Lambang Belanda
| Lambang Agung Kerajaan Belanda | |
|---|---|
Versi agung (monarki) | |
| Versions | |
Versi negara | |
Versi kecil | |
| Detail | |
| Pemangku | Willem-Alexander dari Belanda |
| Digunakan sejak | 10 Juli 1907 23 April 1980 |
| Mustaka | Mahkota kerajaan Belanda |
| Perisai | Singa dengan pedang terhunus |
| Penopang | Dua ekor singa |
| Semboyan | bahasa Prancis: Je Maintiendrai |
| Versi awal | 24 Agustus 1815 |
Lambang Agung Kerajaan Belanda (bahasa Belanda: Wapen van het Koninkrijk der Nederlanden, atau Groot Rijkswapen) awalnya diadopsi pada tahun 1815, dan kemudian dimodifikasi pada tahun 1907. Lambang tersebut merupakan gabungan dari lambang Republik Belanda dan lambang Wangsa Nassau. Lambang tersebut memiliki perisai kotak-kotak dengan seekor singa yang memegang pedang di satu tangan dan seikat anak panah di tangan lainnya. Lambang tersebut merupakan simbol heraldik raja (Raja Willem-Alexander) dan negara. Raja menggunakan versi lambang dengan mantel (bahasa Belanda: Koninklijk wapen), sementara pemerintah Belanda menggunakan versi yang lebih kecil tanpa mantel (jubah) atau paviliun. Terkadang, hanya perisai dan mahkota yang digunakan (bahasa Belanda: Rijkswapen). Komponen lambang diatur oleh Ratu Wilhelmina dalam sebuah dekret kerajaan pada tanggal 10 Juli 1907, yang ditegaskan oleh Ratu Juliana dalam sebuah dekret kerajaan pada tanggal 23 April 1980.[1]
Deskripsi
Lambang pada blason adalah sebagai berikut:
Perisai berwarna biru dihiasi motif pulasan kecil berwarna emas, dengan seekor singa bermahkota emas. Singa tersebut memiliki cakar dan lidah merah, memegang pedang perak berpegangan emas di kaki kanan, dan tujuh anak panah perak berikat emas di kaki kiri. (Tujuh anak panah melambangkan tujuh provinsi dalam Uni Utrecht.) Perisai ini diberi mahkota kerajaan Belanda dan ditopang oleh dua singa emas dengan cakar dan lidah merah. Di bawahnya terdapat pita biru dengan tulisan "Je Maintiendrai" (bahasa Prancis abad pertengahan yang berarti "Aku akan mempertahankan".)
Seorang monarki dapat menempatkan lambang ini pada sebuah jubah merah yang dilapisi bulu cerpelai, dengan sebuah paviliun merah yang di atasnya terdapat mahkota kerajaan.
Dalam dekret kerajaan, dinyatakan bahwa raja laki-laki boleh mengganti mahkota di atas perisai menjadi sebuah helm dengan lambang keluarga Nassau.
Sejarah
Versi lambang ini telah digunakan sejak tahun 1907, namun hanya berbeda sedikit dari versi tahun 1815. Dari tahun 1815 hingga 1907, semua singa memakai mahkota kerajaan dan kedua singa pendukung saling berhadapan.
Lambang kerajaan diadopsi oleh penguasa pertama Kerajaan Belanda, Willem I, setelah menjadi raja usai Kongres Wina tahun 1815. Ia membuat lambang baru dengan menggabungkan unsur lambang keluarganya (Oranye-Nassau) dan lambang Republik Belanda yang berdiri dari tahun 1581 hingga 1795.
Dari lambang keluarganya, ia mengambil unsur perisai biru dengan singa emas dan billets dari Nassau. Moto "Je Maintiendrai" mewakili keluarga Oranye sejak bergabung dengan kepangeranan Oranye dengan nama "Je Maintiendrai Châlons". Unsur-unsur ini juga muncul pada lambang Raja William III, yang juga pernah menjadi Raja Inggris, Skotlandia, dan Irlandia (1689–1702). Dari lambang Dewan Negara Republik Tujuh Provinsi, ia mengambil singa dengan mahkota, pedang, dan anak panah. Anak panah melambangkan tujuh provinsi pembentuk Republik, pedang melambangkan tekad mempertahankan kebebasan, dan mahkota melambangkan kedaulatan. William mengganti mahkota tersebut menjadi mahkota kerajaan. Pada 1907, tahun Ratu Wilhelmina mengembalikannya menjadi mahkota terbuka.
Galeri
-
Lambang yang digunakan Pemerintah Belanda -
Lambang Dewan Negara Belanda (parlemen) -
Logo yang digunakan untuk semua cabang pemerintahan Belanda -
Lambang negara Belanda di Den Haag
Lihat pula
Referensi
- ^ "wetten.nl - Regeling - Besluit tot het voeren van het Koninklijk wapen - BWBR0003312". web.archive.org. 2017-12-21. Diakses tanggal 2024-10-22.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


