Baureno, Bojonegoro

Baureno
Gapura perbatasan Baureno-Babat
Gapura perbatasan Baureno-Babat
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBojonegoro
Pemerintahan
 • CamatDery Aprilian, S.STP., MM.
Populasi
 (2024)
 • Total85.217 jiwa
Kode pos
62192
Kode Kemendagri35.22.10 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3522100 Suntingan nilai di Wikidata
Luas66,37 km²
Desa/kelurahan25
Peta
PetaKoordinat: 7°7′31.59257″S 112°6′18.46703″E / 7.1254423806°S 112.1051297306°E / -7.1254423806; 112.1051297306

Baureno adalah kecamatan yang menjadi salah satu pusat ekonomi Kabupaten Bojonegoro bagian timur. Baureno dilintasi jalan nasional dan merupakan pintu masuk Bojonegoro dari arah Surabaya. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan di sebelah timur, tepatnya di Kecamatan Babat.[1] Sedangkan bagian utara dari Baureno berbatasan dengan Kabupaten Tuban, tetapi dipisahkan oleh Sungai Bengawan Solo.[2] Baureno merupakan kota kecil yang ramai dengan adanya pasar, industri, masjid besar, dan lainnya. Di kecamatan ini juga terdapat Stasiun Bowerno, yaitu stasiun kereta kecil yang aktif melayani rute Commuter Line menuju Surabaya dan kota lainnya.[3]

Baureno memiliki berbagai obyek wisata terkenal seperti Taman Gajah Bolong di pusat kota serta Wisata Tebing Gupit (WTG). Tebing Gupit adalah wisata rintisan yang berada di bekas tambang batu kapur di Desa Sumuragung.[4] Selain itu, beberapa desa di Baureno juga dikenal sebagai sentra budidaya serta pengolahan lele menjadi ikan asap.[5] Dari segi budaya, terdapat tradisi pernikahan khas dari Baureno yaitu Ijuk Nganten.[6]

Dari segi sejarah, Baureno adalah pusat dari Kawedanan Baureno yang membawahi kecamatan-kecamatan di Bojonegoro bagian timur seperti Sumberrejo, Kanor, Kedungadem, dan Kepohbaru.[7] Baureno adalah kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga di Bojonegoro setelah Kecamatan Bojonegoro dan Kedungadem, yaitu sekitar 85 ribu jiwa pada tahun 2024.[8]

Geografi

Peta kecamatan di Bojonegoro

Baureno adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Bojonegoro bagian timur. Geografinya berupa dataran rendah dengan lahan yang didominasi oleh areal persawahan. Namun juga terdapat areal perbukitan kecil yang disebut Gunung Gajah / Gunung Pegat di dekat perbatasan Babat yang kaya akan batu kapur.[9]

Sungai utama di Baureno adalah Bengawan Solo yang menjadi perbatasan utara dengan Kabupaten Tuban. Sebagian besar wilayah Baureno berada di selatan sungai, kecuali Dusun Mojopencol di Desa Kalisari yang berada di utara sungai. Wilayah Baureno di dekat Bengawan Solo seperti Kalisari, Tanggungan, dan Lebaksari rawan mengalami bencana banjir parah yang memaksa warganya menggunakan perahu sebagai alternatif transportasi.[2]

Batas wilayah Kecamatan Baureno adalah sebagai berikut:[8]

Utara Kabupaten Tuban (Kecamatan Plumpang) dan Bengawan Solo
Timur Kabupaten Lamongan (Kecamatan Babat)
Selatan Kecamatan Kepohbaru
Barat Kecamatan Kanor dan Kecamatan Sumberrejo

Daftar desa dan dusun

Kecamatan Baureno terdiri dari 25 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:

No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Banjaran Banjaran, Banggle, Gadung, Gondang, Kuratan [8]
2 Banjaranyar Banjaranyar, Bangle, Kalipang [8]
3 Baureno Baureno, Ketawang, Mongkrong, Ngrandu, Poluju, Plumbungan [8]
4 Blongsong Blongsong, Karanggayam, Landar, Mantren, Sayang, Talun [8]
5 Bumiayu Panasan, Sendanganyar, Tambakrame [8]
6 Drajat Dradahan, Keket, Mantup [8]
7 Gajah Gajah, Banteng, Bayeman, Dukuan, Ngablak, Nguloh, Sumuralas [8]
8 Gunungsari Gunungrejo, Kedungrejo, Karan, Ngemong [8]
9 Kadungrejo Kadung, Karanglo, Krandon, Mandek, Mojo [8]
10 Kalisari Mojongudi, Mojopencol, Sekalang [8]
10 Karangdayu Karangdayu, Balongdowo, Centung, Karangrejo [8]
11 Kauman Kauman, Dalem, Kebon, Ngablak [8]
13 Lebaksari Mranten, Nggowok, Parengan [8]
14 Ngemplak Ngemplak, Banteran, Dero, Wire [8]
15 Pasinan Pasinan, Ngampo, Pipitan [8]
16 Pomahan Pomahan, Godang, Ngrandu, Nunuk, Semutan [8]
17 Pucangarum Losari, Pucang, Randap [8]
18 Selorejo Jenggot, Serning [8]
19 Sembunglor Sembunglor [8]
20 Sraturejo Bakalan, Caduk, Grenjeng, Jomblong, Ngrakas, Sratu [8]
21 Sumuragung Dukoh, Grogolan, Jambe, Jaten, Nglonder, Simo [8]
22 Tanggungan Tanggungan [8]
23 Tlogoagung Jagir, Pinggir [8]
24 Trojalu Trojalu, Juwet, Karangturi, Suronanggan [8]
25 Tulungagung Besari, Butoh, Jaan [8]

Tempat terkenal

Stasiun Bowerno (2015)
Wisata Tebing Gupit
  • Pasar Baru Baureno
  • Pasar Desa Pasinan
  • Masjid Besar Baiturrohman
  • Stasiun Bowerno
  • UPPKB (Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor) Baureno
  • PT Putera Jaya Sakti Perkasa - salah satu pabrik rokok terbesar di Bojonegoro

Pariwisata

  • Taman Gajah Bolong
  • Wisata Tebing Gupit (WTG)
  • Sendang Gong Gunungsari
  • Sentra lele asap
  • Makam Mbah Sunan Blongsong - penyebar agama Islam di Baureno[10]

Kebudayaan

Ijuk Nganten

Ijuk Nganten

Ijuk Nganten adalah tradisi pernikahan turun-temurun yang berasal dari Dusun Grenjeng, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno. Pengantin baru yang telah melakukan akad nikah di masjid kemudian secara ramai-ramai diarak oleh warga menuju Sumur Nganten, sebuah sumur keramat di Sraturejo menggunakan becak yang telah dihias dengan janur kuning dan elemen lainnya. Kemudian prosesi dimulai dengan menyebarkan uang koin, dan dilanjutkan dengan ritual membasuh bagian tangan, wajah, hingga kaki pengantin dengan air dari sumur. Tradisi ini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan pada tahun 2025.[6]

Encek Grenjeng

Tari Encek Grenjeng adalah tarian baru yang diciptakan oleh koreografer asli Bojonegoro. Tari ini terinspirasi dari upacara adat sedekah bumi yang dilaksanakan di Dusun Grenjeng, Desa Sraturejo sebagai penghormatan terhadap sepasang leluhur desa setempat yaitu Akuwu Basunanda dan Nyi Lebdasari. Di dalam upacara adat itu digambarkan ada iring-iringan "encek" (tempat) berisi sajian gunungan hasil bumi dan makanan yang diiringi hiburan tayub dan menjadi simbol rasa syukur dan suka cita masyarakat.[11]

Referensi

  1. ^ Budiono (2022-05-05). "Arus Lalu Lintas Dari Baureno Menuju Babat Lamongan Padat Merayap". SUARA BOJONEGORO.
  2. ^ a b "3 Desa Terisolir Banjir Luapan Bengawan Solo, Warga Gunakan Perahu Untuk Aktivitas". JTV BOJONEGORO. 2025-05-19.
  3. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  4. ^ "Bantu Rp 1 Miliar, Menteri PDTT Harap Wisata Tebing Gupit Dapat Menjadi Ikon". duta.co. 2021-06-06.
  5. ^ Hakam Alghivari (2024-01-23). "Sentra Ikan Asap di Kecamatan Baureno Libur Tiap Hari Jumat, Asap Tempurung Bikin Ikan Makin Sedap". RADAR BOJONEGORO.
  6. ^ a b Agus Siswoyo (2026-02-02). "Seni Pertunjukan Ijuk Nganten dari Bojonegoro: Warisan Budaya yang Hidup". The Jombang Taste - agussiswoyo.com.
  7. ^ [Administratieve indeling van Java en Madoera] - sheet 3 (Oost Java). Leiden University Libraries Digital Collections. 1936.
  8. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa Kabupaten Bojonegoro Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Bojonegoro. 2025-02-28.
  9. ^ Dwi Suko Nugroho (2023-09-27). "6 Tahun Tambang Batu Kapur di Bojonegoro Beroperasi, Warga Sumuragung Hanya Terima Beras 15 Kg". SUARA BANYUURIP.
  10. ^ "Ziarah di Makam Mbah Sunan Blongsong, Meneladani Figur Pemberani Penentang Kolonial dan Penyebar Agama Islam di Bojonegoro". KABAR BAIK. 2025-03-13.
  11. ^ Slamet Agus Sudarmojo (2018-04-26). "Tari "Encek Grenjeng" Bojonegoro Tampil di Surabaya Jumat". ANTARA JATIM.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement