Kecelakaan bus Probolinggo 2025
| Kecelakaan bus Probolinggo 2025 | |
|---|---|
Kecamatan Lumbang di Kabupaten Probolinggo, lokasi kecelakaan bus pariwisata pada 14 September 2025 | |
| Rincian | |
| Tanggal | 14 September 2025 |
| Waktu | 11.45 WIB |
| Letak | Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur |
| Negara | Indonesia |
| Operator | Ind’s 88 Trans |
| Pemilik | PT Ind’s Trans |
| Layanan | Pariwisata |
| Jenis kecelakaan | Kecelakaan tunggal |
| Penyebab | Dugaan rem blong Kelalaian pengemudi (gigi transmisi tidak diturunkan) |
| Statistik | |
| Bus | 1 |
| Kendaraan | 1 bus dan 1 sepeda motor |
| Penumpang | ±55 |
| Kru | 2 |
| Meninggal dunia | 9 |
| Luka-luka | 44 |
| Kerusakan | Bus ringsek parah dan pagar rumah warga hancur |
Pada Minggu, 14 September 2025 sekitar pukul 11.45 WIB, sebuah bus pariwisata berstiker Ind’s 88 Trans bernomor polisi P 7221 UG mengalami kecelakaan di Jalan Raya Sukapura, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, saat dalam perjalanan pulang usai berwisata dari kawasan Gunung Bromo.[1] Bus yang mengangkut rombongan tenaga kesehatan Rumah Sakit Bina Sehat Jember itu menabrak pembatas jalan, pagar rumah warga, dan sebuah sepeda motor hingga terguling.[2]
Kronologi
Menurut keterangan sopir bus, Albahri (57), rem bus mulai terasa tidak berfungsi saat melintasi wilayah Jatian, Desa Boto. Ia berusaha menepi dan memperlambat laju kendaraan, tetapi saat jalan menurun dan menikung, bus kehilangan kendali dan menabrak pagar rumah warga.[3]
Berdasarkan hasil olah TKP oleh Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jatim dan KNKT, tidak ditemukan jejak pengereman di lokasi. Kecepatan bus sebelum tabrakan diperkirakan mencapai 64–80 km/jam, dengan posisi transmisi tetap di gigi 3.[4]
Korban
Sebanyak sembilan orang meninggal dunia, termasuk satu keluarga yang terdiri dari Hendra Pratama (37), istrinya Wardatus Soleha (35), dan anak mereka Aiza Fahrani Agustin (7). Selain itu, 44 penumpang lainnya mengalami luka ringan hingga berat dan dirawat di RSUD dr. Moh. Saleh Probolinggo, RS Arrozi, Puskesmas Sukapura, serta RS Bina Sehat Jember.[5]
Penyelidikan
Kepolisian menetapkan sopir bus Albahri sebagai tersangka setelah hasil analisis TAA menunjukkan kelalaiannya karena tidak menurunkan gigi transmisi saat rem gagal fungsi, sehingga laju bus mencapai kecepatan tinggi di jalan menurun.[6]
Dari hasil pemeriksaan, bus dinyatakan layak jalan secara administrasi dan memiliki uji KIR yang masih berlaku. Sopir juga memiliki SIM BII umum serta terbukti tidak terpengaruh alkohol atau narkoba saat mengemudi.[4]
Reaksi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga, serta meninjau langsung para korban luka di RS Bina Sehat Jember.[7] Jasa Raharja memastikan seluruh korban dan keluarga mendapat santunan sesuai ketentuan undang-undang lalu lintas.[8]
Lihat pula
Referensi
- ^ Rofiq, M. (2025-09-14). "Detik-detik Kecelakaan Bus Tewaskan 8 Orang di Probolinggo". detikjatim. Diakses tanggal 2025-10-07.
- ^ "5 Fakta Kecelakaan Bus Pariwisata di Probolinggo". kompas.com. 2025-09-15. Diakses tanggal 2025-10-07.
- ^ "Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut Bus di Probolinggo". Tempo. 2025-09-15. Diakses tanggal 2025-10-07.
- ^ a b Sulthan R, Muhammad (2025-09-18). "Pemeriksaan TAA: Tak Ada Jejak Rem Pada Kecelakaan Bus Probolinggo". korlantas.polri.go.id. Diakses tanggal 2025-10-07.
- ^ Syafaruddin, Muhammad (2025-09-17). "Korban Kecelakaan Bus di Probolinggo Bertambah Jadi Sembilan Orang". suarasurabaya.net. Diakses tanggal 2025-10-07.
- ^ Rofiq, M. (2025-09-22). "Sopir Bus Kecelakaan di Bromo yang Tewaskan 9 Orang Jadi Tersangka". detikjatim. Diakses tanggal 2025-10-07.
- ^ Ali, Syafiq (2025-09-15). "Gubernur Khofifah Instruksikan Respons Cepat untuk Korban dan Pemeriksaan Armada Bus Pariwisata". Kedaiberita.com. Diakses tanggal 2025-10-07.
- ^ Baihaqi, Amir (2025-09-16). "Takziah Emosional Gubernur Khofifah ke Keluarga Korban Laka Bus di Bromo". detikjatim. Diakses tanggal 2025-10-07.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


