Puasa Ramadan di Asia Selatan
Puasa Ramadan di Asia Selatan dilaksakanan oleh tiap individu muslim di Asia Selatan sebagai bagian dari ketaatan terhadap ajaran Islam. Pelaksanaan puasa Ramadan di Asia Selatan selama jam-jam siang hari dalam bulan Ramadan yang berlangsung hingga selama 30 hari. Pengecualian kewajiban terhadap puasa Ramadan harian berlaku bagi orang yang sedang sakit, sedang melakukan perjalanan, telah lanjut usia, serta bagi anak-anak yang belum dewasa, wanita menyusui dan wanita yang sedang mengalami menstruasi.
Masa puasa Ramadan selama bulan Ramadan di Asia Selatan umumnya dilalui dengan kegiatan salat lima waktu, membaca Al-Qur'an, membayar zakat dan mengkaji keistimewaan bulan Ramadan. Selama waktu sahur dan buka puasa, muslim di Asia Selatan umumnya menyantap makanan khas Asia Selatan seperti paratha dan jalebi. Puasa Ramadan di Asia Selatan berakhir dengan perayaan Idul Fitri.
Ketaatan pelaksanaan dan pengecualian
Muslim di Asia Selatan melaksanakan puasa Ramadan selama bulan Ramadan sebagai bagian dari ketaatan terhadap ajaran agama. Puasa Ramadan dilaksanakan secara individu oleh setiap muslim di Asia Selatan selama bulan Ramadan.[1] Pelaksanaan puasa Ramadan di Asia Selatan merupakan suatu kewajiban dalam ajaran agama Islam bagi muslim yang laki-laki maupun perempuan.[2] Selama berpuasa Ramadan harian, muslim tidak makan dan minum dalam jam-jam siang hari.[1] Puasa Ramadan di Asia Selatan berlangsung hingga selama 30 hari.[3]
Pengecualian kewajiban terhadap puasa Ramadan harian berlaku bagi orang yang sedang sakit atau sedang melakukan perjalanan, orang yang telah lanjut usia, anak-anak yang belum dewasa, wanita yang sedang menyusui bayinya serta bagi wanita yang sedang mengalami menstruasi. Wanita muslimah yang menstruasi dan menyusui di Asia Selatan umumnya mengganti puasa Ramadan mereka setelah berakhirnya masa puasa Ramadan dan berakhirnya halangan untuk berpuasa. Sedangkan muslim yang lanjut usia di Asia Selatan umumnya mengganti puasa Ramadan harian ketika musim dingin karena meringankan pelaksanaan puasa harian, atau mengunjungi tempat tertentu yang sejuk untuk melaksanakan puasa.[2]
Kegiatan
Masa puasa Ramadan selama bulan Ramadan di Asia Selatan umumnya dilalui dengan kegiatan salat lima waktu, membaca Al-Qur'an dan membayar zakat. Selain itu, selama masa puasa Ramadan, orang tua dan anak-anak umumya membahas mengenai keistimewaan bulan Ramadan dan mengkaji tentang alasan pelaksanaan puasa Ramadan yang merupakan salah satu dari rukun Islam.[3]
Hidangan
Selama waktu sahur, muslim di Asia Selatan umumnya menyantap makanan khas Asia Selatan yang disebut paratha bersama dengan telur dadar dan yoghurt. Hidangan lain yang sering disantap oleh muslim di Asia Selatan ketika waktu sahur ialah camilan yang disebut jalebi yang dapat dimakan dalam kondisi panas maupun dingin.[4] Pada waktu buka puasa, muslim di Asia Selatan umumnya mengonsumsi hidangan berupa makanan dan minuman tradisional untuk mengakhiri puasa Ramadan harian.[5]
Pengakhiran
Puasa Ramadan di Asia Selatan berakhir dengan perayaan Idul Fitri. Perayaannya meliputi kegiatan berdoa, makan bersama dan berbagi hadiah.[3]
Lihat pula
Referensi
- ^ a b Perera, M. J., dan Chang, E. C. (ed.). Biopsychosocial Approaches to Understanding Health in South Asian Americans (dalam bahasa Inggris). Cham: Springer International Publishing. hlm. 63. ISBN 9783319911205. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Sanyal, U., dan Kumar, N., ed. (2020). Food, Faith and Gender in South Asia: The Cultural Politics of Women's Food Practices (dalam bahasa Inggris). London: Bloomsbury Publishing. hlm. 187. ISBN 978-1-3501-3707-3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b c Becher, Harriet (2008). Family Practices in South Asian Muslim Families: Parenting in a Multi-Faith Britain (dalam bahasa Inggris). Hampshire: Palgrave Macmillan UK. hlm. 92. ISBN 9780230583399. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Asmayani, Nurul (April 2013). Jejak Ramadhan di Berbagai Negara. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 215. ISBN 978-979-592-616-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Cockle, Charlotte (2020). Nutritional and Health Aspects of Food in South Asian Countries (dalam bahasa Inggris). London: Academic Press. hlm. 222. ISBN 978-0-12-820011-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


