Bahasa Sunda Rangkasbitung

Bahasa Sunda Rangkasbitung
Basa Sunda Rangkasbitung
ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮛᮀᮊᮞ᮪ᮘᮤᮒᮥᮀ
Bahasa Sunda Lebak
Pengucapanbasa sʊnda raŋkasbitʊŋ
Dituturkan diIndonesia
WilayahKab. Lebak
EtnisSunda Banten
Penutur
Bentuk awal
Kode bahasa
ISO 639-3
GlottologTidak ada
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam

CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman

NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Not Endangered

Sunda Rangkasbitung diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [1][2]

Lokasi penuturan
  Wilayah penutur bahasa Sunda Rangkasbitung
  Wilayah penutur bahasa Badui
Peta
Peta
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 6°21′15.181″S 106°14′59.464″E / 6.35421694°S 106.24985111°E / -6.35421694; 106.24985111 Sunting di Wikidata
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
 Portal Bahasa
L • B • PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

Bahasa Sunda Rangkasbitung adalah dialek bahasa Sunda yang digunakan oleh penduduk Kabupaten Lebak (kecuali desa Kanekes),[3] Banten. Dialek ini memiliki hubungan yang erat dengan bahasa Sunda Pandeglang, Badui, dan Tangerang. Bahasa Sunda Rangkasbitung merupakan ciri khas masyarakat Kabupaten Lebak yang membedakan mereka dari masyarakat Sunda di wilayah lain. Selain itu, bahasa Jawa Serang juga memiliki sedikit pengaruh pada kosakata bahasa Sunda Rangkasbitung.[4]

Perbedaan antara bahasa Sunda Priangan dan bahasa Sunda Banten (termasuk dialek Rangkasbitung) dapat dilihat dari dialek pelafalan, hingga beberapa perbedaan dalam kosakata. Dialek Rangkasbitung juga umumnya tidak mengenal tingkatan bahasa dan memiliki hubungan yang erat dengan bahasa Sunda Kuno. Oleh penutur bahasa Sunda Priangan, bahasa Sunda Banten (termasuk dialek Rangkasbitung) digolongkan sebagai bahasa Sunda kasar karena tidak mengenal tingkatan bahasa.[5]

Kosakata

Berikut ini adalah contoh kosakata dalam bahasa Sunda dialek Rangkasbitung dan perbandingannya dengan bahasa Sunda dialek Priangan (standar).

Sunda Rangkasbitung Sunda standar Makna Ref.
bikang awéwé 'perempuan' [6]
dangdeur sampeu 'singkong'
ja da partikel
jasa pisan 'banget'
jeuh partikel
jing 'sih'
mantang boléd 'ubi jalar'
nan naon 'apa'

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ^ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  3. ^ Dwiyanti, Arie; Supriya; Supriatna, Encep (2025). "Pemertahanan Bahasa Baduy Sebagai Identitas Budaya". Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. hlm. 940–948. ISSN 2548-6950. Diakses tanggal 4 Februari 2026.
  4. ^ Marsela, Elsa (18 Januari 2022). "Kenapa Bahasa Sunda di Rangkasbitung Berbeda?". www.bantennews.co.id. Banten News. Diakses tanggal 4 Februari 2026.
  5. ^ Kayin (9 November 2014). "Bahasa Sunda Banten". budaya-indonesia.org. Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Diakses tanggal 4 Februari 2026.
  6. ^ Nurjanah, Siti (2018). Inovasi Leksikal Bahasa Sunda di Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten: Kajian Geografi Dialek (Master of Linguistics thesis). Bandung: Universitas Padjadjaran. Diakses tanggal 4 Februari 2026.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement