Sungai Brang Moyo

Brang Moyo
Brang Moyo, Brang Mojo, Mojo River
PetaKoordinat: 8°27′43.6″S 117°28′44.0″E / 8.462111°S 117.478889°E / -8.462111; 117.478889
Lokasi
Negara Indonesia
ProvinsiProvinsi Nusa Tenggara Barat
RegionKabupaten Sumbawa
Ciri-ciri fisik
Hulu sungaiLantung
 - lokasiKabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
 - koordinat8°46′12″S 117°35′24″E / 8.770000°S 117.589889°E / -8.770000; 117.589889
Muara sungaiTeluk Saleh, Laut Flores
 - lokasiMoyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
 - koordinat8°24′48″S 117°28′48″E / 8.413389°S 117.479889°E / -8.413389; 117.479889
Daerah Aliran Sungai
Sistem sungaiDAS Moyo
Kode DASDAS410339
Luas DAS796 km2 (307 sq mi)
Pengelola DASBPDAS Dodokan Moyosari
Wilayah sungaiWS Sumbawa
Kode wilayah sungai03.03.A3
Otoritas wilayah sungaiBWS Nusa Tenggara 1
Informasi lokal
Zona waktuWITA (UTC+8)
GeoNamesBrang Moyo
KML Peta Batas DAS Moyo


Sungai Brang Moyo[1] adalah sungai di Sumbawa, provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia, sekitar 1200 km di timur ibu kota Jakarta.[2][3] Brang Moyo bermuara di perairan Teluk Saleh yang merupakan bagian dari Laut Flores. Aliran terjauh sungai ini berada di wilayah pegunungan di sekitar Lantung.[4]

Hidrologi DAS

Brang Moyo merupakan aliran utama dalam sistem daerah aliran sungai yaitu DAS Moyo yang memiliki luas daerah tangkapan air mencapai 796 km2 (307 sq mi). Di dalam sistem DAS tersebut terdapat 2 reservoir yaitu, bendungan Mamak dan bendungan Batubulan.[4]

Pengelolaan DAS

Dalam pengelolaan daerah aliran sungai terkait konservasi, DAS Moyo termasuk ke dalam wilayah kerja BPDAS Dodokan Moyosari[4] yang merupakan unit pelaksana teknis pada Ditjen PDASHL dibawah Kementerian Lingkungan Hidup.[5] Sedangkan dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya air, DAS Moyo merupakan bagian dari satuan wilayah sungai yaitu WS Sumbawa[6] dibawah otoritas BWS Nusa Tenggara 1.[7]

Degradasi DAS & Bencana Hidrologi

Perubahan tutupan lahan dapat sangat memengaruhi hidrologi DAS dan kualitas air. Urbanisasi dan pembangunan dapat meningkatkan tutupan lahan kedap air, menyebabkan lebih banyak air mengalir di permukaan daripada meresap ke dalam tanah. Hal ini dapat mengurangi pengisian ulang air tanah dan aliran dasar sungai, atau aliran yang terjadi selama musim kemarau. Deforestasi dan pembukaan lahan pertanian di kawasan hulu seringkali disertai dengan peningkatan erosi tanah dan beban sedimen di kawasan hilir. Jenis penggunaan lahan lainnya berkaitan dengan pencemaran air, misalnya, pertanian yang dapat meningkatkan beban pestisida dan nutrisi (nitrogen dan fosfor) dari pupuk. Urbanisasi dan industrialisasi di dalam DAS dapat menyebabkan kontaminasi dari berbagai macam zat kimia yang digunakan di rumah tangga dan industri.

Bencana hidrologi terakhir terjadi pada awal Januari 2025, banjir bandang menerpa sejumlah wilayah di Kecamatan Labuhan Badas dan Moyo Hulu.[8]

DAS Moyo sendiri merupakan satu dari 15 DAS yang masuk dalam daftar DAS Prioritas Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019 sebagai prioritas untuk dipulihkan dan dikelola secara terpadu. Pemilihan DAS ini didasarkan pada tingkat kritisnya, potensi masalah lingkungan, dan dampaknya terhadap keberlanjutan sumber daya air dan ekosistem.[9][10]

Geografi

Sungai ini mengalir di wilayah barat laut pulau Sumbawa yang beriklim basah dan kering atau sabana tropis (kode: As menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[11] Suhu rata-rata setahun sekitar 26 °C. Bulan panas adalah Oktober, dengan suhu rata-rata 30 °C, and terdingin Februari, sekitar 24 °C.[12] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 1456 mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Januari, dengan rata-rata 294 mm, dan yang terendah Agustus, rata-rata 19 mm.[13]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ Brang dalam bahasa Sumbawa berarti "sungai".
  2. ^ Rand McNally, The New International Atlas, 1993.
  3. ^ Brang Moyo at Geonames.org (cc-by); Database dump downloaded 2015-11-27
  4. ^ a b c "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK - Klasifikasi DAS". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-09-17.
  5. ^ "Peraturan Menteri LHK No.14 Tahun 2022" (PDF). JDIH Kehutanan. 2025. Diakses tanggal 2025-09-21.
  6. ^ ""PerMenPUPR No.04/PRT/M/2015 - Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai"". PERATURAN.GO.ID.
  7. ^ "PerMen PUPR 09-2024" (PDF). peraturan.bpk.go.id. Diakses tanggal 2025-09-25.
  8. ^ "SiAGA | Bencana Alam Banjir Bandang di Kecamatan Labuhan Badas dan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa". siaga.ntbprov.go.id. Diakses tanggal 2025-10-05.
  9. ^ Prakoswa, Raditya Hanung. "15 Daerah Aliran Sungai Prioritas untuk Dipulihkan". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-10-05.
  10. ^ antaranews.com (2024-04-23). "KLHK perkirakan perlu Rp22 triliun perbaiki kualitas air 15 DAS". Antara News. Diakses tanggal 2025-10-05.
  11. ^ Peel, M C; Finlayson, B L; McMahon, T A (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification". Hydrology and Earth System Sciences. 11. doi:10.5194/hess-11-1633-2007. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  12. ^ "NASA Earth Observations Data Set Index". NASA. 30 January 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-05-10. Diakses tanggal 2018-12-20.
  13. ^ "NASA Earth Observations: Rainfall (1 month - TRMM)". NASA/Tropical Rainfall Monitoring Mission. 30 January 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-19. Diakses tanggal 2018-12-20.

8°27′44″S 117°28′44″E / 8.4621°S 117.4789°E / -8.4621; 117.4789

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement