Naditira Pradesa

Toponimi Desa Tepi Sungai (Naditira Pradesa) yang tercatat pada prasasti Canggu tahun 1358 Masehi

Naditira Pradesa adalah sebutan untuk desa di tepian sungai. Kata Naditira berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti tepi sungai, dan Pradesa juga berasal dari dalam bahasa Sanskerta. "Pradeca" berarti daerah atau wilayah.[1]

Istilah Naditira pradesa di sebutkan pertama kali dalam prasasti Canggu, di masa raja Hayam Wuruk (1358), menyebut nama-nama Naditira Pradesa (desa di tepian sungai yang mengelola penyeberangan).[2]

Foto : Tofan Ardi
Potret Jasa Penambangan Perahu Sungai Bengawan di Desa Jipangulu

Kutipan Prasasti Canggu :

….. makādi mahādwija. i pingsornyājñā pāduka çri mahārāja. kumonakěn ikanang anambangi sayawadwipamandala. makādi pañji marggabhaya. makasikasir ajaran rata. sthatita. munggwi canggu pagawayakna sang hyang ājñāhaji praçasti. rājasanagaralañcana. munggwe salah sikining tāmra. riptopala. kapangkwa denikang anāmbingi sayawadwipamandala..

Potret Aktivitas Warga di Tepian Bengawan Solo

terjemahan:

Adapun isi pertulisan perintah Raja itu, setelah diturunkan kepada para pegawai rendah, ialah supaya segala orang disegenap mandala Pulau Jawa diseberangkan, terutama sekali Panji Marggabhaya yang bertempat tinggal di Canggu. Semua harus melaksanakan pertulisan perintah Raja (dalam) menjadi piagam perunggu, (yang) bertanda lencana Rajasanegara dan digariskan atas piagam perunggu atau di atas batu. Piagam itu harus dipegang teguh oleh segala orang yang menambang penyeberangan di segenap mandala pulau Jawa"

Pada prasasti Canggu tertulis jelas peran Panji Marggabhaya, yang juga di muat dalam buku Tata Negara Majapahit Sapta Parwa. Tugas Panji Marggabhaya menjaga titah raja yang dituliskan pada lempengan perunggu (prasasti). Dijelaskan pula dalam Prasasti Canggu, pegawai yang telah mendapatkan mandat itu harus mau melayani orang-orang yang ingin menggunakan perahu untuk menyeberang melalui sungai

Nama-nama desa (Naditira Pradeca) di bantaran Sungai Brantasi dan Bengawan Solo yang mendapatkan keistimewaan berupa status sima

Daftar Nama Desa

Dalam Ekspedisi Bengawan Solo, menemukan bukti sejarah jejak desa di tepi sungai yang tertulis di Prasasti Canggu.

Berdasarkan Catatan Perjalanan Ekspedisi Bengawan Solo, Tim mewawancarai berbagai pihak untuk mencari detil lokasi dan kondisi terkini keberadaan Naditira Pradesa. Hasilnya, temuan ini membuktikan bahwa nama topinimi desa tidak banyak berubah sejak prasasti itu ditulis di tahun 1358 Masehi [1] Pada kutipan prasasti Canggu 1280 çaka , terdapat tempat / desa desa penyebrangan dalam jalur pelayaran dan perdagangan masa itu yang kini masih bisa kita temui Bengawan Solo [1]

Adapun beberapa penambangan pelabuhan di sepanjang aliran Bengawan Solo kuno secara berturut-turut dari hilir ke Hulu adalah sebagai berikut :

Teks dalam bahasa Sanskerta :

Lempeng 5 sisi depan (recto):

  • 4. ..........................[1] muwah prakāraning naditira pradeça sthānaning anāmbangi i madantĕn, i waringin wok, i bajrapura, i
  • 5. sambo, i jerebeng, i pabulangan, i balawi, i luwayu, i katapang, i pagaran, i kamudi, i parijik, i parung, i pasi-
  • 6. wuran, i kedal, i bhangkal, i widang, i pakbohan, i lowara, i duri, i raçi, i rewun, i tgalan, i dalangara, i

Lempeng 5 sisi belakang (verso):

  • 1.  sumbang, i malo, i ngijo, i kawangen, i sudah, i kukutan, i balun, i marebo, i turan, i jipang, i ngawi, i wangkalang,
  • 2.  i pnuh, i walung, i barang, i pakatelan, i wareng, ing amban, i kembu, i wulayu, sarwwe, ika ta kabeh, naditirapradeça.... (Pigeaud, 1960).

Terjemahan dalam bahasa Indonesia:

Lempeng 5 sisi depan (recto):

  • 4................................. Bukul, di Çurabhaya, Juga segala macam masalah di wilayah pinggir sungai tempat penyebrangan di Madanten, di Waringin Wok, di Bajrapura, di
  • 5. Sambo, di Jerebeng, di Pabulangan, di Balawi, di Luwayu, di Katapang, di Pagaran, di Kamudi, di Parijik, di Parung, di Pasi-
  • 6. wuran, di Kedal, di Bhangkal, di Widang, di Pakbohan, di Lowara, di Duri, di Raçi, di Rewun, di Tgalan, di Dalangara, di..

Lempeng 5 sisi belakang (verso):

  • Sumbang, di Malo, di Ngijo, di Kawangen, di Sudah, di Kukutan, di Balun, di Marebo, di Turan, di Jipang, di Ngawi, di Wangkalang,
  • di Pnuh, di Walung, di Barang, di Pakatelan, di Wareng, di Amban, di Kembu, di Wulayu, itulah seluruh, wilayah pinggir sungai.... (Munib, 2011: 66-67).

Toponimi Desa Naditira dan Lokasi saat ini di Bengawan Solo:[3]

No Nama Asli Nama Desa Kini Kab Provinsi
1 Madanten Bedanten Gresik Jawa Timur
2 Wringin Wok Sidorejo Gresik Jawa Timur
3 Bajrapura Mojopuro Gresik Jawa Timur
4 Jerebeng Jrebeng Gresik Jawa Timur
5 Sambo Sambo Pinggir Gresik Jawa Timur
6 Pabulangan Bulangan Gresik Jawa Timur
7 Luwayu Lowayu Gresik Jawa Timur
8 Balawi Blawi Lamongan Jawa Timur
9 Katapang Ketapang Telu Lamongan Jawa Timur
10 Pagaran Jagran Lamongan Jawa Timur
11 Kamudi Kemudi Gresik Jawa Timur
12 Parijik Prijek Lamongan Jawa Timur
13 Parung Parengan Lamongan Jawa Timur
14 Pasiwuran Siwuran Lamongan Jawa Timur
15 Kedal Kendal Lamongan Jawa Timur
16 Duri Kedungprimpen Lamongan Jawa Timur
17 Widang Widang Tuban Jawa Timur
18 Tegalan Tegalsari Tuban Jawa Timur
19 Bhangkal Besur Lamongan Jawa Timur
20 Pekebohan Kebomlati Tuban Jawa Timur
21 Lowara Losari, Pucang Arum Bojonegoro Jawa Timur
22 Rasyi Ngadirejo Tuban Jawa Timur
23 Rewan Jawa Timur
24 Dalagara Dalangoro Bojonegoro Jawa Timur
25 Sumbang Sumbang Timur Bojonegoro Jawa Timur
26 Malo Malo Bojonegoro Jawa Timur
27 Ngijo Jawa Timur
28 Kawangan Ngringinrejo Bojonegoro Jawa Timur
29 Sudah Sudah Bojonegoro Jawa Timur
30 Kikitu Kukutu Cepu Jawa Timur
31 Marebo Jawa Timur
32 Turan Jawa Timur
33 Balun Balun Cepu Jawa Timur
34 Jipang Jipang Cepu Jawa Timur
35 Ngawi Ngawi Ngawi Jawa Timur
36 Wangkalan Wangkalang Ngawi Jawa Timur
37 Penuh pnoh Ngawi Jawa Timur
38 Wulung Wulung Ngawi Jawa Timur
39 Barang Barang Ngawi Jawa Timur
40 Pekatalan Katelan Sragen Jawa Tengah
41 Wareng Wareng Sragen Jawa Tengah
42 Amban Ngamban Sragen Jawa Tengah
43 Kembu Kebak Kramat Karanganyar Jawa Tengah
44 Wulayu. Semanggi Surakarta Jawa Tengah

Peneliti Rumah Budaya dan Sejarah Lamongan, Supriyo mengatakan, deretan nama desa yang masuk wilayah Lamongan meliputi Sambo (Desa Sambopinggir), Balawi (Desa Blawi), Katapang (Desa Ketapangtelu), yang semuanya masuk wilayah Kecamatan Karangbinangun, Selanjutnya ada Kamudi (Desa Kemudi, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, atau Desa Kepudibener, Kecamatan Turi, Lamongan). Kemudian Parijik (Desa Prijek, Kecamatan Karanggeneng), Pagaran (Desa Jagran, Kecamatan Karanggeneng). Parung (Desa Parengan, Kecamatan Maduran), Pasiwuran (Siwuran, Maduran), Kedal (Desa Kendal/Kedalon, Kecamatan Sekaran), dan Bhangkal (Kebalan Besur, Kecamatan Sekaran).[4]

Referensi

  1. ^ a b c Ardi, Tofan (2022-08-09). "Napak Tilas Naditira Pradeca". Ekspedisi Sungai. Diakses tanggal 2025-02-19.
  2. ^ A Thoriq, Hidayatullah (2022-05-27). "Jejak Naditira Pradesa Prasasti Canggu di Kabupaten Lamongan". Berita Jatim. Diakses tanggal 2025-02-19.
  3. ^ Sungai, Ekspedisi (2022-08-10). "Toponimi Nama Desa Naditira Pradesa di Bengawan Solo". Ekspedisi Sungai. Diakses tanggal 2025-02-21.
  4. ^ Kalackara, Supriyo (2022-08-11). "Napak Tilas Jejak Prasasti Canggu di Lamongan". Ekspedisi Sungai. Diakses tanggal 2025-02-19.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement