Bentrokan di kampus UNISBA–UNPAS 2025
| Bentrokan di kampus UNISBA–UNPAS 2025 | |||
|---|---|---|---|
| Bagian dari Unjuk rasa Indonesia Agustus 2025 | |||
Pengunjuk rasa dan mahasiswa bentrok dengan polisi di area kampus UNISBA–UNPAS | |||
| Tanggal | 1–2 September 2025 | ||
| Lokasi | Universitas Islam Bandung (UNISBA) & Universitas Pasundan (UNPAS), Tamansari, Bandung, Jawa Barat, Indonesia | ||
| Sebab | Bentrokan malam hari di Jalan Tamansari dekat UNISBA–UNPAS selama gelombang unjuk rasa; polisi bergerak untuk membersihkan dugaan barikade “anarkis” | ||
| Tujuan | Pengunjuk rasa: mencari perlindungan dan bantuan medis di kampus Polisi: membubarkan massa dan mengamankan koridor Tamansari | ||
| Metode | Gas air mata; patroli pengendalian massa; barikade; posko medis kampus dan evakuasi | ||
| Status | Massa dibubarkan; kampus terdampak gas air mata; bantahan resmi soal masuk kampus diperdebatkan | ||
| Pihak terlibat | |||
| |||
| Korban luka dan penangkapan | |||
| Cedera | ca 10–20 luka/terpapar gas; beberapa dirawat di rumah sakit[1][2] | ||
| Ditangkap | 16 orang awalnya ditahan; penangkapan tambahan diumumkan kemudian[3][4] | ||
Bentrokan di kampus UNISBA–UNPAS 2025 merujuk pada penggunaan gas air mata oleh aparat keamanan Indonesia di sekitar kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan Universitas Pasundan (UNPAS) pada malam 1 September 2025 di tengah Unjuk rasa dan kerusuhan Indonesia Agustus–September 2025.[5][6] Polisi menyatakan bahwa gas air mata diarahkan ke massa di Jalan Tamansari untuk membubarkan dugaan elemen "anarkis" dan tidak ada aparat yang masuk ke area kampus,[7][8] sementara pimpinan mahasiswa dan saksi mata menuduh tembakan diarahkan ke area kampus, memengaruhi posko medis dan fasilitas mahasiswa.[9] Insiden ini memicu kecaman dari kelompok HAM; Amnesty International Indonesia mendesak investigasi atas kematian terkait unjuk rasa serta mengkritik penembakan gas air mata yang berdampak pada kampus UNISBA–UNPAS.[10]
Latar belakang
Unjuk rasa dipicu oleh usulan tunjangan perumahan baru sebesar Rp50 juta per bulan untuk anggota DPR, yang dinilai berlebihan di tengah kesulitan ekonomi rakyat.[11] Menurut Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), total gaji take-home-pay dapat mencapai Rp230 juta per bulan atau sekitar Rp2,8 miliar per tahun.[12] Kemarahan publik makin memuncak setelah terlontarkannya pernyataan-pernyataan kontroversial dari sejumlah anggota DPR.[13]
Unjuk rasa ini juga berakar dari insisden pembunuhan Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek daring yang tertabrak kendaraan taktis Brimob di sekitar lokasi demo di Jakarta pada 28 Agustus 2025.[14]
Kronologi

Gelombang demonstrasi mahasiswa di Bandung memuncak pada Senin, 1 September 2025. Setelah aksi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat berakhir sore hari sekitar pukul 17.00–18.00 WIB, sebagian mahasiswa kembali ke kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan Universitas Pasundan (UNPAS) di Jalan Tamansari.[15] Sejak awal pekan itu, kampus UNISBA dan UNPAS menjadi posko medis darurat untuk merawat pengunjuk rasa yang terluka atau terkena dampak gas air mata.[15][16] Pihak kampus bahkan mengizinkan tim Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) serta relawan medis untuk membuka pos sejak 30 Agustus. Mahasiswa dari berbagai kampus menggunakan area UNPAS/UNISBA sebagai titik kumpul dan evakuasi, sehingga pada malam kejadian banyak orang berlindung di sana, tidak hanya mahasiswa UNPAS maupun UNISBA.[17] Sementara itu, aparat keamanan terdiri dari personel Kapolda Jawa Barat, Satpol PP Kota Bandung, Korps Brigade Mobil (Brimob), serta dukungan Komando Daerah Militer Siliwangi.[18]

Malam itu sekitar pukul 21.30 WIB, kericuhan mulai pecah di kawasan Jalan Tamansari dekat kedua kampus.[15] Menurut laporan polisi, patroli gabungan besar-besaran TNI–Polri menyisir jalan-jalan Bandung setelah membubarkan massa di gedung DPRD Jawa Barat, lalu menemui "barikade ilegal" di Jalan Tamansari yang menarik perhatian polisi ke arah kampus. Aparat menyebut sekelompok "anarkis" berpakaian hitam memprovokasi dengan melemparkan molotov cocktail dari dalam area UNISBA.[18] Sebagai balasan, pasukan anti huru-hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan di jalan raya.[19]
Menjelang tengah malam, situasi di sekitar kampus UNISBA dan UNPAS memanas. Sekitar pukul 23.30–23.40 WIB, aparat gabungan mulai menembakkan gas air mata ke arah kedua kampus.[15][21] Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan personel Brimob dan TNI bersenjata lengkap menyisir kawasan Tamansari hingga depan kampus, disertai kendaraan taktis lapis baja yang berpatroli di sekitar gerbang.[16][22] Mahasiswa yang masih berada di area kampus panik dan berlari mencari perlindungan ke dalam gedung, sementara terdengar teriakan protes terhadap tindakan aparat: "Hei, ini kampus!... Ini Kampus UNPAS!".[16] Aparat terus menembakkan gas air mata hingga lewat tengah malam, dan kericuhan baru reda pada dini hari 2 September 2025 sekitar pukul 01.00 WIB.[15]
Perwakilan mahasiswa menuduh aparat menerobos masuk kampus dan sengaja menembakkan gas air mata ke dalam area.[21] Presiden BEM UNPAS, Ridho Dawam, menyatakan bahwa pukul 23.30 WIB polisi dan TNI masuk ke kampus UNPAS dan melepaskan lebih dari 30 tembakan gas air mata ke arah kerumunan mahasiswa, posko medis, bahkan sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).[19] Sejumlah video amatir juga merekam mahasiswa berteriak: "Ditembakeunna ka dieu, bos!" (artinya "Mereka menembaki ke arah kami [kampus]", yang mengonfirmasi gas air mata memang diarahkan ke area kampus.[16] Selain gas air mata, ada laporan aparat membawa pentungan dan tameng; tetapi polisi membantah adanya kekerasan lain seperti tembakan peluru karet malam itu. Kepala Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Hendra Rochmawan, mengklaim gas air mata ditujukan ke massa di jalan, tetapi "terbawa angin" masuk ke kampus. Pernyataan resmi polisi menegaskan tidak ada aparat masuk kampus dan tidak ada peluru karet yang digunakan.[18][23] Rektor Unisba, Harits Nu'man, juga mendukung pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa patroli gabungan TNI–Polri tidak memasuki area kampus.[19]
Dampak
Dalam insiden penembakan gas air mata di kampus ini, puluhan orang mengalami luka-luka. Setidaknya 12 mahasiswa dilaporkan pingsan setelah menghirup gas air mata secara langsung dan dievakuasi ke dalam gedung kampus untuk mendapat pertolongan.[21] Banyak lainnya mengalami sesak napas, mata perih, dan panik. Menurut Presiden BEM UNISBA, sekitar 10–20 orang menderita luka ringan dan gangguan pernapasan, termasuk seorang satpam kampus yang terkena tembakan tabung gas air mata di dada. Para korban yang pingsan dan terluka dirawat tim medis kampus dan relawan, dibantu warga sekitar yang datang membawa air bahkan mengoleskan pasta gigi di sekitar mata korban untuk mengurangi rasa perih akibat gas.[15] Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meski beberapa mahasiswa dilaporkan mengalami trauma dan syok hingga keesokan harinya.[19]
Dampak fisik terhadap fasilitas kampus juga terlihat jelas. Di Kampus UNPAS Tamansari, sejumlah kaca jendela pecah akibat tembakan tabung gas air mata ke arah bangunan. Panel dinding salah satu gedung rusak dan berlubang, diduga akibat proyektil gas.[17] Sepeda motor milik mahasiswa yang diparkir di luar gerbang juga ikut terbakar saat kerusuhan.[15] Keesokan paginya, petugas keamanan kampus dan mahasiswa mengumpulkan tabung gas air mata yang berserakan di area. Setidaknya 48 tabung kosong ditemukan di area kampus UNPAS dan UNISBA setelah kejadian, jumlah yang menunjukkan volume tembakan aparat malam itu.[15][17] Tabung-tabung ini kini diamankan pihak kampus sebagai barang bukti dan akan dijadikan dasar laporan pelanggaran.[17]
Juru bicara polisi menyatakan dalam operasi patroli ini mereka berhasil menangkap beberapa tersangka. Dua di antaranya kedapatan membawa softgun berisi kelereng serta ganja.[24]
Lihat pula
Referensi
- ^ "Polisi Tembakkan Gas Air Mata di Unisba Bandung, Rektor Beri Penjelasan". DetikNews. 2 September 2025. Diakses tanggal 5 September 2025.
- ^ "BEM Unisba Kecam Represif Aparat dalam Ricuh di Tamansari". DetikJabar. 2 September 2025. Diakses tanggal 5 September 2025.
- ^ "Kapolda Jabar: Tindakan Aparat di Tamansari Sesuai Prosedur, Amankan 16 Orang". Pikiran Rakyat (Koran PR). 3 September 2025. Diakses tanggal 5 September 2025.
- ^ "Polda Jabar Tetapkan 11 Tersangka Baru Kasus Ricuh Demo di Bandung". DetikJabar. 4 September 2025. Diakses tanggal 5 September 2025.
- ^ "Polisi Tembakkan Gas Air Mata di Unisba Bandung, Rektor Beri Penjelasan". DetikNews. 2 September 2025. Diakses tanggal 5 September 2025.
- ^ "Penjelasan Rektor Unisba soal Polisi Tembak Gas Air Mata ke Kampus". Tempo. 2 September 2025. Diakses tanggal 5 September 2025.
- ^ "Polisi Klaim Tembakkan Gas Air Mata Tidak Diarahkan ke Unisba dan Tak Ada Peluru Karet". PRFM News. 3 September 2025. Diakses tanggal 5 September 2025.
- ^ "Kapolda Jabar: Tindakan Aparat di Tamansari Sesuai Prosedur, Amankan 16 Orang". Pikiran Rakyat (Koran PR). 3 September 2025. Diakses tanggal 5 September 2025.
- ^ "BEM Unisba Kecam Represif Aparat dalam Ricuh di Tamansari". DetikJabar. 2 September 2025. Diakses tanggal 5 September 2025.
- ^ "Usut kematian 10 warga terkait unjuk rasa, bebaskan aktivis HAM Delpedro dkk" (Press release). Amnesty International Indonesia. 2 September 2025. Diakses tanggal 5 September 2025.
- ^ Strangio, Sebastian (29 August 2025). "Indonesian Protesters Clash With Police During Demonstrations Over Parliamentary Perks". The Diplomat (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 29 August 2025.
- ^ Media, Kompas Cyber (2025-08-26). "Bukan Rp 100 Juta, Penghasilan Anggota DPR Tembus Rp 230 Juta Sebulan". KOMPAS.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2025-08-26. Diakses tanggal 2025-08-31.
- ^ Sutrisna, Tria; Belarminus, Robertus (26 August 2025). "Tingkah Laku dan Pernyataan Anggota DPR yang Buat Rakyat Marah…" [Behavior and Statements of DPR Members That Made the People Angry…]. Kompas.com. Diakses tanggal 29 August 2025.
- ^ "Mengenal Sosok Affan Kurniawan yang Meninggal Dunia Akibat Dilindas Mobil Brimob". Beautynesia.id. 29 Agustus 2025. Diakses tanggal 29 Agustus 2025.
- ^ a b c d e f g h Firmansyah, Muhammad Akmal. "Malam Mencekam di Tamansari: Ketika Kampus Unisba dan Unpas Diberondong Gas Air Mata". BandungBergerak.id. Diakses tanggal 2025-09-05.
- ^ a b c d Sutrisno, Debbie (2025-09-02). "Polisi Berondong Kampus Unpas dan Unisba dengan Gas Air Mata". IDN Times Jabar. Diakses tanggal 2025-09-05.
- ^ a b c d Bagaskara, Bima. "Kaca Pecah Kampus Unpas jadi Saksi Bisu Kericuhan di Tamansari". detikjabar. Diakses tanggal 2025-09-05.
- ^ a b c Alhamidi, Rifat. "Penjelasan Polisi soal Gas Air Mata di Unisba dan Unpas Bandung". detiknews. Diakses tanggal 2025-09-05.
- ^ a b c d Yuliawati; Rosman, Ade (2025-09-02). "Kronologis TNI dan Polri Diduga Tembak Gas Air Mata ke Kampus Unisba di Bandung - Nasional Katadata.co.id". katadata.co.id. Diakses tanggal 2025-09-05.
- ^ "Viral Video Polisi Semprot Gas Air Mata ke Kampus Unpas dan Unisba, Mahasiswa Panik". Tribunlombok.com. Diakses tanggal 2025-09-01.
- ^ a b c Firmansyah, Akmal. "12 Orang Pingsan saat Aparat Tembak Gas Air Mata di Unpas-Unisba". tirto.id. Diakses tanggal 2025-09-05.
- ^ Fanny (2025-09-02). "Apa Arti Seruan "All Eyes on Unisba Unpas" yang Viral di Media Sosial Terkait Mahasiswa Terkena Gas Air Mata". Blog Mamikos. Diakses tanggal 2025-09-05.
- ^ "Polisi dan Militer Tembakan Gas Air Mata di Sekitar Kampus Unisba dan Unpas, Rakyat Jadi Korban". NU Online. Diakses tanggal 2025-09-05.
- ^ "Polda Jabar Tetapkan 11 Tersangka Baru Kasus Ricuh Demo di Bandung". DetikJabar. 4 September 2025. Diakses tanggal 5 September 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


