Terminal Jembatan Merah

Terminal Jembatan Merah
Terminal Penumpang
(nonaktif)
Bus kota Perum DAMRI trayek P3 tujuan Sidoarjo dan MPU antarkota tujuan Gresik terparkir di Halte Jembatan Merah.
Nama lain • Pangkalan JMP
 • Terminal Jayengrono
Lokasi
Koordinat7°14′11″S 112°44′14″E / 7.236287°S 112.737206°E / -7.236287; 112.737206
Rute busPurabaya & Sidoarjo
Layanan • Angkutan kota
 • MPU Antarkota
 • Bus kota
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Terminal Jembatan Merah merupakan tempat pemberhentian angkutan umum non terminal yang terletak di dekat wisata sejarah Jembatan Merah dan pusat perbelanjaan Jembatan Merah Plaza (JMP), Kota Surabaya. Terminal ini sebelumnya menyandang status sebagai subterminal utama di kawasan utara Kota Surabaya, sebelum akhirnya seluruh aktivitas angkutan umum dipindahkan ke beberapa lokasi baru seperti Terminal Tambak Osowilangon, Terminal Kalimas Barat dan Terminal Kasuari. Halte ini terletak di barat tepian aliran Kali Mas, di mana lokasi tersebut juga berdekatan dengan beberapa bangunan bekas peninggalan kolonial Hindia Belanda seperti Pelabuhan Kali Mas, Gedung Internatio, Museum De Javasche Bank, Penjara Kalisosok dan kawasan Pecinan Kya-kya. Per tahun 2022, halte ini menjadi titik simpul pertemuan dari 15 trayek angkutan kota Surabaya, 1 trayek MPU antarkota, dan 3 trayek bus kota Surabaya.

Sejarah

Potret Terminal Jembatan Merah, atau lebih dikenal dengan nama Terminal Jayengrono dengan latar belakang Gedung Internatio. Terminal angkut­an umum ini dibangun pada periode PELITA I (Pembangunan Lima Tahun Tahap I) antara tahun 1969–1974 dengan biaya Rp7.692.000.

Kawasan Jembatan Merah merupakan kawasan central business district di Kota Surabaya sejak sebelum abad 18. Hal ini didasarkan fakta bahwa lokasi ini terdapat di kawasan pelabuhan tradisional Kalimas dan dekat dengan pusat kantor pemerintahan.[1] Di lokasi ini menjadi titik temu dari berbagai moda transportasi air (kapal kayu, tongkang & perahu) dan transportasi darat (trem, dokar, angkutan kota & bus antarkota) pada masa itu.[2] Berbagai moda angkutan umum darat menggunakan tanah lapang di sebelah timur Gedung Internatio sebagai pangkalan dan tempat menunggu kedatangan penumpang dari kapal dan trem. Lokasi ini disebut sebagai Terminal Jayengrono (lokasi Taman Sejarah saat ini). Tahun 1910, Pemerintah Hindia Belanda memindahkan aktivitas Pelabuhan Kalimas ke Pelabuhan Tanjung Perak. Tahun 1978, Pemerintah Kota Surabaya menghentikan seluruh operasional trem.[3][4]

Saat ini Pemerintah Kota Surabaya sedang mengupayakan pengembangan kawasan cagar budaya Surabaya Heritage dengan melakukan revitalisasi di daerah aliran sungai (DAS) Kali Mas. Tahun 1994, pemerintah kota merelokasi angkutan kota ke Terminal Kalimas Barat serta merelokasi angkutan antarkota ke Terminal Tambak Osowilangon.[5] Tahun 2016, pemerintah kota meresmikan Terminal Kasuari menggantikan fungsi Halte Jembatan Merah sebagai terminal angkutan kota.[6][7][8]

Jangkauan angkutan kota Surabaya

Terminal Jembatan Merah menjadi salah satu titik lintasan dan titik temu dari lima belas trayek angkutan kota Surabaya. Angkutan kota tersebut menghubungkan halte ini dengan beberapa titik halte, pangkalan dan subterminal yang tersebar di wilayah perkotaan Surabaya. Jenis unit angkutan kota ini menggunakan kendaraan Suzuki Carry berkapasitas normal 12 tempat duduk, berpintu samping, serta memiliki kode alfabet dan warna bodi kendaraan yang berbeda pada setiap trayek. Berikut adalah beberapa titik jangkauan kelimabelas trayek angkutan kota Surabaya yang beroperasi di Terminal Jembatan Merah.[9][10][11]

  1. JMP - Pasar Turi - Pasar Loak - Tanjungsari - Balongsari - Benowo
  2. Demak - JMP - Pasar Turi - Balaikota - Karang Menjangan
  3. JMP - Siola - Pakis Tirtosari - Darmo Permai
  4. JMP - Simogunung - PTC - Lontar - Manukan
  5. JMP - Sunan Ampel - Stasiun Semut - Sidotopo - Kenjeran
  6. JMP - Pasar Turi - Gresik Gadukan - Tanjung Perak
  7. JMP - Pasar Turi - Pasar Loak - Tol Tandes - Balongsari - Manukan
  8. JMP - Stasiun Semut - Balaikota - Kayun - Dinoyo - Joyoboyo
  9. JMP - Balaikota - Stasiun Gubeng - Manyar - Bratang
  10. JMP - Pacar Keling - Karang Menjangan - Galaxy Mall - Keputih
  11. JMP - Pasar Turi - Kedungdoro - Dinoyo - Ngagel - Bratang
  12. JMP - Stasiun Semut - Kapasan - Rangkah - Kenjeran
  13. JMP - Sidorame - Kedinding Lor - Kedung Cowek - Kenjeran
  14. Bulak Banteng - Sunan Ampel - Petekan - JMP - Demak - Pasar Loak - Banyu Urip - Dukuh Kupang
  15. JMP - Kalianak - Greges - Margomulyo - Benowo

Jangkauan MPU Gresik

Terminal Jembatan Merah merupakan titik awal dan akhir dari lintasan MPU antarkota Toyota Kijang trayek Terminal Jembatan Merah jurusan Surabaya - Gresik PP. Jangkauan trayek MPU antarkota sepanjang 31 km tersebut dimulai dari halte ini menuju Terminal Tambak Osowilangon, Sentolang, Terminal Bunder, Suci dan mengakhiri perjalanan di Pertigaan Tenger. Jadwal keberangkatan MPU antarkota tersebut tersedia hampir 24 jam.[12][13]

Jangkauan bus kota

Terminal Jembatan Merah menjadi titik awal serta titik temu dari tiga trayek bus kota Surabaya. Bus kota tersebut menghubungkan terminal ini dengan beberapa titik di penjuru selatan kota seperti Bungurasih dan Sidoarjo. Berikut merupakan jangkauan trayek bus kota yang terdapat di Terminal Jembatan Merah.

  1. F: JMP - Diponegoro - Purabaya
  2. P3: JMP - Tol Dupak - Sidoarjo
  3. P5: JMP - Tol Dupak - Purabaya


Galeri

Referensi

  1. ^ Purwanto, Wiwit (2015). "Mengunjungi Saksi Sejarah Pelabuhan Tradisional Kalimas". Tribun News. Diakses tanggal 2021-06-01.
  2. ^ Direktorat Geografi Sejarah (2008). "Sungai Sebagai Pusat Peradaban: Prosiding Seminar Perubahan DAS Brantas dalam Perspektif Sejarah". Repositori Kemdikbud. Diakses tanggal 2021-06-03.
  3. ^ Administrator (2013). "Trem Riwayatmu Dulu". Majalah Tempo. Diakses tanggal 2021-05-22.[pranala nonaktif permanen]
  4. ^ Redaksi (2013). "Jejak dan sosok di balik trem Surabaya". Ayo Rek. Diakses tanggal 2021-05-22.
  5. ^ Pemkot Surabaya (1994). "Peraturan Wali kota Nomor 030 Tahun 1994 Tentang Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Usaha Pembangunan Terminal Tambak Osowilangon Beserta Pekerjaan-Pekerjaan Lain yang Terkait Antara Pemerintah Kodya Dati II Surabaya dengan PT. Lamicitra Nusantara". JDIH Surabaya. Diakses tanggal 2021-06-03.
  6. ^ Prastyo, Eddy (2007). "Kawasan Jembatan Merah Ditata, PKL Masuk JMP". Suara Surabaya. Diakses tanggal 2021-06-03.
  7. ^ Effendi, Zainal (2015). "Jembatan Merah dan Eks Terminal Bus yang Disulap Jadi Taman Sejarah". Detik News. Diakses tanggal 2021-06-03.
  8. ^ Redaksi (2016). "Dishub Persiapkan Uji Coba Terminal Kasuari". Website Pemkot Surabaya. Diakses tanggal 2021-05-31.
  9. ^ Pemerintah Kota Surabaya (2011). "Keputusan Wali kota Nomor 188.45/332/436.1.2/2011 Tahun 2011 Tentang Trayek Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum di Kota Surabaya". JDIH Surabaya. Diakses tanggal 2022-01-20.
  10. ^ Pemerintah Kota Surabaya (2015). "Transportasi Kota Surabaya". Website Pemkot Surabaya. Diakses tanggal 2022-01-20.
  11. ^ Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2017). "Data Jumlah Mikrolet di Kota Surabaya Tahun 2017" (PDF). DPM PTSP. Diakses tanggal 2022-01-20.
  12. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kabupaten Gresik (2021). "Daftar Angkutan Umum Gresik". Gresikkab. Diakses tanggal 2022-01-20.
  13. ^ Wong Benjeng (2009). "Angkutan Umum Gresik". My Benjeng. Diakses tanggal 2022-01-20.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement