Malo, Bojonegoro

Malo
Jembatan Malo-Kalitidu
Jembatan Malo-Kalitidu
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBojonegoro
Pemerintahan
 • CamatAgus Saiful Aris, S.IP., MM.
Populasi
 (2024)
 • Total32.669 jiwa
Kode pos
62153
Kode Kemendagri35.22.17 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3522210 Suntingan nilai di Wikidata
Luas65,41 km²
Desa/kelurahan20
Peta
PetaKoordinat: 7°5′39.430″S 111°44′24.500″E / 7.09428611°S 111.74013889°E / -7.09428611; 111.74013889

Malo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bojonegoro yang terletak di barat. Seluruh wilayah kecamatan ini berada di utara Sungai Bengawan Solo, dan terdapat jembatan besar yang terhubung dengan Kalitidu di selatan.[1] Pusat kecamatan ini berada di dekat jembatan tersebut dan terdapat pusat perbelanjaan yang ramai bernama Pasar Malo.[2] Bagian utara dari Kecamatan Malo berbatasan dengan Kabupaten Tuban. Pada tahun 1992, 3 desa di timur Malo bergabung dengan desa dari kecamatan lain untuk membentuk Kecamatan Trucuk.[3] Beberapa tempat terkenal di kecamatan ini di antaranya Goa Kikik, Makam Wali Kidangan, sentra gerabah Rendeng, serta penangkaran rusa.[4][5][6]

Geografi

Peta kecamatan di Bojonegoro

Malo adalah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro yang terletak di utara Bengawan Solo. Malo memiliki geografi dataran rendah yang didominasi oleh areal persawahan. Hal ini berbeda dengan bagian utara Malo di perbatasan dengan Kabupaten Tuban yang berupa perbukitan dan ditanami pohon jati. Akses utama menuju Malo adalah melalui Kecamatan Kalitidu ke utara melintasi Jembatan Malo, atau dari arah Trucuk di timur.

Batas wilayah Kecamatan Malo adalah sebagai berikut:[7]

Utara Kabupaten Tuban (Kecamatan Senori)
Timur Kecamatan Trucuk
Selatan Kecamatan Gayam dan Kecamatan Kalitidu
Barat Kecamatan Kasiman dan Kecamatan Kedewan

Sejarah

Gapura Makam Wali Kidangan

Kecamatan Malo memiliki riwayat yang panjang sejak zaman prasejarah. Diketahui wilayah Malo, Kedewan, dan sekitarnya pernah dihuni kelompok masyarakat yang disebut sebagai "Wong Kalang". Orang Kalang meninggalkan puluhan situs berupa kubur batu di tengah hutan yang didalamnya terdapat berbagai artefak yang terbuat dari perunggu dan besi serta perhiasan emas. Kubur batu ini menunjukkan kebudayaan era megalitikum. Namun setelah dilakukan penanggalan, situs tersebut berada di periode akhir Kerajaan Majapahit di abad ke-15 hingga 17. Hal tersebut menunjukkan jika Orang Kalang tinggal di pemukiman terpencil di tengah hutan dan perbukitan yang secara turun temurun masih menjaga tradisi dari zaman sebelum masuknya Agama Hindu. Salah satu lokasi penemuan Situs Kubur Kalang adalah di hutan Desa Tanggir.[8][9]

Pada masa Kerajaan Majapahit, dikenal istilah Naditira Pradesa yang merupakan sebutan bagi desa-desa di masa itu yang secara resmi mengelola penyeberangan sungai di Bengawan Solo. Dalam Prasasti Canggu yang diterbitkan pada masa Hayam Wuruk (abad ke-14), Naditira Pradesa tersebar di sepanjang aliran Bengawan Solo di Bojonegoro yang salah satunya adalah Desa Malo dan Sudah.[10] Beberapa abad kemudian, Islam masuk ke wilayah Malo dengan salah satu tokohnya yang terkenal adalah Wali Kidangan. Beliau adalah tokoh dari Kerajaan Pajang yang nama aslinya disamarkan. Masyarakat sekitar tiap tahunnya mengadakan ritual dan doa bersama pada 1 Muharam. Sementara Hari Kamis Legi dirayakan sebagai merupakan Haul Wali Kidangan dan makamnya berada di Desa Sukorejo.[5]

Daftar desa dan dusun

Kecamatan Malo terdiri dari 20 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan. Pada tahun 1992, Desa Pagerwesi, Kanten, dan Kandangan di timur Malo bergabung dengan Kecamatan Trucuk.[3]

Desa dan dusun di Kecamatan Malo sekarang yakni sebagai berikut:

No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Banaran Banaran [7]
2 Dukohlor Dukohlor [7]
3 Kacangan Kacangan, Pundong [7]
4 Kedungrejo Kedungrejo, Ngudal [7]
5 Kemiri Kemiri, Gemolong, Semanding [7]
6 Ketileng Ketileng, Dukuhan [7]
7 Kliteh Kliteh, Jati [7]
8 Malo Malo, Sugeh, Teleng [7]
9 Ngujung Ngujung, Mbangon [7]
10 Petak Petak, Jajar [7]
11 Rendeng Rendeng [7]
12 Semlaran Semlaran, Kaweng, Kenduruan [7]
13 Sudah Sudah, Lebak [7]
14 Sukorejo Sukorejo, Kidangan, Ledok [7]
15 Sumberejo Jetis, Jonoroto, Kembangan, Sawahan, Wongo [7]
16 Tambakromo Tambakromo, Ngelo [7]
17 Tanggir Tanggir, Kampak, Wengker [7]
18 Tinawun Tinawun, Jurangniti (Gotong), Ledok [7]
19 Trembes Bulmalang, Gotak, Jomblang, Medoro, Tengahan [7]
20 Tulungagung Bangkok, Singkal, Sidorejo [7]

Tempat terkenal

Wisata Edukasi Gerabah Rendeng
  • Pasar Malo
  • Jembatan Malo - jembatan di Bengawan Solo yang menghubungkan Malo dengan Kalitidu
  • Wisata Edukasi Gerabah Rendeng
  • Penangkaran rusa timor yang dikelola Perhutani
  • Alas Srunggo
  • Goa Kikik
  • Makam Wali Kidangan
  • Makam Wali Gotong / Syekh Zakaria
  • Situs Kubur Kalang

Referensi

  1. ^ M. Yusuf Purwanto (2019-05-12). "Jembatan Malo Magnet Warga Berkumpul". RADAR BOJONEGORO.
  2. ^ Yuan Edo Ramadhana (2025-03-15). "Dolan Pasar: Pasar Malo Masih Ramai di Hari Pasaran Legi dan Wage, Jadi Jujukan Karena Harga Kebutuhan Murah". RADAR BOJONEGORO.
  3. ^ a b "PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 1992 TENTANG PEMBENTUKAN 18 (DELAPAN BELAS) KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN-KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BLITAR, LUMAJANG, SITUBONDO, LAMONGAN, PROBOLINGGO, MALANG, BOJONEGORO, DAN KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SURABAYA DALAM WILAYAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR" (PDF).
  4. ^ Nadza Qur’rotun A (2023-08-24). "Mengintip Penangkaran Rusa Timor di Bojonegoro". DETIK JATIM.
  5. ^ a b A Rofiq (2023-04-02). "Makam Wali Kidangan Saksi Bisu Ulama Pajang Sebarkan Islam di Bojonegoro". DETIK JATIM.
  6. ^ Iftita Kurnia (2024-08-13). "Wisata Edukasi Gerabah Desa Rendeng: Menjaga Tradisi, Menggerakkan Ekonomi". KOLOM DESA.
  7. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u Kabupaten Bojonegoro Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Bojonegoro. 2025-02-28.
  8. ^ "Situs Makam Wong Kalang di Hutan Jati Bojonegoro, Kondisinya Memprihatinkan". KUMPARAN - BERITA BOJONEGORO. 2020-09-03.
  9. ^ Ita Fajar April Liani, Firza Azzam Fadilla, Agus Danugroho (2021). "Asal Muasal Wong Jonegoro: Tinjauan Historis Hubungan Wong Kalang dan Masyarakat Samin Bojonegoro". HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah. 4 (2). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  10. ^ Viddy Ad Daery (2013-04-04). "Naditira Pradesa Alias Tambangan Negara". KOMPAS.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement