Rodium(IV) oksida
| Penanda | |
|---|---|
Model 3D (JSmol)
|
|
| ChemSpider | |
| Nomor EC | |
PubChem CID
|
|
| Nomor RTECS | {{{value}}} |
CompTox Dashboard (EPA)
|
|
| |
| |
| Sifat | |
| RhO2 | |
| Massa molar | 134,904 g/mol |
| Penampilan | Padatan kristalin hitam |
| Densitas | 7,2 g/cm3 |
| Titik lebur | 1.050 °C (1.920 °F; 1.320 K) (terdekomposisi) |
| Kelarutan | Tak larut dalam air raja |
| Struktur | |
| Tetragonal (rutil) | |
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa). | |
| Referensi | |
Rodium(IV) oksida (atau rodium dioksida) adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia RhO2.
Struktur
RhO2 memiliki struktur rutil tetragonal.[1]
Sifat fisik
RhO2 memiliki resistivitas logam dengan nilai <10−4 Ω·cm. Di udara, senyawa ini berubah menjadi Rh2O3 pada suhu 850 °C dan kemudian menjadi logam rodium dan oksigen pada suhu 1050 °C.[1]
Sifat kimia
RhO2 sangat tidak larut bahkan dalam air raja panas.[2]
Referensi
- ^ a b R. D. Shannon (1968). "Synthesis and properties of two new members of the rutile family RhO2 and PtO2". Solid State Communications. 6 (3): 139–143. Bibcode:1968SSCom...6..139S. doi:10.1016/0038-1098(68)90019-7.
- ^ O. Muller and R. Roy (1968). "Formation and stability of the platinum and rhodium oxides at high oxygen pressures and the structures of Pt3O4, β-PtO2 and RhO2". Journal of the Less Common Metals. 16 (2): 129–146. doi:10.1016/0022-5088(68)90070-2.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


