Panton Rayeuk I, Kuta Makmur, Aceh Utara
Panton Rayeuk I | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Aceh |
| Kabupaten | Aceh Utara |
| Kecamatan | Kuta Makmur |
| Kodepos | 24371 |
| Kode Kemendagri | 11.08.03.2037 |
| Luas | 13,43 km² (1.343 Ha) |
| Jumlah penduduk | 812 jiwa |
| Kepadatan | ... jiwa/km² |
Panton Rayeuk I merupakan salah satu gampong yang ada di kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, provinsi Aceh, Indonesia.[1]
Referensi
- ^ Ramadhan, Gestyan; Triandicki, Riki (26 September 2024). Kecamatan Kuta Makmur Dalam Angka 2024. Kabupaten Aceh Utara: BPS Kabupaten Aceh Utara. hlm. 6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Pranala luar
- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
Sejarah
Gampong Panton Rayeuk I merupakan salah satu Gampong yang di kecamatan Kutamakmur wilayah pemerintahannya masuk dalam wilayah Kemukiman Buloh Beureghang. Asal-usul berdirinya Gampong di panton Rayeuk I hampir sama kejadiaannya dengan Gampong lainnya. Menurut sumber informasi yang layak dipercaya bahwa asal-usul berdirinya Gampong Panton Rayeuk I dimulai abad ke XVII atau sekitar tahun 1880. Prosesnya di awali dari beberapa orang yang berasal dari Gampong tetangga masuk ke daerah itu untuk berkebun. Pada saat pertama kali ditemukan Gampong tersebut merupakan hutan belantara yang belum dijamah oleh manusia. Awalnya mareka hanya sekedar datang untuk berkebun secara tradisional pagi berangkat dan sorenya pulang kerumah, hal tersebut tak berlangsung lama, setelah itu mareka memanfaatkan gubuk yang mareka bangun sebagai tempat berteduh pada siang hari juga digunakan sebagai tempat untuk menginap pada malam hari untuk menjaga tanaman dari serangan hama.
Karena tuntutan untuk selalu berada dilokasi perkebunan dengan alasan menjaga tanaman dari berbagai macam gangguan malam hari maupun siang, lalu mareka mengambil inisiatif untuk membawa serta keluarga mareka ke areal perkebunan dimaksud untuk tinggal bersama dengan kondisi apa adanya. Seiring waktu berjalan warga lainpun menpunyai hasrat juga untuk membuka areal perkebunan dilokasi yang sama setelah adanya beberapa orang yang lebih dahulu menbuka dan menetap di areal perkebunan tersebut. Singkat cerita dalam waktu yang tidak begitu lama kawasan yang dulunya merupakan hutan belantara sekarang menjadi lokasi pertanian yang menbentang luas dan subur serta menjadi pemukiman baru bagi warga yang menbuka kebun di daerah tersebut.
Gampong Panton Rayeuk I sebelumnya lebih dikenal orang dengan sebutan Kubu Tungku, penamaan tersebut didasari dari sebuah kisah bahwa ada seorang ulama yang datang dan menetap di Gampong tersebut untuk mendidik masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan tersedianya lahan untuk mendirikan sebuah mesjid dan lembaga pendidikan agama oleh ulama tersebut. Namun dalam pelaksanaannya pada saat merealisasi rencananya ulama tersebut wafat, maka proses selanjutnya tidak ada orang yang melanjutkan rencana tersebut, sembari berwasiat agar kelak ia dimakamkan diareal tanah yang telah dipersiapkan tersebut untuk pembangunan mesjid, maka dari awal itulah orang-orang memberi nama Desa dengan sebutan KUBU TEUNGKU ( Kuburan Teungku ).Karena kisah tersebutlah hingga sekarang Gampong tersebut lebih dikenal orang dengan sebutan Kubu Teungku ketimbang Panton Rayeuk I.
Secara etimologi penamaan Panton Rayeuk I untuk nama Gampong di ambil dari sebuah nama Panton yang berarti lahan yang berada dikaki bukit yang posisinya rata dan sangat subur untuk ditanami oleh berbagai jenis tanaman dan sayur sayuran. Sedangkan Rayeuk adalah kosa kata bahasa daerah (Aceh) yang berarti besar atau luas sedangkan I merupakan yang pertama karena setelahnya juga ada penamaan untuk Gampong yang sama yaitu Panton Rayeuk II yang merupakan Gampong tetangga dari Panton Rayeuk I yang terletak pada sisi kiri Panton rayeuk I.
Beberapa tahun kemudian setelah seiring bertambahnya jumlah warga yang menetap di daerah tersebut muncullah keinginan dari mareka untuk menguatkan perkumpulan tersebut agar dapat bersatu dan saling menbantu di antara sesama mareka dalam kesatuan Gampong yang di pimpin oleh seorang pemimpin yang di gelar saat itu dengan sebutan Geuchik. Maka dari disinilah proses pemerintahan Gampong Panton Rayeuk I dimulai dan saat itu proses pemerintahan belumlah terarah atau terkonsep sebagaimana saat ini tapi masyarakat telah menjalani kehidupan bermasyarakat dengan rukun dan tertib dan sangat taat kepada pemimpinnya tersebut.
Pemerintahan
Geuchik: Abdurrahman, Ama.Pd
sekretaris desa: Amri, S.Pd
Bendahara: Saifullah
Kaur Pemerintahan: Yusni
Kaur Pembangunan: Syaridin
Kaur Kesra: Abdullah
Dusun Panton: Munidar
Dusun Alu Buloh: Mulyadi
Dusun Meudang Keureusek: Hamdani Abdullah
Tuha 4 Ketua: Muhammad Thaib
anggota: Anwar
: Iskandar
: Zulfikri
: M.Saleh
: Yusri
: Heriadi
Geografi
Desa Panton Rayeuk I memiliki letak geografis yang strategis dengan batas-batas wilayah yang jelas. Di sebelah utara desa ini berbatasan dengan gampong Panton Rayeuk II, sedangkan di sebelah timur berbatasan dengan desa Blang Talon/ Babah Lueng yang menjadi salah satu kawasan pertanian penting di kawasan wilayah tersebut. Di sebelah selatan desa ini berbatasan langsung dengan desa Sido Muliyo, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Sido Muliyo dan Blang Poroh Nisam. kondisi alam desa Panton Rayeuk I di dominasi dengan hamparan kebun sawit yang luas, mencapai 978 hektar yang mejadikan perkebunan ini sebagai sumber penghidupan utama bagi warga setempat. kombinasi baas wilayah yang jelas dan kombinasi lingkungan alam yang subur dan indah menjadikan desa Panton Rayeuk I sebagai desa yan harmonis antara kehiduan sosial dan potensi alamnya.[1]
Demografi
Desa Panton Rayeuk I memiliki populasi sebanyak 812 jiwa, terdiri dari 414 laki-laki dan 398 perempuan, dengan distribusi usia yang menonjol pada kelompok usia produktif >15-56 tahun serta lansia >56 tahun. Secara sosial terdapat 11 anak yatim dan 379 fakir miskin yang menunjukkan bahwa sekitar 47% penduduk mengalami tantangan ekonomi. tingkat pendidikan masyarakat desa Panton rayeuk I mayoritasnya dibawah SMA, dengan 41 orang tamat SD/MIn, 73 tamat SLTP/MTsN, 56 penduduk yang taman SMA/MAN, dan sarjana (S1) sebanyak 10 orang. ada juga yang tidak tamat SD sebanyak 16 orang dan buta huruf sebanyak 6 orang. kesehatan masyarakat desa didukung oleh posyandu (meski pasif), bidan desa dan kader kesehatan dengan penyakit umum seperti anemia, masalah kulit, epilepsi, migrain, asma, dan malaria. bidang usaha utama desa adalah perkebunan yang dipimpin oleh komoditi kelapa sawit seluas 978 hektar dan pinang seluas 102 hektar. selain kelapa sawit dan pinang, masyarakat juga menanam pohon lainnya seperti karet, kelapa, pisang dan pepaya. selain dari pertanian, warga desa juga beternak seperti sapi, ayam kampung, ayam broiler, dan kambing/biri-biri. penduduk desa didominasi oleh pemeluk agama islam yang menjadi landasan utama dalam kehidupan sosial, tradisi, serta budaya setempat.[2]
fasilitas
fasilitas umum yang tersedia didesa panton rayeuk I cukup lengkap untuk mendukung kegiatan masyarakat sehari hari. mulai dari jaringan jalan desa yang terdiri dari jalan aspal, jalan semen dan jalan setapak yang menghubungkan antara dusun, area perkebunan dan permukiman warga. untuk transportasi biasanya warga menggunakan mobil, sepeda motor (honda), dan becak yang memudahkan mobilitas antar wilayah maupun untuk menuju pusat kecamatan. sarana pendidikan di desa Pnaton rayeuk I terdiri dari SD untuk pendidikan dasar dan balai pengajian Kubu tengku yang berperan sebagai lembaga pendidikan agama tradisional. dengan kehadiran lembaga-lembaga pendidikan ini menjadi pusat pengembangan ilmu dan karakter anak. di desa panton Rayeuk i juga memiliki 1 masjid, 1 menasah, 3 balai pengajian yang memudahkan aktivitas keagamaan. sedangkan dibidang kesehatan ada posyandu yang menyediakan layanan pemerikasaan kesehatan bagi ibu dan anak. [3]
Sosial dan Budaya
Desa Panton Rayeuk I masih memiliki kekayaan tradisi dan adat istiadat yang masih sangat kental. nilai kebudayaan dan tradisi nenek moyang masih di jaga turun temurun tetap hidup dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. tradisi seperti aqiqah atau potong kambing bagi bayi baru lahir, maulid, dike (dzikir dan doa bersama), rukun, khenduri jrat masih secara rutin dilakukan sebagai bentuk syukur dan kebersamaan. selain tradisi keagamaan dan adat, kehidupan sosial masyarakat sangat hangat dan penuh kekeluargaan. kerja sama antar warga sangat terlihat dari berbagai acara sosial di desa seperti gotong royong, acara kampung, pesta pernikahan, rewang ketempat orang meninggal, bahkan saat menerima tamu dan pendatang. keramahan warga menciptakan suasana yang damai, harmonis, dan nyaman bagi setiap pengunjung desa. dengan perpaduan antara nilai budaya yan terjada dan sikap masyarakat yang ramah menjadikan desa panton rayeuk I sebagai desa yang memiliki identitas sosial budaya yang kuat dan tetap lestari hingga kini.[4]
Ekonomi
sumber ekonomi masyarakat panton rayeuk I didominasi oleh sektor perkebunan yang telah menjadi mata pencarian utama masyarakat setempat sejak dahulu. dengan lahan perkebunan yang membentang luas memungkinkan warga untuk menanam berbagai tumbuhan seperti sawit, pinang, karet, kelapa, pisang, coklat, pepaya, rambutan dan lainnya yang dapat menjadi sumber penghidupan keluarga. selain dari perkebunan, perekonomian desa juga ditopang oleh berbagai usaha UMKM seperti pengolahan hasil panen, usaha makanan rumahan, kerajinan dan perdagangan kecil yang membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. ada juga beberpa warga yang menjadi pegawai negeri sipil yang turut menstabilkan perekonomian keluarga dan perkembangan sosial desa.[5]
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


