Kebakaran Gedung Terra Drone 2025
| Tanggal | 09 Desember 2025 |
|---|---|
| Waktu | Pukul 12.43 WIB (Waktu Indonesia Barat (WIB)) |
| Tempat | Gedung Terra Drone (Ruko 7 Lantai) |
| Lokasi | Jalan Letjen Suprapto No.17, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia |
| Jenis | Kebakaran struktural |
| Penyebab | Dugaan awal: Baterai terbakar di lantai 1, dan/atau korsleting listrik. |
| Peserta/Pihak terlibat | Karyawan Gedung Terra Drone |
| Tewas | 22 (15 perempuan dan 7 laki-laki) |
| Cedera | Tidak ada laporan spesifik mengenai korban luka berat; 19 orang berhasil diselamatkan. |
| Kerugian harta benda | Kerugian materiil masih dalam pendataan |
| Penyelidikan | Sedang diselidiki oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri |
| Tersangka | Michael Wisnu Wardhana (Direktur Utama) |
| Korban meninggal dunia sebagian besar diduga karena lemas akibat menghirup asap tebal (bukan karena luka bakar). | |
Kebakaran Gedung Terra Drone 2025 adalah sebuah peristiwa kebakaran besar yang melanda ruko berlantai tujuh, Gedung Terra Drone, di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, 9 Desember 2025.[1] Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.43 WIB, bertepatan dengan jam istirahat siang, ini mengakibatkan 22 korban jiwa dan pengerahan besar-besaran personel pemadam kebakaran.[2]
Kronologi kejadian
Api diduga bermula dari gudang di lantai satu gedung, dengan dugaan kuat berasal dari sebuah baterai yang terbakar.[3] Keterangan dari Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menguatkan dugaan ini, meskipun ada dugaan lain mengenai korsleting listrik sebagai pemicu awal.[4] Seorang karyawan juga melaporkan bahwa sempat terdengar suara ledakan keras sebelum api membesar.[5] Meskipun karyawan sempat berupaya memadamkan api di lantai satu, api segera menyebar dengan cepat karena lantai tersebut berfungsi sebagai gudang penyimpanan.[6] Kapolres Jakarta Utara, Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro menyatakan dalam pers pada Jumat (12/12) bahwa bangunan kantor Terra Drone perlu memiliki IMB (izin mendirikan bangunan) serta sertifikat laik fungsi (SLF) untuk tempat penyimpanan atau gudang, ditemukan bahwa perusahaan Terra Drone rutin menyimpan baterai Litium.[7] Standar K3L (Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup) perlu diperhatikan seperti jalur evakuasi yang memadai, hingga fasilitas keselamatan. Dalam kasus ini 12 saksi diperiksa, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.15 - 12.20 WIB (saat jam istirahat karyawan). Asal api dari ruang Inventory atau Gudang Mapping, tempat penyimpanan baterai drone jenis Lithium Polymer (LiPo). Dua baterai rusak, terjatuh dan mengeluarkan percikan dari konektornya kemudian menyebar pada baterai yang lain sehingga memicu reaksi thermal runaway, dalam hitungan detik api membesar. Gudang penyimpanan berukuran 2x2 meter tanpa ventilasi, terdapat penumpukan baterai rusak dan baterai sehat, tidak ditemukan SOP penanganan bahan mudah terbakar. Tidak ditemukan pintu darurat, sensor asap, ataupun sistem proteksi kebakaran dan tidak tersedia jalur evakuasi.[8]
Regulasi pencegahan dan pengawasan kebakaran diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008 dan Nomor 20 Tahun 2009 dan Perda Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bencana yang dikeluarkan di Jakarta merujuk pada ketentuan Menteri Pekerjaan Umum, tanggung jawab sistem proteksi kebakaran pada gedung berada di tangan pemilik, pengelola, atau penghuni. Gedung harus memiliki pemadam api ringan (APAR), alat pendeteksi asap, pipa hingga selang pemadam kebakaran, dan sistem pemancar air otomatis. Simulasi dapat dilakukan mendadak untuk membiasakan karyawan dalam menanggapi terjadinya insiden serupa. Permen PU Nomor 20 Tahun 2009 yang mengatur tentang manajemen proteksi kebakaran mengatur adanya kewajiban memiliki Fire Safety Manager untuk bangunan gedung. Perda Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bencana secara umum tak jauh berbeda dengan Permen PU Nomor 26 Tahun 2008 mengatur beban tanggung jawab ada pada pemilik atau pengelola bangunan gedung.[8]
Direktur Utama Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardhana dijerat tiga pasal berlapis. Pasal utama yaitu Pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kebakaran, disertai Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia, serta Pasal 187 KUHP sebagai pasal alternatif apabila pembiaran kondisi berbahaya itu dinilai sebagai bentuk kesengajaan bersyarat dengan ancaman hukuman pidana lebih dari 5 tahun penjara, hingga hukuman seumur hidup.[8]
Api yang membesar kemudian menghasilkan asap tebal dan pekat yang dengan cepat memenuhi lantai dua, tiga, dan merambat naik hingga ke lantai enam.[9] Pada saat kejadian, karyawan tersebar; sebagian besar berada di luar gedung untuk makan siang, sementara sisanya tengah beristirahat di lantai 2 hingga 6.[10] Karyawan yang terjebak di lantai atas segera panik dan banyak yang berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju atap (rooftop) gedung.[11] Kematian korban banyak disebabkan oleh terhirupnya asap dan gas karbon monoksida yang muncul saat kebakaran, semua korban mengalami luka bakar derajat 2 atau rusaknya lapisan luar dan tengah. Kesulitan eksplorasi korban banyak terjadi karena sidik jari korban yang melepuh.[12]
Pasca terjadinya insiden kebakaran Terra Drone, perlu adanya pengawasan lebih ketat oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta untuk regulasi atau SOP gedung. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru memeriksa 10 dari total 3.500 gedung yang ada di ibu kota, terkait dengan keselamatan bangunan. Peraturan Gubernur atau Peraturan Daerah akan segera disiapkan untuk penertiban bangunan. [13]
Penanganan dan korban
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi sekitar pukul 12.50 WIB dan mengerahkan total 28 unit mobil pemadam dan lebih dari 100 personel untuk menangani situasi.[14] Proses evakuasi berlangsung dramatis; karyawan yang terjebak berteriak minta tolong dari titik tertinggi gedung.[15] Petugas mengevakuasi korban yang berada di rooftop menggunakan tangga darurat dari mobil Damkar yang dipasang di bagian samping gedung.[16] Sebanyak 19 orang berhasil diselamatkan, termasuk mereka yang melompat ke gedung sebelah, meskipun beberapa mengalami sesak napas.[17]
Proses pemadaman menghadapi kendala serius karena asap yang sangat pekat, sehingga petugas kesulitan menembus dan menyisir lantai demi lantai, terutama lantai enam.[18] Kondisi ini memaksa petugas harus membobol kaca gedung, yang mengakibatkan beberapa anggota kepolisian terluka.[19] Api berhasil dijinakkan pada sore hari, dan dilanjutkan dengan proses pendinginan serta penyisiran akhir.[20]
Insiden ini merenggut total 22 korban jiwa, yang dikonfirmasi oleh pihak kepolisian.[21] Korban terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki.[22] Mayoritas korban meninggal dunia ditemukan tidak dalam kondisi luka bakar, melainkan diduga akibat lemas karena menghirup asap tebal dan kekurangan oksigen.[23] Seluruh jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi lebih lanjut.[24]
Daftar korban
Berikut adalah daftar 22 korban meninggal dalam kejadian kebakaran tersebut:
| Nama | Jenis Kelamin | Umur | Alamat | Ket. | |
|---|---|---|---|---|---|
| L | P | ||||
| Pariyem | 31 tahun | Lampung Barat | |||
| Ninda Tan | 32 tahun | Serpong Utara, Tangerang Selatan | |||
| Muhammad Arief Budiman | 24 tahun | Mampang Prapatan, Jakarta Selatan | |||
| Muhammad Apriyana | 40 tahun | Sudirman Jaya, Tangerang Selatan | |||
| Della Yohana Simanjuntak | 22 tahun | Kebayoran Lama, Jakarta Selatan | |||
| Nasa Elia Sabita Nuralziza | 27 tahun | Tanah Abang, Jakarta Pusat | |||
| Atinia Isnaini Rasyidah | 27 tahun | Makasar, Jakarta Timur | |||
| Rufaidha Lathiifunnisa | 22 tahun | Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti | |||
| Novia Nurwana | 28 tahun | Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis, dan properti | |||
| Yoga Valdier Yasser | 28 tahun | Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis, dan properti | |||
| Siti Sa’addah Ningsih | 24 tahun | ||||
| Emilia Salim Tan | 43 tahun | ||||
| Ervina | 25 tahun | ||||
| Chandra Faajriati | 19 tahun | ||||
| Tahsya Larasati | 25 tahun | ||||
| Sendy Wijaya | 27 tahun | ||||
| Rayhansyah Pinago | 24 tahun | ||||
| Chintia Leni | 29 tahun | ||||
| Rosdiana | 26 tahun | ||||
| Muh Ikhsanul Mirja | 22 tahun | ||||
| Syaiful Fajar | 38 tahun | ||||
| Assyifa Mulandar | 25 tahun | ||||
Investigasi dan dampak
Kebakaran ini menyebabkan kemacetan parah di Jalan Letjen Suprapto akibat pengerahan unit darurat.[26] Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri, sementara kerugian materiil akibat insiden ini juga masih dalam pendataan.[27]
Lihat pula
Referensi
- ^ Liputan6.com (2025-12-09). "Kronologi Kebakaran Gedung Terra Drone Diduga Berasal dari Baterai di Lantai 1". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-12-09. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ "Bertambah, Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Jadi 22 Orang". kumparan. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "Kronologi Gedung Terra Drone Terbakar, Saksi Kisahkan Momentum Mengerikan saat Dikepung Api". Wartakotalive.com. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ Media, Kompas Cyber (2025-12-09). "20 Orang Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran, Terjebak di Lantai 3,4, dan 5". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ Okezone (2025-12-09). "Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran, Korban Tewas Bertambah Jadi 22 : Okezone News". https://news.okezone.com/. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ Simbolon, Foe Peace (2025-12-09). "Gedung Terra Drone di Kemayoran Kebakaran, Polisi Sebut Ada Korban Jiwa". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "Kebakaran Terra Drone: Bagaimana standar keselamatan gedung di Jakarta?". BBC News Indonesia. 2025-12-12. Diakses tanggal 2025-12-27.
- ^ a b c "Dirut PT Terra Drone Indonesia Resmi Jadi Tersangka Kebakaran Maut, Polisi Ungkap Kelalaian Sistemik dan Ancaman Hukuman Berat". humas.polri.go.id. Diakses tanggal 2025-12-27.
- ^ Setyawan, Dicky. "Penyebab Kebakaran Gedung Terra Drone Jakpus & Proses Evakuasi". tirto.id. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "Kebakaran Gedung Terra Drone: 17 Korban Tewas Tak Alami Luka Bakar". CNN Indonesia. 2025-12-09. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ TV, Metro. "Kebakaran Ruko Terra Drone, Polri: 20 Orang Meninggal Diduga karena Lemas". https://www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ Yanwardhana, Emir. "Penyebab Kematian Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Versi Polisi". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-27.
- ^ Pahala (2025-12-26). "Dinas CKTRP Dianggap Tak Serius Meski 22 Pekerja Terra Drone Tewas Terbakar". GOnews.id. Diakses tanggal 2025-12-27.
- ^ "Kebakaran Gedung Terra Drone Jakarta Pusat, Diperkirakan 17 Orang Tewas". Tempo. 9 Desember 2025 | 16.02 WIB. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ BeritaSatu.com. "Kebakaran Gedung di Cempaka Putih Diduga Dipicu Ledakan Baterai Drone". beritasatu.com. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "Gedung Terra Drone di Jakarta Pusat terbakar, sedikitnya 20 orang tewas". CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "15 Karyawan Selamat dari Kebakaran Gedung Terra Drone, Diduga Dipicu Ledakan Baterai". Wartakotalive.com. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ BeritaSatu.com. "15 Karyawan Terjebak dalam Kebakaran Gedung Drone Kemayoran". beritasatu.com. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ developer, mediaindonesia com. "Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran, Belasan Karyawan Tewas". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ Fadilah, Kurniawan. "22 Korban Tewas Kebakaran Gedung di Jakpus Karyawan Terra Drone". detiknews. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "Bertambah, Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Jadi 22 Orang". kumparan. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "Korban Jiwa Kebakaran Gedung Terra Drone Bertambah Jadi 22 Orang, 7 Laki-Laki dan 15 Perempuan". Kompas.tv. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "Korban kebakaran gedung Terra Drone bertambah jadi 22 orang, kebanyakan perempuan". CNA.id: Berita Indonesia, Asia dan Dunia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ Budi, Mulia. "RS Polri Terima 21 Kantong Jenazah Korban Kebakaran Gedung Terra Drone". detiknews. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ Puspitasari, Devi. "Seluruh Jasad Korban Kebakaran Terra Drone Teridentifikasi, Ini Daftarnya". detiknews. Diakses tanggal 2025-12-10.
- ^ "FOTO: Kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran Tewaskan Sedikitnya 20 Orang". merdeka.com. 2025-12-09. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "Mayoritas Korban Selamat dari Kebakaran Gedung Terra Drone: Bertahan di Rooftop". kumparan. Diakses tanggal 2025-12-09.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


