko lain dan gaya hidup dibahas, potensi manfaat pengobatan statin ditimbang terhadap potensi efek samping atau interaksi obat, dan preferensi pasien yang terinformasi diperoleh. Selain itu, jika keputusan risiko tidak pasti, faktor-faktor seperti riwayat keluarga, skor kalsium koroner, indeks pergelangan kaki-lengan, dan tes peradangan (hs-CRP ≥ 2 mg/L) disarankan untuk menginformasikan keputusan risiko. Faktor tambahan yang dapat digunakan adalah LDL-C ≥ 160 mg/dL (4,14 mmol/L) atau risiko seumur hidup yang sangat tinggi.[63] Namun, para kritikus seperti Steven E. Nissen mengatakan bahwa pedoman AHA/ACC tidak divalidasi dengan benar, melebih-lebihkan risiko setidaknya 50%, dan merekomendasikan statin untuk orang yang tidak akan mendapat manfaat, berdasarkan populasi yang risikonya lebih rendah daripada yang diprediksi oleh pedoman.[64] European Society of Cardiology dan European Atherosclerosis Society merekomendasikan penggunaan statin untuk pencegahan primer, tergantung pada perkiraan skor kardiovaskular dan ambang batas LDL.[65]
Pencegahan sekunder
Statin efektif dalam menurunkan angka kematian pada orang dengan penyakit kardiovaskular yang sudah ada sebelumnya.[24] Penyakit yang sudah ada sebelumnya dapat memiliki banyak manifestasi. Penyakit yang mendefinisikan termasuk serangan jantung sebelumnya, strok, angina pektoris stabil atau tidak stabil, aneurisma aorta, atau penyakit iskemia arteri lainnya, dengan adanya aterosklerosis.[52] Obat ini juga dianjurkan untuk digunakan pada orang yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung koroner.[66] Rata-rata, statin dapat menurunkan kolesterol LDL sebesar 1,8 mmol/L (70 mg/dL), yang diterjemahkan menjadi perkiraan penurunan 60% dalam jumlah kejadian jantung (serangan jantung, henti jantung mendadak) dan penurunan risiko strok sebesar 17% setelah pengobatan jangka panjang.[67] Manfaat yang lebih besar diamati dengan terapi statin intensitas tinggi.[68] Efeknya lebih kecil dibandingkan fibrat atau niasin dalam mengurangi trigliserida dan meningkatkan kolesterol HDL ("kolesterol baik").[69][70]
Belum ada penelitian yang meneliti efek statin pada kognisi pada pasien dengan riwayat strok. Namun, dua penelitian besar (HPS dan PROSPER) yang melibatkan orang dengan penyakit vaskular melaporkan bahwa simvastatin dan pravastatin tidak memengaruhi kognisi.[71]
Statin telah dipelajari untuk meningkatkan hasil operasi pada bedah jantung dan pembuluh darah.[72] Angka kematian dan kejadian kardiovaskular yang merugikan berkurang pada kelompok statin.[73]
Orang dewasa yang lebih tua yang menerima terapi statin pada saat keluar dari rumah sakit setelah rawat inap telah dipelajari. Orang dengan iskemia jantung yang sebelumnya tidak menggunakan statin pada saat masuk rumah sakit memiliki risiko lebih rendah terhadap kejadian kardiovaskular utama dan rawat inap kembali dua tahun setelah rawat inap.[74][75]
Efektivitas komparatif
Semua statin tampaknya efektif terlepas dari potensi atau tingkat penurunan kolesterol.[57][76][77] Simvastatin dan pravastatin tampaknya memiliki insiden efek samping yang lebih rendah.[5][78][79]
Wanita dan anak-anak
Menurut tinjauan sistematis Cochrane 2015, atorvastatin menunjukkan efek penurunan kolesterol yang lebih besar pada wanita daripada pada pria dibandingkan dengan rosuvastatin.[80]
Pada anak-anak, statin efektif dalam menurunkan kadar kolesterol pada mereka yang menderita hiperkolesterolemia familia. Namun, keamanan jangka panjangnya masih belum jelas.[81][82] Beberapa merekomendasikan bahwa jika perubahan gaya hidup tidak cukup, statin harus dimulai pada usia 8 tahun.[83]
Hiperkolesterolemia familia
Statin mungkin kurang efektif dalam menurunkan kolesterol LDL pada penderita hiperkolesterolemia familia, terutama mereka yang memiliki defisiensi homozigot.[84] Penderita ini biasanya memiliki cacat pada gen reseptor LDL atau apolipoprotein B, yang keduanya bertanggung jawab untuk membersihkan LDL dari darah.[85] Statin tetap menjadi pengobatan lini pertama pada hiperkolesterolemia familia,[84] meskipun tindakan penurunan kolesterol lainnya mungkin diperlukan.[86] Pada penderita defisiensi homozigot, statin mungkin masih terbukti bermanfaat, meskipun pada dosis tinggi dan dikombinasikan dengan obat penurun kolesterol lainnya.[87]
Nefropati akibat kontras
Sebuah metaanalisis tahun 2014 menemukan bahwa statin dapat mengurangi risiko nefropati akibat kontras sebesar 53% pada orang yang menjalani angiografi koroner/intervensi perkutan. Efeknya ditemukan lebih kuat pada mereka yang memiliki disfungsi ginjal atau diabetes melitus yang sudah ada sebelumnya..[88]
Gagal ginjal kronis
Risiko penyakit kardiovaskular serupa pada orang dengan gagal ginjal kronis dan penyakit jantung koroner, dan statin sering disarankan. Ada beberapa bukti bahwa penggunaan obat statin yang tepat pada orang dengan gagal ginjal kronis yang tidak memerlukan dialisis dapat mengurangi angka kematian dan kejadian peristiwa jantung utama hingga 20% dan tidak mungkin meningkatkan risiko strok atau gagal ginjal.[46]
Asma
Statin telah diidentifikasi memiliki peran tambahan dalam pengobatan asma melalui jalur antiinflamasi. Bukti mengenai penggunaan statin dalam pengobatan asma masih kurang, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan efektivitas dan keamanan terapi ini pada penderita asma.[89]
Efek samping
| Kondisi | Statin yang umum direkomendasikan | Penjelasan |
|---|---|---|
| Pasien transplantasi ginjal yang mengkonsumsi siklosporin | Pravastatin atau fluvastatin | Munkin terjadi interaksi obat, namun penelitian belum menunjukan bahwa statin dapat meningkatkan paparan terhadap siklosporin.[91] |
| Orang dengan positif HIV yang menggunakan penghambat protease | Atorvastatin, pravastatin atau fluvastatin | Interaksi negatif lebih mungkin terjadi dengan pilihan lain.[92] |
| Orang yang mengklaim gemfibrozil, suatu penurun lipid non statin | Atorvastatin | Mengkombinasikan gemfibrozil dan statin dapat meningkatkan risiko rabdomiolisis, dan setelah itu gagal ginjal[93][94] |
| Orang yang mengkonsumsi antikoagulan warfarin | Statin apa saja | Penggunaan statin mungkin memerlukan perubahan dosis warfarin, karena beberapa statins meningkatkan efek warfarin.[95] |
Efek samping yang paling utama adalah masalah otot, peningkatan risiko diabetes melitus, dan peningkatan enzim hati dalam darah akibat kerusakan hati.[5][96] Selama lebih dari 5 tahun pengobatan dengan statin terjadi 75 kasus diabetes; 7,5 kasus strok perdarahan; dan 5 kasus kerusakan otot per 10.000 orang yang diobati.[24] Hal ini mungkin disebabkan oleh statin yang menghambat enzim (HMG-KoA reduktase), yang diperlukan untuk membuat kolesterol, tetapi juga untuk proses lain, seperti produksi CoQ10, yang penting untuk fungsi otot dan pengaturan gula darah.[97]
Efek samping lain yang mungkin terjadi termasuk neuropati perifer,[98][99] disfungsi pankreas dan hati, dan disfungsi seksual.[100] Tingkat kejadian efek samping tersebut telah banyak diperdebatkan, sebagian karena rasio risiko/manfaat statin pada populasi berisiko rendah sangat bergantung pada tingkat kejadian efek samping.[101][102][103] Sebuah metaanalisis Cochrane tentang uji klinis statin dalam pencegahan primer tidak menemukan bukti adanya efek samping berlebih di antara mereka yang diobati dengan statin dibandingkan dengan plasebo.[4] Metaanalisis lain menemukan peningkatan 39% dalam efek samping pada orang yang diobati dengan statin dibandingkan dengan mereka yang menerima plasebo, tetapi tidak ada peningkatan dalam efek samping serius.[104] Penulis salah satu penelitian berpendapat bahwa efek samping lebih umum terjadi dalam praktik klinis daripada dalam uji acak terkendali.[100] Sebuah tinjauan sistematis menyimpulkan bahwa meskipun metaanalisis uji klinis meremehkan tingkat nyeri otot yang terkait dengan penggunaan statin, tingkat rabdomiolisis masih "cukup rendah" dan serupa dengan yang terlihat dalam uji klinis (sekitar 1–2 per 10.000 tahun orang).[105] Tinjauan sistematis lain dari Pusat Internasional untuk Kesehatan Sirkulasi dari Institut Jantung dan Paru-paru Nasional di London menyimpulkan bahwa hanya sebagian kecil efek samping yang dilaporkan oleh orang yang menggunakan statin sebenarnya disebabkan oleh statin.[106]
Efek kognitif
Beberapa tinjauan sistematis dan metaanalisis telah menyimpulkan bahwa bukti yang tersedia tidak mendukung hubungan antara penggunaan statin dan penurunan kognitif.[107][108][109][110][111] Sebuah tinjauan meta tahun 2010 terhadap uji klinis yang melibatkan lebih dari 65.000 orang menyimpulkan bahwa statin menurunkan risiko demensia, penyakit Alzheimer, dan bahkan memperbaiki gangguan kognitif dalam beberapa kasus.[60][butuh pemutakhiran] Selain itu, baik studi Patient-Centered Research into Outcomes Stroke Patients Prefer and Effectiveness Research (PROSPER)[112] dan Health Protection Study (HPS) menunjukkan bahwa simvastatin dan pravastatin tidak memengaruhi kognisi pada pasien dengan faktor risiko atau riwayat penyakit peredaran darah.[71]
Terdapat laporan tentang gangguan kognitif yang reversibel dengan statin.[113] Informasi dalam kemasan statin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mencakup peringatan tentang potensi efek samping kognitif yang tidak serius dan reversibel dengan obat tersebut (kehilangan ingatan, kebingungan).[114]
Otot
Dalam studi observasional, 10–15% orang yang mengonsumsi statin mengalami masalah otot; dalam kebanyakan kasus, masalah ini berupa nyeri otot.[6] Tingkat ini, yang jauh lebih tinggi daripada yang terlihat dalam uji klinis acak,[105] telah menjadi topik perdebatan dan diskusi yang luas.[24][115]
Nyeri otot dan gejala lainnya sering menyebabkan pasien berhenti mengonsumsi statin.[116] Hal ini dikenal sebagai intoleransi statin. Sebuah uji coba terkontrol acak (RCT) double-blind multiple crossover tahun 2021 pada pasien yang intoleran terhadap statin menemukan bahwa efek samping termasuk nyeri otot serupa antara atorvastatin dan plasebo.[117] Sebuah RCT double-blind yang lebih kecil memperoleh hasil yang serupa.[118] Hasil studi ini membantu menjelaskan mengapa tingkat gejala statin dalam studi observasional jauh lebih tinggi daripada dalam uji klinis acak tersamar ganda dan mendukung gagasan bahwa perbedaan tersebut disebabkan oleh efek nocebo; bahwa gejala tersebut disebabkan oleh ekspektasi bahaya.[119]
Pelaporan media tentang statin seringkali negatif, dan brosur pasien memberi tahu pasien bahwa masalah otot yang jarang terjadi tetapi berpotensi serius dapat terjadi selama pengobatan statin. Hal ini menciptakan ekspektasi bahaya. Gejala nocebo itu nyata dan mengganggu serta merupakan penghalang utama untuk pengobatan. Karena itu, banyak orang berhenti mengonsumsi statin,[120] yang telah terbukti dalam banyak uji klinis acak skala besar dapat mengurangi serangan jantung, strok, dan kematian[121] – selama orang terus mengonsumsinya.
Masalah otot serius seperti rabdomiolisis (kerusakan sel otot) dan miopati autoimun terkait statin terjadi pada kurang dari 0,1% orang yang diobati.[122] Rabdomiolisis pada gilirannya dapat mengakibatkan cedera ginjal yang mengancam jiwa. Risiko rabdomiolisis yang disebabkan statin meningkat seiring bertambahnya usia, penggunaan obat-obatan yang berinteraksi seperti fibrat, dan hipotiroidisme.[123][124] Kadar koenzim Q10 (ubikuinon) menurun pada penggunaan statin;[125] suplemen CoQ10 terkadang digunakan untuk mengobati miopati terkait statin, meskipun bukti kemanjurannya masih kurang hingga tahun 2017.[126] Gen SLCO1B1 (Solute carrier organic anion transporter family member 1B1) mengkode polipeptida transporter anion organik yang terlibat dalam pengaturan penyerapan statin. Variasi umum pada gen ini ditemukan pada tahun 2008 yang secara signifikan meningkatkan risiko miopati.[127]
Terdapat catatan lebih dari 250.000 orang yang diobati dari tahun 1998 hingga 2001 dengan atorvastatin, cerivastatin, fluvastatin, lovastatin, pravastatin, dan simvastatin.[128] Insiden rabdomiolisis adalah 0,44 per 10.000 pasien yang diobati dengan statin selain serivastatin. Namun, risikonya lebih dari 10 kali lipat jika serivastatin digunakan, atau jika statin standar (atorvastatin, fluvastatin, lovastatin, pravastatin, atau simvastatin) dikombinasikan dengan pengobatan fibrat (fenofibrat atau gemfibrozil). Serivastatin ditarik dari peredaran oleh produsennya pada tahun 2001.[129]
Beberapa peneliti berpendapat bahwa statin hidrofilik seperti rosuvastatin dan pravastatin, kurang toksik dibandingkan statin lipofilik, seperti atorvastatin, lovastatin, dan simvastatin. Namun, penelitian lain tidak menemukan hubungan tersebut. Lovastatin menginduksi ekspresi gen atrogin-1, yang diyakini bertanggung jawab untuk meningkatkan kerusakan serat otot.[130] Robekan tendon tampaknya tidak terjadi.[131]
Diabetes
Hubungan antara penggunaan statin dan risiko terkena diabetes melitus masih belum jelas dan hasil tinjauan beragam.[132][133][134][135] Dosis yang lebih tinggi memiliki efek yang lebih besar, tetapi penurunan penyakit kardiovaskular lebih besar daripada risiko terkena diabetes.[136] Penggunaan pada wanita pascamenopause dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes.[137] Mekanisme pasti yang bertanggung jawab atas kemungkinan peningkatan risiko diabetes yang terkait dengan penggunaan statin masih belum jelas.[134] Namun, temuan terbaru menunjukkan penghambatan HMGCoAR sebagai mekanisme kunci.[138] Statin diduga mengurangi penyerapan glukosa oleh sel dari aliran darah sebagai respons terhadap hormon insulin. Salah satu cara yang diduga terjadi adalah dengan mengganggu sintesis kolesterol yang diperlukan untuk produksi protein tertentu yang bertanggung jawab atas penyerapan glukosa ke dalam sel seperti GLUT1.[134]
Kanker
Beberapa metaanalisis tidak menemukan peningkatan risiko kanker, dan beberapa metaanalisis menemukan penurunan risiko.[139][140][141][142][143] Secara khusus, statin dapat mengurangi risiko kanker esofagus,[144] kanker usus besar,[145] kanker lambung,[146][147] karsinoma hepatoseluler,[148] dan mungkin kanker prostat.[149][150] Tampaknya tidak berpengaruh pada risiko kanker paru-paru,[151] kanker ginjal,[152] kanker payudara,[153] kanker pankreas,[154] atau kanker kandung kemih.[155]
Interaksi obat
Menggabungkan statin apa pun dengan fibrat atau niasin (kategori obat penurun lipid lainnya) meningkatkan risiko rabdomiolisis hingga hampir 6 per 10.000 orang per tahun.[128] Pemantauan enzim hati dan kreatin kinase sangat penting pada mereka yang menggunakan statin dosis tinggi atau pada mereka yang menggunakan kombinasi statin/fibrat, dan wajib dilakukan jika terjadi kram otot atau penurunan fungsi ginjal.[156]
Konsumsi jeruk limau gedang atau jusnya menghambat metabolisme statin tertentu, dan jeruk pahit mungkin memiliki efek serupa.[157] Furanokumarin dalam jus limau gedang (yaitu bergamottin dan dihidroksibergamottin) menghambat enzim sitokrom P450 CYP3A4, yang terlibat dalam metabolisme sebagian besar statin (namun, ini merupakan penghambat utama hanya lovastatin, simvastatin, dan (pada tingkat yang lebih rendah) atorvastatin) dan beberapa obat lain[158] (flavonoid naringin dianggap bertanggung jawab). Hal ini meningkatkan kadar statin, meningkatkan risiko efek samping yang berhubungan dengan dosis (termasuk miopati/rabdomiolisis). Larangan mutlak konsumsi jus limau gedang bagi pengguna beberapa statin masih kontroversial.[159]
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memberitahukan para profesional kesehatan tentang pembaruan informasi resep mengenai interaksi antara penghambat protease dan obat statin tertentu. Penghambat protease dan statin yang diminum bersamaan dapat meningkatkan kadar statin dalam darah dan meningkatkan risiko cedera otot (miopati). Bentuk miopati yang paling serius yakni rabdomiolisis dapat merusak ginjal dan menyebabkan gagal ginjal, yang dapat berakibat fatal.[160]
Osteoporosis dan fraktur
Studi telah menemukan bahwa penggunaan statin dapat melindungi terhadap osteoporosis dan fraktur tulang atau dapat menyebabkan osteoporosis dan fraktur.[161][162][163][164] Analisis retrospektif lintas sektoral pada populasi Austria menemukan bahwa risiko terkena osteoporosis bergantung pada dosis yang digunakan.[165]
Mekanisme kerja


Statin bekerja dengan menghambat HMG-KoA reduktase secara kompetitif, enzim pembatas laju jalur mevalonat. Karena statin memiliki struktur yang mirip dengan HMG-KoA pada tingkat molekuler, statin akan masuk ke situs aktif enzim dan bersaing dengan substrat asli (HMG-KoA). Persaingan ini mengurangi laju produksi asam mevalonat oleh HMG-KoA reduktase, molekul selanjutnya dalam kaskade yang akhirnya menghasilkan kolesterol. Berbagai statin alami diproduksi oleh jamur Penicillium dan Aspergillus sebagai metabolit sekunder. Statin alami ini kemungkinan berfungsi untuk menghambat enzim HMG-KoA reduktase pada bakteri dan jamur yang bersaing dengan produsennya.[17]
Menghambat sintesis kolesterol
Dengan menghambat HMG-KoA reduktase, statin memblokir jalur sintesis kolesterol di hati. Hal ini penting karena sebagian besar kolesterol yang beredar berasal dari produksi internal daripada dari makanan. Ketika hati tidak lagi dapat memproduksi kolesterol, kadar kolesterol darah akan turun. Sintesis kolesterol tampaknya sebagian besar terjadi pada malam hari,[167] sehingga statin dengan waktu paruh yang pendek biasanya diminum pada malam hari untuk memaksimalkan efeknya. Penelitian menunjukkan penurunan LDL dan kolesterol total yang lebih besar pada simvastatin kerja pendek yang diminum pada malam hari dibandingkan pada pagi hari,[168][169] tetapi tidak menunjukkan perbedaan pada atorvastatin kerja panjang.[170]
Meningkatkan penyerapan kembali LDL
Pada kelinci, sel hati merasakan penurunan kadar kolesterol hati dan berusaha mengkompensasinya dengan mensintesis reseptor LDL untuk menarik kolesterol keluar dari peredaran darah.[171]
Penurunan prenilasi protein spesifik
Statin, dengan menghambat jalur reduktase HMG-KoA, menghambat sintesis terpenoid hilir, seperti farnesil pirofosfat dan geranilgeranil pirofosfat. Penghambatan prenilasi protein untuk protein seperti RhoA (dan penghambatan selanjutnya dari protein kinase terkait Rho) mungkin terlibat setidaknya sebagian dalam peningkatan fungsi endotel, modulasi fungsi imun, dan manfaat kardiovaskular pleiotropik lainnya dari statin,[172][173][174][175][176][177] serta fakta bahwa sejumlah obat lain yang menurunkan LDL belum menunjukkan manfaat risiko kardiovaskular yang sama dalam penelitian seperti statin,[178] dan mungkin juga menjelaskan beberapa manfaat yang terlihat dalam pengurangan kanker dengan statin.[179] Selain itu, efek penghambatan pada prenilasi protein juga dapat berperan dalam sejumlah efek samping yang tidak diinginkan yang terkait dengan statin, termasuk nyeri otot (miopati)[180] dan peningkatan kadar gula darah (diabetes melitus).[181]
Efek lainnya
Seperti yang disebutkan di atas, statin menunjukkan aksi di luar aktivitas penurun lipid dalam pencegahan aterosklerosis melalui apa yang disebut "efek pleiotropik statin".[175] Efek pleiotropik statin masih kontroversial.[182] Uji coba ASTEROID menunjukkan bukti ultrasonografi langsung tentang regresi ateroma selama terapi statin.[183] Para peneliti berhipotesis bahwa statin mencegah penyakit kardiovaskular melalui empat mekanisme yang diusulkan (semuanya merupakan subjek dari sejumlah besar penelitian biomedis):[182]
- Meningkatkan fungsi endotelium
- Memodulasi respons peradangan
- Mempertahankan stabilitas plak
- Mencegah pembentukan bekuan darah
Pada tahun 2008, uji coba JUPITER menunjukkan bahwa statin memberikan manfaat pada mereka yang tidak memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung, tetapi hanya pada mereka yang memiliki kadar protein C-reaktif sensitivitas tinggi (hsCRP) yang tinggi, indikator peradangan.[184] Studi ini telah dikritik karena dianggap memiliki kekurangan dalam rancangan penelitian,[185][186][187] meskipun Paul M. Ridker, peneliti utama uji coba JUPITER, telah menanggapi kritik ini secara panjang lebar.[188]
Karena target statin yakni HMG-KoA reduktase sangat mirip antara eukariota dan archaea, statin juga bertindak sebagai antibiotik terhadap archaea dengan menghambat biosintesis mevalonat archaea. Hal ini telah ditunjukkan secara in vivo dan in vitro.[189] Karena pasien dengan fenotipe sembelit menunjukkan kelimpahan archaea metanogenik yang lebih tinggi di usus, penggunaan statin untuk penanganan sindrom iritasi usus telah diusulkan dan mungkin sebenarnya merupakan salah satu manfaat tersembunyi dari penggunaan statin.[190][191]
Bentuk yang tersedia
Statin dibagi menjadi dua kelompok: yang berasal dari fermentasi dan sintesis kimiawi. Beberapa jenis spesifik tercantum dalam tabel di bawah ini. Perhatikan bahwa nama merek terkait dapat bervariasi antar negara.
| Statin | Gambar | Merek | Turunan | Metabolisme[93] | Waktu paruh |
|---|---|---|---|---|---|
| Atorvastatin | Arkas, Ator, Atoris, Lipitor, Torvast, Totalip | Sintetik | CYP3A4 | 14–19 jam.[192] | |
| Serivastatin | Baycol, Lipobay (ditarik dari pasaran pada Augustus 2001 karena resiko rabdomiolisis serius) | Sintetik | berbagai isoform CYP3A[193] | ||
| Fluvastatin | Lescol, Lescol XL, Lipaxan, Primesin | Sintetik | CYP2C9 | 1–3 jam.[192] | |
| Lovastatin | Altocor, Altoprev, Mevacor | Muncul secara alami, diturunkan dari fermentasi. Senyawa ini ditemukan pada jamur Pleurotus dan beras angkak | CYP3A4 | 1–3 jam.[192] | |
| Mevastatin | Compactin | Senyawa alami yang ditemukan pada beras angkak | CYP3A4 | ||
| Pitavastatin | Alipza, Livalo, Livazo, Pitava, Zypitamag | Sintetik | CYP2C9 dan CYP2C8 (minimal) | ||
| Pravastatin | Aplactin, Lipostat, Prasterol, Pravachol, Pravaselect, Sanaprav, Selectin, Selektine, Vasticor | Diturunkan dari fermentasi (produk fermentasi dari bakteri Nocardia autotrophica) | Non-CYP[194] | 1–3 jam.[192] | |
| Rosuvastatin | Colcardiol, Colfri, Crativ, Crestor, Dilivas, Exorta, Koleros, Lipidover, Miastina, Provisacor, Rosastin, Simestat, Staros | Sintetik | CYP2C9 dan CYP2C19 | 14–19 jam.[192] | |
| Simvastatin | Alpheus, Corvatas, Krustat, Lipenil, Lipex, Liponorm, Medipo, Omistat, Rosim, Setorilin, Simbatrix, Sincol, Sinvacor, Sinvalip, Sivastin, Sinvat, Vastgen, Vastin, Xipocol, Zocor | Turunan sintetik dari produk fermentasi Aspergillus terreus) | CYP3A4 | 1–3 jam.[192] | |
| Atorvastatin + amlodipin | Caduet, Envacar | Terapi kombinasi: statin + antagonis kalsium | |||
| Atorvastatin + perindopril + amlodipin | Lipertance, Triveram[195][196][197] | Terapi kombinasi: statin + ACEI + antagonis kalsium | |||
| Lovastatin + niasin lepas lambat | Advicor, Mevacor | Terapi kombinasi | |||
| Rosuvastatin + ezetimibe | Cholecomb, Delipid Plus, Росулип плюс, Rosulip, Rosumibe, Viazet[198][199][200][201] | Terapi kombinasi: statin + penghambat absorpsi kolesterol | |||
| Simvastatin + ezetimibe | Goltor, Inegy, Staticol, Vytorin, Zestan, Zevistat | Terapi kombinasi: statin + penghambat absorpsi kolesterol | |||
| Simvastatin + niasin lepas lambat | Simcor, Simcora | Terapi kombinasi |
Potensi penurunan LDL bervariasi antar agen. Serivastatin adalah yang paling ampuh (ditarik dari pasaran pada Agustus 2001 karena risiko rabdomiolisis serius), diikuti oleh (dalam urutan potensi menurun) rosuvastatin, atorvastatin, simvastatin, lovastatin, pravastatin, dan fluvastatin.[202] Potensi relatif pitavastatin belum sepenuhnya ditetapkan, tetapi studi pendahuluan menunjukkan potensi yang mirip dengan rosuvastatin.[203]

Beberapa jenis statin terjadi secara alami dan dapat ditemukan dalam makanan seperti Pleurotus dan beras angkak. Uji coba terkontrol secara acak telah menemukan bahwa makanan ini mengurangi kolesterol dalam darah, tetapi kualitas uji coba tersebut dinilai rendah.[204] Karena masa berlaku paten telah berakhir, sebagian besar statin bermerek terlaris telah menjadi generik sejak tahun 2012, termasuk atorvastatin, obat bermerek terlaris. [205][206][207][208][209][210][211][212]
| % Reduksi LDL (perkiraan) | Atorvastatin | Fluvastatin | Lovastatin | Pravastatin | Rosuvastatin | Simvastatin |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10–20% | – | 20 mg | 10 mg | 10 mg | – | 5 mg |
| 20–30% | – | 40 mg | 20 mg | 20 mg | – | 10 mg |
| 30–40% | 10 mg | 80 mg | 40 mg | 40 mg | 5 mg | 20 mg |
| 40–45% | 20 mg | – | 80 mg | 80 mg | 5–10 mg | 40 mg |
| 46–50% | 40 mg | – | – | – | 10–20 mg | 80 mg[a] |
| 50–55% | 80 mg | – | – | – | 20 mg | – |
| 56–60% | – | – | – | – | 40 mg | – |
| Dosis awal | ||||||
| Dosis awal | 10–20 mg | 20 mg | 10–20 mg | 40 mg | 10 mg; 5 mg jika menderita hipotiroid, >65 thn, Orang Asia | 20 mg |
| Jika target pengurangan LDL lebih tinggi | 40 mg jika >45% | 40 mg jika >25% | 20 mg jika >20% | – | 20 mg jika LDL >190 mg/dL (4,87 mmol/L) | 40 mg jika >45% |
| Waktu optimal | Kapan saja | Petang | Bersama makan petang | Kapan saja | Kapan saja | Petang |
- ^ Dosis 80 mg tidak lagi direkomendasikan karena peningkatan risiko rabdomiolisis.
Penelitian
Studi klinis telah dilakukan mengenai penggunaan statin pada demensia,[213] kanker paru-paru,[214] katarak nuklear,[215] hipertensi,[216][217] serta kanker prostat[218] dan kanker payudara.[219] Tidak ada bukti berkualitas tinggi bahwa statin bermanfaat untuk pneumonia.[220] Jumlah uji coba yang tersedia sedikit dan tidak mendukung penggunaan statin sebagai terapi tambahan atau sebagai monoterapi pada sklerosis multipel.[221]
Statin menunjukkan efek dalam mengurangi gejala depresi pasca serangan jantung bila digunakan bersamaan dengan antidepresan standar, meskipun tidak efektif sebagai pengobatan tunggal.[222]
Sebuah studi pemodelan di Britania Raya menemukan bahwa orang berusia 70 tahun ke atas yang mengonsumsi statin hidup lebih lama dalam keadaan sehat dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi statin, terlepas dari apakah mereka memiliki penyakit kardiovaskular.[223][224]
Referensi
- ^ "Cholesterol Drugs". American Heart Association. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Agustus 2020. Diakses tanggal 24 Desember 2019.
- ^ Alenghat FJ, Davis AM (Februari 2019). "Management of Blood Cholesterol". JAMA. 321 (8): 800–801. doi:10.1001/jama.2019.0015. PMC 6679800. PMID 30715135.
- ^ National Clinical Guideline Centre (UK) (Juli 2014). Lipid Modification: Cardiovascular Risk Assessment and the Modification of Blood Lipids for the Primary and Secondary Prevention of Cardiovascular Disease. National Institute for Health and Clinical Excellence: Guidance. London: National Institute for Health and Care Excellence (UK). PMID 25340243. NICE Clinical Guidelines, No. 181. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Mei 2020. Diakses tanggal 26 April 2020 – via National Library of Medicine.
- ^ a b c Taylor F, Huffman MD, Macedo AF, Moore TH, Burke M, Davey Smith G, et al. (Januari 2013). "Statins for the primary prevention of cardiovascular disease". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 2013 (1) CD004816. doi:10.1002/14651858.CD004816.pub5. PMC 6481400. PMID 23440795.
- ^ a b c Naci H, Brugts J, Ades T (Juli 2013). "Comparative tolerability and harms of individual statins: a study-level network meta-analysis of 246 955 participants from 135 randomized, controlled trials". Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes. 6 (4): 390–399. doi:10.1161/CIRCOUTCOMES.111.000071. PMID 23838105. S2CID 18340552.
- ^ a b Abd TT, Jacobson TA (Mei 2011). "Statin-induced myopathy: a review and update". Expert Opinion on Drug Safety. 10 (3): 373–387. doi:10.1517/14740338.2011.540568. PMID 21342078. S2CID 207487287.
- ^ "Should you be worried about severe muscle pain from statins?". Mayo Clinic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Mei 2024. Diakses tanggal 30 Oktober 2023.
- ^ Lewington S, Whitlock G, Clarke R, Sherliker P, Emberson J, Halsey J, et al. (Desember 2007). "Blood cholesterol and vascular mortality by age, sex, and blood pressure: a meta-analysis of individual data from 61 prospective studies with 55,000 vascular deaths". The Lancet. 370 (9602): 1829–1839. doi:10.1016/S0140-6736(07)61778-4. PMID 18061058. S2CID 54293528.
- ^ Sweetman SC, ed. (2009). "Cardiovascular drugs". Martindale: The Complete Drug Reference (Edisi 36th). London: Pharmaceutical Press. hlm. 1155–1434. ISBN 978-0-85369-840-1.
- ^ World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. 2019. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
- ^ Maningat P, Gordon BR, Breslow JL (Januari 2013). "How do we improve patient compliance and adherence to long-term statin therapy?". Current Atherosclerosis Reports. 15 (1): 291. doi:10.1007/s11883-012-0291-7. PMC 3534845. PMID 23225173.
- ^ Tarn D, Pletcher M, Tosqui R (Juni 2021). "Primary nonadherence to statin medications: Survey of patient perspectives". Preventive Medicine Reports. 22 101357. doi:10.1016/j.pmedr.2021.101357. PMC 8020471. PMID 33842201.
- ^ Goldstein JL, Brown MS (Maret 2015). "A century of cholesterol and coronaries: from plaques to genes to statins". Cell. 161 (1): 161–172. doi:10.1016/j.cell.2015.01.036. PMC 4525717. PMID 25815993.
- ^ Steinberg D (2007). The cholesterol wars: the skeptics vs. the preponderance of evidence. Academic Press. hlm. 6–9. ISBN 978-0-12-373979-7.
- ^ Endo A (2010). "A historical perspective on the discovery of statins". Proceedings of the Japan Academy. Series B, Physical and Biological Sciences. 86 (5): 484–493. Bibcode:2010PJAB...86..484E. doi:10.2183/pjab.86.484. PMC 3108295. PMID 20467214.
- ^ a b c d Simons J (Januari 2003). "The $10 billion pill". Fortune. Vol. 147, no. 1. hlm. 58–62, 66, 68. PMID 12602122.
- ^ a b Endo A (November 1992). "The discovery and development of HMG-CoA reductase inhibitors". Journal of Lipid Research. 33 (11): 1569–1582. doi:10.1016/S0022-2275(20)41379-3. PMID 1464741.
- ^ Brown AG, Smale TC, King TJ, Hasenkamp R, Thompson RH (1976). "Crystal and molecular structure of compactin, a new antifungal metabolite from Penicillium brevicompactum". Journal of the Chemical Society, Perkin Transactions 1 (11): 1165–1170. doi:10.1039/P19760001165. PMID 945291.
- ^ Ko HH, Lareu RR, Dix BR, Hughes JD (24 Oktober 2017). "Statins: antimicrobial resistance breakers or makers?". PeerJ. 5 e3952. doi:10.7717/peerj.3952. ISSN 2167-8359. PMC 5659212. PMID 29085751.
- ^ Gesto DS, Pereira CM, Cerqueira NM, Sousa SF (26 Agustus 2020). "An Atomic-Level Perspective of HMG-CoA-Reductase: The Target Enzyme to Treat Hypercholesterolemia". Molecules. 25 (17): 3891. doi:10.3390/molecules25173891. ISSN 1420-3049. PMC 7503714. PMID 32859023.
- ^ Scandinaviansimvastatinsurvival (November 1994). "Randomised trial of cholesterol lowering in 4444 patients with coronary heart disease: the Scandinavian Simvastatin Survival Study (4S)". Lancet. 344 (8934): 1383–1389. doi:10.1016/S0140-6736(94)90566-5. PMID 7968073. S2CID 5965882.
- ^ Lane B (8 Mei 2012). "National Inventors Hall of Fame Honors 2012 Inductees". Diarsipkan dari asli tanggal 26 April 2019. Diakses tanggal 11 Mei 2014.
- ^ Landers P (9 Januari 2006). "How One Scientist Intrigued by Molds Found First Statin". The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Mei 2020. Diakses tanggal 11 Mei 2014.
- ^ a b c d Collins R, Reith C, Emberson J, Armitage J, Baigent C, Blackwell L, et al. (November 2016). "Interpretation of the evidence for the efficacy and safety of statin therapy". Lancet (Submitted manuscript). 388 (10059): 2532–2561. doi:10.1016/S0140-6736(16)31357-5. hdl:10044/1/43661. PMID 27616593. S2CID 4641278.
- ^ Boseley S (8 September 2016). "Statins prevent 80,000 heart attacks and strokes a year in UK, study finds". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Agustus 2017. Diakses tanggal 29 Desember 2017.
- ^ Husten L (24 Juli 2017). "Nissen Calls Statin Denialism A Deadly Internet-Driven Cult". CardioBrief. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Desember 2017. Diakses tanggal 19 Desember 2017.
- ^ Hall H (2017). "Statin Denialism". Skeptical Inquirer. Vol. 41, no. 3. hlm. 40–43. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Oktober 2018. Diakses tanggal 6 Oktober 2018.
- ^ "First-Time Generics – December 2001". U.S. Food and Drug Administration (FDA). Diarsipkan dari asli tanggal 12 Juli 2009. Diakses tanggal 26 April 2020.
- ^ "Lovastatin: FDA-Approved Drugs". U.S. Food and Drug Administration (FDA). Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ "ANDA Approval Reports - First-Time Generics - December 2001". Food and Drug Administration. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Januari 2017. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ "First-Time Generics – April 2006". U.S. Food and Drug Administration (FDA). Diarsipkan dari asli tanggal 12 Juli 2009. Diakses tanggal 26 April 2020.
- ^ "Pravastatin: FDA-Approved Drugs". U.S. Food and Drug Administration (FDA). Diarsipkan dari asli tanggal 12 Februari 2023. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ "ANDA Approval Reports - First-Time Generics - April 2006". Food and Drug Administration. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Januari 2017. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ "First-Time Generics – June 2006". U.S. Food and Drug Administration (FDA). Diarsipkan dari asli tanggal 12 Juli 2009. Diakses tanggal 26 April 2020.
- ^ "Simvastatin: FDA-Approved Drugs". U.S. Food and Drug Administration (FDA). Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ "ANDA Approval Reports - First-Time Generics - June 2006". Food and Drug Administration. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Januari 2017. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ DeNoon DJ (29 November 2011). "FAQ: Generic Lipitor". WebMD. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Agustus 2020. Diakses tanggal 26 April 2020.
- ^ "First-Time Generic Drug Approvals – November 2011". U.S. Food and Drug Administration (FDA). Diarsipkan dari asli tanggal 8 Desember 2011. Diakses tanggal 26 April 2020.
- ^ "Atorvastatin: FDA-Approved Drugs". U.S. Food and Drug Administration (FDA). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Februari 2023. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ "ANDA Approval Reports - First-Time Generic Drug Approvals - November 2011". Food and Drug Administration. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Januari 2017. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ "First-Time Generic Drug Approvals – April 2012". U.S. Food and Drug Administration (FDA). Diarsipkan dari asli tanggal 19 Juli 2012. Diakses tanggal 26 April 2020.
- ^ "ANDA Approval Reports - First-Time Generic Drug Approvals - April 2012". Food and Drug Administration. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Januari 2017. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ^ "ANDA (Generic) Drug Approvals in 2016". U.S. Food and Drug Administration (FDA). 3 November 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Agustus 2020. Diakses tanggal 26 April 2020.
- ^ "FDA approves first generic Crestor". U.S. Food and Drug Administration (FDA) (Press release). 29 April 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Maret 2020. Diakses tanggal 26 April 2020.
- ^ "CDER 2017 First Generic Drug Approvals". U.S. Food and Drug Administration (FDA). 3 November 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 26 April 2020. Diakses tanggal 26 April 2020.
- ^ a b Tunnicliffe DJ, Palmer SC, Cashmore BA, Saglimbene VM, Krishnasamy R, Lambert K, et al. (29 November 2023). "HMG CoA reductase inhibitors (statins) for people with chronic kidney disease not requiring dialysis". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 11 (11) CD007784. doi:10.1002/14651858.CD007784.pub3. ISSN 1469-493X. PMC 10685396. PMID 38018702.
- ^ Byrne P, Demasi M, Jones M, Smith SM, O'Brien KK, DuBroff R (Mei 2022). "Evaluating the Association Between Low-Density Lipoprotein Cholesterol Reduction and Relative and Absolute Effects of Statin Treatment: A Systematic Review and Meta-analysis". JAMA Internal Medicine. 182 (5): 474–481. doi:10.1001/jamainternmed.2022.0134. PMC 8922205. PMID 35285850.
- ^ National Cholesterol Education Program (2001). Third Report of the National Cholesterol Education Program (NCEP) Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatment Panel III): Executive Summary. Bethesda, MD: National Institutes of Health. National Heart, Lung, and Blood Institute. hlm. 40. NIH Publication No. 01-3670.
- ^ National Collaborating Centre for Primary Care (2010). NICE clinical guideline 67: Lipid modification (PDF). London: National Institute for Health and Clinical Excellence. hlm. 38. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 10 Oktober 2010.
- ^ Fulcher J, O'Connell R, Voysey M, Emberson J, Blackwell L, Mihaylova B, et al. (April 2015). "Efficacy and safety of LDL-lowering therapy among men and women: meta-analysis of individual data from 174,000 participants in 27 randomised trials". The Lancet. 385 (9976): 1397–1405. doi:10.1016/s0140-6736(14)61368-4. hdl:2123/14127. PMID 25579834. S2CID 35330627.
- ^ Cangemi R, Romiti GF, Campolongo G, Ruscio E, Sciomer S, Gianfrilli D, et al. (Maret 2017). "Gender related differences in treatment and response to statins in primary and secondary cardiovascular prevention: The never-ending debate". Pharmacological Research. 117: 148–155. doi:10.1016/j.phrs.2016.12.027. PMID 28012963. S2CID 32861954.
- ^ a b c Grundy SM, Stone NJ, Bailey AL, Beam C, Birtcher KK, Blumenthal RS, et al. (Juni 2019). "2018 AHA/ACC/AACVPR/AAPA/ABC/ACPM/ADA/AGS/APhA/ASPC/NLA/PCNA Guideline on the Management of Blood Cholesterol: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines". Journal of the American College of Cardiology. 73 (24): e285 – e350. doi:10.1016/j.jacc.2018.11.003. hdl:20.500.12749/1738. PMID 30423393.
- ^ a b Bibbins-Domingo K, Grossman DC, Curry SJ, Davidson KW, Epling JW, García FA, et al. (November 2016). "Statin Use for the Primary Prevention of Cardiovascular Disease in Adults: US Preventive Services Task Force Recommendation Statement". JAMA. 316 (19): 1997–2007. doi:10.1001/jama.2016.15450. PMID 27838723. S2CID 205075217.
- ^ "ACC/AHA ASCVD Risk Calculator". www.cvriskcalculator.com. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Maret 2019. Diakses tanggal 8 Maret 2019.
- ^ Armitage J, Baigent C, Barnes E, Betteridge DJ, Blackwell L, Blazing M, et al. (Februari 2019). "Efficacy and safety of statin therapy in older people: a meta-analysis of individual participant data from 28 randomised controlled trials". Lancet. 393 (10170): 407–415. doi:10.1016/S0140-6736(18)31942-1. PMC 6429627. PMID 30712900.
- ^ Taylor FC, Huffman M, Ebrahim S (Desember 2013). "Statin therapy for primary prevention of cardiovascular disease". JAMA. 310 (22): 2451–2452. doi:10.1001/jama.2013.281348. PMID 24276813.
- ^ a b Tonelli M, Lloyd A, Clement F, Conly J, Husereau D, Hemmelgarn B, et al. (November 2011). "Efficacy of statins for primary prevention in people at low cardiovascular risk: a meta-analysis". CMAJ. 183 (16): E1189 – E1202. doi:10.1503/cmaj.101280. PMC 3216447. PMID 21989464.
- ^ Kostis WJ, Cheng JQ, Dobrzynski JM, Cabrera J, Kostis JB (Februari 2012). "Meta-analysis of statin effects in women versus men". Journal of the American College of Cardiology. 59 (6): 572–582. doi:10.1016/j.jacc.2011.09.067. PMID 22300691.
- ^ Petretta M, Costanzo P, Perrone-Filardi P, Chiariello M (Januari 2010). "Impact of gender in primary prevention of coronary heart disease with statin therapy: a meta-analysis". International Journal of Cardiology. 138 (1): 25–31. doi:10.1016/j.ijcard.2008.08.001. PMID 18793814.
- ^ a b Ray KK, Seshasai SR, Erqou S, Sever P, Jukema JW, Ford I, et al. (Juni 2010). "Statins and all-cause mortality in high-risk primary prevention: a meta-analysis of 11 randomized controlled trials involving 65,229 participants". Archives of Internal Medicine. 170 (12): 1024–1031. doi:10.1001/archinternmed.2010.182. PMID 20585067.
- ^ Bukkapatnam RN, Gabler NB, Lewis WR (2010). "Statins for primary prevention of cardiovascular mortality in women: a systematic review and meta-analysis". Preventive Cardiology. 13 (2): 84–90. doi:10.1111/j.1751-7141.2009.00059.x. PMID 20377811.
- ^ "Cardiovascular disease: risk assessment and reduction, including lipid modification at www.nice.org.uk". 18 Juli 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Juni 2018. Diakses tanggal 1 Mei 2017.
- ^ Stone NJ, Robinson JG, Lichtenstein AH, Bairey Merz CN, Blum CB, Eckel RH, et al. (Juni 2014). "2013 ACC/AHA guideline on the treatment of blood cholesterol to reduce atherosclerotic cardiovascular risk in adults: a report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines". Circulation. 129 (25 Suppl 2): S1-45. doi:10.1161/01.cir.0000437738.63853.7a. PMID 24222016.
- ^ Nissen SE (Desember 2014). "Prevention guidelines: bad process, bad outcome". JAMA Internal Medicine. 174 (12): 1972–1973. doi:10.1001/jamainternmed.2014.3278. PMID 25285604.
- ^ Reiner Ž, Catapano AL, De Backer G, Graham I, Taskinen MR, Wiklund O, et al. (Desember 2011). "[ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias]". Revista Espanola de Cardiologia. 64 (12): 1168.e1–1168.e60. doi:10.1016/j.rec.2011.09.015. hdl:2268/205760. PMID 22115524.
- ^ National Institute for Health and Clinical Excellence (Maret 2010) [May 2008]. "Lipid modification – Cardiovascular risk assessment and the modification of blood lipids for the primary and secondary prevention of cardiovascular disease – Quick reference guide" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 8 April 2011. Diakses tanggal 25 Agustus 2010.
- ^ Law MR, Wald NJ, Rudnicka AR (Juni 2003). "Quantifying effect of statins on low density lipoprotein cholesterol, ischaemic heart disease, and stroke: systematic review and meta-analysis". BMJ. 326 (7404): 1423–0. doi:10.1136/bmj.326.7404.1423. PMC 162260. PMID 12829554.
- ^ Pisaniello AD, Scherer DJ, Kataoka Y, Nicholls SJ (Februari 2015). "Ongoing challenges for pharmacotherapy for dyslipidemia". Expert Opinion on Pharmacotherapy. 16 (3): 347–356. doi:10.1517/14656566.2014.986094. PMID 25476544. S2CID 539314.
- ^ Kushner PA, Cobble ME (November 2016). "Hypertriglyceridemia: the importance of identifying patients at risk". Postgraduate Medicine (Review). 128 (8): 848–858. doi:10.1080/00325481.2016.1243005. PMID 27710158. S2CID 45663315.
- ^ Khera AV, Plutzky J (Juli 2013). "Management of low levels of high-density lipoprotein-cholesterol". Circulation (Review). 128 (1): 72–78. doi:10.1161/CIRCULATIONAHA.112.000443. PMC 4231714. PMID 23817482.
- ^ a b Mijajlović MD, Pavlović A, Brainin M, Heiss WD, Quinn TJ, Ihle-Hansen HB, et al. (Januari 2017). "Post-stroke dementia - a comprehensive review". BMC Medicine. 15 (1): 11. doi:10.1186/s12916-017-0779-7. PMC 5241961. PMID 28095900.
- ^ de Waal BA, Buise MP, van Zundert AA (Januari 2015). "Perioperative statin therapy in patients at high risk for cardiovascular morbidity undergoing surgery: a review". British Journal of Anaesthesia. 114 (1): 44–52. doi:10.1093/bja/aeu295. PMID 25186819.
- ^ Antoniou GA, Hajibandeh S, Hajibandeh S, Vallabhaneni SR, Brennan JA, Torella F (Februari 2015). "Meta-analysis of the effects of statins on perioperative outcomes in vascular and endovascular surgery". Journal of Vascular Surgery. 61 (2): 519–532.e1. doi:10.1016/j.jvs.2014.10.021. PMID 25498191.
- ^ Sladojevic N, Yu B, Liao JK (Desember 2017). "ROCK as a therapeutic target for ischemic stroke". Expert Review of Neurotherapeutics. 17 (12): 1167–1177. doi:10.1080/14737175.2017.1395700. PMC 6221831. PMID 29057688.
- ^ Li YH, Ueng KC, Jeng JS, Charng MJ, Lin TH, Chien KL, et al. (April 2017). "2017 Taiwan lipid guidelines for high risk patients". Journal of the Formosan Medical Association = Taiwan Yi Zhi. 116 (4): 217–248. doi:10.1016/j.jfma.2016.11.013. PMID 28242176.
- ^ Sheng X, Murphy MJ, MacDonald TM, Wei L (30 Agustus 2012). "The comparative effectiveness of statin therapy in selected chronic diseases compared with the remaining population". BMC Public Health. 12 (1): 712. doi:10.1186/1471-2458-12-712. ISSN 1471-2458. PMC 3490740. PMID 22935195.
- ^ "Assessing Severity of Statin Side Effects: Fact Versus Fiction". American College of Cardiology. Diakses tanggal 11 November 2023.
- ^ Bansal AB, Cassagnol M (2023), "HMG-CoA Reductase Inhibitors", StatPearls, Treasure Island (FL): StatPearls Publishing, PMID 31194369, diakses tanggal 11 November 2023
- ^ Zhang X, Xing L, Jia X, Pang X, Xiang Q, Zhao X, et al. (27 April 2020). "Comparative Lipid-Lowering/Increasing Efficacy of 7 Statins in Patients with Dyslipidemia, Cardiovascular Diseases, or Diabetes Mellitus: Systematic Review and Network Meta-Analyses of 50 Randomized Controlled Trials". Cardiovascular Therapeutics. 2020 e3987065. doi:10.1155/2020/3987065. ISSN 1755-5914. PMC 7201823. PMID 32411300.
- ^ Adams SP, Tsang M, Wright JM (Maret 2015). "Lipid-lowering efficacy of atorvastatin". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 2015 (3) CD008226. doi:10.1002/14651858.CD008226.pub3. PMC 6464917. PMID 25760954.
- ^ Vuorio A, Kuoppala J, Kovanen PT, Humphries SE, Tonstad S, Wiegman A, et al. (November 2019). "Statins for children with familial hypercholesterolemia". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 2019 (11). doi:10.1002/14651858.CD006401.pub5. PMC 6836374. PMID 31696945.
- ^ Lamaida N, Capuano E, Pinto L, Capuano E, Capuano R, Capuano V (September 2013). "The safety of statins in children". Acta Paediatrica. 102 (9): 857–862. doi:10.1111/apa.12280. PMID 23631461. S2CID 22846175.
- ^ Braamskamp MJ, Wijburg FA, Wiegman A (April 2012). "Drug therapy of hypercholesterolaemia in children and adolescents". Drugs. 72 (6): 759–772. doi:10.2165/11632810-000000000-00000. PMID 22512364. S2CID 21141894.
- ^ a b Repas TB, Tanner JR (Februari 2014). "Preventing early cardiovascular death in patients with familial hypercholesterolemia". The Journal of the American Osteopathic Association. 114 (2): 99–108. doi:10.7556/jaoa.2014.023. PMID 24481802.
- ^ Ramasamy I (Februari 2016). "Update on the molecular biology of dyslipidemias". Clinica Chimica Acta; International Journal of Clinical Chemistry. 454: 143–185. doi:10.1016/j.cca.2015.10.033. PMID 26546829.
- ^ Rader DJ, Cohen J, Hobbs HH (Juni 2003). "Monogenic hypercholesterolemia: new insights in pathogenesis and treatment". The Journal of Clinical Investigation. 111 (12): 1795–1803. doi:10.1172/JCI18925. PMC 161432. PMID 12813012.
- ^ Marais AD, Blom DJ, Firth JC (Januari 2002). "Statins in homozygous familial hypercholesterolemia". Current Atherosclerosis Reports. 4 (1): 19–25. doi:10.1007/s11883-002-0058-7. PMID 11772418. S2CID 8075552.
- ^ Liu YH, Liu Y, Duan CY, Tan N, Chen JY, Zhou YL, et al. (Maret 2015). "Statins for the Prevention of Contrast-Induced Nephropathy After Coronary Angiography/Percutaneous Interventions: A Meta-analysis of Randomized Controlled Trials". Journal of Cardiovascular Pharmacology and Therapeutics. 20 (2): 181–192. doi:10.1177/1074248414549462. PMID 25193735. S2CID 28251228.
- ^ Naing C, Ni H, et al. (Cochrane Airways Group) (Juli 2020). "Statins for asthma". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 2020 (7) CD013268. doi:10.1002/14651858.CD013268.pub2. PMC 7388183. PMID 32668027.
- ^ table adapted from the following source, but check individual references for technical explanations
- Consumer Reports, Drug Effectiveness Review Project (Maret 2013), "Evaluating statin drugs to treat High Cholesterol and Heart Disease: Comparing Effectiveness, Safety, and Price" (PDF), Best Buy Drugs, Consumer Reports, hlm. 9, diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 4 Februari 2017, diakses tanggal 27 Maret 2013
- ^ Asberg A (2003). "Interactions between cyclosporin and lipid-lowering drugs: implications for organ transplant recipients". Drugs. 63 (4): 367–378. doi:10.2165/00003495-200363040-00003. PMID 12558459. S2CID 46971444.
- ^ "FDA Drug Safety Communication: Interactions between certain HIV or hepatitis C drugs and cholesterol-lowering statin drugs can increase the risk of muscle injury". U.S. Food and Drug Administration (FDA). 1 Maret 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Maret 2013. Diakses tanggal 3 April 2013.
- ^ a b Bellosta S, Paoletti R, Corsini A (Juni 2004). "Safety of statins: focus on clinical pharmacokinetics and drug interactions". Circulation. 109 (23 Suppl 1): III50 – III57. doi:10.1161/01.CIR.0000131519.15067.1f. hdl:2434/143653. PMID 15198967.
- ^ Omar MA, Wilson JP (Februari 2002). "FDA adverse event reports on statin-associated rhabdomyolysis". The Annals of Pharmacotherapy. 36 (2): 288–295. doi:10.1345/aph.1A289. PMID 11847951. S2CID 43757439.
- ^ Armitage J (November 2007). "The safety of statins in clinical practice". Lancet. 370 (9601): 1781–1790. doi:10.1016/S0140-6736(07)60716-8. PMID 17559928. S2CID 205948651.
- ^ Bellosta S, Corsini A (November 2012). "Statin drug interactions and related adverse reactions". Expert Opinion on Drug Safety. 11 (6): 933–946. doi:10.1517/14740338.2012.712959. PMID 22866966. S2CID 6247572.
- ^ Brault M, Ray J, Gomez YH, Mantzoros CS, Daskalopoulou SS (Juni 2014). "Statin treatment and new-onset diabetes: a review of proposed mechanisms". Metabolism. 63 (6): 735–745. doi:10.1016/j.metabol.2014.02.014. PMID 24641882.
- ^ Jones MR, Urits I, Wolf J, Corrigan D, Colburn L, Peterson E, et al. (5 Mei 2020). "Drug-Induced Peripheral Neuropathy: A Narrative Review". Current Clinical Pharmacology. 15 (1): 38–48. doi:10.2174/1574884714666190121154813. PMC 7365998. PMID 30666914.
- ^ Lehrer S, Rheinstein PH (9 Juni 2020). "Statins combined with niacin reduce the risk of peripheral neuropathy". International Journal of Functional Nutrition. 1 (1). doi:10.3892/ijfn.2020.3. PMC 7737454. PMID 33330853.
- ^ a b Golomb BA, Evans MA (2008). "Statin adverse effects: a review of the literature and evidence for a mitochondrial mechanism". American Journal of Cardiovascular Drugs. 8 (6): 373–418. doi:10.2165/0129784-200808060-00004. PMC 2849981. PMID 19159124.
- ^ Kmietowicz Z (Maret 2014). "New analysis fuels debate on merits of prescribing statins to low risk people". BMJ. 348 g2370. doi:10.1136/bmj.g2370. PMID 24671956. S2CID 46535820.
- ^ Wise J (Juni 2014). "Open letter raises concerns about NICE guidance on statins". BMJ. 348 g3937. doi:10.1136/bmj.g3937. PMID 24920699. S2CID 42422361.
- ^ Gøtzsche PC (Juni 2014). "Muscular adverse effects are common with statins". BMJ. 348 g3724. doi:10.1136/bmj.g3724. PMID 24920687. S2CID 206902546.
- ^ Silva MA, Swanson AC, Gandhi PJ, Tataronis GR (Januari 2006). "Statin-related adverse events: a meta-analysis". Clinical Therapeutics. 28 (1): 26–35. doi:10.1016/j.clinthera.2006.01.005. PMID 16490577.
- ^ a b Mancini GB, Baker S, Bergeron J, Fitchett D, Frohlich J, Genest J, et al. (2011). "Diagnosis, prevention, and management of statin adverse effects and intolerance: proceedings of a Canadian Working Group Consensus Conference". The Canadian Journal of Cardiology. 27 (5): 635–662. doi:10.1016/j.cjca.2011.05.007. PMID 21963058.
- ^ Finegold JA, Manisty CH, Goldacre B, Barron AJ, Francis DP (April 2014). "What proportion of symptomatic side effects in patients taking statins are genuinely caused by the drug? Systematic review of randomized placebo-controlled trials to aid individual patient choice". European Journal of Preventive Cardiology. 21 (4): 464–474. doi:10.1177/2047487314525531. PMID 24623264. S2CID 21064267.
- ^ Swiger KJ, Manalac RJ, Blumenthal RS, Blaha MJ, Martin SS (November 2013). "Statins and cognition: a systematic review and meta-analysis of short- and long-term cognitive effects". Mayo Clinic Proceedings. 88 (11): 1213–1221. doi:10.1016/j.mayocp.2013.07.013. PMID 24095248.
- ^ Mancini GB, Tashakkor AY, Baker S, Bergeron J, Fitchett D, Frohlich J, et al. (Desember 2013). "Diagnosis, prevention, and management of statin adverse effects and intolerance: Canadian Working Group Consensus update". The Canadian Journal of Cardiology. 29 (12): 1553–1568. doi:10.1016/j.cjca.2013.09.023. PMID 24267801.
- ^ Richardson K, Schoen M, French B, Umscheid CA, Mitchell MD, Arnold SE, et al. (November 2013). "Statins and cognitive function: a systematic review". Annals of Internal Medicine. 159 (10): 688–697. doi:10.7326/0003-4819-159-10-201311190-00007. PMID 24247674. S2CID 207536770.
- ^ Smith DA (Mei 2014). "ACP Journal Club. Review: statins are not associated with cognitive impairment or dementia in cognitively intact adults". Annals of Internal Medicine. 160 (10): JC11, JC10. doi:10.7326/0003-4819-160-10-201405200-02011. PMID 24842433. S2CID 1990708.
- ^ Bitzur R (Agustus 2016). "Remembering Statins: Do Statins Have Adverse Cognitive Effects?". Diabetes Care (Review). 39 (Supplement 2): S253 – S259. doi:10.2337/dcS15-3022. PMID 27440840.
- ^ O'Brien EC, Greiner MA, Xian Y, Fonarow GC, Olson DM, Schwamm LH, et al. (Oktober 2015). "Clinical Effectiveness of Statin Therapy After Ischemic Stroke: Primary Results From the Statin Therapeutic Area of the Patient-Centered Research Into Outcomes Stroke Patients Prefer and Effectiveness Research (PROSPER) Study". Circulation. 132 (15): 1404–1413. doi:10.1161/CIRCULATIONAHA.115.016183. PMID 26246175. S2CID 11252336.
- ^ McDonagh J (Desember 2014). "Statin-related cognitive impairment in the real world: you'll live longer, but you might not like it". JAMA Internal Medicine. 174 (12): 1889. doi:10.1001/jamainternmed.2014.5376. PMID 25347692.
- ^ "FDA Drug Safety Communication: Important safety label changes to cholesterol-lowering statin drugs". U.S. Food and Drug Administration (FDA). 19 Januari 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Oktober 2019. Diakses tanggal 25 Maret 2018.
- ^ Backes JM, Ruisinger JF, Gibson CA, Moriarty PM (Januari–Februari 2017). "Statin-associated muscle symptoms-Managing the highly intolerant". Journal of Clinical Lipidology. 11 (1): 24–33. doi:10.1016/j.jacl.2017.01.006. PMID 28391891.
- ^ Yusuf S (September 2016). "Why do people not take life-saving medications? The case of statins". Lancet. 388 (10048): 943–945. doi:10.1016/s0140-6736(16)31532-x. PMID 27598664. S2CID 34832961.
- ^ Herrett E, Williamson E, Brack K, Beaumont D, Perkins A, Thayne A, et al. (Februari 2021). "Statin treatment and muscle symptoms: series of randomised, placebo controlled n-of-1 trials". BMJ. 372: n135. doi:10.1136/bmj.n135. PMC 7903384. PMID 33627334.
- ^ Wood FA, Howard JP, Finegold JA, Nowbar AN, Thompson DM, Arnold AD, et al. (November 2020). "N-of-1 Trial of a Statin, Placebo, or No Treatment to Assess Side Effects". The New England Journal of Medicine. 383 (22): 2182–2184. doi:10.1056/NEJMc2031173. hdl:10044/1/84185. PMID 33196154. S2CID 226971988.
- ^ Colloca L, Barsky AJ (Februari 2020). "Placebo and Nocebo Effects". The New England Journal of Medicine. 382 (6): 554–561. doi:10.1056/NEJMra1907805. PMID 32023375. S2CID 211046068.
- ^ Nelson AJ, Puri R, Nissen SE (Juni 2020). "Statins in a Distorted Mirror of Media". Current Atherosclerosis Reports. 22 (8): 37. doi:10.1007/s11883-020-00853-9. PMID 32557172. S2CID 219730531.
- ^ Baigent C, Blackwell L, Emberson J, Holland LE, Reith C, Bhala N, et al. (November 2010). "Efficacy and safety of more intensive lowering of LDL cholesterol: a meta-analysis of data from 170,000 participants in 26 randomised trials". Lancet. 376 (9753): 1670–1681. doi:10.1016/S0140-6736(10)61350-5. PMC 2988224. PMID 21067804.
- ^ Newman CB, Preiss D, Tobert JA, Jacobson TA, Page RL, Goldstein LB, et al. (Februari 2019). "Statin Safety and Associated Adverse Events: A Scientific Statement From the American Heart Association". Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology. 39 (2): e38 – e81. doi:10.1161/ATV.0000000000000073. PMID 30580575.
- ^ Rull R, Henderson R (20 Januari 2015). "Rhabdomyolysis and Other Causes of Myoglobinuria". Diarsipkan dari asli tanggal 7 Mei 2015. Diakses tanggal 6 Mei 2015.
- ^ Mendes P, Robles PG, Mathur S (2014). "Statin-induced rhabdomyolysis: a comprehensive review of case reports". Physiotherapy Canada. Physiotherapie Canada. 66 (2): 124–132. doi:10.3138/ptc.2012-65. PMC 4006404. PMID 24799748.
- ^ Potgieter M, Pretorius E, Pepper MS (Maret 2013). "Primary and secondary coenzyme Q10 deficiency: the role of therapeutic supplementation". Nutrition Reviews. 71 (3): 180–188. doi:10.1111/nure.12011. PMID 23452285.
- ^ Tan JT, Barry AR (Juni 2017). "Coenzyme Q10 supplementation in the management of statin-associated myalgia". American Journal of Health-System Pharmacy. 74 (11): 786–793. doi:10.2146/ajhp160714. PMID 28546301. S2CID 3825396.
- ^ Link E, Parish S, Armitage J, Bowman L, Heath S, Matsuda F, et al. (Agustus 2008). "SLCO1B1 variants and statin-induced myopathy--a genomewide study". The New England Journal of Medicine. 359 (8): 789–799. doi:10.1056/NEJMoa0801936. PMID 18650507.
- ^ a b Graham DJ, Staffa JA, Shatin D, Andrade SE, Schech SD, La Grenade L, et al. (Desember 2004). "Incidence of hospitalized rhabdomyolysis in patients treated with lipid-lowering drugs". JAMA. 292 (21): 2585–2590. doi:10.1001/jama.292.21.2585. PMID 15572716.
- ^ Backman JT, Filppula AM, Niemi M, Neuvonen PJ (Januari 2016). "Role of Cytochrome P450 2C8 in Drug Metabolism and Interactions". Pharmacological Reviews (Review). 68 (1): 168–241. doi:10.1124/pr.115.011411. PMID 26721703.
- ^ Hanai J, Cao P, Tanksale P, Imamura S, Koshimizu E, Zhao J, et al. (Desember 2007). "The muscle-specific ubiquitin ligase atrogin-1/MAFbx mediates statin-induced muscle toxicity". The Journal of Clinical Investigation. 117 (12): 3940–3951. doi:10.1172/JCI32741. PMC 2066198. PMID 17992259.
- ^ Teichtahl AJ, Brady SR, Urquhart DM, Wluka AE, Wang Y, Shaw JE, et al. (Februari 2016). "Statins and tendinopathy: a systematic review". The Medical Journal of Australia. 204 (3): 115–21.e1. doi:10.5694/mja15.00806. PMID 26866552. S2CID 4652858.
- ^ Sattar N, Preiss D, Murray HM, Welsh P, Buckley BM, de Craen AJ, et al. (Februari 2010). "Statins and risk of incident diabetes: a collaborative meta-analysis of randomised statin trials". Lancet. 375 (9716): 735–742. doi:10.1016/S0140-6736(09)61965-6. PMID 20167359. S2CID 11544414.
- ^ Chou R, Dana T, Blazina I, Daeges M, Jeanne TL (November 2016). "Statins for Prevention of Cardiovascular Disease in Adults: Evidence Report and Systematic Review for the US Preventive Services Task Force". JAMA (Review). 316 (19): 2008–2024. doi:10.1001/jama.2015.15629. PMID 27838722.
- ^ a b c Rochlani Y, Kattoor AJ, Pothineni NV, Palagiri RD, Romeo F, Mehta JL (Oktober 2017). "Balancing Primary Prevention and Statin-Induced Diabetes Mellitus Prevention". The American Journal of Cardiology (Review). 120 (7): 1122–1128. Bibcode:1981AmJC...48..728H. doi:10.1016/j.amjcard.2017.06.054. PMID 28797470.
- ^ He Y, Li X, Gasevic D, Brunt E, McLachlan F, Millenson M, et al. (Oktober 2018). "Statins and Multiple Noncardiovascular Outcomes: Umbrella Review of Meta-analyses of Observational Studies and Randomized Controlled Trials". Annals of Internal Medicine. 169 (8): 543–553. doi:10.7326/M18-0808. PMID 30304368. S2CID 52953760.
- ^ Preiss D, Seshasai SR, Welsh P, Murphy SA, Ho JE, Waters DD, et al. (Juni 2011). "Risk of incident diabetes with intensive-dose compared with moderate-dose statin therapy: a meta-analysis". JAMA. 305 (24): 2556–2564. doi:10.1001/jama.2011.860. hdl:10044/1/39305. PMID 21693744.
- ^ Culver AL, Ockene IS, Balasubramanian R, Olendzki BC, Sepavich DM, Wactawski-Wende J, et al. (Januari 2012). "Statin use and risk of diabetes mellitus in postmenopausal women in the Women's Health Initiative". Archives of Internal Medicine. 172 (2): 144–152. doi:10.1001/archinternmed.2011.625. PMID 22231607.
- ^ Carmena R, Betteridge DJ (April 2019). "Diabetogenic Action of Statins: Mechanisms". Current Atherosclerosis Reports. 21 (6): 23. doi:10.1007/s11883-019-0780-z. PMID 31037345. S2CID 140506916.
- ^ Jukema JW, Cannon CP, de Craen AJ, Westendorp RG, Trompet S (September 2012). "The controversies of statin therapy: weighing the evidence". Journal of the American College of Cardiology. 60 (10): 875–881. doi:10.1016/j.jacc.2012.07.007. PMID 22902202.
- ^ Rutishauser J (21 November 2011). "Statins in clinical medicine". Swiss Medical Weekly. 141: w13310. doi:10.4414/smw.2011.13310. PMID 22101921.
- ^ Alsheikh-Ali AA, Maddukuri PV, Han H, Karas RH (Juli 2007). "Effect of the magnitude of lipid lowering on risk of elevated liver enzymes, rhabdomyolysis, and cancer: insights from large randomized statin trials". Journal of the American College of Cardiology. 50 (5): 409–418. doi:10.1016/j.jacc.2007.02.073. PMID 17662392.
- ^ Dale KM, Coleman CI, Henyan NN, Kluger J, White CM (Januari 2006). "Statins and cancer risk: a meta-analysis". JAMA. 295 (1): 74–80. doi:10.1001/jama.295.1.74. PMID 16391219.
- ^ Alsheikh-Ali AA, Karas RH (Maret 2009). "The relationship of statins to rhabdomyolysis, malignancy, and hepatic toxicity: evidence from clinical trials". Current Atherosclerosis Reports. 11 (2): 100–104. doi:10.1007/s11883-009-0016-8. PMID 19228482. S2CID 42869773.
- ^ Singh S, Singh AG, Singh PP, Murad MH, Iyer PG (Juni 2013). "Statins are associated with reduced risk of esophageal cancer, particularly in patients with Barrett's esophagus: a systematic review and meta-analysis". Clinical Gastroenterology and Hepatology. 11 (6): 620–629. doi:10.1016/j.cgh.2012.12.036. PMC 3660516. PMID 23357487.
- ^ Liu Y, Tang W, Wang J, Xie L, Li T, He Y, et al. (Februari 2014). "Association between statin use and colorectal cancer risk: a meta-analysis of 42 studies". Cancer Causes & Control. 25 (2): 237–249. doi:10.1007/s10552-013-0326-6. PMID 24265089. S2CID 17931279.
- ^ Wu XD, Zeng K, Xue FQ, Chen JH, Chen YQ (Oktober 2013). "Statins are associated with reduced risk of gastric cancer: a meta-analysis". European Journal of Clinical Pharmacology. 69 (10): 1855–1860. doi:10.1007/s00228-013-1547-z. PMID 23748751. S2CID 16584300.
- ^ Singh PP, Singh S (Juli 2013). "Statins are associated with reduced risk of gastric cancer: a systematic review and meta-analysis". Annals of Oncology. 24 (7): 1721–1730. doi:10.1093/annonc/mdt150. PMID 23599253.
- ^ Pradelli D, Soranna D, Scotti L, Zambon A, Catapano A, Mancia G, et al. (Mei 2013). "Statins and primary liver cancer: a meta-analysis of observational studies". European Journal of Cancer Prevention. 22 (3): 229–234. doi:10.1097/cej.0b013e328358761a. PMID 23010949. S2CID 37195287.
- ^ Zhang Y, Zang T (2013). "Association between statin usage and prostate cancer prevention: a refined meta-analysis based on literature from the years 2005-2010". Urologia Internationalis. 90 (3): 259–262. doi:10.1159/000341977. PMID 23052323. S2CID 22078921.
- ^ Bansal D, Undela K, D'Cruz S, Schifano F (2012). "Statin use and risk of prostate cancer: a meta-analysis of observational studies". PLOS ONE. 7 (10) e46691. Bibcode:2012PLoSO...746691B. doi:10.1371/journal.pone.0046691. PMC 3462187. PMID 23049713.
- ^ Tan M, Song X, Zhang G, Peng A, Li X, Li M, et al. (2013). "Statins and the risk of lung cancer: a meta-analysis". PLOS ONE. 8 (2) e57349. Bibcode:2013PLoSO...857349T. doi:10.1371/journal.pone.0057349. PMC 3585354. PMID 23468972.
- ^ Zhang XL, Liu M, Qian J, Zheng JH, Zhang XP, Guo CC, et al. (Maret 2014). "Statin use and risk of kidney cancer: a meta-analysis of observational studies and randomized trials". British Journal of Clinical Pharmacology. 77 (3): 458–465. doi:10.1111/bcp.12210. PMC 3952720. PMID 23879311.
- ^ Undela K, Srikanth V, Bansal D (Agustus 2012). "Statin use and risk of breast cancer: a meta-analysis of observational studies". Breast Cancer Research and Treatment. 135 (1): 261–269. doi:10.1007/s10549-012-2154-x. PMID 22806241. S2CID 35249884.
- ^ Cui X, Xie Y, Chen M, Li J, Liao X, Shen J, et al. (Juli 2012). "Statin use and risk of pancreatic cancer: a meta-analysis". Cancer Causes & Control. 23 (7): 1099–1111. doi:10.1007/s10552-012-9979-9. PMID 22562222. S2CID 13171692.
- ^ Zhang XL, Geng J, Zhang XP, Peng B, Che JP, Yan Y, et al. (April 2013). "Statin use and risk of bladder cancer: a meta-analysis". Cancer Causes & Control. 24 (4): 769–776. doi:10.1007/s10552-013-0159-3. PMID 23361339. S2CID 9030195.
- ^ Newman CB, Preiss D, Tobert JA, Jacobson TA, Page RL, Goldstein LB, et al. (2019). "Statin Safety and Associated Adverse Events: A Scientific Statement From the American Heart Association". Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology. 39 (2): e38 – e81. doi:10.1161/ATV.0000000000000073. ISSN 1079-5642. PMID 30580575. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Mei 2024. Diakses tanggal 14 Mei 2024.
- ^ Katherine Zeratsky, R.D., L.D., Mayo clinic: article on interference between grapefruit and medication Diarsipkan 29 October 2013 di Wayback Machine. Accessed 1 May 2017
- ^ Kane GC, Lipsky JJ (September 2000). "Drug-grapefruit juice interactions". Mayo Clinic Proceedings. 75 (9): 933–942. doi:10.4065/75.9.933. PMID 10994829.
- ^ Reamy BV, Stephens MB (Juli 2007). "The grapefruit-drug interaction debate: role of statins". American Family Physician. 76 (2): 190, 192, author reply 192. PMID 17695563. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 November 2018. Diakses tanggal 29 April 2012.
- ^ "Statins and HIV or Hepatitis C Drugs: Drug Safety Communication – Interaction Increases Risk of Muscle Injury". U.S. Food and Drug Administration (FDA). 1 Maret 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Januari 2017. Diakses tanggal 12 Oktober 2019.
- ^ Lin TK, Chou P, Lin CH, Hung YJ, Jong GP (2018). "Long-term effect of statins on the risk of new-onset osteoporosis: A nationwide population-based cohort study". PLOS ONE. 13 (5) e0196713. Bibcode:2018PLoSO..1396713L. doi:10.1371/journal.pone.0196713. PMC 5933736. PMID 29723231.
- ^ Wang Z, Li Y, Zhou F, Piao Z, Hao J (Mei 2016). "Effects of Statins on Bone Mineral Density and Fracture Risk: A PRISMA-compliant Systematic Review and Meta-Analysis". Medicine. 95 (22) e3042. doi:10.1097/MD.0000000000003042. PMC 4900696. PMID 27258488.
- ^ An T, Hao J, Sun S, Li R, Yang M, Cheng G, et al. (Januari 2017). "Efficacy of statins for osteoporosis: a systematic review and meta-analysis". Osteoporosis International. 28 (1): 47–57. doi:10.1007/s00198-016-3844-8. PMID 27888285. S2CID 4723680.
- ^ Larsson BA, Sundh D, Mellström D, Axelsson KF, Nilsson AG, Lorentzon M (Februari 2019). "Association Between Cortical Bone Microstructure and Statin Use in Older Women". The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. 104 (2): 250–257. doi:10.1210/jc.2018-02054. PMID 30423123.
- ^ Leutner M, Matzhold C, Bellach L, Deischinger C, Harreiter J, Thurner S, et al. (Desember 2019). "Diagnosis of osteoporosis in statin-treated patients is dose-dependent". Annals of the Rheumatic Diseases. 78 (12): 1706–1711. doi:10.1136/annrheumdis-2019-215714. PMC 6900255. PMID 31558481.
- ^ Istvan ES, Deisenhofer J (Mei 2001). "Structural mechanism for statin inhibition of HMG-CoA reductase". Science. 292 (5519): 1160–1164. Bibcode:2001Sci...292.1160I. doi:10.1126/science.1059344. PMID 11349148. S2CID 37686043.
- ^ Miettinen TA (Maret 1982). "Diurnal variation of cholesterol precursors squalene and methyl sterols in human plasma lipoproteins". Journal of Lipid Research. 23 (3): 466–473. doi:10.1016/S0022-2275(20)38144-X. PMID 7200504.
- ^ Saito Y, Yoshida S, Nakaya N, Hata Y, Goto Y (Juli–Agustus 1991). "Comparison between morning and evening doses of simvastatin in hyperlipidemic subjects. A double-blind comparative study". Arteriosclerosis and Thrombosis. 11 (4): 816–826. doi:10.1161/01.ATV.11.4.816. PMID 2065035.
- ^ Wallace A, Chinn D, Rubin G (Oktober 2003). "Taking simvastatin in the morning compared with in the evening: randomised controlled trial". BMJ. 327 (7418): 788. doi:10.1136/bmj.327.7418.788. PMC 214096. PMID 14525878.
- ^ Cilla DD, Gibson DM, Whitfield LR, Sedman AJ (Juli 1996). "Pharmacodynamic effects and pharmacokinetics of atorvastatin after administration to normocholesterolemic subjects in the morning and evening". Journal of Clinical Pharmacology. 36 (7): 604–609. doi:10.1002/j.1552-4604.1996.tb04224.x. PMID 8844442. S2CID 13586550.
- ^ Ma PT, Gil G, Südhof TC, Bilheimer DW, Goldstein JL, Brown MS (November 1986). "Mevinolin, an inhibitor of cholesterol synthesis, induces mRNA for low density lipoprotein receptor in livers of hamsters and rabbits". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 83 (21): 8370–8374. Bibcode:1986PNAS...83.8370M. doi:10.1073/pnas.83.21.8370. PMC 386930. PMID 3464957.
- ^ Laufs U, Custodis F, Böhm M (2006). "HMG-CoA reductase inhibitors in chronic heart failure: potential mechanisms of benefit and risk". Drugs. 66 (2): 145–154. doi:10.2165/00003495-200666020-00002. PMID 16451090. S2CID 46985044.
- ^ Greenwood J, Steinman L, Zamvil SS (Mei 2006). "Statin therapy and autoimmune disease: from protein prenylation to immunomodulation". Nature Reviews. Immunology. 6 (5): 358–370. doi:10.1038/nri1839. PMC 3842637. PMID 16639429.
- ^ Lahera V, Goicoechea M, de Vinuesa SG, Miana M, de las Heras N, Cachofeiro V, et al. (2007). "Endothelial dysfunction, oxidative stress and inflammation in atherosclerosis: beneficial effects of statins". Current Medicinal Chemistry. 14 (2): 243–248. doi:10.2174/092986707779313381. PMID 17266583.
- ^ a b Blum A, Shamburek R (April 2009). "The pleiotropic effects of statins on endothelial function, vascular inflammation, immunomodulation and thrombogenesis". Atherosclerosis. 203 (2): 325–330. doi:10.1016/j.atherosclerosis.2008.08.022. PMID 18834985.
- ^ Porter KE, Turner NA (Juli 2011). "Statins and myocardial remodelling: cell and molecular pathways". Expert Reviews in Molecular Medicine. 13 (e22): e22. doi:10.1017/S1462399411001931. PMID 21718586. S2CID 1975524.
- ^ Sawada N, Liao JK (Maret 2014). "Rho/Rho-associated coiled-coil forming kinase pathway as therapeutic targets for statins in atherosclerosis". Antioxidants & Redox Signaling. 20 (8): 1251–1267. doi:10.1089/ars.2013.5524. PMC 3934442. PMID 23919640.
- ^ "Questions Remain in Cholesterol Research". MedPageToday. 15 Agustus 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Februari 2021. Diakses tanggal 27 April 2015.
- ^ Thurnher M, Nussbaumer O, Gruenbacher G (Juli 2012). "Novel aspects of mevalonate pathway inhibitors as antitumor agents". Clinical Cancer Research. 18 (13): 3524–3531. doi:10.1158/1078-0432.CCR-12-0489. PMID 22529099.
- ^ Norata GD, Tibolla G, Catapano AL (Oktober 2014). "Statins and skeletal muscles toxicity: from clinical trials to everyday practice". Pharmacological Research. 88: 107–113. doi:10.1016/j.phrs.2014.04.012. PMID 24835295.
- ^ Kowluru A (Januari 2008). "Protein prenylation in glucose-induced insulin secretion from the pancreatic islet beta cell: a perspective". Journal of Cellular and Molecular Medicine. 12 (1): 164–173. doi:10.1111/j.1582-4934.2007.00168.x. PMC 3823478. PMID 18053094.
- ^ a b Liao JK, Laufs U (2005). "Pleiotropic effects of statins". Annual Review of Pharmacology and Toxicology. 45: 89–118. doi:10.1146/annurev.pharmtox.45.120403.095748. PMC 2694580. PMID 15822172.
- ^ Nissen SE, Nicholls SJ, Sipahi I, Libby P, Raichlen JS, Ballantyne CM, et al. (April 2006). "Effect of very high-intensity statin therapy on regression of coronary atherosclerosis: the ASTEROID trial". JAMA. 295 (13): 1556–1565. doi:10.1001/jama.295.13.jpc60002. PMID 16533939.
- ^ Ridker PM, Danielson E, Fonseca FA, Genest J, Gotto AM, Kastelein JJ, et al. (November 2008). "Rosuvastatin to prevent vascular events in men and women with elevated C-reactive protein". The New England Journal of Medicine. 359 (21): 2195–2207. doi:10.1056/NEJMoa0807646. PMID 18997196.
- ^ Kones R (Desember 2010). "Rosuvastatin, inflammation, C-reactive protein, JUPITER, and primary prevention of cardiovascular disease—a perspective". Drug Design, Development and Therapy. 4: 383–413. doi:10.2147/DDDT.S10812. PMC 3023269. PMID 21267417.
- ^ Ferdinand KC (Februari 2011). "Are cardiovascular benefits in statin lipid effects dependent on baseline lipid levels?". Current Atherosclerosis Reports. 13 (1): 64–72. doi:10.1007/s11883-010-0149-9. PMID 21104458. S2CID 32142669.
- ^ Devaraj S, Siegel D, Jialal I (Februari 2011). "Statin therapy in metabolic syndrome and hypertension post-JUPITER: what is the value of CRP?". Current Atherosclerosis Reports. 13 (1): 31–42. doi:10.1007/s11883-010-0143-2. PMC 3018293. PMID 21046291.
- ^ Ridker PM, Glynn RJ (November 2010). "The JUPITER Trial: responding to the critics". The American Journal of Cardiology. 106 (9): 1351–1356. doi:10.1016/j.amjcard.2010.08.025. PMID 21029837.
- ^ Vögeli B, Shima S, Erb TJ, Wagner T (Maret 2019). "Crystal structure of archaeal HMG-CoA reductase: insights into structural changes of the C-terminal helix of the class-I enzyme". FEBS Letters. 593 (5): 543–553. doi:10.1002/1873-3468.13331. PMID 30702149. S2CID 73412833.
- ^ Gottlieb K, Wacher V, Sliman J, Pimentel M (Januari 2016). "Review article: inhibition of methanogenic archaea by statins as a targeted management strategy for constipation and related disorders". Alimentary Pharmacology & Therapeutics. 43 (2): 197–212. doi:10.1111/apt.13469. PMC 4737270. PMID 26559904.
- ^ Lurie-Weinberger MN, Gophna U (Juni 2015). "Archaea in and on the Human Body: Health Implications and Future Directions". PLOS Pathogens. 11 (6) e1004833. doi:10.1371/journal.ppat.1004833. PMC 4466265. PMID 26066650.
- ^ a b c d e f McKenney JM, Ganz P, Wiggins BS, Saseen JS (2009). "Statins". Clinical Lipidology. Elsevier. hlm. 253–280. doi:10.1016/b978-141605469-6.50026-3. ISBN 978-1-4160-5469-6.
The elimination half-life of the statins varies from 1 to 3 hours for lovastatin, simvastatin, pravastatin, and fluvastatin, to 14 to 19 hours for atorvastatin and rosuvastatin (see Table 22-1). The longer the statin's half-life, the longer the inhibition of reductase and thus a greater reduction in LDL cholesterol. However, the impact of inhibiting cholesterol synthesis persists even with statins that have a relatively short half-life. This is due to their ability to reduce blood levels of lipoproteins, which have a half-life of approximately 2 to 3 days. Because of this, all statins may be dosed once daily. The preferred time of administration is in the evening, just before the peak in cholesterol synthesis.
- ^ Boberg M, Angerbauer R, Fey P, Kanhai WK, Karl W, Kern A, et al. (Maret 1997). "Metabolism of cerivastatin by human liver microsomes in vitro. Characterization of primary metabolic pathways and of cytochrome P450 isozymes involved". Drug Metabolism and Disposition. 25 (3): 321–331. PMID 9172950.
- ^ Jacobsen W, Kirchner G, Hallensleben K, Mancinelli L, Deters M, Hackbarth I, et al. (Februari 1999). "Comparison of cytochrome P-450-dependent metabolism and drug interactions of the 3-hydroxy-3-methylglutaryl-CoA reductase inhibitors lovastatin and pravastatin in the liver". Drug Metabolism and Disposition. 27 (2): 173–179. doi:10.1016/S0090-9556(24)15273-7. PMID 9929499. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Agustus 2021. Diakses tanggal 8 November 2018.
- ^ "Triveram" (PDF) (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Agustus 2020. Diakses tanggal 7 Februari 2020.
- ^ "Triveram (2)" (PDF) (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Agustus 2020. Diakses tanggal 7 Februari 2020.
- ^ "Riclassificazione del medicinale per uso umano 'Triveram', ai sensi dell'articolo 8, comma 10, della legge 24 dicembre 1993, n. 537. (Determina n. DG/1422/2019). (19A06231)". GU Serie Generale n.238 (dalam bahasa Italia). 10 Oktober 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Agustus 2020. Diakses tanggal 7 Februari 2020.
- ^ "Cholecomb" (PDF) (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Agustus 2021. Diakses tanggal 7 Februari 2020.
- ^ "Cholecomb (2)" (PDF) (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Agustus 2020. Diakses tanggal 7 Februari 2020.
- ^ "Rosumibe" (PDF) (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Agustus 2020. Diakses tanggal 7 Februari 2020.
- ^ "Rosumibe (2)" (PDF) (dalam bahasa Italia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Agustus 2020. Diakses tanggal 7 Februari 2020.
- ^ Shepherd J, Hunninghake DB, Barter P, McKenney JM, Hutchinson HG (Maret 2003). "Guidelines for lowering lipids to reduce coronary artery disease risk: a comparison of rosuvastatin with atorvastatin, pravastatin, and simvastatin for achieving lipid-lowering goals". The American Journal of Cardiology. 91 (5A): 11C – 17C, discussion 17C–19C. doi:10.1016/S0002-9149(03)00004-3. PMID 12646338.
- ^ Baldinelli L, Biselli R, Fattorossi A (Februari 2005). "Influence of ST 789 on murine thymocytes: a flow cytometry study of thymocyte subset distribution and of intracellular free Ca++ increase upon activation. Murine thymocytes and ST 789". Thymus. 19 (2 Suppl 1): S53 – S61. doi:10.1111/j.1742-1241.2005.00461.x. PMID 1585420. S2CID 221814440.
- ^ Liu J, Zhang J, Shi Y, Grimsgaard S, Alraek T, Fønnebø V (November 2006). "Chinese red yeast rice (Monascus purpureus) for primary hyperlipidemia: a meta-analysis of randomized controlled trials". Chinese Medicine. 1 (1): 4. doi:10.1186/1749-8546-1-4. PMC 1761143. PMID 17302963.
- ^ Jackevicius CA, Chou MM, Ross JS, Shah ND, Krumholz HM (19 Januari 2012). "Generic Atorvastatin and Health Care Costs". New England Journal of Medicine. 366 (3): 201–204. doi:10.1056/NEJMp1113112. ISSN 0028-4793. PMC 3319770. PMID 22149736.
- ^ Fang J (31 Oktober 2019). "Patent expires today on pharmaceutical superstar Lipitor". ZDNet. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Oktober 2019. Diakses tanggal 31 Oktober 2019.
- ^ "Sandoz launches authorized fluvastatin generic in US". GaBI Online. 31 Oktober 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Oktober 2019. Diakses tanggal 31 Oktober 2019.
- ^ "Teva Announces Final Approval of Lovastatin Tablets". Teva Pharmaceutical Industries Ltd. (Press release). 31 Oktober 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Oktober 2019. Diakses tanggal 31 Oktober 2019.
- ^ "FDA OKs Generic Version of Pravachol". WebMD. 25 April 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Oktober 2019. Diakses tanggal 31 Oktober 2019.
- ^ "Generic Crestor Wins Approval, Dealing a Blow to AstraZeneca". The New York Times. 21 Juli 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Oktober 2019. Diakses tanggal 31 Oktober 2019.
- ^ Wilson D (6 Maret 2011). "Drug Firms Face Billions in Losses as Patents End". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 November 2019. Diakses tanggal 31 Oktober 2019.
- ^ Berenson A (23 Juni 2006). "Merck Loses Protection for Patent on Zocor". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Januari 2015. Diakses tanggal 31 Oktober 2019.
- ^ Wolozin B, Wang SW, Li NC, Lee A, Lee TA, Kazis LE (Juli 2007). "Simvastatin is associated with a reduced incidence of dementia and Parkinson's disease". BMC Medicine. 5 (1): 20. doi:10.1186/1741-7015-5-20. PMC 1955446. PMID 17640385.
- ^ Khurana V, Bejjanki HR, Caldito G, Owens MW (Mei 2007). "Statins reduce the risk of lung cancer in humans: a large case-control study of US veterans". Chest. 131 (5): 1282–1288. doi:10.1378/chest.06-0931. PMID 17494779.
- ^ Klein BE, Klein R, Lee KE, Grady LM (Juni 2006). "Statin use and incident nuclear cataract". JAMA. 295 (23): 2752–2758. doi:10.1001/jama.295.23.2752. PMID 16788130.
- ^ Golomb BA, Dimsdale JE, White HL, Ritchie JB, Criqui MH (April 2008). "Reduction in blood pressure with statins: results from the UCSD Statin Study, a randomized trial". Archives of Internal Medicine. 168 (7): 721–727. doi:10.1001/archinte.168.7.721. PMC 4285458. PMID 18413554.
- ^ Drapala A, Sikora M, Ufnal M (September 2014). "Statins, the renin-angiotensin-aldosterone system and hypertension - a tale of another beneficial effect of statins". Journal of the Renin-Angiotensin-Aldosterone System. 15 (3): 250–258. doi:10.1177/1470320314531058. PMID 25037529.
- ^ Mondul AM, Han M, Humphreys EB, Meinhold CL, Walsh PC, Platz EA (April 2011). "Association of statin use with pathological tumor characteristics and prostate cancer recurrence after surgery". The Journal of Urology. 185 (4): 1268–1273. doi:10.1016/j.juro.2010.11.089. PMC 3584560. PMID 21334020.
- ^ Liu B, Yi Z, Guan X, Zeng YX, Ma F (Juli 2017). "The relationship between statins and breast cancer prognosis varies by statin type and exposure time: a meta-analysis". Breast Cancer Research and Treatment. 164 (1): 1–11. doi:10.1007/s10549-017-4246-0. PMID 28432513. S2CID 3900946.
- ^ Batais MA, Khan AR, Bin Abdulhak AA (Agustus 2017). "The Use of Statins and Risk of Community-Acquired Pneumonia". Current Infectious Disease Reports. 19 (8): 26. doi:10.1007/s11908-017-0581-x. PMID 28639080. S2CID 20522253.
- ^ Wang J, Xiao Y, Luo M, Luo H (Desember 2011). "Statins for multiple sclerosis". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 2011 (12) CD008386. doi:10.1002/14651858.CD008386.pub3. PMC 7175839. PMID 22161428.
- ^ Gutlapalli SD, Farhat H, Irfan H, Muthiah K, Pallipamu N, Taheri S, et al. (2022). "The Anti-Depressant Effects of Statins in Patients With Major Depression Post-Myocardial Infarction: An Updated Review 2022". Cureus. 14 (12) e32323. doi:10.7759/cureus.32323. ISSN 2168-8184. PMC 9825119. PMID 36628002.
- ^ Mihaylova B, Wu R, Zhou J, Williams C, Schlackow I, Emberson J, et al. (1 November 2024). "Lifetime effects and cost-effectiveness of statin therapy for older people in the United Kingdom: a modelling study". Heart (dalam bahasa Inggris). 110 (21): 1277–1285. doi:10.1136/heartjnl-2024-324052. ISSN 1355-6037. PMC 11503164. PMID 39256053.
- ^ "Older people who take statins live longer in better health". NIHR Evidence. 2025. doi:10.3310/nihrevidence_65725. Diakses tanggal 22 Januari 2025.
Pranala luar
- Brody JE (16 April 2018). "Weighing the Pros and Cons of Statins". The New York Times.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.











