Pemilihan umum Bupati Kediri 2010

Pemilihan umum Bupati Kediri 2010
Sebelum
2005
12 Mei 2010
Pemilih terdaftar1.173.325
Kehadiran pemilih63,32%
Kandidat
 
Calon Haryanti Sutrisno Sunardi
Partai PDI-P Demokrat
Wakil Masykuri Ikhsan Sulaiman Lubis
Suara rakyat 391.079 265.401
Persentase 54,58% 37,04%
 
Calon Nurlaila
Partai Gerindra
Wakil Turmudi Abror
Suara rakyat 60.005
Persentase 8,37%
Peta persebaran suara
Bupati petahana
Sutrisno

PDI-P

Bupati terpilih

Haryanti Sutrisno
PDI-P

Pemilihan umum Bupati Kediri 2010 adalah pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada tanggal 12 Mei 2010 untuk memilih Bupati Kediri dan Wakil Bupati Kediri periode 2010–2015.

Pilkada ini menjadi salah satu yang paling banyak menyita perhatian publik karena mempertemukan dua istri Bupati Kediri saat itu, Sutrisno, yakni Haryanti Sutrisno (istri sah) dan Nurlaila (istri kedua dengan status nikah siri).[1]

Latar belakang

Bupati petahana, Sutrisno, telah menjabat dua periode dan tidak dapat maju kembali. Kontestasi pilkada kemudian diwarnai oleh pencalonan dua istrinya sekaligus: Haryanti (istri sah) dan Nurlaila (istri kedua). Keduanya memiliki basis sosial berbeda: Haryanti merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri selama satu dekade, sementara Nurlaila menjabat sebagai Kepala Desa Wates dan aktif dalam kegiatan sosial politik.[2]

Fenomena dua istri petahana maju dalam pilkada yang sama kemudian menjadi sorotan nasional karena dianggap sebagai bentuk persaingan internal keluarga pejabat dan menimbulkan diskusi mengenai politik dinasti di daerah.[3][4]

Calon

Pendaftaran bakal calon dibuka pada 5–11 Maret 2010, Pilkada ini diikuti tiga pasangan calon:

Nomor Pasangan Partai Pengusung
1 Haryanti SutrisnoMasykuri Ikhsan (Harmas) PDIP, Golkar, PPP, Hanura, PKNU, PBB
2 SunardiSulaiman Lubis (Susu) Demokrat, PKB, PKS
3 NurlailaTurmudi Abror (Nata) Gerindra, PAN, serta 6–7 partai nonparlemen

Sementara calon perseorangan Subani–Masruki dinyatakan tidak lolos verifikasi karena dukungan tidak mencukupi.[5]

Hasil

Rekapitulasi final KPUD Kabupaten Kediri pada 17 Mei 2010 menunjukkan kemenangan telak pasangan Haryanti–Masykuri.[6]

Pasangan Partai Suara Persentase
Haryanti–Masykuri PDIP 391.079 54,58%
Sunardi–Sulaiman Lubis Demokrat 265.401 37,04%
Nurlaila–Turmudi Abror Gerindra 60.005 8,37%
Jumlah suara sah 716.485 96,41%
Suara tidak sah 26.674 3,59%
Total suara masuk 743.159 63,32%
Golput 430.166 36,68%
Daftar pemilih tetap 1.173.325

Penetapan calon terpilih dilakukan pada 19 Mei 2010 dan pelantikan dijadwalkan berlangsung akhir Agustus 2010.[7]

Kontroversi

Pilkada ini banyak dibahas karena:

  • melibatkan dua istri petahana dalam kontestasi yang sama,[8]
  • kuatnya pengaruh Sutrisno dalam mendukung Haryanti,
  • isu politik dinasti di Kabupaten Kediri,
  • tingginya angka golput (36,7%).

Laporan harta kekayaan calon juga menjadi perhatian publik. Sunardi tercatat sebagai yang terkaya dengan nilai Rp 43 miliar, disusul Haryanti dengan Rp 41 miliar.[9]

Referensi

  1. ^ "Dua Istri Bupati Bertarung dalam Pilkada Kediri". Tempo. 9 Maret 2010 | 11.09 WIB. Diakses tanggal 2025-12-10.
  2. ^ "Ketika Dua Istri Bupati Bersaing Berebut Suara dalam Pilkada Kediri". jpnn.com. 2010-05-13. Diakses tanggal 2025-12-10.
  3. ^ "Politik Dinasti, Demokrasi di Kediri Dianggap Sudah Mati". JariUngu.com. 29-07-2015. Diakses tanggal 2025-12-10.
  4. ^ "PARA ISTRI BEREBUT TAHTA DI KEDIRI | Eps 187". MD Universe. YouTube. 2024-07-26. Diakses tanggal 2025-12-10.
  5. ^ "Dua Istri Bupati Kediri Bersaing Berebut Kursi Bupati". detiknews. 2010-03-01. Diakses tanggal 2025-12-10.
  6. ^ "KPUD Tetapkan Istri Tua Bupati Sebagai Pemenang". detiknews. 2010-05-17. Diakses tanggal 2025-12-10.
  7. ^ "Istri Tua Bupati Kediri Resmi Gantikan Suaminya". detiknews. 2010-08-19. Diakses tanggal 2025-12-10.
  8. ^ "Istri Tua Menang, Bupati SMS Istri Muda". kompas.com. 2010-05-18. Diakses tanggal 2025-12-10.
  9. ^ "Sunardi, Bakal Calon Bupati Kediri Terkaya". Nasional Kompas. 2010-03-30. Diakses tanggal 2025-12-10.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement