Alprazolam

Alprazolam
Data klinis
PengucapanAlprazolam /ælˈpræzəlæm/ or /ælˈprzəlæm/, Xanax /ˈzænæks/
Nama dagangFrixitas, Opizolam, xanax, Xanor, Niravam, Zolastin, dll
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa684001
License data
Potensi
ketergantungan
Tinggi[1]
Rute
pemberian
Oral
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas80–90%
Pengikatan protein80%
MetabolismeHati, melalui sitokrom P450 3A4
Metabolitalfa-hidroksialprazolam, 4-hidroksialprazolam, beta-hidroksialprazolam
Onset aksikurang dari satu jam[2]
Waktu paruh eliminasiPelepasan cepat: 11–13 jam[3]
Pelepasan diperpanjang: 11–16 jam[3]
Durasi aksi6 jam[2]
EkskresiGinjal
Pengenal
  • 8-Kloro-1-metil-6-fenil-4H-[1,2,4]triazolo[4,3-a] [1,4]benzodiazepina
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.044.849 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC17H13ClN4
Massa molar308,77 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
  • ClC1=CC2=C(C=C1)N3C(C)=NN=C3CN=C2C4=CC=CC=C4
  • InChI=1S/C17H13ClN4/c1-11-20-21-16-10-19-17(12-5-3-2-4-6-12)14-9-13(18)7-8-15(14)22(11)16/h2-9H,10H2,1H3 checkY
  • Key:VREFGVBLTWBCJP-UHFFFAOYSA-N checkY
  (verify)

Alprazolam (dijual dengan nama Xanax) adalah obat golongan Benzodiazepin dengan nama kimia 8-Kloro-1-metil-6-fenil-4H-s-triazolo[4,3- a][1,4] benzodiazepine, diklasifikasikan sebagai Psikotropika golongan IV.[4] Alprazolam sering digunakan sebagai terapi pada gangguan cemas, serangan panik, dan kecemasan yang disebabkan oleh depresi. Obat ini bekerja pada kompleks reseptor GABAA-Benzodiazepin yang terdapat di sistem saraf pusat, sehingga menimbulkan efek inhibisi atau efek menenangkan.

Alprazolam diabsorpsi dengan baik pada pemberian oral dengan bioavailabilitas 90%. Puncak konsentrasi plasma dicapai dalam waktu 1 sampai 2 jam. Alprazolam dimetabolisme di hepar dan di ekskresikan melalui urin. Kerja Alprazolam dipengaruhi faktor-faktor seperti fungsi hati dan ginjal, kebiasaan merokok, usia, jenis kelamin, dan kegemukan.[5]

Menurut kategori Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Alprazolam dan golongan Benzodiazepin yang lain dimasukkan kategori D. Pemberian pada kehamilan trimester pertama meningkatkan risiko malformasi kongenital. Penggunaan Alprazolam pada ibu menyusui dapat menyebabkan sindrom putus obat dan mengantuk pada bayi.[6]

Pemberian jangka panjang disesuaikan dengan derajat depresi dan efek samping penggunaan. Efek samping yang sering muncul diantaranya mulut kering, kelelahan, amnesia, hipersensitivitas, iritabilitas, mengantuk, depresi, sakit kepala, konstipasi, dan diare.[7]

Sediaan Alprazolam berupa tablet dengan dosis 0,25 mg, 0,5 mg, 1 mg, 2 mg, dan 3 mg dengan berbagai merek dagang, diantaranya Actazolam, Alganax, Alprazolam, Atarax, Calmlet, Frixitas, Psynax, Xanax, Zolastin, dan Zyprax.[8][9]

Referensi

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Ait2018
  2. ^ a b Lilley, Linda Lane; Snyder, Julie S.; Collins, Shelly Rainforth (2016). Pharmacology for Canadian Health Care Practice. Elsevier Health Sciences. hlm. 329. ISBN 9781771720663.
  3. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama AHFS2018
  4. ^ "PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN PENGGOLONGAN PSIKOTROPIKA | e-Library DPRD Jawa Tengah". elibrary.dprd.jatengprov.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-11-13. Diakses tanggal 2019-11-13.
  5. ^ "NCBI". reference.medscape.com. Diakses tanggal 2019-11-13.
  6. ^ Ait-Daoud, Nassima; Hamby, Allan Scott; Sharma, Sana; Blevins, Derek (2018). "A Review of Alprazolam Use, Misuse, and Withdrawal". Journal of addiction medicine. 12 (1): 4–10. doi:10.1097/ADM.0000000000000350. ISSN 1932-0620. PMC 5846112. PMID 28777203.
  7. ^ Chen, Tzu-Ting; Ko, Chih-Hung; Chen, Shao-Tsu; Yen, Chia-Nan; Su, Po-Wen; Hwang, Tzung-Jeng; Lin, Jin-Jia; Yen, Cheng-Fang (2015-11-01). "Severity of alprazolam dependence and associated features among long-term alprazolam users from psychiatric outpatient clinics in Taiwan". Journal of the Formosan Medical Association. 114 (11): 1097–1104. doi:10.1016/j.jfma.2014.04.004. ISSN 0929-6646.
  8. ^ "ALPRAZOLAM | PIO Nas". pionas.pom.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-29. Diakses tanggal 2019-11-13.
  9. ^ "Xanax, Niravam (alprazolam) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more". reference.medscape.com. Diakses tanggal 2019-11-13.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement