Sungai Brang Biji
| Brang Biji Brang Sumbawa, Brang Soembawa, Soengai Soembawa | |
|---|---|
Brang Biji (juga dikenal sebagai Sungai Sumbawa) yang melintasi kota Sumbawa Besar | |
Peta OpenStreetMap | |
| Lokasi | |
| Negara | Indonesia |
| Provinsi | Provinsi Nusa Tenggara Barat |
| Region | Kabupaten Sumbawa |
| Ciri-ciri fisik | |
| Hulu sungai | Olat Batupisak |
| Muara sungai | Teluk Sumbawa, Laut Flores |
| Daerah Aliran Sungai | |
| Sistem sungai | DAS Sumbawa (2340010) |
| Luas DAS | 251,63 km2 (97,15 sq mi) |
| Markah tanah | Jembatan Samota, Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa |
| Jembatan | Jembatan Samota, Jembatan Gantung Cendrawasih, Jembatan Garuda, Jembatan 'Kerangka Baja", Bypass Sering |
| Otoritas DAS/WS | BPDAS Dodokan-Moyosari |
| Informasi lokal | |
| Zona waktu | WITA (UTC+8) |
| GeoNames | Brang Biji |
| KML Peta Batas DAS Sumbawa | |
Sungai Brang Biji (atau "Brang Biji"[1]) adalah sungai yang terletak di pulau Sumbawa, dalam wilayah Kabupaten Sumbawa, provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia yang bermuara di Teluk Sumbawa ke Laut Flores.[2] Juga dikenal sebagai Brang Sumbawa, sungai ini terletak sekitar 1200 km di sebelah timur Jakarta.[3] Aliran terjauh Brang Biji berada pada lereng timur Olat Batupisak, atau barat daya Kota Sumbawa.[4]
Sejarah
Dalam bahasa Sumbawa, "Brang" artinya kali/sungai dan "biji" dalam bahasa Sumbawa berarti "modeng". Karena kurang cocok disebut "Brang Modeng" maka para leluhur menyebutnya sebagai "Brang Biji". Ada pun di sebut "Brang Biji" karena dahulu banyak sekali pohon "Jambu Biji" dan ada pula pohon "Mangga" yang sangat lebat buahnya di tepi kali "Brang Biji" ini. Maka dari itu diberilah nama kampung di tepi kali itu sebagai kampung "Brang Biji".[5]
Hidrologi
Daerah aliran sungai (DAS) Brang Biji mempunyai luas 225 km² dengan panjang sungai utama 33,20 km, kemiringan bagian hulu 17,14%, dan bagian tengah 5,15%. Sungai ini membujur dari arah selatan ke utara, melintasi Batu Lanteh di bagian hulu dan Kota Sumbawa Besar di bagian hilir, akhirnya bermuara di Laut Flores.[6]
Dari tahun ke tahun, sungai Brang Biji mengalami pendangkalan pesat. Saat ini sedimentasi di sana sudah cukup banyak, sehingga volume air yang ditampung lebih sedikit dan sering meluap ke atas. Dinding sungai juga kurang tinggi, bahkan sekitar 400 meter dinding sungai juga sudah jebol.[7] Kejadian yang sering dialami adalah banjir yang selalu terjadi di Sungai Brang Biji yang melintasi Kota Sumbawa dan melanda sisi kanan dan kiri areal pemukiman penduduk terutama di daerah Kelurahan Bugis, Kelurahan Brang Bara, Kelurahan Pekat, Kelurahan Samapuin, Kelurahan Lempeh dan Kelurahan Brang Biji,[6] seperti yang terjadi pada bulan Februari 2017.[8]
Sungai Brang Biji juga tercemar akibat bakteri E-coli dan mercury yang dibuang ke aliran sungai, dan tingkat pencemarannya sudah dalam kategori berbahaya (mencapai 30 persen), sehingga, bila di konsumsi atau digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sangat berbahaya bagi kesehatan warga.[9] Hal ini disebabkan oleh perilaku masyarakat yang belum menerapkan pola hidup bersih serta banyak membuang sampah dan tinja ke sungai.[10]
Geografi
Sungai ini mengalir di wilayah barat laut pulau Sumbawa yang beriklim basah dan kering atau sabana tropis (kode: As menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[11] Suhu rata-rata setahun sekitar 26 °C. Bulan panas adalah Oktober, dengan suhu rata-rata 30 °C, and terdingin Februari, sekitar 24 °C.[12] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 1539 mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Januari, dengan rata-rata 321 mm, dan yang terendah Agustus, rata-rata 3 mm.[13]
Lihat juga
- Daftar daerah aliran sungai di Indonesia
- Daftar sungai di Kepulauan Nusa Tenggara
- Danau tapal kuda
- Daya rusak air
- Hidrologi pegunungan
- Irigasi Premium
- Konservasi daerah aliran sungai
- Krisis air
- Pertanian Regeneratif
- Sumber daya air
- Wilayah Sungai dan pembagiannya di Indonesia
- Zona riparian
Referensi
- ^ Brang dalam bahasa Sumbawa berarti "sungai".
- ^ Brang Biji at Geonames.org (cc-by); Database dump downloaded 2015-11-27
- ^ Brang Sumbawa at Geonames.org (cc-by); Database dump downloaded 2015-11-27
- ^ "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK - Klasifikasi DAS". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-09-17.
- ^ Sejarah Brang Biji & KarangTungkup di Sumbawa Besar - Yathi, Samawa - 19 November 2013.
- ^ a b Fredy Benedictus Da Costa Rao, Saifoe El Unas, Pudyono. Studi Kelayakan Investasi Pembangunan Bendungan Krekeh Kabupaten Sumbawa Berdasarkan Aspek Ekonomi Diarsipkan 2017-08-30 di Wayback Machine. - Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya - Vol 1, No 3 (2015).
- ^ Benahi Infrastruktur, "Jinakkan" Banjir Diarsipkan 2017-08-30 di Wayback Machine. - SUARANTB.com - 20 Februari 2017.
- ^ 10 Bencana Alam Landa Indonesia dalam Sepekan - Republika - 12 Februari 2017.
- ^ Enam Sungai di NTB Tercemar Limbah Berat - Aktual.com - Desember 14, 2015.
- ^ Perilaku Hidup Bersih Masih Rendah, Sungai-sungai Besar di NTB Tercemar Tinja - Global FM - 16 Desember 2015.
- ^ Peel, M C; Finlayson, B L; McMahon, T A (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification". Hydrology and Earth System Sciences. 11. doi:10.5194/hess-11-1633-2007. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ "NASA Earth Observations Data Set Index". NASA. 30 January 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-05-10. Diakses tanggal 2017-08-29.
- ^ "NASA Earth Observations: Rainfall (1 month - TRMM)". NASA/Tropical Rainfall Monitoring Mission. 30 January 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-19. Diakses tanggal 2017-08-29.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



