Hangabehi (lahir 1985)

Pakubuwana XIV Hangabehi
ꦦꦑꦸꦨꦸꦮꦟ꧇꧑꧔꧇ꦲꦔꦧꦺꦲꦶ
Pakubuwono XIV Hangabehi
Pakubuwana XIV Hangabehi
Berkuasa13 November 2025 (2025-11-13)
(152 hari)
PendahuluPakubuwana XIII
KelahiranBendoro Raden Mas Suryo Suharto
5 Februari 1985 (umur 41)
Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Pasangan
Siti Zainab/K.R.Ay. Hangabehi
(m. 2018)
KeturunanB.R.Aj. Arumi Larasati
B.R.M. Suryo Muhammad Ibrahim
B.R.M. Suryowijoyo Basudewo (wafat 2018)
Nama takhta
Kangjeng Gusti Pangeran Harya Hangabehi
WangsaMataram
AyahSusuhunan Pakubuwana XIII
IbuK.R.Ay. Winari
AgamaIslam

Susuhunan Pakubuwana XIV (disingkat PB XIV) Kanjeng Gusti Pangeran Harya Hangabehi (bahasa Jawa: ꦲꦔꦧꦺꦲꦶ; lahir 5 Februari 1985 dengan nama Bendoro Raden Mas Suryo Suharto) adalah anak lelaki tertua Pakubuwana XIII yang pada 13 November 2025 ditakhtakan sebagai Susuhunan Surakarta ke-13 oleh Lembaga Dewan Adat Keraton.[1][2][3]

Penobatan Hangabehi oleh Lembaga Dewan Adat ini menandai terulang kembalinya krisis suksesi di Keraton Surakarta karena sebelumnya K.G.P.H. Purubaya, adik dari ibu berbeda, sudah terlebih dulu mengikrarkan diri sebagai Pakubuwana XIV.[4][5]

Kehidupan awal

Hangabehi lahir dengan nama Bendoro Raden Mas Suryo Suharto di Surakarta pada 5 Februari 1985, hanya berselang beberapa hari setelah keraton Surakarta dilalap kebakaran.

Suryo Suharto merupakan anak kedua, sekaligus anak lelaki tertua, pasangan K.G.P.H. Hangabehi, kelak Pakubuwana XIII, dan istri keduanya yang bernama Winari Sri Haryani atau K.R.Ay. Winari. Dari pernikahan ini lahir seluruhnya 3 orang anak, sebelum berakhir dengan perceraian pada 1991.[6]

Setelah perpisahan orang tuanya, Suryo Suharto tetap tinggal di dalam keraton. Ia menamatkan pendidikan dasar dan menengahnya di SD Pamardisiwi (1995), SMP Kasatriyan (1998), dan SMA Warga (2001). Ia juga diketahui sempat berkuliah di STIE AUB[7] dan Universitas Slamet Riyadi,[8]namun tidak sampai lulus.

Nama dan gelar

Sebagaimana tradisi keraton, nama dan gelar seseorang berubah seiring siklus hidup manusia. Lahir sebagai seorang Bendoro Raden Mas Suryo Suharto, penanda cucu raja yang bertakhta, gelarnya berubah jadi Gusti Raden Mas, penanda anak raja yang bertakhta, saat ayahnya dinobatkan sebagai Pakubuwana XIII pada 2004.[9]

Sebagai penanda kedewasaan usia, nama dan gelarnya lantas diubah menjadi Gusti Pangeran Haryo Mangkubumi, setidaknya sejak 2009.[10] Gelarnya lalu naik setingkat menjadi Kangjeng Gusti Pangeran Haryo, setidaknya sejak 2012.[11]

Pada 22 Desember 2022, atas inisiatif Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta, nama Mangkubumi diganti sekali lagi menjadi Hangabehi.[12][13] Meski tidak ada aturan tertulis tentang ini, namun sepanjang sejarah keraton Surakarta, nama Hangabehi memang lebih identik dengan putra tertua raja dari para selir, seperti halnya Pakubuwana XIII dan Pakubuwana XI yang sama-sama bergelar Hangabehi sebelum bertakhta.[14]

Pengangkatan

KGPH Hangabehi sempat diangkat menjadi Pakubuwana XIV oleh Gusti Moeng selaku Ketua Lembaga Dewan Adat.[15]

Ini sekali lagi menimbulkan gesekan di internal keraton. Gusti Moeng, selaku ketua LDA, menyebut pengangkatan Hangabehi adalah kehendak Tuhan dan sesuai dengan aturan adat. Di sisi lain misal, G.K.R. Timoer, kakak tertua Hangabehi dari ibu yang berbeda, menuding adiknya telah mengkhianati keluarga. Mahamenteri Tedjowulan meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dan duduk bersama membicarakan keberlangsungan keraton. Sementara itu, upacara penobatan K.G.P.H. Purubaya sebagai raja telah digelar pada 15 November 2025.[16][17]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "MerahPutih Media Berita untuk Generasi Terkini". MerahPutih. Diakses tanggal 2026-01-08.
  2. ^ Chairulia, Putri Atika. "Profil KGPH Hangabehi, sosok yang baru ditetapkan jadi Pakubuwono XIV". LKBN Antara.
  3. ^ Anwar, Ilham Choirul. "Kenapa KGPH Hangabehi Diangkat sebagai PB XIV? Ini Kata LDA". Tirto.id.
  4. ^ Prasetyo, Andreas Yoga. "Jejak Seteru di Singgasana Keraton Surakarta". Kompas.id.
  5. ^ Muharrom, Muhammad Agus Salim (2014). Keraton dan Politik: Konflik Keraton Surakarta Hadiningrat Pasca Wafatnya Paku Buwono XII (S1 thesis). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
  6. ^ Ramelan, Kastoyo. "Bila Raja Dituntut". Tempo (majalah).
  7. ^ "Biodata Mahasiswa – BRM Suryo Suharto". Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.
  8. ^ "Biodata Mahasiswa – BRM Suryo Suharto". Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.
  9. ^ Dwipayana, A.A.G.N. Ari (2004). Bangsawan dan Kuasa: Kembalinya Para Ningrat di Dua Kota. IRE Press.
  10. ^ Aryono, Ahmad Mufid (8 September 2009). "Serangan jantung, KGPH Kusumayuda tutup usia". Solopos. Putra PB XIII Hangabehi, GPH Mangkubumi direncanakan bertindak sebagai senopati lampah.
  11. ^ Irawan, Ikrob Didik (15 Juni 2012). "Tedjowulan 'Tembus' Keraton Setelah Konflik 8 Tahun". Tribun Jogja. Tampak menyambut KGPH Mangkubumi, putra PB XIII Hangabehi.
  12. ^ Anugrahanto, Nino Citra (24 Desember 2022). "Konflik Keraton Surakarta Berlanjut, Calon Baru Penerus Takhta Dimunculkan". Kompas.id.
  13. ^ Kurniawan (26 Desember 2022). "Sesuaikan Adat, Putra Tertua PB XIII KGPH Mangkubumi Ganti Nama Jadi Hangabehi". Solopos.
  14. ^ Kurniawan (29 Desember 2022). "Nama KGPH Mangkubumi Jadi Hangabehi Disebut Tak Terkait Konflik Keraton Solo". Solopos.
  15. ^ "Lika-Liku KGPH Hangabehi Menuju Tahta Raja PB XIV". Media Indonesia. 14 November 2025.
  16. ^ "Tedjowulan Minta Semua Pihak yang Deklarasi Jadi PB XIV Menahan Diri". Detik.com. 14 November 2025.
  17. ^ "Dua Putra Mendiang PB XIII Rebutan Takhta Keraton Solo". Detik.com. 14 November 2025.
Hangabehi (lahir 1985)
Lahir: 5 Februari 1985
Hanya gelar saja
Didahului oleh:
Susuhunan Pakubuwana XIII
— TITULER —
Susuhunan Surakarta
13 November 2025–sekarang
Diteruskan oleh:
Petahana

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement