Temukan artikel dan sumber daya untuk membantu menjawab pertanyaan Anda.
Bahasa Hokkien Pulau Pinang
Bahasa Hokkien Pulau Pinang
庇能福建话code: nan is deprecated atau 庇能福建話code: nan is deprecated Pī-néeng Hok-kiàn-uācode: nan is deprecated (Tâi-lô) Pī-né͘ng Hok-kiàn-ōacode: nan is deprecated (Pe̍͘h-ōa-jī)
Bahasa Hokkien pernah menjadi basantara sebagian besar penduduk Tionghoa di Pinang, Kedah, Perlis, dan Perak bagian utara. Namun, sejak dasawarsa 1980-an, banyak penutur muda telah beralih ke bahasa Mandarin Malaysia di bawah Kampanye Bicara Mandarin di sekolah-sekolah berbahasa Tionghoa di Malaysia, meskipun bahasa Mandarin sebelumnya tidak digunakan di wilayah-wilayah ini.[6][7][8][9][10][11] Bahasa Mandarin telah diadopsi sebagai satu-satunya bahasa pengajaran di sekolah-sekolah Tionghoa dan, dari tahun 1980-an hingga pertengahan 2010-an, sekolah-sekolah ini menghukum siswa dan guru karena menggunakan ragam bahasa Tionghoa non-Mandarin.[12] Sebuah penelitian tahun 2021 menemukan bahwa bahasa Hokkien Penang adalah bahasa yang 'terancam' dalam Skala Gangguan Antar Generasi Tingkat Lanjut, karena perambahan bahasa Mandarin.[13]
Bahasa Hokkien Penang merupakan subdialek dari bahasa Hokkien Zhangzhou (漳州; Tsiang-tsiu), dengan penggunaan kata serapan dari bahasa Malaysia dan Inggris. Dibandingkan dengan dialek-dialek di provinsi Fujian (福建; Hok-kiàn) dialek ini paling mirip dengan ragam bahasa yang dituturkan di distrik Haicang (海滄; Hái-tshng) di Longhai (龍海; Liông-hái) dan distrik Jiaomei (角美; Kak-bí) dan Xinglin (杏林; Hēng-lîm) di prefektur tetangga Xiamen (廈門; Ēe-muî). Di Asia Tenggara, dialek paling mirip yaitu justru bahasa Hokkien Medan yang terletak di Indonesia ketimbang bahasa Hokkien Semenanjung Malaysia Selatan dan Singapura.
^
Vokal takbulat setengah terbuka depan /ɛ/ merupakan ciri khas Hokkien Zhangzhou, asal muasal Hokkien Penang. Tâi-lô mencatat vokal ini sebagai ⟨ee⟩. Vokal ini jauh lebih jarang ditulis dalam Pe̍͘h-ōa-jī karena telah bergabung dengan ⟨e⟩ dalam bahasa Hokkien Taiwan dan Xiamen. Namun, vokal ini dapat ditulis sebagai vokal tersendiri dalam Pe̍͘h-ōa-jī menggunakan ⟨ɛ⟩ atau ⟨e͘ ⟩ (dengan titik di atas kanan, analogi dengan ⟨o͘ ⟩).
Rujukan
Catatan kaki
^Mei, Tsu-lin (1970), "Tones and prosody in Middle Chinese and the origin of the rising tone", Harvard Journal of Asiatic Studies, 30: 86–110, doi:10.2307/2718766, JSTOR2718766
de Gijzel, Luc (2009). English-Penang Hokkien Pocket Dictionary (dalam bahasa Inggris). George Town, Penang: Areca Books. ISBN978-983-44646-0-8.
Douglas, Carstairs (1899) [1873]. Chinese-English Dictionary of the Vernacular or Spoken Language of Amoy, with the Principal Variations of the Chang-chew and Chin-chew Dialects (dalam bahasa Inggris) (Edisi 2nd corrected). London: Publishing Office of the Presbyterian Church of England. ISBN1-86210-068-3. , bound with Barclay, Thomas (1923). Supplement to Dictionary of the Vernacular or Spoken Language of Amoy (dalam bahasa Inggris). Shanghai: Commercial Press.
Catatan 1:Genealogi Haklau masih diperdebatkan, dan beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Zhangzhou dari bahasa Hokkien, cabang dari bahasa Tiochiu, ataupun bahasa transisi antara Hokkien dan Tiochiu
Catatan 2:Genealogi Zhenan digolongkan sebagai subdialek Zhejiang Tenggara dari dialek Min dalam Atlas Bahasa Tiongkok. Beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Quanzhou dari bahasa Hokkien. Catatan 3:Genealogi Jiangxi digolongkan sebagai cabang langsung bahasa Min dalam Atlas Bahasa Tionghoa. Beberapa pakar juga menggolongkannya sebagai cabang Quanzhou dari bahasa Hokkien.