Teras Awan di Juyongguan

Teras Awan tampak dari sisi utara

Teras Awan di Juyongguan (Hanzi sederhana: 居庸关云台; Hanzi tradisional: 居庸關雲臺; Pinyin: Jūyōngguān Yúntái) atau Teras Awan di Perlintasan Juyong adalah bentuk arsitektur pertengahan abad ke-14 yang terletak di Lembah Guangou di Juyongguan, Tembok Besar Cina, Distrik Changping Kotamadya Beijing, sekitar 60 kilometer (37 mi) di barat laut pusat kota Beijing. Meskipun strukturnya tampak seperti gerbang, awalnya bangungan tersebut merupakan dasar bagi tiga dagoba atau stupa putih, dengan lorong yang dapat dilewati, sejenis struktur yang dikenal sebagai "menara penyeberangan jalan" (过街塔; 過街塔; Guòjiētǎ). Bangunan yang terkenal dengan ukiran dan prasasti Buddhis dalam enam bahasa ini, merupakan situs ke-98 yang termasuk dalam kelompok pertama dari 180 Situs Sejarah dan Budaya Utama yang Dilindungi Tingkat Nasional sebagaimana ditetapkan oleh Dewan Negara Tiongkok pada April 1961.[1]

Sejarah

Terowongan dengan lengkungan semi-oktagonal sisi selatan Teras Awan

Bangunan ini dibangun atas perintah kekaisaran antara tahun 1342 dan 1345, pada masa pemerintahan Kaisar Huizong dari Dinasti Yuan. Struktur ini merupakan bagian dari Kuil Buddhis Yongming Baoxiang (永明寶相寺; Yǒngmíng bǎo xiāng sì), yang terletak di Perlintasan Juyong, barat laut ibu kota Khanbaliq (kini Beijing). Rute jalan dari ibu kota menuju ibu kota musim panas, Xanadu, yang terletak di utara, akan melewati perlintasan ini, sehingga kaisar akan melewati kuil setidaknya dua kali dalam setahun. Bangunan ini memiliki gerbang utara dan selatan, yang menopang tiga stupa yang dibangun di bagian dalam gerbang selatan.[a] Lorong bagian bawah bangunan cukup lebar untuk dapat dilewati oleh pedati atau para pejalan kaki.[3][4]

Pada 1343, seorang pejabat Dinasti Yuan dan kaligrafer bernama Ouyang Xuan (歐陽玄, 1283–1358) dibayar sejumlah 50 tahil perak untuk menulis pada dua prasasti peringatan sebagai penanda selesainya pembangunan "menara penyeberangan jalan" di perlintasan Juyong. Namun, tulisan kecil berbahasa Tionghoa yang tertera di sisi barat bangunan, tertanggal bulan ke-9, tahun ke-5 era Zhizheng (1345), sehingga ukiran dan epigrafi pada bangunan tersebut, memerlukan waktu dua tahun lagi untuk selesai.[5]

Cendekiawan Dinasti Qing, Gu Yanwu (1613–1682), menyatakan bahwa pembangunan Teras Awan dimulai pada 1326, berdasarkan catatan sejarah Yuan yang mencatat bahwa seorang pejabat Uighur yang bernama Wuduman (兀都蠻; Wū dōu màn) dikirim untuk mengukir Dhāraṇī dalam bahasa Tibet di atas permukaan batu di Perlintasan Juyong. Namun, prasasti yang dimaksud kemungkinan besar bukanlah prasasti di Teras Awan. Penelitan modern memperkirakan pembangunan Teras Awan terjadi antara tahun 1342 atau 1343.[6]

Stupa di atas "menara penyeberangan jalan", yang pernah berdiri di Kuil Fahai, Beijing

Pada awal era Dinasti Ming (1368–1644), dua dari tiga stupa di Teras tersebut telah runtuh atau dibongkar.[7] Kemudian, pada era pemerintahan Kaisar Zhengtong (1427–1464) tidak ada lagi stupa yang tersisa dan bangunan tersebut dinamakan "Teras Awan" karena dilihat dari kejauhan, tampak seperti muncul dari awan.[4] Sebuah proyek untuk restorasi bangunan tersebut dilaksanakan antara 1443 hingga 1450. Pada 1943, ketika ekspedisi Jepang melakukan survey atas bangunan tersebut, ditemukan prasasti peringatan tanda selesainya restorasi yang terukir tahun 1448.[8] Namun, berdasarkan tulisan pada bagian dalam dinding barat bangunan, bahwa restorasi tersebut baru selesai pada 1450 yang terukir tanggal ke-15, bulan ke-5, tahun ke-15 era Zhengtong (1450). Ukiran pada dinding tersebut juga mencatat bahwa restorasi bangunan dilaksanakan oleh seorang dermawan bernama Lin Puxian (林普賢; Línpǔxián).[9] Restorasi bangunan melibatkan pembangunan lima bilik ruangan kayu, di atas Teras yang disebut dengan Kuil Tai'an (泰安寺; Tài'ān sì), sebagai pengganti stupa asli.[10]

Tahun ke-41 era pemerintahan Kaisar Kangxi, pada 1702, terjadi kebakaran pada bangunan tersebut dan ruangan kayu di atas Teras, habis terbakar.[7] Sejak saat itu, bangunan tersebut tidak lagi dipugar, hingga ditemukan oleh ekspedisi Jepang pada 1943, Teras dalam kondisi rusak dan terbengkalai., hingga akhirnya dipugar dan direstorasi pada 1961.[11] Kini, Teras Awan dikelilingi oleh kawasan peparkiran kendaraan dan beberapa ratus meter dari kawasan, merupakan bagian dari Tembok Besar.

Bangunan dan struktur

Dewa Raja Timur pada dinding bagian timur Teras Awan

Teras Awan adalah bangunan setinggi 9,5 m berbentuk persegi panjang dengan dinding miring yang dilapisi marmer putih. Bagian dasar bangunan berdimensi 28,84 m x 17,57 m dan 24,04 m x 14,73 m pada bagian atas. Bagian atas teras dikelilingi langkan marmer dengan pahatan berbentuk kepala naga pada bagian bawah masing-masing pilar. Secara keseluruhan, terdapat 54 pahatan kepala naga kecil yang mengelilingi Teras dan empat pahatan kepala naga besar di setiap sudutnya. Sebuah terowongan atau lorong dibuat menembus bangunan dengan orientasi utara-selatan, berbentuk lengkungan semi-oktagonal selebar 6,32 m dan tinggi 7,27 m.[11]

Di kedua sisi tepi lengkungan, dinding dan langit-langit bagian dalam terowongan, dihiasi ukiran relief bergambar Buddha dan terukir teks Buddhis dalam enam aksara yang berbeda. Ikonografi Buddhis merupakan ciri khas aliran Sakya dalam Buddhisme Tibet yang dimaksudkan untuk membawa keberkahan bagi yang melewati terowongan tersebut, juga untuk melindungi negara Yuan dan ibu kotanya dari malapetaka.[12]

Pada bagian utara dan selatan terowongan, memiliki dekorasi yang simentris. Terdapat Wajra (viśvavajra) yang bersilangan di setiap sisi lengkungan, kemudian pada bagian atas, tergambar seekor gajah yang di atasnya terdapat seorang pemuda tengah menungganggi makhluk mitologi.[12] Pada bagian puncak masing-masing terowongan, tergambar Garuda yang tengah menangkap nagaraja.[13]

Pada bagian akhir dinding sebelah dalam, dihiasi dengan gambar-gambar besar berukuran 2,75 m x 3,65 m yang bergambar Empat Raja Surgawi (dikenal sebagai Empat Maharaja Langit):[12]

  • Dewa Raja Utara (Vaiśravaṇa;多聞天王; Duōwén Tiānwáng; 'Ia yang mendengar segalanya'), memegang payung, terletak di ujung utara dinding barat.
  • Dewa Raja Selatan (Virūḍhaka; 增長天王; Zēngzhǎng Tiānwáng; 'Ia yang menyebabkan pertumbuhan'), memegang pedang, terletak di ujung selatan dinding timur.
  • Dewa Raja Timur (Dhṛtarāṣṭra ; 持國天王; Chíguó Tiānwáng; 'Ia yang menahan alam'), memegang kecapi, terletak di ujung utara dinding timur.
  • Dewa Raja Barat (Virūpākṣa; 廣目天王; Guǎngmù Tiānwáng; 'Ia yang melihat segalanya'), memegang ular, terletak di ujung selatan tembok barat.

Pada dinding-dinding bagian dalam di antara gambar Raja Surgawi, terdapat prasasti dengan teks Sanskerta "Sutra-Dhāraṇī Mahkota Kemenangan Buddha" dan "Sutra-Dhāraṇī Hati Tathāgata" dalam enam aksara yang berbeda, juga terjemahan "Catatan Kebajikan dalam Pembangunan Pagoda" dalam lima bahasa dan ringkasan "Sutra-Dharani Hati Tathāgata" dalam dua bahasa. Pada sisi dinding bangunan yang miring, dihiasi dengan Buddha dari sepuluh arah, lima di setiap sisi dengan ruang di antara keduanya diisi dengan gambar-gambar kecil Seribu Buddha dari kalpa. Langit-langit pada bagian atas dihiasi dengan gambar lima mandala dari Lima Buddha Agung.[12]

Prasasti

Relief gajah di sisi selatan terowongan Teras Awan

Prasasti pada dinding bagian dalam Teras Awan, ditulis dalam enam aksara berbeda:[12]

Masing-masing dari keenam aksara tersebut digunakan untuk menuliskan teks bahasa Sanskerta dari dua Sutra-Dhāraṇī Buddhis dalam huruf yang besar, satu Sutra-Dhāraṇī untuk masing-masing aksara di setiap dinding.

  • Uṣṇīṣa-vijaya-sūtra-dhāraṇī (佛頂尊勝陀羅尼經; Fódǐng Zūnshèng Tuóluóní Jīng; 'Sutra-Dhāraṇī Mahkota Kemenangan Buddha') pada dinding timur.
  • Tathāgata-hṛdaya-sūtra-dhāraṇī (如來心陀羅尼經; Rúláixīn Tuóluóní Jīng; 'Sutra-Dhāraṇī Hati Tathāgata') pada dinding barat.

Selain dua Sutra-Dhāraṇī Sanskerta yang tertulis secara besar dalam keenam aksara tersebut, lima aksara (bukan Ranjana), digunakan untuk menulis "Catatan Kebajikan dalam Pembangunan Pagoda" dalam satu dari lima aksara yang berbeda dalam huruf kecil:

  • Versi Tibet dari "Catatan Kebajikan" dalam aksara Tibet
  • Versi Mongolia dari "Catatan Kebajikan" dalam aksara Phagspa
  • Versi Uighur dari "Catatan Kebajikan" dalam aksara Uighur Kuno
  • Versi bahasa Tionghoa dari "Catatan Kebajikan" dalam aksara Tionghoa
  • Versi Tangut dari "Catatan Kebajikan" dalam aksara Tangut

Versi Tibet, Mongolia, dan Uighur dari "Catatan Kebajikan" tertulis di dinding timur maupun barat, sedangkan versi Tionghoa dan Tangut lengkap di dinding timur, dan prasasti aksara kecil Tionghoa dan Tangut di dinding barat merupakan ringkasan penjelasan dalam bahasa Tionghoa dan Tangut dari "Dharani-Sutra Hati Tathāgata".

Dinding timur

Prasasti pada dinding bagian dalam sebelah timur terowongan tersusun sebagai berikut:[15]

  • Panel atas (tinggi 0,40 m): 4 baris teks Ranjana horizontal dengan karakter besar
  • Panel tengah (tinggi 0,55 m):
    • 2 baris teks Tibet horizontal dengan karakter besar (transkripsi dari bahasa Sanskerta "Sutra-Dhāraṇī Mahkota Kemenangan Buddha")
    • 4 baris teks Tibet horizontal dengan karakter kecil (terjemahan Tibet dari "Catatan Kebajikan", bagian 1)
  • Panel bawah (tinggi 1,55 m) terbagi menjadi empat bagian (dari kiri ke kanan):
    • Kolom vertikal teks Phagspa tertulis dari kiri ke kanan (lebar 1,58 m):
      • 20 kolom teks vertikal Phagspa dengan karakter besar (transkripsi dari "Sutra-Dhāraṇī Mahkota Kemenangan Buddha" berbahasa Sanskerta)
      • 8 kolom teks vertikal Phagspa dengan karakter kecil (terjemahan Mongolia dari "Catatan Kebajikan", bagian 1)
    • Kolom vertikal teks Uighur Kuno tertulis dari kiri ke kanan (lebar 1,44 m):
      • 20 kolom teks Uighur Kuno vertikal dengan karakter besar (transkripsi dari bahasa Sanskerta "Sutra-Dhāraṇī Mahkota Kemenangan Buddha")
      • 13 kolom teks Uighur Kuno vertikal dengan karakter kecil (terjemahan Uighur dari "Catatan Kebajikan", bagian 1)
    • Kolom vertikal teks Tangut tertulis dari kanan ke kiri (lebar 1,73 m):
      • 27 kolom teks Tangut vertikal dengan karakter besar (transkripsi dari bahasa Sanskerta "Sutra-Dhāraṇī Mahkota Kemenangan Buddha")
      • 11 kolom teks Tangut vertikal dengan karakter kecil (terjemahan Tangut dari "Catatan Kebajikan")
    • Kolom vertikal teks bahasa Tionghoa yang tertulis dari kanan ke kiri (lebar 1,58 m):
      • 21 kolom teks vertikal Tionghoa dengan karakter besar (transkripsi dari bahasa Sanskerta "Sutra-Dhāraṇī Mahkota Kemenangan Buddha")
      • 21 kolom teks vertikal Tionghoa dengan karakter kecil (terjemahan Tiongkok dari "Catatan Kebajikan")

Dinding barat

Prasasti pada dinding bagian dalam sebelah barat terowongan tersusun sebagai berikut:[15]

  • Panel atas (tinggi 0,40 m): 4 baris teks Ranjana horizontal dengan karakter besar
  • Panel tengah (tinggi 0,55 m):
    • 3 baris teks Tibet horizontal dengan karakter besar (transkripsi dari bahasa Sanskerta "Sutra-Dhāraṇī Hati Tathāgata")
    • 4 baris teks Tibet horizontal dengan karakter kecil (terjemahan Tibet dari "Catatan Kebajikan", bagian 2)
  • Panel bawah (tinggi 1,55 m) terbagi menjadi empat bagian (dari kiri ke kanan):
    • Kolom vertikal teks Phagspa tertulis dari kiri ke kanan (lebar 1,58 m):
      • 19 kolom teks vertikal Phagspa dengan karakter besar (transkripsi dari "Sutra-Dhāraṇī Hati Tathāgata" dalam bahasa Sanskerta)
      • 14 kolom teks vertikal Phagspa dengan karakter kecil (terjemahan Mongolia dari "Catatan Kebajikan", bagian 2)
    • Kolom vertikal teks Uighur Kuno tertulis dari kiri ke kanan (lebar 1,50 m):
      • 20 kolom teks Uighur Kuno vertikal dengan karakter besar (transkripsi dari bahasa Sanskerta "Sutra-Dhāraṇī Hati Tathāgata")
      • 14 kolom teks Uighur Kuno vertikal dengan karakter kecil (terjemahan Uighur dari "Catatan Kebajikan", bagian 2)
    • Kolom vertikal teks Tangut tertulis dari kanan ke kiri (lebar 1,72 m):
      • 26 kolom teks Tangut vertikal dengan karakter besar (transkripsi dari bahasa Sanskerta "Sutra-Dhāraṇī Hati Tathāgata")
      • 13 kolom teks Tangut vertikal dengan karakter kecil (ringkasan "Sutra-Dhāraṇī Hati Tathāgata" dalam bahasa Tangut)
    • Kolom vertikal teks bahasa Tionghoa yang tertulis dari kanan ke kiri (lebar 1,58 m):
      • 21 kolom teks vertikal Tionghoa dengan karakter besar (transkripsi dari bahasa Sanskerta "Sutra-Dhāraṇī Hati Tathāgata")
      • 20 kolom teks vertikal Tiongkok dengan karakter kecil (ringkasan "Sutra-Dhāraṇī Hati Tathāgata" dalam bahasa Tionghoa)

Ringkasan "Sutra-Dhāraṇī Hati Tathāgata" dalam bahasa Tionghoa disimpulkan dengan sebuah prasasti yang menyatakan bahwa prasasti tersebut pada hari baik di bulan ke-9 tahun ke-5 era Zhizheng (1345) oleh seorang biksu bernama Decheng (德成) dari Kuil Baoji (寶積寺) di Chengdu. Versi Uighur kuno dari "Catatan Kebajikan" juga disimpulkan dengan tanggal, tetapi saat ini rusak dan yang dapat diketahui hanyalah pada era Zhizheng.[5]

Lihat pula

Catatan

  1. ^ Istilah Tionghoa dari dapat merujuk kepada Pagoda atau Stupa, tetapi tiga pada Teras Awan dapat merujuk kepada warna putih dari Stupa, serupa dengan bentuk Stupa putih era Dinasti Yuan di Kuil Miaoying, Beijing.[2]
  2. ^ Hanya lima aksara pertama yang diketahui oleh para cendekiawan abad ke-19. Meskipun seorang cendekiawan Tiongkok, Zhang Shu (张澍; Zhāng Shù) telah mengidentifikasi aksara Tangut pada 1804, tetapi hal ini tidak diketahui secara luas. Kemudian pada 1870, Alexander Wylie (1815–1887) salah mengidentifikasi prasasti tersebut sebagai Aksara Jurchen, hingga pada 1899, peneliti Inggris yang bernama Stephen Wootton Bushell (1844–1908), menerbitkan makalah yang menunjukkan bahwa ternyata aksara tersebut adalah aksara Tangut.[14]

Referensi

Kutipan

  1. ^ 国务院关于公布第一批全国重点文物保护单位名单的通知 [Notice from the State Council on Announcing the First Batch of National Key Cultural Relics Protection Units] (dalam bahasa Tionghoa). State Administration of Cultural Heritage. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Juni 2012. Diakses tanggal 29 Oktober 2012.
  2. ^ Su Bai (宿白) (1964). 居庸关过街塔考稿 [Draft study of the Crossing Street Pagoda at Juyongguan]. Cultural Relics 文物 (dalam bahasa Tionghoa) (4): 13–29.
  3. ^ Murata 1957, hlm. 22-23.
  4. ^ a b Song Guoxi (宋国熹); Meng Guangchen (孟广臣) (1993). 八达岭史话 [Historical Anecdotes about Badaling] (dalam bahasa Tionghoa). Guangming Daily. hlm. 72–73.
  5. ^ a b Murata 1957, hlm. 21.
  6. ^ Murata 1957, hlm. 22.
  7. ^ a b Murata 1957, hlm. 34.
  8. ^ Murata 1957, hlm. 30.
  9. ^ Murata 1957, hlm. 33.
  10. ^ Shen Ping (沈平) (1990). 居庸关云台的西夏文 [The Tangut text on the Cloud Platform at Juyongguan]. Journal of the Capital Museum (首都博物馆丛刊) (dalam bahasa Tionghoa) (5): 91–94.
  11. ^ a b 北京名胜古迹 [Places of Historic Interest and Scenic Beauty in Beijing] (dalam bahasa Tionghoa). The Archaeological Team of Beijing. 1962. hlm. 23–24.
  12. ^ a b c d e Li 2006, hlm. 360.
  13. ^ Hardie, Peter (1978). "Review of "Chinese Ceramics from Datable Tombs" bySir John Addis". Museums Journal (dalam bahasa Inggris) (78): 48.
  14. ^ Nie, Hongyin (1993). "Tangutology During the Past Decades". Monumenta Serica (dalam bahasa Inggris). 41: 329–347. ISSN 0254-9948.
  15. ^ a b Murata 1957, hlm. 134.

Pustaka

  • Li, Song (2006), "From the Northern Song to the Qing", dalam Howard, Angela Falco (ed.), Chinese Sculpture (dalam bahasa Inggris), Yale University Press, ISBN 9780300100655, LCCN 2003002733, OCLC 51631315, OL 3672328M
  • Murata, Jirō (村田治郎) (1957), Chü-Yung-Kuan: The Buddhist Arch of the Fourteenth Century A.D. at the Pass of the Great Wall Northwest of Peking (dalam bahasa Tionghoa), Kyoto University Faculty of EngineeringZ, OL 14092290M

Pranala luar

40°17′20″N 116°04′06″E / 40.2890°N 116.0683°E / 40.2890; 116.0683

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement