Halte Transjakarta Koja

10031220 Koja
Halte Transjakarta
Halte Koja pada Januari 2024
Letak
KotaJakarta Utara
Desa/kelurahanKoja, Koja
Kodepos14220
AlamatJalan Laksamana Yos Sudarso
Koordinat6°06′49″S 106°53′34″E / 6.1137°S 106.8929°E / -6.1137; 106.8929
Desain Halte
Jenis bangunanDua bangunan halte dalam satu area berbayar untuk penaikan dan penurunan
Tingkat1 tingkat
ElevasiSebidang jalan raya
PosisiMedian jalan
Pintu masukMelalui jembatan penyeberangan di Jalan Laksamana Yos Sudarso
Gerbang tarifYa
AksesHandicapped/disabled access
Fasilitas SepedaTidak
Informasi lain
PemilikPT Transportasi Jakarta
Nama sebelumnyaPermai Koja (hingga tahun 2023)
StatusBeroperasi
Dibuka31 Januari 2010 (Koridor 10)
14 Februari 2013 (Koridor 12)
Layanan
Halte sebelumnya Transjakarta Halte berikutnya
Mambo Koridor 10 Walikota Jakarta Utara
menuju PGC
Koridor 10
05:00-09:00 dan 15:00-21:00
Walikota Jakarta Utara
Walikota Jakarta Utara
menuju Pluit
Koridor 12
05.00-22.00
Mambo
Lokasi pada peta
Peta

Koja adalah sebuah halte bus Transjakarta yang terletak di Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara. Halte ini berada di koridor 10 yang membentang dari utara ke selatan, serta koridor 12 yang membentang dari barat ke timur. Meski demikian, sebagian besar bus koridor 12 hanya melayani rute poros Penjaringan–Sunter Kelapa Gading, sehingga hanya sebagian kecil bus koridor 12 yang singgah di halte ini.

Terdapat fasilitas pusat informasi (information center) di halte ini yang menyediakan layanan informasi terkait rute, layanan disabilitas, laporan kehilangan barang, hingga pengajuan permohonan Kartu Layanan Gratis (KLG) dan Pin Perista (Pelanggan Prioritas Transjakarta).

Sampai hari ini, seluruh layanan malam (dahulu AMARI) di Koridor 12 memulai dan mengakhiri perjalanannya di Halte Sunter Kelapa Gading, sehingga halte ini hanya dilayani Koridor 10 pada malam hari.

Sejarah

Awalnya saat bernama Halte Permai Koja, halte dibuka bersama dengan diluncurkannya Koridor 10. Bangunan halte pun sebelumnya dibangun di median jalan berupa satu bangunan utuh panjang dengan sedikitnya 2 pintu dermaga di tiap sisinya. Akses menuju halte juga dibuat melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) berampa yang berbahan beton dilapisi aspal. Dahulu selama pembangunan Jalan Tol Akses Tanjung Priok, Halte Koja, bersama dengan Halte Plumpang, dibongkar dan dibuatkan halte temporer berukuran kecil tanpa gerbang halte di kedua sisi Jalan Yos Sudarso agar dapat tetap mengakomodasi layanan Transjakarta.[1] Bangunan utama halte ini kemudian dibangun kembali usai pembangunan jalan tol selesai dikerjakan.

Bangunan dan tata letak

Halte Koja yang terbaru memiliki 2 sisi peron yang mengarah ke arah lajur berbeda. Kedua peron terpisah melalui bangunan penghubung yang ada di sisi tengah halte dalam satu area berbayar yang sama, menciptakan ruang taman lapang di sisi belakang bangunan halte. Keunikan dari halte ini yakni di tiap peronnya terdapat hingga 6 pintu dermaga yakni yang menghadap ke jalan raya dan yang menghadap ke ruang lapang di belakang halte, dengan sisi yang menghadap jalan yang aktif melayani pelanggan.

Barat tujuan Tanjung Priok (Mambo)
Peron sisi, pintu peron terbuka di sisi kanan arah perjalanan
   Akses penghubung
  
Peron sisi, pintu peron terbuka di sisi kanan arah perjalanan
Timur (Walikota Jakarta Utara) tujuan PGC, tujuan Kampung Rambutan, tujuan Pluit

Layanan bus kota non-BRT

Jenis Trayek Tujuan Keterangan
Bus kota Transjakarta 7T Cibubur Junction—Terminal Tanjung Priok
(Hari Kerja, pukul 05.15–06.15 WIB, non-PP/satu arah menuju Tanjung Priok)
Di dalam halte
12F Rusun Marunda-Rusun Waduk Pluit
(Reguler)
Mikrotrans Transjakarta JAK 113 Rusun Sindang Koja—Kampung Sawah Di luar halte
JAK 115 Terminal Tanjung Priok—Pegangsaan II IGI
JAK 117 Terminal Tanjung Priok—Tanah Merdeka

Kontroversi

Menjadi akses menuju Halte Koja, JPO halte ini sangat sering dilalui oleh masyarakat termasuk untuk menyeberang Jalan Laksamana Yos Sudarso yang ramai oleh truk bermuatan kontainer. Meskipun demikian, kondisi JPO ini memprihatinkan dan tak terawat karena besi pegangan jembatan sudah berkarat, bau, bahkan banyak yang hilang, gulungan kabel-kabel yang tidak teratur, serta lantai halte yang banyak berlubang dan sering membuat pengguna JPO terpeleset saat basah karena hujan. Belum terdapat inisiatif perbaikan atas JPO terlepas dari ramainya pengguna JPO, menambah potensi bahaya bagi para pengguna.[2]

Lingkungan di sekeliling halte juga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) meliputi pengamen, juru parkir liar, dan tunawisma. PMKS ini juga sering tidur disekitar halte dengan tercium bau minuman beralkohol. Bahkan kerap kali pengamen di sekitar halte marah dan berteriak-teriak kepada pelanggan yang mengantre masuk ke dalam Halte Koja saat mereka tidak diberi uang. Perilaku yang meresahkan ini membuat Kepolisian Sektor Koja melaksanakan razia di sekitar halte dan menertibkan PMKS di area sekitar halte.[3][4]

Referensi

  1. ^ "Ini bukan Halte sementara milik Koridor 2 Extension yang kemarin viral ..." Instagram. 2024-09-16. Diakses tanggal 2025-03-26.
  2. ^ Irwinsyah, Fachrul; Athifah, Nasywa (2025-12-10). Friastuti, Rini (ed.). "Miris Kondisi JPO di Koja, Jakut: Besi Pagar Banyak Hilang, Lantai Licin". kumparan. Jakarta: Dynamo Media Network. Diakses tanggal 2026-01-08.
  3. ^ Nasution, Mario Sofia (2025-11-19). Sujatmiko, Edy (ed.). "Meresahkan warga, pengamen dan tunawisna ditangkap polisi". Antara News. Jakarta: Kantor Berita Nasional Antara. Diakses tanggal 2026-01-08.
  4. ^ Penmas, Subbid (2025-11-20). "Razia PMKS di Halte Busway Permai, Polsek Koja Amankan Delapan Orang". Tribratanews. Jakarta Utara: Polda Metro Jaya. Diakses tanggal 2026-01-08.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement