Lokomotif JNR EH500

EH500
EH500-31 di Depo Lokomotif Koriyama pada Agustus 2010
Jenis dan asal
Sumber tenagaElektrik
ProdusenToshiba
Tanggal produksi1997–
Data teknis
Konfigurasi:
 • UICBo′Bo′+Bo′Bo′
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Panjang25,000 mm (1 in)
Lebar2,950 mm (18 in)
Tinggi3,917 mm (18 in)
Berat lok1.342 t (1.321 ton panjang; 1.479 ton pendek)
Elektrifikasi1,500 V DC &
25 kV AC
Listrik aliran atas
Penangkap arusPantograf
Motor traksiAC
TransmisiElektrik
Rem lokomotifRem regeneratif elektrik dan Rem udara
Rem rangkaianRem udara
Sistem keselamatanATS-SF
Performansi
Kelajuan maksimum110 km/h (70 mph)
Daya mesin4 MW (5.400 hp)
Gaya traksi24,551 kgf (240,76 N; 54,13 lbf)
Karier
OperatorJR Freight
Jumlah dalam kelas82 (hingga 1 Maret 2017)
DipesanSeptember 1997
KeadaanMasih beroperasi

Lokomotif EH500 (EH500形) adalah lokomotif elektrik bergandar BoBo+BoBo yang dioperasikan oleh Japan National Railways untuk angkutan barang sejak tahun 1997 sampai saat ini. Per Desember 2021, sebanyak 82 Lokomotif seri EH500 diproduksi oleh Toshiba.

Klasifikasi

Klasifikasi EH500 untuk jenis lokomotif ini dijelaskan di bawah ini.

Ikhtisar

Lokomotif ini merupakan model lokomotif kelas H pertama yang terdiri dari dua unit lokomotif yang digabungkan (traksi ganda) dan memiliki delapan gandar dengan motor penggerak utama. Lokomotif seri ini merupakan yang pertama sejak era Kereta Api Nasional Jepang (JNR) setelah menempati lokomotif seri EH10 untuk Jalur Utama Tōkaidō.

Lokomotif ini dikembangkan untuk mengatasi inefisiensi operasional. Sebelumnya, kereta barang seberat 1.000 ton yang beroperasi antara wilayah metropolitan Tokyo dan Hakodate/Goryokaku harus mengganti lokomotifnya di beberapa titik. Pergantian ini melibatkan lokomotif DC traksi tunggal (EF65), lokomotif AC (ED75) yang dapat dioperasikan ganda atau tunggal, dan lokomotif AC untuk Terowongan Seikan (ED79) yang dioperasikan ganda. Proses ini membuang banyak waktu perjalanan. Selain mengatasi masalah ini, lokomotif baru ini juga dikembangkan untuk mengurangi jumlah lokomotif yang dimiliki JR Freight dan menggantikan model-model lama, seperti lokomotif listrik ED75 di wilayah Tohoku dan ED79 di Jalur Selat Tsugaru. Namun, dengan perpanjangan Shinkansen Hokkaido pada Maret 2016, tegangan di Terowongan Seikan ditingkatkan menjadi 25.000V AC.[1] Oleh karena itu, lokomotif EH800 mulai digunakan di bagian tersebut dan jalur operasional lokomotif ini dipersingkat hingga Aomori.

Sebelumnya, beberapa perusahaan telah mengajukan model lokomotif listrik AC/DC generasi baru. Kawasaki Heavy Industries dan Mitsubishi Electric telah mengusulkan dan menguji lokomotif EF500 pada tahun 1990, sementara Hitachi menguji lokomotif ED500 pada tahun 1992. Namun, model-model tersebut tidak memenuhi persyaratan JR Freight. Pada akhirnya Toshiba memenangkan kontrak untuk produksi lokomotif ini. Sejak itu, Toshiba tidak hanya memproduksi lokomotif ini secara massal, tetapi juga mengembangkan lokomotif listrik DC EH200 dan AC EH800 yang didasarkan pada desainnya. Sementara itu, grup Kawasaki/Mitsubishi mengembangkan lokomotif listrik AC/DC EF510, sedangkan Hitachi saat itu menarik diri dari industri lokomotif.[2]

Varian

EH500-901

Lokomotif EH500-901 berjalan pada petak antara Stasiun Iwanuma dan Stasiun Tsukigi

Lokomotif dengan nomor seri EH500-901 yang masih berupa prototipe ini diselesaikan pada September 1997 di Pabrik Fuchu, Toshiba, menandai produksi massal pertama perusahaan tersebut untuk lokomotif listrik AC/DC di pasar perkeretaapian Jepang (lebih dari enam unit). Pada Maret 1998, lokomotif ini diserahkan ke JR Freight dan ditempatkan di Depo Lokomotif Nagamachi (sekarang sudah tidak beroperasi) untuk menjalani berbagai pengujian. Setelah kompleks Departemen Kereta Api Umum Sendai selesai dibangun pada Agustus 1999, lokomotif ini dipindahkan ke fasilitas tersebut.

Lokomotif prototipe ini memiliki beberapa perbedaan fisik dari sebelum diproduksi secara massal. Garis krem di bagian depan, tepat di bawah jendela, terlihat lebih sempit. Lampu depan dipasang di bagian bawah hidung lokomotif, dan sudut kemiringan jendela depan juga berbeda. Louver di sisi badan lokomotif berukuran lebih kecil, kemudian terdapat lima set jendela atap di setiap sisi, lebih banyak dibandingkan unit produksi massal. Uniknya, plat nama pabrik di sisi bodi hanya pada model ini yang tertulis dalam huruf Latin "TOSHIBA", sementara pada unit produksi massal menggunakan huruf kanji.

Selain perbedaan eksterior, peralatan di dalam lokomotif juga berbeda dari unit produksi massal. Lokomotif ini dilengkapi dengan satu transformator utama berkapasitas 5.141 kVA dan dua sumber daya tambahan berkapasitas 140 kVA. Meskipun boginya pada dasarnya sama, modelnya diberi kode FD7A, FD7B, FD7C, dan FD7D. Perbedaan lainnya adalah adanya logo "ECO-POWER Kintaro" di samping salah satu logo JRF, meskipun logo ini tidak ada saat lokomotif seri ini pertama kali selesai diproduksi.[3]

EH500-1 dan EH500-2

Berdasarkan hasil pengujian dari unit protitipe lokomotif seri EH500-901, lokomotif seri EH500-1 dan EH500-2 ini menjadi model pertama yang diproduksi secara massal. Produksinya dilakukan pada bulan Februari hingga Maret tahun 2000. Tata letak peralatan di dalamnya diubah secara signifikan. Alih-alih satu transformator utama seperti pada prototipe, versi produksi massal ini dilengkapi dengan dua transformator utama, yang masing-masing dipasang di setiap kereta. Selain itu, ada beberapa perubahan eksterior yang mencolok. Louver di sisi badan kereta diperbesar, baik dari segi tinggi maupun lebarnya. Jendela atap di setiap sisi kini hanya berjumlah dua set, lebih sedikit dari prototipe. Warna cat eksterior diubah menjadi ungu yang memiliki rona lebih kemerahan. Garis di bagian depan dipindahkan ke posisi tepat di bawah nomor model dan dibuat sedikit lebih tebal. Seperti unit prototipe, lokomotif ini tidak langsung dilengkapi dengan logo "ECO-POWER Kintaro" saat pertama kali selesai diproduksi.

EH500-3 hingga EH500-9

Lokomotif EH500-3 menarik KA Peti Kemas pada Februari 2023

Produksi lokomotif seri EH500-3 hingga EH500-9 berlangsung dari Maret 2000 hingga Januari 2001. Lokomotif ini mengalami beberapa perubahan desain, terutama pada bagian lampu depan. Lampu utama dipindahkan ke posisi yang lebih tinggi, yaitu pada bagian pita depan atau strip berwarna putih pada muka lokomotif. Langkah ini diambil untuk mencegah berkurangnya pencahayaan akibat penumpukan es pada musim salju.

Selama proses produksi, nama panggilan dan logo resmi lokomotif ini ditetapkan melalui sayembara publik. Nama "ECO-POWER Kintaro" akhirnya terpilih. Setelah itu, semua lokomotif baru yang diproduksi langsung dilengkapi dengan logo "ECO-POWER Kintaro" di sisi bodinya. Logo ini juga ditambahkan pada lokomotif yang sudah ada sebelumnya.[3]

EH500-10 hingga EH500-81

Lokomotif EH500-33, terlihat warna hitam pada kabin berbeda dengan seri sebelumnya

Produksi lokomotif seri ini berlangsung dari Agustus 2001 hingga 2013. Selama periode ini, beberapa perubahan signifikan diterapkan pada desain lokomotif. Warna bodi diubah menjadi merah yang lebih cerah dan cat hitam di sekitar kabin masinis dikurangi, hanya menyisakan area di sekitar bingkai jendela. Selain itu, garis di bagian depan tidak lagi memanjang ke sisi bodi, melainkan berhenti tepat di tepi luar lampu depan.

Sejak lokomotif nomor 15, bentuk penutup lampu depan diubah dan garis putih menjadi sedikit lebih tipis. Perubahan lain terjadi pada lokomotif nomor 73, di mana lampu belakang diganti dari lampu pijar konvensional menjadi LED, yang dapat dibedakan dari warnanya. Selama produksi, antena GPS (untuk pendeteksi posisi kereta) juga ditambahkan dan secara bertahap dipasang pada lokomotif yang sudah ada sebelumnya.

Beberapa unit lokomotif (nomor 45-50 dan 67-72) dialokasikan ke Depo Lokomotif Moji milik JR Freight untuk dioperasikan di Terowongan Kanmon. Untuk penggunaan di terowongan ini, lokomotif tersebut tidak dilengkapi dengan sistem ATC-L atau ATS-PF.

Penggunaan

Pada tahun 2006, sebanyak 10 unit diproduksi. Jumlah produksi ini terus berlanjut dengan 9 unit pada 2007, 3 unit pada 2008, 4 unit pada 2009, dan 6 unit pada 2010. Enam unit yang diproduksi pada 2010 ditujukan untuk penambahan armada di jalur Sanyo dan Kagoshima, secara bertahap menggantikan seri Lokomotif seri EF81 yang sebelumnya beroperasi di Terowongan Kanmon.[4][5][6][7]

Salah satu ciri khas model ini adalah suara bising yang cukup keras dari blower utama (MMBM) dan blower resistansi rem regeneratif. Suara ini membuatnya mudah diidentifikasi hanya dari suara saat kereta berjalan, dan hal ini menjadi alasan mengapa model-model selanjutnya, seperti seri EH200, mengadopsi blower berdaya rendah untuk mengurangi kebisingan.

Beberapa waktu lalu, lokomotif ini sempat dilengkapi dengan dudukan papan nama (head mark) di setiap unitnya, tetapi fitur ini telah dilepas sejak Oktober 2009. Meskipun lokomotif ini dirancang agar kompatibel dengan tiga sumber daya listrik, penggunaannya hanya terbatas di utara Akita.

Pada 5 Desember 2017, lokomotif nomor 30 digunakan untuk menarik kereta penumpang seri E26 yang digunakan untuk kereta ekspres tidur "Cassiopea" pada tur yang memperingati 30 tahun berdirinya perusahaan-perusahaan JR. Perjalanan ini dilakukan antara Stasiun Ueno dan Stasiun Higashi-Sendai.

Pada 8 April 2019, lokomotif nomor 65, yang awalnya milik Daerah Operasi Umum Sendai, dipindahkan ke Depo Lokomotif Moji. Dua hari kemudian, pada tanggal 10 April, lokomotif ini berhasil menyelesaikan uji coba antara emplasemen Ongagawa dan emplasemen Hatabu dan mulai beroperasi. Dengan pemindahan ini, jumlah lokomotif jenis ini di Divisi Lokomotif Moji bertambah menjadi 13 unit.[8]

Hingga Desember 2021, total armada lokomotif ini berjumlah 82 unit, semuanya diproduksi oleh Toshiba. Dari jumlah tersebut, 67 unit (nomor 901, 1-44, 51-64, 74-81) ditempatkan di Daerah Operasi Umum Sendai, sementara 15 unit (nomor 45-50 dan 65-73) beroperasi di Depo Lokomotif Moji.[9]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ JRailPass (2018-02-26). "The Hokkaido Shinkansen from Tokyo to Sapporo | JRailPass". Japan Rail Pass Travel Blog | JRailPass (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-22.
  2. ^ News & Event. "Kawasaki Produces Five-Thousandth Locomotive". Kawasaki Heavy Industries, Ltd. (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-22.
  3. ^ a b Japan Freight Railway Company. "ECO-POWER Momotaro Nickname of the new Locomotive". JR Freight. Diakses tanggal 2025-09-22.
  4. ^ JR貨物Webサイト ニュースリリース「平成19年度の車両等の設備投資について」PDF
  5. ^ JR貨物Webサイト ニュースリリース「平成20年度の車両等の設備投資について」PDF
  6. ^ JR貨物Webサイト ニュースリリース「平成21年度の車両等の設備投資について」PDF
  7. ^ JR貨物Webサイト ニュースリリース「平成22年度の機関車の新製について」PDF
  8. ^ EH500-65が九州へ鉄道ファンrailf.jp(2019年4月9日掲載)
  9. ^ JR貨物時刻表 p.259,p.262

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement