Lutesium(III) oksida

Lutesium(III) oksida
Lutesium(III) oksida
Nama
Nama lain
Lutesium oksida
Lutesium seskuioksida
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • InChI=1S/2Lu.3O/q2*+3;3*-2
    Key: UGBIHFMRUDAMBY-UHFFFAOYSA-N
  • [Lu+3].[O-2].[O-2].[Lu+3].[O-2]
Sifat
Lu2O3
Massa molar 397,932 g/mol
Titik lebur 2.490 °C (4.510 °F; 2.760 K)
Titik didih 3.980 °C (7.200 °F; 4.250 K)
Kelarutan dalam pelarut lain Tak larut
Celah pita 5,5 eV[1]
Struktur
Biksbyit
Ia3 (No. 206)
Senyawa terkait
Anion lain
Lutesium(III) klorida
Kation lainnya
Skandium(III) oksida
Itrium(III) oksida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Lutesium(III) oksida, yang memiliki wujud padatan berwarna putih, adalah sebuah senyawa kubik lutesium yang terkadang digunakan dalam pembuatan kaca khusus. Senyawa ini juga disebut sebagai lutesia. Senyawa ini merupakan suatu oksida lantanida, yang juga dikenal sebagai tanah jarang.[2][3][4]

Sejarah

Pada tahun 1879, kimiawan Swiss Jean Charles Galissard de Marignac (1817–1894) mengklaim telah menemukan ytterbium, tetapi nyatanya dia menemukan campuran beberapa unsur. Pada tahun 1907, kimiawan Prancis Georges Urbain (1872–1938) melaporkan bahwa ytterbium tersebut adalah campuran dari dua unsur baru dan bukan merupakan unsur tunggal. Dua kimiawan lainnya, Carl Auer von Welsbach (1858–1929) dan Charles James (1880–1926) juga mengekstraksi lutesium(III) oksida pada waktu yang hampir bersamaan. Ketiga ilmuwan tersebut berhasil memisahkan ytterbia Marignac menjadi oksida dari dua unsur yang akhirnya diberi nama iterbium dan lutesium. Tak satu pun dari kimiawan ini yang mampu mengisolasi lutesium murni. Pemisahan yang dilakukan James memiliki kualitas yang sangat tinggi, tetapi Urbain dan Auer von Welsbach menerbitkannya sebelum dia.[5][6]

Kegunaan

Lutesium(III) oksida merupakan bahan baku penting untuk kristal laser.[7] Lutesium(III) oksida juga memiliki kegunaan khusus dalam keramik, kaca, fosfor, dan laser. Lutesium(III) oksida digunakan sebagai katalis dalam perengkahan, alkilasi, hidrogenasi, dan polimerisasi.[2] Celah pita lutesium(III) oksida adalah 5,5 eV.[1]

Referensi

  1. ^ a b Ordin, S. V.; Shelykh, A. I. (2010). "Optical and dielectric characteristics of the rare-earth metal oxide Lu2O3". Semiconductors. 44 (5): 558–563. Bibcode:2010Semic..44..558O. doi:10.1134/S1063782610050027. S2CID 101643906.
  2. ^ a b Lutetium Oxide. 1997-2007. Metall Rare Earth Limited. http://www.metall.com.cn/luo.htm
  3. ^ Macintyre, J. E. (1992). Dictionary of Inorganic Compounds Volumes 1–3. London: Chapman & Hall.
  4. ^ Trotman-Dickenson, A. F. (1973). Comprehensive Inorganic Chemistry. Oxford: Pergamon.
  5. ^ "Separation of Rare Earth Elements by Charles James". National Historic Chemical Landmarks. American Chemical Society. Diakses tanggal 6 Juli 2025.
  6. ^ Weeks, Mary Elvira (1956). The discovery of the elements (Edisi 6). Easton, PA: Journal of Chemical Education.
  7. ^ Parsonage, Tina L.; Beecher, Stephen J.; Choudhary, Amol; Grant-Jacob, James A.; Hua, Ping; MacKenzie, Jacob I.; Shepherd, David P.; Eason, Robert W. (2015). "Pulsed laser deposited diode-pumped 7.4 W Yb:Lu2O3 planar waveguide laser" (PDF). Optics Express. 23 (25): 31691–7. Bibcode:2015OExpr..2331691P. doi:10.1364/oe.23.031691. PMID 26698962.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement