Ledokombo, Jember
Ledokombo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Jember | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Nino Eka Putra, S.STP., M.Si. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 70.559 jiwa | ||||
| Kode pos | 68196 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.09.28 | ||||
| Kode BPS | 3509250 | ||||
| Luas | 133,84 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 10 | ||||
| |||||
Ledokombo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember yang terletak di utara dan wilayahnya memanjang hingga lereng Gunung Raung. Pusat kecamatan Ledokombo dapat diakses dari Kalisat di barat, Silo di sebelah selatan, serta Sumberjambe di utara. Kecamatan ini memiliki stasiun kereta api kecil yaitu Stasiun Ledokombo. Stasiun ini sudah lama nonaktif, tetapi diaktifkan sementara pada tahun 2025 ketika jalan nasional Jember-Banyuwangi ditutup akibat perbaikan.[1] Bagian timur Ledokombo di lereng Raung banyak ditemukan kawasan perkebunan dengan komoditas utamanya adalah pinus dan kopi.[2][3]
Kecamatan Ledokombo memiliki obyek wisata ikonik seperti Tanoker Ledokombo, Air terjun Anjasmoro, dan Air terjun Antrokan. Tanoker awalnya merupakan komunitas belajar untuk memberdayakan masyarakat Ledokombo yang kemudian sekarang telah berkembang menjadi kampung wisata. Tanoker Ledokombo adalah wisata edukatif yang mengajari anak-anak tentang permainan dan musik tradisional seperti egrang, bakiak, dan polo lumpur. Tempat ini dilengkapi dengan kolam renang serta membudayakan anak-anak untuk membaca buku.[4][5] Tanoker juga menyelenggarakan Festival Egrang tahunan yang sekarang menjadi salah satu ikon pariwisata Jember.[6]
Geografi

Ledokombo adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Jember bagian timur-utara. Geografi Ledokombo bagian barat berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan, sedangkan bagian timur berada di lereng Gunung Raung. Ledokombo banyak ditemukan kawasan perkebunan terutama pinus dan kopi. Tidak ada jalur pendakian menuju Raung dari arah Ledokombo. Walaupun berupa dataran rendah, bagian barat Ledokombo juga banyak ditemukan "gumuk" yaitu gundukan tanah seukuran bukit kecil. Ledokombo menjadi hulu dari berbagai sungai di Jember, salah satunya Sungai Gila (Gileh) yang mengalir ke Sungai Mayang.
Karena letak geografisnya, Ledokombo rawan mengalami bencana alam terutama erupsi Gunung Raung dan banjir. Letusan Raung berkali-kali terjadi dan abunya menghujani wilayah Ledokombo, salah satunya yang terjadi pada tahun 2022 dan 2025.[7][8] Ledokombo juga mengalami banjir akibat luapan sungai yang diberi nama Sungai Gila (Gileh), salah satunya pada tahun 2025 dan tidak menimbulkan korban jiwa.[9]
Batas wilayah Kecamatan Ledokombo adalah sebagai berikut:[10]
| Utara | Kecamatan Sukowono dan Kecamatan Sumberjambe |
| Timur | Gunung Raung |
| Selatan | Kecamatan Silo dan Kecamatan Mayang |
| Barat | Kecamatan Kalisat |
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Ledokombo terdiri dari 10 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Karangpaiton | Krajan, Rowo, Sokaan | [10] |
| 2 | Ledokombo | Krajan, Pasar, Sumber Nangka | [10][11] |
| 3 | Lembengan | Krajan I, Krajan II, Darungan, Klonceng, Oloh | [10] |
| 4 | Slateng | Krajan, Kopang, Slerok, Sumber Gadung, Tegalan I, Tegalan II | [10] |
| 5 | Sukogidri | Krajan, Gedangan, Sumber Nangka | [10] |
| 6 | Sumberanget | Krajan, Jatian I, Jatian II | [10] |
| 7 | Sumberbulus | Sumberbulus I, Sumberbulus II, Sumberbulus III | [10] |
| 8 | Sumberlesung | Krajan, Karang Bireh, Karang Kebun, Lao', Onjur | [10][12] |
| 9 | Sumbersalak | Juroju, Karang Anyar, Paluombo, Salak | [10] |
| 10 | Suren | Krajan, Dampar, Jegung, Lombung, Onjur | [10] |
Tempat terkenal

- Alun-alun Ledokombo
- Masjid Besar Al-Baiturrahman - masjid besar di pusat kecamatan
- Stasiun Ledokombo - stasiun ini tidak melayani naik-turun penumpang
- Tanoker Ledokombo - kawasan wisata edukasi populer di Ledokombo dengan fasilitas membaca, bermain permaian tradisional, dan kolam renang. Tanoker berasal dari Bahasa Madura yang berarti "kepompong".[4]
- Air terjun Antrokan
- Air terjun Anjasmoro
- Puskesmas Ledokombo
Kebudayaan
Festival Egrang

Festival Egrang adalah event tahunan di Kecamatan Ledokombo yang diselenggarakan oleh komunitas Tanoker. Tanoker adalah komunitas yang memberdayakan masyarakat Ledokombo dan berhasil mengembangkan kampung wisata populer bernama Tanoker Ledokombo. Selain kampung wisata, komunitas ini juga menyelenggarakan Festival Egrang yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan ramah anak dan mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Festival Egrang ke-13 tahun 2025 menghadirkan ragam kegiatan, mulai dari parade tarian egrang, bazar kuliner, pameran seni, dan lainnya. Egrang sendiri adalah permainan tradisional menggunakan dua bambu dan pemain berdiri di atasnya.[6]
Polo lumpur

Polo lumpur adalah permainan tradisional mirip polo air yang dipopulerkan di Ledokombo oleh komunitas Tanoker. Polo lumpur adalah permainan menggunakan bola yang dilaksanakan di tengah sawah dengan lumpur yang pekat. Para wisatawan terutama anak-anak yang mengunjungi wisata Tanoker dapat merasakan keseruan permainan ini. Polo lumpur rutin digelar tiap bulannya sebagai alternatif permainan selain egrang dan bakiak yang juga menjadi olahraga andalan di wisata Tanoker.[13]
Referensi
- ^ Mega Silvia, Aloysius Gonsaga AE (2025-10-01). "KA Pandanwangi Tak Lagi Berhenti di 6 Stasiun Kecil Jember dan Banyuwangi". KOMPAS.
- ^ Anik Suwandari, Ermadita Wahyu (2012). "Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan dan Prospek Usahatani Kopi Rakyat di Desa Sumberbulus Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember". Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (JSEP). 6 (3).
- ^ M Rochul Ulum (2023-10-02). "Kawasan Perhutani Seluas 20 Hektare Terbakar, Pemadaman Butuh Waktu 12 Jam". SUARA JATIM POST.
- ^ a b "Berawal dari Komunitas Belajar, Kini Menjadi Destinasi Wisata Internasional: Belajar dari Tanoker Ledokombo". MASTERPLANDESA.com. 2024-10-10.
- ^ Mega Silvia, Icha Rastika (2025-08-11). "Baca Dulu Baru Berenang, Cara Unik Ciciek dan Suami Tingkatkan Minat Baca di Jember Lewat Tanoker Raspati". KOMPAS.
- ^ a b "Festival Egrang ke-13 di Jember: Wujudkan Komunitas Ramah Anak Berbasis Budaya Lokal". www.jemberkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Jember. 2025-07-28.
- ^ Oryza A. Wirawan (2025-06-14). "Gunung Raung Masih Erupsi, Warga 9 Desa di Jember Terdampak". BERITA JATIM.
- ^ Bagus Supriadi, Pythag Kurniati (2022-07-28). "Gunung Raung Meletus, Warga Jember Sempat Terdampak Hujan Abu". KOMPAS.
- ^ "Banjir Bandang Di Ledokombo Dan Silo, Belasan Hektar Sawah Hingga Kebun Kopi Rusak". KISS FM Jember. 2025-07-05.
- ^ a b c d e f g h i j k Kecamatan Ledokombo Dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Jember. 2024-09-26.
- ^ Fikri Habibur Rohman, Julio Sukamto, Robi M. Arifin, M. Farhan Alfiansyah (2022). "Pengembangan Masyarakat melalui Penetapan dan Penegasan Batas di Desa Ledokombo Kabupaten Jember". AL-TATWIR : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam. 9 (2). Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UINKHAS). Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Masrurotullaily, Putut Nur Falah Ayu Waseso, Nurhasanah, Rika Septhian Anggraeni, Roaita Zamzam, Nila Matswa Ulil Azmi, Ulfatun Nikmah, Novita Ayudia Nabilah, Nabila Khooirunnisa’, Salman Barizi, Muhammad Nasir, Nur Muhammad Kafi, Riki Wahyudi, Muhammad Ikrom, Muhammad Anwar Sanusi (2023). "Pemberdaayan Masyarakat Desa Sumberlesung Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember". Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2 (1). Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Sri Wahyunik (2013-03-03). "Polo Lumpur Ala Anak Ledokombo". SURYA.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



