Paku Alam X

Paku Alam X
ꦦꦏꦸꦄꦭꦩ꧀꧇꧑꧐꧇
Sri Paduka Paku Alam X
Potret sebagai Wakil Gubernur DIY, 2024
Adipati Pakualaman ke-10
Berkuasa7 Januari 2016 (2016-01-07) (10 tahun, 94 hari)
Penobatan7 Januari 2016
PendahuluPaku Alam IX
Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ke-3
Mulai menjabat
25 Mei 2016 (2016-05-25)
Presiden
GubernurHamengkubuwana X
Sebelum
Pendahulu
Paku Alam IX
Pengganti
Petahana
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir
Raden Mas Wijoseno Hario Bimo

15 Desember 1962 (umur 63)
Yogyakarta, Indonesia
AlmamaterUniversitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Permaisuri
G.K.B.R.Ay.A Paku Alam/B.R.Ay. Atika Purnomowati
(m. 1991)
Keturunan
Nama takhta
Sampeyan Dalem Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam Ingkang Jumeneng Kaping Sadasa Ing Praja Dalem Kadipaten Pakualaman
꧋ꦱꦩ꧀ꦥꦼꦪꦤ꧀ꦝꦊꦩ꧀ꦏꦁꦗꦺꦁꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦄꦣꦶꦥꦠꦶꦄꦂꦪꦦꦏꦸꦄꦭꦩ꧀ꦆꦁꦏꦁꦗꦸꦩꦼꦤꦼꦁꦏꦥꦶꦁꦱꦣꦱꦆꦁꦥꦿꦗꦣꦊꦩ꧀ꦏꦣꦶꦥꦠꦺꦤ꧀ꦥꦏꦸꦄꦭꦩꦤ꧀
WangsaMataram
AyahPaku Alam IX
IbuG.K.B.R.Ay.A Paku Alam/B.R.Ay. Koesoemarini
AgamaIslam

Sri Paduka Paku Alam X (bahasa Jawa: ꦦꦏꦸꦄꦭꦩ꧀꧇꧑꧐꧇; lahir 15 Desember 1962 dengan nama Raden Mas Wijoseno Hario Bimo ) adalah adipati kesepuluh Pakualaman yang bertakhta sejak 7 Januari 2016.[1][2]

Mengabdikan diri sebagai pegawai negeri sipil di Pemda DIY sejak 1991, jabatan terakhirnya adalah Kepala Biro Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat, sebelum akhirnya mengundurkan diri sebagai syarat penetapan sebagai wakil gubernur DIY pada 2016.[3]

Kehidupan pribadi dan pendidikan

Lahir pada 15 Desember 1962 dengan nama R.M. Wijoseno Hario Bimo, ia merupakan anak tertua B.R.M.H. Ambarkusumo, kelak Paku Alam IX, dan Koesoemorini yang berasal dari Klakah, Lumajang.[2][4]

Wijoseno menamatkan pendidikan dasar dan menengah di Jakarta dan Yogyakarta, masing-masing di SD Blok B II Pagi Kebayoran Baru (1975), SMP Negeri 11 Jakarta (1979), sebelum melanjutkan di SMA Negeri 1 Yogyakarta (1982). Ia lantas berkuliah di jurusan Manajemen UPN Veteran Yogyakarta hungga lulus dengan gelar doktorandus pada 1989.[5]

Setamat kuliah, Wijoseno sempat merantau ke Belanda dan bekerja sebagai juru masak restoran. Barulah sepulang dari negeri Belanda ia mengikuti tes penerimaan pegawai negeri sipil. Setelah 2 kali mencoba, barulah ia lolos pada 1991 dengan penempatan pertama sebagai penata muda di Dinas Tenaga Kerja Setwilda Yogyakarta.[6]

Pada 6 Juli 1991, Wijoseno menikahi Artika Purnomowati, S.E., teman masa kuliahnya. Dari pernikahan ini lahirlah R.M. Suryo Sri Bimantoro dan R.M. Bhismo Srenggoro Kuntonugroho.[7][8]

Kenaikan takhta

Bertepatan dengan penobatannya pada 26 Mei 1999, Paku Alam IX memberi Wijoseno Hario Seno gelar baru: Bendoro Pangeran Hariyo (B.P.H.) Suryodilogo.[9]

Selanjutnya pada 31 Januari 2012, saat peringatan tingalan dalem atau hari ulang tahun Paku Alam IX, Suryodilogo resmi diangkat sebagai putra mahkota bergelar Kanjeng Bendoro Pangeran Hariyo (K.B.P.H.) Prabu Suryodilogo.[10]

Penunjukan putra mahkota oleh adipati yang masih menjabat ini merupakan yang pertama kali setidaknya dalam 100 tahun tahun terakhir, dianggap sebagai upaya Paku Alam IX menanggulangi konflik terkait suksesi yang pernah dihadapinya.[11]

Dalam berbagai kesempatan, Prabu Suryodilogo mulai menggantikan kehadiran ayahnya yang sudah tua baik sebagai penguasa Pakualaman maupun wakil gubernur DIY.

Pada 21 November 2015, oleh kerabat istana, Prabu Suryodilogo ditetapkan sebagai pelaksana harian adipati mengingat kondisi Paku Alam IX yang sakit keras. Dan hanya berselang 1 jam setelah penetapan tersebut, Paku Alam IX wafat.[12]

Penobatan Prabu Suryodilogo sebagai Adipati Pakualaman dilaksanakan di Bangsal Sewatama Pura Pakualaman pada 7 Januari 2016 (dalam kalender Jawa: Kemis Legi 26 Mulud 1949) dengan gelar resmi Sampeyan Dalem Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam Ingkang Jumeneng Kaping Sadasa ing Praja Dalem Kadipaten Pakualaman. Prosesi penabalan ditandai dengan penyematan pusaka keris Kyai Bontit.[13][14][15]

Penolakan

Penobatan Paku Alam X sempat menuai penolakan dari G.P.H. Anglingkusumo, pamannya.[16] Anak Paku Alam VIII tersebut sebelumnya juga mempersoalkan pengangkatan Paku Alam IX sebagai penguasa kadipaten dan sejak 2012 mendeklarasikan diri menjadi Paku Alam IX al Haj.[17]

Salah satu dasar penolakan pihak Anglingkusumo adalah kerancuan tanggal lahir Prabu Suryodilogo yang mendahului tanggal pernikahan orang tuanya, dengan kata lain ia lahir di luar ikatan perkawinan yang sah. Menurut pihak Pakualaman, hal tersebut bukan masalah karena garis suksesi ditentukan berdasarkan silsilah keturunan mengikut darah.[18]

Penobatan Paku Alam X berjalan sesuai rencana. Sementara, upaya hukum yang kemudian dilakukan pihak Anglingkusumo berujung kekalahan.[19]

Sebagai wakil gubernur

Sesuai amanat UU nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY[20], setelah penobatan Paku Alam X, dimulai proses penetapannya sebagai wakil gubernur DIY.[21] Proses ini dilaksanakan oleh sebuah panitia khusus di DPRD DIY yang bertugas mengumpulkan dan memverifikasi kelengkapan dokumen sebagai syarat penetapan.[22][23]

Setelah verifikasi selesai, barulah pada 25 April 2016, melalui rapat paripurna DPRD, Paku Alam X ditetapkan sebagai wakil gubernur DIY untuk sisa masa jabatan 2012–2017. Namanya lantas diajukan kepada Presiden untuk dilantik.[24]

Proses penetapan seperti ini diadakan setiap 5 tahun. Terkini, Paku Alam X kembali ditetapkan dan dilantik sebagai wakil gubernur DIY masa jabatan 2022–2027.[25]

Referensi

  1. ^ Kusuma, Wijaya (7 Januari 2016). "Inilah Sosok Paku Alam X". Kompas.com.
  2. ^ a b Purwadi (2007). Sistem Pemerintahan Kerajaan Jawa Klasik. Pujakesuma. ISBN 9789791616157.
  3. ^ Siswoyo, Harry (10 Januari 2016). "Mundur dari PNS, Wijoseno Akan Jadi Wakil Gubernur DIY". Viva.co.id.
  4. ^ Latif, M (19 November 2011). "Istri Paku Alam IX Tutup Usia". Kompas.com.
  5. ^ "Profil Wakil Gubernur DIY". Pemda DIY.
  6. ^ Sumantri, Bambang Sigap (5 Januari 2016). "KBPH Prabu Suryodilogo: Mulai dari Hal Kecil". Kompas.com – via Perpustakaan Universitas Ciputra.
  7. ^ "Jumenengan Paku Alam X: Istri KGPAA Paku Alam X Ungkapkan Suaminya Sosok yang Humoris". Harian Jogja. 7 Januari 2016.
  8. ^ Hasanudin, Ujang (27 November 2015). "Penobatan PA X : Akta Kematian PA IX Disampaikan, Lalu?". Harian Jogja.
  9. ^ "Penobatan". Tempo (majalah). 6 Juni 1999.
  10. ^ "Paku Alam IX Tunjuk Putra Mahkota". Viva.co.id. 31 Januari 2012.
  11. ^ "Sultan apresiasi penetapan putra mahkota Pakualaman". Antara. 31 Januari 2012.
  12. ^ Sabandar, Switzy (22 November 2015). "PAKU ALAM IX MENINGGAL DUNIA: KBPH Prabu Suryodilogo Diangkat Jadi Plh Adipati". Espos.
  13. ^ Tirtana, Guntur Aga (26 Januari 2016). "Keris Kyai Bontit Tandai Penobatan". Radar Jogja.
  14. ^ "Jumenengan Paku Alam X jadi trending topic, warga Yogya mendoakan". Brilio.net. 26 Januari 2016.
  15. ^ "Di Hadapan PA X, Tujuh Guru Besar Bawakan Beksan Pitutur Jati". Suara Merdeka. 14 Maret 2020.
  16. ^ Hasanudin, Ujang (6 Januari 2016). "JUMENENGAN PAKU ALAM X : Kerabat Dalem Pakualaman Tolak Baiat Suryodilogo". Harian Jogja.
  17. ^ Syaifullah, Muh (15 April 2012). "Kini Ada Dua Paku Alam IX di Yogyakarta". Tempo (majalah).
  18. ^ H, Yanuar (6 Januari 2016). "Tudingan Jelang Penobatan Paku Alam X". Liputan6.com.
  19. ^ Asoni, Zubair Salam (2022). "Kekuatan Pembuktian Waarmerking Penobatan Paku Alam Ix Al-Haj Berdasarkan Rapat Keluarga Yang Telah Didaftarkan Di Kepaniteraan Pengadilan Negeri: Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 2065 K/Pdt/2017". Indonesian Notary. 4 (1).
  20. ^ "Paku Alam X Otomatis Jadi Wakil Gubernur DI Yogyakarta". Republika. 21 November 2015.
  21. ^ "PENGISIAN WAKIL GUBERNUR DIY : SK Pemberhentian Paku Alam IX Tiba, DPRD Segera Bentuk Pansus". Harian Jogja. 18 Januari 2016.
  22. ^ Rudiana, Pito Agustin (19 April 2016). "Begini Repotnya Kalau Raja Ingin Jadi Calon Wagub Yogya". Tempo (majalah).
  23. ^ "Selangkah Lagi Paku Alam X Jabat Wagub". Radar Jogja. 21 April 2016.
  24. ^ Rudiana, Pito Agustin (25 April 2016). "Paku Alam X Resmi Ditetapkan Jadi Wakil Gubernur Yogyakarta". Tempo (majalah).
  25. ^ "Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wagub DIY Periode 2022-2027". Kedaulatan Rakyat. 10 Oktober 2022.
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Paku Alam IX
Adipati Kadipaten Pakualaman
2016–sekarang
Petahana
Jabatan politik
Didahului oleh:
Paku Alam IX
Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
2016–sekarang
Petahana

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement