Pakubuwana XIV

Pakubuwana XIV
ꦦꦑꦸꦨꦸꦮꦟ꧇꧑꧔꧇ꦥꦸꦫꦸꦧꦪ
Sri Susuhunan Pakubuwana XIV
Susuhunan Surakarta ke-13
Bertakhta15 November 2025 – Sekarang
(147 hari)
PenobatanSabtu, 15 November 2025 / Tumpak Manis Setu Legi, 24 Jumadil Awal warsa Dal 1959
PendahuluSusuhunan Pakubuwana XIII
PresidenPrabowo Subianto
KelahiranBendoro Raden Mas Suryo Aryo Mustiko
26 September 2002 (umur 23)
Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Nama lengkap
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunagara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram
Nama takhta
Sahandhap Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwana Senapati ing Alaga Abdurrahman Sayyidin Panatagama Ingkang Jumeneng kaping Sekawan Welas ing Nagari Surakarta Hadiningrat
WangsaMataram
AyahPakubuwana XIII
IbuK.R.Ay. Pradapaningsih
(G.K.R. Pakubuwana)
AgamaIslam

Susuhunan Pakubuwana XIV (disingkat PB XIV; lahir 9 Februari 2002 dengan nama Bendoro Raden Mas Suryo Aryo Mustiko) adalah Susuhunan Surakarta ketiga belas yang bertakhta sejak 15 November 2025.[1]

Memasuki usia dewasa, namanya diganti menjadi Purubaya dan sejak 2022 dinobatkan sebagai putra mahkota bergelar Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunagara Sudibyo Rajaputra Narendra ing Mataram (bahasa Jawa: ꦏꦁꦗꦼꦁꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦲꦢꦶꦥꦠꦶꦲꦤꦺꦴꦩ꧀ꦲꦩꦁꦑꦸꦟꦓꦫꦱꦸꦢꦶꦧꦾꦫꦗꦥꦸꦠꦿꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿꦩꦠꦫꦩ꧀).[2]

Setelah kematian Pakubuwana XIII, Hamangkunagara berikrar menyatakan kesiapannya melanjutkan takhta di hadapan jenazah ayahnya di Sasana Parasdya, Keraton Surakarta, 5 November 2025.[3] Selang 10 hari, upacara penobatan raja digelar.[4]

Kehidupan awal dan pendidikan

G.R.M. Suryo Aryo Mustiko bersama Joko Widodo, saat itu masih menjabat sebagai wali kota Surakarta, dalam sebuah festival dalang cilik di Surakarta.

Lahir pada 26 September 2002 dengan nama Bendoro Raden Mas Suryo Aryo Mustiko, ia merupakan anak bungsu K.G.P.H. Hangabehi, kelak Pakubuwana XIII, dan K.R.Ay. Pradapaningsih.[5] Setelah penobatan ayahnya sebagai raja Kasunanan Surakarta pada 10 September 2004, gelarnya berubah menjadi Gusti Raden Mas Suryo Aryo Mustiko.[6]

Saat masih anak-anak, Suryo Aryo Mustiko memiliki ketertarikan terhadap wayang kulit dan belajar menjadi dalang. Sebagai dalang, ia sempat mengikuti beberapa acara, antara lain Jambore Budaya Surakarta di Loji Gandrung dan Temu Dalang Cilik Nusantara III di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah pada2009.[7][8]

Tidak hanya wayang kulit, Suryo kecil juga sempat belajar menari. Saat usia 8 tahun, ia memerankan tokoh Gatotkaca dalam pergelaran wayang orang dengan lakon Gathutkaca Lair yang digelar di Sasana Sumewa, Keraton Surakarta.[5]

Pendidikan

Riwayat pengangkatan

Sebagai putra mahkota

Setelah memasuki usia baligh, G.R.M. Suryo Aryo Mustiko mendapatkan nama dan gelar baru sebagai Gusti Pangeran Haryo Purubaya, yang kemudian dinaikkan kembali menjadi Kangjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati Hamangkunagara.

Prosesi penetapan K.G.P.H. Purubaya sebagai putra mahkota

Pada 27 Februari 2022, bertepatan dengan peringatan ulang tahun kenaikan takhta Pakubuwana XIII yang ke-18, Purubaya resmi diangkat menjadi pangeran adipati anom, putra mahkota, bergelar Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunagara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.[14]

Potret resmi putra mahkota

Setelah pengukuhannya, Hamangkunagara mendampingi Pakubuwana XIII dalam sejumlah acara, bahkan juga mewakili saat sang ayah berhalangan hadir.

Sebagai raja

Pakubuwana XIII meninggal dunia pada 2 November 2025. Saat upacara pemberangkatan jenazah yang akan dikebumikan di Astana Pajimatan Himagiri, Hamangkunagara mengikrarkan kesiapan dirinya sebagai Pakubuwana XIV.

Sepuluh hari kemudian, Hamangkunagara resmi dilantik sebagai raja dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan Pakubuwana Senopati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kaping Sekawan Welas ing Surakarta Hadiningrat lewat upacara Jumenengan Dalem Nata Binayangkare yang diadakan di Bangsal Manguntur Takil, Sitihinggil Keraton Surakarta.[15]

Di Bangsal Manguntur Takil, Hamangkunagara membacakan Sabda Dalem, berisi sumpah raja untuk memimpin Keraton Surakarta sesuai syariat Islam dan paugeran, berlaku adil, mengayomi pengikut setia, mendukung Indonesia, serta menjaga kelestarian budaya, tata upacara, dan warisan raja Mataram.[15]

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan kirab. Menaiki kereta kencana, raja baru ini diperkenalkan kepada masyarakat luas dengan menempuh rute dari Sitihinggil menuju Sasana Sumewa, melewati Alun-alun Lor, Gladag, Telkom, Loji Wetan, Perempatan Baturana, Perempatan Gemblegan, Kusumanagaran, dan kembali ke Keraton.[15]

Kontroversi

Insiden tabrak lari

Pada 9 Agustus 2023, sebuah rekaman CCTV viral di media sosial, memperlihatkan dugaan tabrak lari yang terjadi di kawasan Gladak, Surakarta. Dalam rekaman tersebut terlihat sebuah mobil putih menabrak seorang pengendara sepeda motor, belakangan diketahui melawan arah, dan langsung meninggalkan lokasi kejadian. Korban yang terkapar di jalan lantas ditolong warga.[16]

Pengemudi mobil tersebut kemudian diketahui adalah putra mahkota Keraton Solo, Hamangkunagara. Namun, melalui kuasa hukumnya, ia membantah tuduhan lari. Malah, menurutnya, ia pergi mencari bantuan, juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.[17]

Insiden ini berakhir dengan perdamaian kedua belak pihak dan pencaputan laporan kepolisian oleh korban, sementara pihak kraton berjanji untuk menanggung biaya pemulihan dan perbaikan kendaraan korban.[18][19]

Kritik terhadap Pemerintah

Kemudian pada awal tahun 2025, KGPAA. Hamangkunagara kembali menjadi sorotan publik setelah beberapa unggahan di akun media sosial pribadinya yang berisi kritik terhadap kondisi pemerintahan Indonesia menjadi viral.[20][21] Dalam unggahan tersebut, ia menulis kalimat seperti “Nyesel gabung Republik” dan “Percuma Republik kalau cuma untuk membohongi”, yang kemudian dikaitkan dengan kritik terhadap sejumlah kasus nasional, termasuk dugaan korupsi tata kelola minyak Pertamina Patra Niaga, PHK massal di PT Sritex, dan isu kebijakan pemerintah mengenai pagar laut.[22][23]

Unggahan tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet dan media, dengan sebagian publik menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kondisi sosial politik di Indonesia, sementara yang lain menilai pernyataannya berlebihan.[24] Pihak Keraton Surakarta, melalui KPA. Dany Nur Adiningrat, kemudian memberikan klarifikasi bahwa unggahan KGPAA. Hamangkunagara merupakan bentuk kritik satir terhadap situasi nasional dan penundaan status Daerah Istimewa Surakarta (DIS) yang belum diberikan pemerintah.[25][26]

Galeri

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "GKR Timoer: Pakubuwono XIV Purbaya Sah Jadi Raja Keraton Surakarta". CNN Indonesia. 15 November 2025.
  2. ^ Widiyanto, Mardon (27 Februari 2022). "Raja Keraton Solo Nobatkan KGPH Purboyo Jadi Putra Mahkota, Sosoknya Masih Mahasiswa Usia 21 Tahun". Tribun Solo.
  3. ^ Febiari, Silvana (5 November 2025). "Gusti Purboyo Ikrarkan Diri Sebagai Raja Jelang Pelepasan Jenazah Pakubuwono XIII". Metro TV.
  4. ^ Zumano, Labib (15 November 2025). "Keraton Surakarta Gelar Jumenengan Dalem Nata Binayangkare Pakubuwono XIV, Simbol Naiknya Raja Baru". Kompas.com.
  5. ^ a b Solopos (2022-03-09). "Mengenal Lebih Dekat Putra Mahkota Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat: K.G.P.A.A. Hamangkunegoro". Surakarta: Solopos. Diakses tanggal 2025-11-08.
  6. ^ a b Profil KGPAA Hamangkunegoro, Raja Keraton Solo Lulusan Kampus Unggulan Inilah.com
  7. ^ Profil KGPH Purbaya, Putra Mahkota Keraton Surakarta CNN Indonesia
  8. ^ a b Profil Putra Mahkota Raja Baru Keraton Solo: 21 Tahun, Jago Dalang IDN Times Jawa Tengah
  9. ^ Media, Kompas Cyber (2022-02-28). "Mengenal Sosok KGPH Purbaya, Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-11-05.
  10. ^ a b "Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2025-11-06.
  11. ^ "OPTIMALISASI PRINSIP SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN OLEH DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH. _79 HTN 2024 - Undip Repository".
  12. ^ "PDDikti".
  13. ^ "PDDikti".
  14. ^ Anugrahanto, Nino Citra (27 Februari 2022). "KGPH Purbaya Dinobatkan sebagai Putra Mahkota Kasunanan Surakarta". Kompas.id.
  15. ^ a b c Irawati, Dahlia (15 November 2025). "Pakubuwono XIV Dinobatkan di Tengah Konflik Suksesi Keraton Surakarta". Kompas.id.
  16. ^ "Tabrak Lari di Gladak Kota Solo, Sepeda Motor Ditabrak Mobil hingga Terpental". Kompas.com. 10 Agustus 2023.
  17. ^ Kurniawan, Silvester (11 Agustus 2023). "Kronologi Tabrakan Mobil Putra Mahkota Keraton Surakarta dengan Motor di Gladak, Klaim Bukan Tabrak Lari". Radar Solo.
  18. ^ "Berakhir Damai, Pelaku Tabrak Lari di Gladak Ternyata Putra Mahkota Keraton Solo". Solopos. 11 Agustus 2023.
  19. ^ "Putra Mahkota Keraton Solo dan Keluarga Korban Tabrak Lari Sudah Damai". Kompas.com. 12 Agustus 2023.
  20. ^ TV, Metro. "Putra Mahkota Unggah Penyesalan Gabung RI, Ini Penjelasan Keraton Solo". https://www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 2025-11-06.
  21. ^ developer, mediaindonesia com. "Unggah Kekecewaan Gabung Republik, Putra Mahkota Keraton Kasunanan Enggan Minta Maaf". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2025-11-06.
  22. ^ "Muak dengan Skandal Minyak Pertamina, Putra Mahkota Solo Sampai Nyesel Gabung RI". suara.com. Diakses tanggal 2025-11-06.
  23. ^ "Penjelasan Keraton Surakarta soal Status Putra Mahkota yang Sebut Menyesal Gabung Republik". Kompas.tv. Diakses tanggal 2025-11-06.
  24. ^ "Klarifikasi Lengkap Putra Mahkota Keraton Surakarta soal 'Nyesel Gabung Republik'". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). 2025-03-03. Diakses tanggal 2025-11-06.
  25. ^ Wahyu, Ary (2025-03-03). "Viral Putra Mahkota Keraton Solo Menyesal Gabung Republik, Ini Klarifikasinya". iNews.ID. Diakses tanggal 2025-11-06.
  26. ^ "Story IG Viral, Putra Mahkota Kraton Surakarta Berikan Pernyataan Tegas". 3 Mar 2025 – via YouTube.

Pranala luar

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Susuhunan Pakubuwana XIII
Susuhunan Surakarta
2025 - Sekarang
Petahana

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement