Lokomotif JNR DD11
| DD11 | |||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Lokomotif DD11-8 generasi kedua dipreservasi di Museum Transportasi Kitakyushu pada 2006 | |||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||
Lokomotif JNR DD11 (国鉄DD11) adalah lokomotif diesel bergandar Bo'Bo' yang pernah dioperasikan oleh Japan National Railways sebagai lokomotif langsir sejak tahun 1954 hingga 1986. Per Februari 1986, tidak ada lagi lokomotif DD11 yang beroperasi di Jepang dan hanya satu yang masih memiliki bentuk fisik di Depo Lokomotif Hanoi dengan kondisi berkarat setelah dinyatakan pensiun di Vietnam pada 2002.
Klasifikasi
Klasifikasi DD11 untuk jenis lokomotif ini dijelaskan di bawah ini.
- D: Lokomotif diesel
- D: Empat poros penggerak
- 11: Lokomotif dengan kecepatan maksimum di bawah 85 km/jam
Ikhtisar
Lokomotif ini dikenal sebagai lokomotif diesel hidraulik pertama yang dimiliki oleh Kereta Api Nasional Jepang (JNR). Model ini mengadopsi mesin diesel yang sama dengan yang digunakan pada kereta rel diesel (diesel railcar) dan menggunakan sistem transmisi hidraulik.
Lokomotif ini dilengkapi dengan dua set mesin diesel DMH17B (160 hp/1.500 rpm) dan transmisi hidraulik TC-2 serta DF115, yang merupakan komponen standar yang sama dengan yang digunakan pada kereta rel diesel seri Kiha 10 pada masa itu. Tujuan standarisasi ini adalah untuk menekan biaya produksi dan pemeliharaan. Untuk transmisi daya, digunakan sistem penggerak poros batang, di mana kedua roda penggerak dihubungkan oleh batang penghubung atau batang kopel, mirip dengan sistem pada lokomotif uap.
Desain bodinya mengadopsi model yang saat itu dipasok oleh Kisha Seizo untuk kereta api swasta lokal.[1] Tata letaknya berbentuk konveks (cembung), dengan kabin masinis di bagian tengah, serta mesin dan peralatan pendingin dipasang pada kap di bagian depan dan belakang. Tata letak konveks ini kemudian diwarisi oleh lokomotif DD13 karena keunggulannya dalam pemeliharaan mesin dan operasional langsir, bahkan juga diadopsi oleh lokomotif jalur utama yang lebih besar, seperti lokomotif DD51.
Model generasi pertama sebenarnya dirancang untuk keperluan angkutan barang atau angkutan pedesaan di jalur lokal dan memiliki kapabilitas kendali multi-heading (berjalan ganda). Namun, pada model generasi kedua, kapabilitas multi-heading ini dihilangkan karena lokomotif dikhususkan untuk langsir dan sebagai gantinya ditambahkan perangkat pembalik daya (power reversing device).
Varian
Total sembilan unit lokomotif ini diproduksi oleh Kisha Seizō. Sebanyak tiga unit generasi pertama (nomor 1-3, seri 2731-2733) diproduksi pada tahun 1954 (showa 29), dan enam unit generasi kedua (nomor 4-9, seri 2759, 2760, 2766-2769) diproduksi pada tahun 1957 (showa 32). Meskipun memiliki pabrikan yang sama, terdapat perbedaan detail struktural antara unit generasi pertama dan kedua.[2]
Penggunaan
Awal penggunaan
Perencanaan untuk lokomotif generasi pertama ini awalnya ditujukan untuk proyek pemulihan pascaperang dan dikembangkan secara paralel dengan prototipe kereta rel diesel seri Kiha 10000, dengan tujuan penggunaan pada Jalur Shirotaka (yang saat itu ditangguhkan).[3] Spesifikasi daya lokomotif ini, yaitu dua mesin 160 PS, dianggap terlalu lemah untuk ditetapkan sebagai lokomotif resmi Kereta Api Nasional Jepang (JNR), baik untuk jalur utama maupun langsir.
Pada awalnya, Jalur Shirotaka mengalami pembongkaran rel selama perang karena dianggap tidak menguntungkan. Ketika rencana pemulihan transportasi dipertimbangkan setelah perang berakhir, lokomotif ini direncanakan beroperasi dengan kebutuhan jalur tersebut. Jalur tersebut diprediksi memiliki permintaan angkutan setara dengan kereta api swasta antar kota di Jepang pada umumnya. Namun karena kendala keuangan rencana kebangkitan Jalur Shirotaka dibatalkan, kemudian jalur tersebut dikembangkan menjadi jalan raya khusus kendaraan bermotor. Hal ini memaksa JNR mencari penggunaan lain untuk tiga unit lokomotif seri DD11 yang telah terlanjur diproduksi, bersamaan dengan seri Kiha 10000.
Lokomotif jenis ini, yang beroperasi ganda (double-headed) hanya mampu menghasilkan daya setara dengan satu lokomotif uap C12, menjadikannya terlalu lemah untuk pekerjaan langsir secara intens dan hanya akan menimbulkan masalah praktis. Oleh karena itu, lokomotif ini awalnya disebar ke depo lokomotif yang berdekatan dengan pangkalan militer Amerika Serikat dan pangkalan Angkatan Laut Bela Diri Jepang. Di sana, lokomotif ini digunakan untuk langsir di area terbuka seperti depot amunisi dan fasilitas bahan bakar, di mana penggunaan lokomotif uap dianggap kurang efektif. Penempatan awalnya meliputi Depo Lokomotif Kozu (Pelabuhan Angkatan Laut Yokosuka), Depo Lokomotif Muroran (Lapangan Terbang Chitose), Depo Lokomotif Hiroshima No. 1 (Lapangan Terbang Iwakuni), Depo Lokomotif Yoshizuka (kemudian menjadi Depo Lokomotif Diesel Takeshita) (Lapangan Terbang Itazuke), dan Depo Lokomotif Sasebo.
Pada tahun 1978, semua unit lokomotif ini telah dihapus dari dokumen dinas JNR. Setelah dibesituakan, banyak unit yang kemudian dijual ke berbagai jalur kereta api swasta.[4]
Sebagai catatan khusus, lokomotif DD11-2, yang telah dinyatakan afkir setelah ditempatkan di Depo Lokomotif Ogori, disumbangkan kepada Kereta Api Vietnam melalui kampanye penggalangan dana serikat pekerja. Dana yang terkumpul mencakup 5 juta yen untuk harga jual lokomotif, 3 juta yen untuk biaya transportasi ke Vietnam, dan 2 juta yen untuk suku cadang pengganti selama dua hingga tiga tahun.[5] Hasilnya, lokomotif tersebut direvitalisasi di Balai Yasa Takatori pada tahun 1977 dan dikirim ke Vietnam.[6]
Jalur Yabakei, tempat lokomotif ini akan dioperasikan pada saat itu, memiliki kondisi rel yang buruk bahkan menyulitkan lokomotif kelas DD11 (dengan bobot sekitar 34 ton) untuk masuk. Oleh karena itu, desain lokomotif ini mengalami penyesuaian untuk mengurangi bobot. Perangkat kendali sentral (central control device), yang memang tidak diperlukan untuk operasional di jalur milik perusahaan tersebut, sengaja dihilangkan dari mesin lokomotif. Langkah ini berhasil mengurangi bobot lokomotif hingga sekitar 2 ton.
Saat ini
Lokomotif nomor 8 dijual kepada Pabrik Baja Kokura Sumitomo Metal Industries pada tahun 1975 untuk digunakan sebagai lokomotif langsir di halaman penyusun dalam area pabrik. Setelah dinonaktifkan pada tahun 1986, lokomotif ini sempat dilestarikan secara statis di Museum Transportasi Kitakyushu yang berlokasi di Distrik Kokuraminami, Kota Kitakyushu. Namun, museum tersebut ditutup pada tahun 2003 (heisei 15) dan lokomotif itu tetap berada di lahan bekas museum. Ketika sebuah klub olahraga dibuka di lokasi tersebut pada Februari 2008 (heisei 20), lokomotif tersebut dipindahkan dan selanjutnya dibongkar. Dengan pembongkaran ini, tidak ada lagi lokomotif seri DD11 yang tersisa di Jepang.
Meskipun beberapa sumber pernah menyebutkan bahwa lokomotif nomor 5 dilestarikan secara statis di kantor Shin-Asahikawa Nippon Express, informasi ini tidak akurat. Kesalahpahaman tersebut timbul karena adanya lokomotif diesel kecil yang sebelumnya masih digunakan di sana bahkan setelah era Heisei dimulai dan tidak ada fakta yang menunjukkan bahwa DD11 pernah disimpan di lokasi tersebut.
Sementara itu, lokomotif nomor 2 yang dikirim ke Kereta Api Vietnam dinonaktifkan pada tahun 2002 dan saat ini terbengkalai di Depo Lokomotif Hanoi. Upaya pemeliharaan dan pelestarian lokomotif ini sedang diupayakan oleh para sukarelawan dari Asosiasi Persahabatan Jepang-Vietnam.[7]
Lihat pula
Catatan kaki
- ^ Pengaruhnya sangat jelas terlihat pada bentuk kabin masinis yang ditempatkan di bagian tengah.
- ^ "Lokomotif Diesel Hidrolik Kelas DD11 Kedua". Laporan Teknis KSK. Vol. 6. KSK. 1957-01. hlm. 5–10. doi:10.11501/2323319.
- ^ Pemasangan kembali jalur rel yang telah dibongkar dimulai pada November 1953.
- ^ Unit nomor 9 yang dijual kepada Tokyu Car Corporation (東急車輛製造) ternyata digunakan hingga tahun 1993 (Heisei 5).
- ^ Kereta Perdana Lintas Vietnam Dipimpin oleh Lokomotif Jepang, Hadiah dari Zenkōun (Federasi Serikat Transportasi Seluruh Jepang) "Asahi Shimbun" Edisi Pagi, 5 Oktober 1976 (Showa 51), Edisi ke-13, halaman 22.
- ^ Saat ini (tahun 2011) tidak digunakan dan disimpan di depo lokomotif (atau bengkel).
- ^ "Simbol Persahabatan, Pelestarian Lokomotif / Pensiunan Kokurō (Serikat Pekerja Kereta Api Nasional) Mengajukan Permohonan Sumbangan / 'Zenkōun-gō' yang Dikirim ke Vietnam". Kantor Berita Rengo Shimbun. 2020-06-12. Diakses tanggal 2021-01-29.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


