Iddhipāda

Iddhipāda (Pali; Sanskerta: ddhipāda) adalah sebuah istilah majemuk yang dapat diterjemahkan menjadi "landasan kekuatan spiritual" (bedakan dari pañcabala) atau "dasar keberhasilan spiritual".[1] Iddhipāda terdiri dari kata iddhi (Skt.: ddhi) yang bermakna "keberhasilan, kesuksesan, potensi, kekuatan"; serta kata pāda yang bermakna "dasar, landasan, unsur pendukung."[2]

Dalam upaya mencapai pencerahan (bodhi) dan pembebasan (vimutti), keberhasilan pencapaian kesaktian-kesaktian iddhi yang terkait tidaklah sepenting "dasar/landasan" (pāda) yang digunakan untuk mencapai keberhasilan tersebut. Empat kualitas "dasar" ini mencakup: konsentrasi (samādhi) yang dihasilkan dari hasrat (chanda); yang dihasilkan dari semangat (viriya); yang dihasilkan dari pikiran/batin (citta); dan yang dihasilkan dari analisis (vīmaṁsa). Empat kualitas dasar ini digunakan untuk mengembangkan kondisi mental yang bajik dan menyingkirkan kondisi mental yang tidak bajik.[3]

Dalam literatur Buddhis tradisional, kumpulan empat kualitas mental ini adalah salah satu dari tujuh set kualitas yang dipuji oleh Buddha sebagai hal yang kondusif bagi Pencerahan (bodhipakkhiyādhammā).

Penjelasan kitabiah

Dalam Tripitaka Pali, sumber informasi utama mengenai iddhipāda terdapat dalam kitab Saṁyuttanikāya, bab 51, yang berjudul, "Khotbah-khotbah Bertaut tentang Landasan untuk Kekuatan/Keberhasilan Spiritual" (Iddhipāda-sayutta).

Empat komponen

Dalam khotbah "Lalai" (Viraddha Sutta, SN 51.2), dinyatakan:

"Para bhikkhu, mereka yang telah melalaikan empat landasan kekuatan spiritual [atau empat dasar keberhasilan spiritual] (iddhipāda) berarti telah melalaikan jalan mulia yang menuju kehancuran penderitaan sepenuhnya. Mereka yang menjalankan empat landasan kekuatan spiritual [atau empat dasar keberhasilan spiritual] (iddhipāda) berarti telah menjalankan jalan mulia menuju kehancuran penderitaan sepenuhnya."[4]

Empat dasar dari keberhasilan spiritual (iddhipāda) tersebut adalah konsentrasi (samādhi) yang dihasilkan dari:

  • Hasrat, tujuan, keinginan, atau antusiasme (chanda)
  • Semangat, kegigihan, atau kemauan (viriya)
  • Pikiran, batin, atau kesadaran (citta)
  • Analisis, penyelidikan, atau pembedaan (vīma; Skt: mīmāṃsā)[5]

Konsentrasi dan bentukan kehendak berusaha

Dalam sebagian besar diskursus kitabiah, keempat dasar keberhasilan (iddhipāda) ini dikembangkan bersama-sama dengan "bentukan-bentukan kehendak berusaha" (padhāna-sakhāra).[6] Syarat-syarat penyerta ini diuraikan dalam khotbah "Konsentrasi yang dihasilkan dari Keinginan" (Chandasamādhi Sutta, SN 51.13):[7]


Keberhasilan spiritual terkait

Dalam hal keberhasilan spiritual (iddhi) yang terkait dengan pengembangan dasar-dasar (pāda) ini, Khotbah "Sebelum" (Pubba Sutta, SN 51.11) menguraikann:[8]

Ketika empat landasan kekuatan spiritual [atau empat dasar keberhasilan spiritual] itu telah dikembangkan dan dilatih dengan cara ini, seorang bhikkhu mampu mengerahkan berbagai jenis kekuatan spiritual [keberhasilan spiritual]: dari satu, ia menjadi banyak; dari banyak, ia menjadi satu; ia muncul dan lenyap; ia berjalan tanpa halangan menembus tembok, menembus benteng, menembus gunung seolah-olah menembus ruang kosong; ia masuk dan keluar dari dalam tanah seolah-olah di dalam air; ia berjalan di atas air tanpa tenggelam seolah-olah di atas tanah; duduk bersila, ia melayang di angkasa seperti seekor burung; dengan tangannya ia menyentuh bulan dan matahari begitu kuat dan perkasa; ia mengerahkan kemahiran dengan jasmani hingga sejauh alam brahmā.

Lihat pula

Catatan

  1. ^ Misalnya, lihat Bodhi (2000), hlm. 1718-49; dan, Thanissaro (1997). Bodhi (2000), hlm. 1939, n. 246 mencatat bahwa kitab tafsir Pali pasca-kanonik menyatakan bahwa istilah majemuk ini dapat diterjemahkan baik sebagai "landasan untuk kemampuan spiritual" atau "landasan yang merupakan kemampuan spiritual."
  2. ^ Lihat, misalnya, Rhys Davids & Stede (1921-25), hlm. 120-1, entri untuk "Iddhi" di [1] (diakses 2008-02-07).
  3. ^ Untuk pembahasan tentang sarana Buddhis dalam mengembangkan kualitas bajik dan menghilangkan kualitas tidak bajik, lihat, misalnya, Empat Usaha Benar.
  4. ^ Bodhi (2000), hlm. 1718.
  5. ^ Terjemahan bahasa Inggris di sini didasarkan pada: Bodhi (2000), bab 51, hlm. 1718-49; Brahm (2007), hlm. 394; dan, Rhys Davids & Stede (1921-25), hlm. 120-1, entri untuk "Iddhi". Dalam versi Indonesia, didasarkan pada penerjemahan DhammaCitta, Saṅgha Theravāda Indonesia, dan Ashin Kheminda.
  6. ^ "Pembentukan kehendak dari upaya giat" adalah terjemahan dari istilah padhāna-sakhāra. Alternatif lain termasuk terjemahan Thanissaro (1997) yaitu "pembentukan dari pengerahan tenaga." Istilah Pali padhāna sama dengan yang ditemukan dalam Empat Usaha Benar (Pali: sammappadhāna; Skt.: samyak-pradhāna atau samyak-prahāa), yang merupakan kelompok lain dari set bodhipakkhiyādhammā.
  7. ^ Bodhi (2000), hlm. 1729-30.
  8. ^ Bodhi (2000), hlm. 1727.

Referensi

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement