Pemilihan umum Bupati Mojokerto 2010

Pemilihan umum Bupati Mojokerto 2010
Sebelum
2005
7 Juni 2010
Pemilih terdaftar789.961
Kehadiran pemilih74,62%
Kandidat
 
Calon Mustofa Kamal Pasa Suwandi
Partai PKB PDI-P
Suara rakyat 388.417 190.575
Persentase 65,82% 32,40%
 
Calon Khoirul Badik
Partai Independen
Suara rakyat 10.448
Persentase 1,78%
Peta persebaran suara
Peta Jawa Timur yang menyoroti Kabupaten Mojokerto
Bupati dan Wakil Bupati petahana
Achmady &
Suwandi

PKB

Bupati dan Wakil Bupati terpilih

Mustofa Kamal Pasa &
Choirun Nisa
PKB

Pemilihan umum Bupati Mojokerto 2010 (disingkat Pilbup Mojokerto 2010) adalah pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan pada 7 Juni 2010 untuk memilih Bupati Mojokerto dan Wakil Bupati Mojokerto masa jabatan 2010–2015. Pemilihan ini diikuti oleh tiga pasangan calon, terdiri dari dua pasangan yang diusung partai politik dan satu pasangan calon perseorangan.[1]

Pasangan calon

KPU Kabupaten Mojokerto menetapkan tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang berhak mengikuti pemungutan suara dalam Pilbup Mojokerto 2010 sebagai berikut:[2]

Pasangan calon Pemilihan Umum Bupati Mojokerto 2010
No. Pasangan calon Partai politik pengusung
1 Mustofa Kamal PasaChoirun Nisa
  •   PKB
  •   PKS
  •   PPP
  •   PBB
  •   PKPB
  •   Patriot
2 SuwandiWahyudi Iswanto
3 Khoirul BadikYazid Kohar

Hasil

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara yang ditetapkan oleh KPU Kabupaten Mojokerto, pasangan Mustofa Kamal Pasa–Choirun Nisa memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai pemenang.

Hasil Pemilihan Umum Bupati Mojokerto 2010
Pasangan calon Perolehan suara Persentase
Mustofa Kamal Pasa – Choirun Nisa 388.417 65,82%
Suwandi – Wahyudi Iswanto 190.575 32,40%
Khoirul Badik – Yazid Kohar 10.448 1,78%
Total suara 589.440 74,62%
Pemilih golput 200.521 25,38%
Daftar pemilih tetap 789.961 100,00%

Bupati Mojokerto dan Wakil Bupati Mojokerto terpilih, Mustofa Kamal Pasa dan Choirun Nisa, dilantik oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo pada 18 Oktober 2010 di Pendopo Kabupaten Mojokerto. Pelantikan tersebut berlangsung dengan pengamanan ketat menyusul kerusuhan yang terjadi selama tahapan Pilkada Mojokerto pada Mei 2010.[3]

Sebanyak sekitar 1.380 personel kepolisian, dibantu unsur TNI dan Brimob Polda Jawa Timur, dikerahkan untuk mengamankan jalannya pelantikan. Aparat keamanan menutup sejumlah akses menuju lokasi acara serta melakukan pemeriksaan terhadap undangan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Pelantikan berlangsung aman dan kondusif.[4]

Kontroversi

Menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan umum Bupati Mojokerto 2010, Kabupaten Mojokerto sempat dilanda kerusuhan politik. Pada 21 Mei 2010, terjadi aksi kekerasan di sekitar kompleks DPRD Kabupaten Mojokerto dan kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang mengakibatkan puluhan kendaraan pribadi dan dinas dibakar serta dirusak. Kerusuhan tersebut dipicu oleh ketidakpuasan sejumlah massa terhadap tahapan pencalonan dalam Pilkada Mojokerto 2010, termasuk pencoretan salah satu pasangan bakal calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).[5]

Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan sedikitnya 13 orang sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut, dengan sebagian pelaku dinyatakan terbukti melakukan penghasutan, pengrusakan, dan pembakaran. Salah satu terdakwa utama, Makhrodji Mahfud, dijatuhi hukuman penjara oleh Pengadilan Negeri Mojokerto, sementara sejumlah pelaku lainnya menerima vonis pidana dengan masa hukuman lebih ringan.[6]

Akibat kerusuhan tersebut, aparat keamanan meningkatkan pengamanan secara signifikan menjelang hari pemungutan suara pada 7 Juni 2010. Ratusan personel kepolisian, termasuk satuan Brimob, disiagakan di kantor KPU, Panitia Pengawas Pemilu, serta sejumlah lokasi strategis dan tempat pemungutan suara (TPS).

Meskipun sempat muncul kekhawatiran akan menurunnya partisipasi pemilih akibat trauma kerusuhan, proses pemungutan suara tetap berlangsung relatif aman dan kondusif. Di sejumlah wilayah yang sebelumnya menjadi basis massa kerusuhan, tingkat kehadiran pemilih tercatat mencapai sekitar 50–60 persen, menunjukkan bahwa situasi keamanan dapat dikendalikan hingga tahapan pemilihan selesai.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Amarullah, Amril (2010-06-07). "Incumbent Peluang Menangi Pilkada Mojokerto". viva.co.id. Diakses tanggal 2025-12-15.
  2. ^ "Tahun 2010 Bupati Mustofa Kamal Pasa Diusung Enam Parpol". detiknews. 2015-01-12. Diakses tanggal 2025-12-15.
  3. ^ "1.380 Polisi Amankan Pelantikan Bupati Mojokerto". detiknews. 18 Oktober 2010. Diakses tanggal 2025-12-15.
  4. ^ "Pelantikan Bupati Mojokerto Dijaga 1387 Polisi dan Tentara". Tempo. 17 Oktober 2010. Diakses tanggal 2025-12-15.
  5. ^ "Melongok Pencoblosan di Basis Kerusuhan Mojokerto". Antara News. 2010-06-08. Diakses tanggal 2025-12-15.
  6. ^ "Aktor Kerusuhan Pilbup Mojokerto Divonis 3 Tahun Penjara". detiknews. 2010-10-19. Diakses tanggal 2025-12-15.
  7. ^ "Kerusuhan Mojokerto, Polda Tetapkan 13 Tersangka". Kominfo Jatim. 24 Mei 2010. Diakses tanggal 2025-12-15.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement