Sukorambi, Jember
Sukorambi | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Jember | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Musyaffa, S.HI., MM. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 42.929 jiwa | ||||
| Kode pos | 68151 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.09.15 | ||||
| Kode BPS | 3509210 | ||||
| Luas | 46,92 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 5 | ||||
| |||||
Sukorambi adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember. Kecamatan ini terbentuk pada tahun 1976 bersamaan dengan diresmikannya Kota Administratif (Kotatif) Jember. Sukorambi terdiri dari 5 desa di barat dan utara Kotatif Jember yang tidak dimasukkan dalam calon kota tersebut.[1] Sukorambi merupakan kecamatan kecil dengan jumlah penduduk paling sedikit kedua di Jember setelah Jelbuk, yaitu sekitar 42 ribu jiwa pada tahun 2024.[2] Wilayah paling selatan dari Sukorambi (Desa Jubung) diapit oleh pusat kota Jember di timur dan Rambipuji di barat, serta dilintasi jalan nasional. Sedangkan wilayah paling utara yaitu Desa Klungkung dan Karangpring berada di lereng Gunung Argopuro dan terdapat kawasan perkebunan.[3] Sukorambi memiliki obyek wisata ikonik seperti Taman Botani Sukorambi, Rest Area Jubung, dan Wisata Kalijompo.[4][5]
Geografi

Sukorambi adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Jember bagian tengah. Wilayahnya ada yang berada di barat dan utara dari pusat kota Jember. Geografi Sukorambi memanjang dari Desa Jubung di selatan hingga Desa Karangpring dan Klungkung di utara. Bagian utara dari Sukorambi berada di lereng Gunung Argopuro. Di wilayah tersebut banyak terdapat kawasan perkebunan seperti Perkebunan Durjo dan Kalijompo. Komoditas di perkebunan tersebut diantaranya kopi dan karet.[6] Masyarakat di Desa Karangpring juga mengembangkan desanya menjadi sentra bunga mawar.[7]
Batas wilayah Kecamatan Sukorambi adalah sebagai berikut:[2]
| Utara | Lereng Pegunungan Iyang-Argopuro |
| Timur | Kecamatan Kaliwates dan Kecamatan Patrang |
| Selatan | Kecamatan Kaliwates dan Kecamatan Patrang |
| Barat | Kecamatan Panti dan Kecamatan Rambipuji |
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Sukorambi terdiri dari 5 desa dan berpusat di Desa Sukorambi. Desa-desa tersebut dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Dukuhmencek | Krajan, Ampo, Botosari, Ledokombo | [2][8] |
| 2 | Jubung | Krajan, Darungan, Jubung Lor, Plalangan | [2] |
| 3 | Karangpring | Krajan, Karangpring, Durjo, Gendir, Gili Tengah, Pakel, Sumber Kembang, Tebangan | [2] |
| 4 | Klungkung | Krajan, Gendir, Kalijompo, Mojan | [2] |
| 5 | Sukorambi | Krajan, Bangeran, Cempakaan, Curahdami, Manggis, Tunggulasi | [2] |
Riwayat pemekaran
Pemerintah pusat meresmikan Kota Administratif Jember, yaitu calon kota baru yang terpisah dari Kabupaten Jember berdasarkan PP No. 14 tahun 1976. Sebelumnya, Kabupaten Jember terdapat Kecamatan Jember, Mangli, dan Wirolegi. Dalam peraturan itu, ketiga kecamatan tersebut dibubarkan karena terjadi penataan ulang untuk mendirikan kota administratif (kotatif) baru. Desa-desa yang memiliki ciri perkotaan bergabung dengan Kotatif Jember, sedangkan sisanya diserahkan ke kecamatan lain atau dibentuk menjadi kecamatan baru. Salah satu kecamatan baru yang dibentuk adalah Kecamatan Sukorambi yang mencakup 5 desa. Desa-desa tersebut terdiri dari Desa Jubung, Dukuhmencek, dan Sukorambi dari eks-Kecamatan Mangli, serta Desa Karangpring dan Klungkung dari eks-Kecamatan Jember.[1]
Tempat terkenal

- Taman Botani Sukorambi
- Rest Area Jubung
- Wisata Sungai Kalijompo
- Sentra mawar Desa Karangpring[7]
- Agrotechnopark dan Kampus Vokasi Universitas Jember di Jubung
- Perkebunan Durjo[6]
- Perkebunan Kalijompo
- Puskesmas Sukorambi
Kebudayaan
Sandorellang

Sandorellang adalah kesenian khas Dusun Mujan, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi. Tarian ini merupakan bagian dari rangkaian ritus keagamaan yang dilaksanakan tiap awal tahun Hijriyah di makam sesepuh desa. Tarian Sandhorellang dibawakan oleh para penari yang mengenakan busana adat berwarna putih bermotif batik serta penutup kepala berupa udeng atau peci. Dalam prosesi tersebut, pemimpin ritual melafalkan mantra, sementara puluhan peserta menari mengelilingi makam sambil melantunkan doa demi keselamatan seluruh warga desa. Usai pelaksanaan ritual, masyarakat melanjutkan kegiatan dengan makan bersama, masing-masing membawa hasil bumi khas daerah setempat.[9]
Referensi
- ^ a b "Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 1976 tentang Pembentukan Kota Administratif Jember".
- ^ a b c d e f g Kecamatan Sukorambi Dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Jember. 2024-09-26.
- ^ Junaedi Firman Syach (2022-10-11). "Mengungkit Sejarah Perkebunan Durjo, Bangunan Peninggalan Kolonial Di Bawah Kaki Gunung Argopuro Jember". LAROS MEDIA.
- ^ "Kulinernya Enak Maknyus, Rest Area Jubung Terus Bersolek". PERHUTANI. 2015-01-10.
- ^ Dini Daniswari (2024-02-26). "Taman Botani Sukorambi di Jember: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka". KOMPAS.
- ^ a b Ahmad Ridho Rojabi, Arrifa Aulliyatul Gofar, Windi Ika Septian, Mohammad Makhzumi Irvan Efendi, Rina Savina, Iqla Nur Karimah (2024). "Meningkatkan Kualitas Pemasaran Produk Kopi dan Kualitas Pendidikan di Dusun Durjo, Desa Karangpring, Jember". Welfare : Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2 (2). IAIN Kediri. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ a b Andi Saputra (2022-08-07). "Mekarnya Kampung Mawar Jember". KANAL DESA.
- ^ Aryani Ayuning Tyas, Berliana Albanita, Yanu Ardiani, Anggritiyan Ariyanto, Anis Rofi Hidayah, Abdul Hadi, Werdining Wulan, Nurul Lailatul Vitriah, Ari Septianingtyas Purwandhini (2025). "Penyuluhan Pencegahan Stunting dengan Diskusi Interaktif di Desa Dukuhmencek". Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Masyarakat. 5 (2). Universitas Islam Jember. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Etty Soelistyo Yoedhie (2025-06-29). "Ritual Tradisi Sandhorellang, Di Klungkung Sukorambi Jember". RRI.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



