Kapas, Bojonegoro
Kapas | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Bojonegoro | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Zenny Bachtiyar, S.STP., MM. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 57.971 jiwa | ||||
| Kode pos | 62181 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.22.14 | ||||
| Kode BPS | 3522150 | ||||
| Luas | 46,38 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 21 | ||||
| |||||
Kapas adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Kapas merupakan daerah penyangga dari ibu kota Bojonegoro yang terletak di timur kota. Kapas dilintasi jalan nasional yang menghubungkan pusat kota dengan Bojonegoro bagian timur hingga Kabupaten Lamongan.[1] Pusat kecamatan ini berada di ujung timur, tepatnya di Desa Kapas yang terdapat kawasan Proliman (simpang lima).[2] Kawasan tersebut terkenal ramai dan macet, dan di dekatnya terdapat Pasar Kapas dan Stasiun Kapas. Stasiun ini tergolong kecil, tetapi masih aktif melayani rute Commuter Line menuju Surabaya dan kota lainnya di Jawa Timur.[3] Kapas dikenal sebagai sentra pertanian dan agrowisata dengan komoditas populernya seperti salak dari Desa Wedi dan "ale" atau kecambah dari Desa Bogo.[4][5] Pada tahun 1999, Kecamatan Kapas bagian timur dimekarkan menjadi kecamatan baru bernama Sukosewu.[6]
Geografi

Kapas adalah kecamatan yang terletak di timur Kecamatan Bojonegoro. Geografi kecamatan ini berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan. Salah satu desa di utara Kapas yaitu Desa Bogo merupakan satu-satunya di kecamatan ini yang berbatasan dengan Sungai Bengawan Solo. Salah satu sungai utama di kecamatan ini adalah Sungai Pacal di perbatasan Balen dan berhilir di Bengawan Solo.
Batas wilayah Kecamatan Kapas adalah sebagai berikut:[7]
| Utara | Kecamatan Bojonegoro dan Bengawan Solo |
| Timur | Kecamatan Balen dan Kecamatan Sukosewu |
| Selatan | Kecamatan Sukosewu dan Kecamatan Dander |
| Barat | Kecamatan Dander dan Kecamatan Bojonegoro |
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Kapas terdiri dari 21 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Bakalan | Bakalan, Ngaglik, Sambidono, Sumbang, Tawangsari | [7] |
| 2 | Bangilan | Bangilan | [7] |
| 3 | Bendo | Bendo, Santren, Sumur Sempu | [7] |
| 4 | Bogo | Bogo, Jati, Jantok | [7] |
| 5 | Kalianyar | Kalianyar | [7] |
| 6 | Kapas | Guyangan, Sambungrejo | [7] |
| 7 | Kedaton | Kedaton | [7] |
| 8 | Klampok | Klampok | [7] |
| 9 | Kumpulrejo | Kumpulrejo | [7] |
| 10 | Mojodeso | Krajan, Banaran, Puthuk, Sendangrejo | [7] |
| 11 | Ngampel | Ngampel, Plelen | [7] |
| 12 | Padang Mentoyo | Padang Mentoyo | [7] |
| 13 | Plesungan | Krajan, Sambongrejo | [7] |
| 14 | Sambiroto | Sambiroto, Kedung Bajul, Siwalan | [7] |
| 15 | Sembung | Sembung | [7] |
| 16 | Semenpinggir | Semen, Pinggir, Pagak | [7] |
| 17 | Sukowati | Glagah, Kalipang, Losari, Ngeluk, Sukolilo | [7][8] |
| 18 | Tanjungharjo | Karang, Ngitik, Tandingoro | [7] |
| 19 | Tapelan | Tapelan | [7] |
| 20 | Tikusan | Tikusan, Karanglo | [7] |
| 21 | Wedi | Wedi | [7] |
Tempat terkenal
- Pasar Desa Kapas
- Pasar Desa Tanjungharjo
- Stasiun Kapas
- Waduk Grobogan
- Sumber Maha Dewi
- Sentra salak Desa Wedi
- Puskesmas Kapas
- Puskesmas Tanjungharjo
Kuliner

Sambel ale
Ale adalah sejenis kecambah atau tauge yang banyak dibudidayakan di bantaran sungai Bengawan Solo, salah satunya di Desa Bogo, Kecamatan Kapas. Berbeda dari kecambah lainnya, kepala ale memiliki ukuran lebih besar dan berwarna kuning. Ale disantap dalam bentuk mentah dan disajikan dengan sambal dan lauk pauk.[5] Sambel ale adalah salah satu makanan tradisional khas Bojonegoro. Salah satu lokasi yang menyajikan kuliner tersebut adalah Sambel Ale Kraaooz di Desa Bogo. Restoran ini menyajikan sambel ale dengan lauk pauk berupa ayam hingga berbagai macam ikan seperti lele, iwak pe (pari), dan tengiri.[9]
Referensi
- ^ Tulusno Budi S (2021-11-21). "Ada Pengaspalan Jalan Bojonegoro – Babat Lamongan, Ini Himbauan Polisi". BERITA JATIM.
- ^ Samian (2025-07-19). "Pembangunan Ring Road di Bojonegoro Mendesak, Kemacetan Makin Parah di 2 Titik". SUARA BANYUURIP.
- ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
- ^ Yana Dwi Kurniya Wati (2025-12-14). "Salak Wedi Terancam Punah, Pemdes Wedi Berkomitmen Melestarikan dengan Kirab 25 Gunungan Salak". RADAR BOJONEGORO.
- ^ a b Lizza Arnofia (2025-05-12). "Sukses Budidaya Ale, Petani Bogo Raup Omzet Puluhan Juta Hingga Ciptakan Lapangan Kerja". BLOK BOJONEGORO.
- ^ "PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 1999 TENTANG PEMBENTUKAN 9 (SEMBILAN) KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II MALANG, LAMONGAN, BOJONEGORO, NGAWI, BLITAR, LUMAJANG DAN KEDIRI DI DALAM WILAYAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR".
- ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v Kabupaten Bojonegoro Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Bojonegoro. 2025-02-28.
- ^ Rizka Damayanti, Dewi Rochmayanti, Raihan Anugerah Raganesa, Syaidatun Nisa, Yeti Afrinalita, Mei Rina Lestari, M. Jauharul Ma’arif, Devinta Bintang Safitri (2025). "Pendampingan UMKM dan Pengembangan Greenhouse: Program Pengabdian Masyarakat Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pelaku Usaha dan Petani di Desa Sukowati Bojonegoro". Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan. 2 (2). Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen (LPKD). Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Nur Kolik (2024-05-06). "Menikmati Gurihnya Sambal di Sambel Ale Kraaooz". RRI.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



