Longsor tambang batu Cirebon 2025
| Tanggal | 30 Mei 2025 |
|---|---|
| Waktu | Sekitar pukul 10.00 WIB |
| Tempat | Tambang batu alam Gunung Kuda |
| Lokasi | Desa Cipanas, Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Indonesia |
| Jenis | Longsor tambang |
| Penyebab | Metode penambangan tidak sesuai standar keselamatan |
| Tewas | 19+ |
| Cedera | 6 |
| Hilang | 6 |
| Kerugian harta benda | 3 ekskavator dan 6 truk tertimbun |
Longsor tambang batu alam di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terjadi pada Jumat, 30 Mei 2025, sekitar pukul 09.30 WIB.[1][2][3] Per 1 Juni 2025, insiden ini menewaskan sedikitnya 19 orang dan 6 lainnya masih hilang.[4] Longsor menimpa lebih dari dua lusin pekerja serta menghancurkan tiga ekskavator dan enam truk yang sedang beroperasi di lokasi tambang.[5] Tim SAR gabungan, termasuk polisi, TNI, dan relawan, dikerahkan untuk melakukan evakuasi, tetapi upaya mereka terkendala oleh kondisi tanah yang tidak stabil dan risiko longsor susulan.[6]
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, Bambang Tirto Mulyono, menyatakan bahwa penyebab utama longsor adalah kesalahan metode penambangan yang tidak sesuai standar keselamatan.[7] Penambangan dilakukan dari bawah bukit, bukan dari atas, sehingga meningkatkan risiko runtuhnya tebing. Pihak ESDM telah berulang kali memberikan peringatan kepada pengelola tambang, bahkan sejak Februari 2025, tetapi tidak diindahkan.[3] Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang sebelumnya telah mengidentifikasi potensi bahaya di lokasi tersebut, memutuskan untuk mencabut izin operasional tambang Gunung Kuda dan empat tambang serupa lainnya di provinsi tersebut.[8]
Hingga saat ini, proses pencarian korban masih berlangsung dengan melibatkan tambahan personel dari Brimob Polda Jabar.[1][9] Polisi telah memeriksa enam saksi, termasuk pemilik tambang, sebagai bagian dari penyelidikan untuk menentukan kemungkinan pelanggaran hukum terkait insiden ini.[10] Status tanggap darurat bencana telah ditetapkan, dan masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area longsor hingga situasi dinyatakan aman.[11] Peristiwa ini menyoroti kembali maraknya praktik penambangan ilegal dan tidak aman di Indonesia, yang sering kali mengabaikan standar keselamatan kerja dan berpotensi menimbulkan bencana serupa di masa depan.[8]
Referensi
- ^ a b Putra, Wisma. "Pencarian Korban Longsor Tambang Batu di Gunung Kuda Cirebon Dilanjutkan". detikjabar. Diakses tanggal 2025-05-31.
- ^ Danuarta, M. Reza (2025-05-31). "Longsor Tambang Batu Alam di Cirebon Tewaskan 14 Orang - Berita Borneo" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-05-31.
- ^ a b detikJabar, Tim. "Sederet Fakta Longsor Maut di Lokasi Tambang Gunung Kuda Cirebon". detikjabar. Diakses tanggal 2025-05-31.
- ^ "Sudah 19 Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon Ditemukan". Tempo. 1 Juni 2025 | 19.16 WIB. Diakses tanggal 2025-06-01.
- ^ Hikmah, Nailul. "Korban Lebih dari 20 Orang, Ini Kronologi Terjadinya Longsor di Gunung Kuda Cirebon Akibat Metode Tambang yang Salah - Radar Mojokerto". Korban Lebih dari 20 Orang, Ini Kronologi Terjadinya Longsor di Gunung Kuda Cirebon Akibat Metode Tambang yang Salah - Radar Mojokerto. Diakses tanggal 2025-05-31.
- ^ "Officials say at least 10 people are dead and 6 are missing after stone quarry collapse in Indonesia". AP News (dalam bahasa Inggris). 2025-05-30. Diakses tanggal 2025-05-31.
- ^ "ESDM Jabar Sebut Sudah Peringatkan Berkali-kali Galian C Gunung Kuda". CNN Indonesia. 31 Mei 2025. Diakses tanggal 31 Mei 2025.
- ^ a b "Death toll from quarry collapse in Indonesia rises to 14". AP News (dalam bahasa Inggris). 2025-05-31. Diakses tanggal 2025-05-31.
- ^ Firda. "Korban Tewas Tambang Batu Longsor di Cirebon Bertambah Jadi 10 Orang". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-05-31.
- ^ "Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Longsor Tambang Batu Cirebon". CNN Indonesia. 31 Mei 2025. Diakses tanggal 31 Mei 2025.
- ^ Mahardika, Devto. "Longsor di Gunung Kuda Cirebon: 14 Orang Tewas-8 Hilang". detiknews. Diakses tanggal 2025-05-31.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


