Bahasa Hokkien Semenanjung Malaysia Selatan
| Bahasa Hokkien Semenanjung Malaysia Selatan | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Dituturkan di | Semenanjung Malaysia bagian selatan | ||||||||
| Wilayah | Johor dan Melaka | ||||||||
Penutur | |||||||||
| |||||||||
| Dialek | Hokkien Eng Choon (Yongchun) Melaka
| ||||||||
| |||||||||
| Kode bahasa | |||||||||
| ISO 639-3 | nan untuk Min Selatan yang mencakup berbagai dialek Hokkien termasuk Malaysia, terutama di dan sekitar Kuching, Muar, Klang".[4] | ||||||||
| Glottolog | Tidak ada | ||||||||
| Linguasfer | 79-AAA-jek | ||||||||

Bahasa Hokkien Semenanjung Malaysia Selatan (Hanzi sederhana: 南马福建话; Hanzi tradisional: 南馬福建話; Pinyin: Nán Mǎ Fújiànhuà; Pe̍h-ōe-jī: Lâm-Má Hok-kiàn-oē) adalah ragam bahasa Hokkien setempat yang dituturkan di Semenanjung Malaysia bagian tengah dan selatan (Klang, Melaka, Muar, Tangkak, Segamat, Batu Pahat, Pontian, dan Johor Bahru). Karena kedekatan secara letak tempat, bahasa ini sangat dipengaruhi oleh bahasa Hokkien Singapura.
Dialek ini didasarkan pada ragam bahasa Min Nan berdialek Quanzhou termasuk dialek Yongchun.[5][6] Bahasa ini sangat berbeda dari bahasa Hokkien Penang dan Medan, yang didasarkan dari dialek Zhangzhou.
Serupa dengan keadaan di Singapura, istilah Hokkien umumnya digunakan oleh orang Tionghoa di Asia Tenggara untuk merujuk pada bahasa Tionghoa Min Nan (闽南语). Dialek ini juga dipengaruhi oleh bahasa Malaysia.
Fonologi
Bagian ini berdasarkan bahasa Hokkien Eng Choon (Yongchun) yang dituturkan di Melaka.[7][8]
Vokal
Ada delapan vokal fonemik:[6]
| Depan | Madya | Belakang | |
|---|---|---|---|
| Tinggi | i | ɨ | u |
| Setengah Tinggi | e | o | |
| Tengah | ə̠ | ||
| Setengah Rendah | ɔ | ||
| Rendah | a |
Nada
Terdapat tujuh nada, lima di antaranya adalah nada panjang dan dua adalah nada cek.[5] Seperti ragam bahasa Hokkien lainnya, nada-nada ini juga mengalami sandhi nada pada posisi non-final.[5] Nilai nada (baik nada dasar maupun nada sandhi) dari nada panjang ditunjukkan di bawah ini:[9]
| Nomor nada | Nada akhir/dasar | Nada non-akhir/sandhi |
|---|---|---|
| 1 | ˧ (33) | ˧ (33) |
| 2 | ˨˧ (23) | ˨˩ (21) |
| 3 | ˥˨ (52) | ˧˦ (34) |
| 5 | ˨˩ (21) | ˥˧ (53) |
| 6 | ˨˩ (21) | ˨˩ (21) |
Pengaruh dari bahasa lain
Bahasa Hokkien Semenanjung Malaysia Selatan juga dipengaruhi oleh berbagai bahasa atau dialek yang digunakan di Malaysia. Hal ini dipengaruhi oleh bahasa Tiociu hingga taraf tertentu dan terkadang dianggap sebagai gabungan bahasa Hokkien-Tiociu (terutama di Muar, Batu Pahat, Pontian dan Johor Bahru). Terdapat beberapa kata serapan dari bahasa Malaysia, tetapi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan bahasa Hokkien Pulau Pinang dan tidak sepenuhnya menggantikan kata-kata asli dalam bahasa Hokkien. Bahasa Hokkien juga memiliki kata serapan dari bahasa Inggris.[10]
Catatan penjelas
- ^ Bahasa Min diyakini telah terpisah dari bahasa Tionghoa Kuno, bukan bahasa Tionghoa Pertengahan seperti ragam bahasa Tionghoa lainnya.[1][2][3]
Rujukan
Catatan kaki
- ^ Mei, Tsu-lin (1970), "Tones and prosody in Middle Chinese and the origin of the rising tone", Harvard Journal of Asiatic Studies, 30: 86–110, doi:10.2307/2718766, JSTOR 2718766
- ^ Pulleyblank, Edwin G. (1984), Middle Chinese: A study in Historical Phonology, Vancouver: University of British Columbia Press, hlm. 3, ISBN 978-0-7748-0192-8
- ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin; Bank, Sebastian (2023-07-10). "Glottolog 4.8 - Min". Glottolog. Leipzig: Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology. doi:10.5281/zenodo.7398962. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-10-13. Diakses tanggal 2023-10-13.
- ^ "Reclassifying ISO 639-3 [nan]" (PDF). GitHub. 31 August 2021. Diakses tanggal 28 July 2022.
- ^ a b c Chang & Hsieh 2012, hlm. 38.
- ^ a b Huang, Chang & Hsieh 2011, hlm. 914.
- ^ Huang, Chang & Hsieh 2011.
- ^ Chang & Hsieh 2012.
- ^ Chang & Hsieh 2012, hlm. 43.
- ^ Tan 2001, hlm. 218.
Daftar pustaka
- Chang, Yueh-chin; Hsieh, Feng-fan (2012). "Tonal coarticulation in Malaysian Hokkien: A typological anomaly?". The Linguistic Review. 29 (1): 37–73. doi:10.1515/tlr-2012-0003.
- Huang, Ting; Chang, Yueh-chin; Hsieh, Feng-fan (17–21 August 2011). An Acoustic Analysis of Central Vowels in Malaysian Hokkien (PDF). 17th International Congress of Phonetic Sciences. Hong Kong. hlm. 914–917.
- Tan, Chee Beng (2001). "Chinese in Southeast Asia and Identities in Changing Global Context". Dalam Armstrong, M. Jocelyn; Armstrong, R. Warwick; Mulliner, Kent (ed.). Chinese Populations in Contemporary Southeast Asian Societies: Identities, Interdependence and International Influence. London and New York: Routledge. hlm. 210–236. ISBN 0-7007-1398-0.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


