Lempu' na getteng

Lempu' na getteng merupakan filsafat hidup masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan yang menekankan kejujuran (lempu’) dan keteguhan prinsip (getteng) sebagai fondasi utama martabat manusia. Lempu’ berarti lurus hati, bersih niat, serta jujur dalam perkataan dan perbuatan. Kejujuran tidak hanya dipahami sebagai berkata benar, tetapi juga konsistensi antara pikiran, ucapan, dan tindakan. Sementara itu, getteng bermakna teguh pendirian, tidak mudah goyah oleh tekanan, godaan, atau kepentingan sesaat.[1]

Dalam pandangan filosofisnya, lempu’ na getteng adalah penyangga siri’ (harga diri). Seseorang yang kehilangan kejujuran dan keteguhan dianggap meruntuhkan kehormatannya sendiri. Karena itu, pemimpin ideal dalam budaya Bugis-Makassar harus memiliki lempu’ na getteng: adil, berani mengambil keputusan, serta bertanggung jawab atas konsekuensinya. Keteguhan bukan berarti keras kepala, melainkan setia pada kebenaran yang diyakini.[2]

Filsafat dan prinsip ini juga berfungsi sebagai pedoman sosial. Dalam relasi antarindividu, lempu’ membangun kepercayaan, sedangkan getteng menjaga komitmen. Dalam kehidupan modern saat ini, lempu’ na getteng tetap relevan sebagai nilai etis untuk melawan korupsi, kemunafikan, dan ketidakadilan. Dengan memegang kejujuran dan keteguhan, manusia menjaga martabat dirinya sekaligus keharmonisan masyarakat.[3][4]

Referensi

  1. ^ "Integrasi Nilai-Nilai Getteng, Lempu, Dan Ada Tongeng Dalam Etika Profesi Akuntan". ejournal.upnvj.ac.id. Diakses tanggal 7 Des. 2025.
  2. ^ "GETTENG, LEMPU NA ADA TONGENG DALAM ..." journal.universitaspahlawan.ac.id. Diakses tanggal 7 Des. 2025.
  3. ^ "KARAKTER IDEAL KONSELOR DALAM BUDAYA BUGIS KAJIAN HERMENEUTIK TERHADAP TEKS PAPPASENG". download.garuda.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 7 Des. 2025.
  4. ^ "LEMPU' NA GETTENG SEBAGAI PIJAKAN ..." jurnal.umpar.ac.id. Diakses tanggal 7 Des. 2025.

Lihat juga

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement