Stasiun Pondok Cina
|
B19
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
KRL tiba di Stasiun Pondok Cina. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama lain | Stasiun Pocin | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lokasi |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Koordinat | 6°22′7.80136″S 106°49′55.75649″E / 6.3688337111°S 106.8321545806°E | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ketinggian | +74 m | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Operator | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Otoritas transportasi | Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Letak | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jumlah peron | Dua peron sisi yang tinggi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jumlah jalur | 2 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Layanan | Commuter Line Bogor | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Konstruksi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jenis struktur | Atas tanah | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Informasi lain | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kode stasiun |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Klasifikasi | II[2] | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Sejarah | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Dibuka | 31 Januari 1873 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Elektrifikasi | 1 Mei 1930 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama sebelumnya |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Operasi layanan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Fasilitas dan teknis | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Fasilitas | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lokasi pada peta | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Stasiun Pondok Cina (POC), sering disingkat sebagai Stasiun Pocin, merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +74 meter ini hanya melayani kereta api komuter Commuter Line. Stasiun Pondok Cina merupakan salah satu stasiun yang dekat dengan Universitas Indonesia dan Universitas Gunadarma.
Stasiun ini biasa digunakan oleh mahasiswa Universitas Indonesia dan Universitas Gunadarma untuk naik-turun KRL serta digunakan juga oleh warga yang tinggal di Beji. Stasiun Pondok Cina sangat strategis karena terletak di belakang Depok Town Square dan Margo City. Melalui pengembangan berbasis transit (transit-oriented development/TOD), pada stasiun ini pula telah terhubung langsung dengan Apartemen Samesta Mahata Margonda.
Stasiun ini lebih lazim disebut akronimnya (Pocin) oleh masyarakat daripada nama lengkapnya. Penyebutan nama lengkap stasiun umumnya hanya dilakukan untuk pengumuman kedatangan kereta api di stasiun dan kepentingan formal lainnya.
Sejarah
Stasiun ini, pada tahun 1898, disebut sebagai Halte Pondok Tjina dan terletak di antara Halte Lentengagoeng dan Stasiun Depok.[3] Stasiun ini sempat dilakukan pengembangan pertama menyongsong pemindahan Universitas Indonesia ke Depok yang meliputi pembangunan dan penataan emplasemen stasiun pada tahun 1987. Saat pembangunan tersebut, stasiun sempat memiliki hingga 3 jalur dengan 2 peron, 1 peron sisi dan 1 peron pulau, serta posisi bangunan stasiun yang berada di tengah-tengah emplasemen menjadikannya stasiun pulau.[4] Stasiun pun direnovasi dengan perbesaran bangunan dan penambahan tempat parkir khusus motor, tetapi jalur kereta di stasiun dikurangkan dari 3 menjadi 2 jalur.
Untuk mendukung percepatan program pemerintah terkait pembangunan satu juta rumah, Stasiun Pondok Cina dikembangkan bersamaan dengan dibangunnya apartemen dengan konsep TOD, yakni integrasi antara hunian dan stasiun untuk kebutuhan penglaju antarmoda untuk dapat memberikan nilai tambah pada kedua fasilitas tersebut. Pembangunan apartemen sekaligus pengembangan stasiun ini pun dimulai melalui peletakan batu pertama pada 2 Oktober 2017.[5] Pembangunan ini sempat mengalami keterlambatan hingga hampir 1 tahun akibat kendala perizinan, khususnya jarak bangunan hanya 13 meter dari Jalan Margonda yang memerlukan akses jalan khusus, bahkan sengketa lahan antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan.[6]
Pembangunan pun dilanjutkan pada pertengahan 2018 setelah mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dengan pembangunan concourse baru mulai berjalan pada tahun 2020. Akhirnya, uji coba akses masuk stasiun yang baru dilaksanakan pada 3 April 2023.[7]
Tata letak
Stasiun Pondok Cina memiliki dua jalur kereta api. Bangunan stasiun terdiri atas bangunan lama di utara beserta lahan parkir, serta bangunan concourse yang baru di atas emplasemen. Desain concourse yang lebar dan memanfaatkan struktur atap khusus untuk membuang udara panas. Terdapat penambahan eskalator dan lift baru menuju peron serta dibangun pula kantor pengumuman (announcer) pada Peron 2.
Berbeda dengan Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Pondok Cina masih mempertahankan perlintasan sebidang dekat dengan bangunan lama selama beberapa waktu kendati concourse di lantai atas telah dioperasikan. Perlintasan sebidang pun ditutup pada tanggal 21 Februari 2026 bersama dengan bangunan utama stasiun di sisi timur. Akses stasiun pun dialihkan ke sisi timur apartemen, 20 meter ke arah selatan dari bangunan utama stasiun.[8]
| G | Bangunan utama stasiun | |
| P Lantai peron |
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan | |
| Jalur 1 | ← (UI) Commuter Line Bogor menuju Jakarta Kota | |
| Jalur 2 | Commuter Line Bogor menuju Depok/Bogor/Nambo (Depok Baru) → | |
| Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan | ||
Layanan kereta api
Komuter
| Nama kereta api | Tujuan akhir | Keterangan |
|---|---|---|
| Jakarta Kota | - | |
| Bogor | ||
| Nambo | Hanya beberapa perjalanan |
Insiden
Pada 31 Juli 2010 pukul 01.45 WIB, Stasiun Pondok Cina ludes terbakar. Loket pembelian karcis serta beberapa kios yang ada di sekitar stasiun ikut hangus. Saat peristiwa terjadi, puluhan warga tak mampu melakukan tindakan apa pun untuk memadamkan api. Pasalnya, Stasiun Pondok Cina tidak berada dekat dengan sumber air. Sekitar 40 menit kemudian, pukul 02.30 WIB, jajaran Damkar Depok akhirnya datang. Api kemudian padam sekitar pukul 04.00 WIB. Akibat insiden ini, hingga 36 sepeda motor yang terparkir di kawasan stasiun pun turut ludes terbakar.[9] Meski begitu, kebakaran ini tak mengganggu persinyalan kereta yang datang.[10]
Pada 14 Januari 2013 pukul 12 siang, sekelompok massa yang terdiri atas pedagang dan mahasiswa Universitas Indonesia melakukan demonstrasi dengan memblokade jalur kereta api yang ada di Stasiun Pondok Cina. Demonstrasi ini didasari pada penertiban kios-kios pedagang yang didirikan di samping rel kereta api. Massa menutupi rel dengan sisa-sisa pembongkaran dan melakukan aksi tidur massal di atas rel. Bahkan aksi anarkis sempat terjadi dengan perusakan gawai seorang mahasiswa oleh sekelompok oknum massa. Akibat demonstrasi tersebut, 93 perjalanan KRL mengalami pembatalan. Dialog yang sengit antara perwakilan pedagang dan mahasiswa dengan perwakilan penumpang berbuah pengakhiran blokade yang berlangsung hingga 5 jam.[11][12]
Pada 20 Januari 2022 pukul 13.25 WIB KRL Commuter Line tujuan Bogor menabrak seorang mahasiswi anggota BEM Universitas Indonesia Fakultas Farmasi yang tinggal di Jakarta Timur atas nama Bonita Melia Simatupang umur 24 tahun saat mau mengambil Ijazah Sarjana-nya. Korban awalnya menerobos palang pintu kereta dan hendak menyebrangi rel. Pada saat menyebrang korban tidak menyadari ada KRL yang hendak masuk ke Stasiun Pondok Cina, posisi kereta sangat kencang dan korban saat itu sedang memakai headset. Jenazah korban sudah dijemput dan dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan sesuai ajaran Kristen.[13]
Pada 7 Januari 2023, seorang pria paruh baya pingsan saat hendak naik kereta di Stasiun Pondok Cina kemudian meninggal di tempat. Polisi menyebutkan korban hendak menaiki kereta api arah Bogor. Korban pun ditemukan tanpa adanya luka dan belum bisa dipastikan penyebab meninggalnya korban. Jasad korban pun dibawa ke PMI Bogor guna menyampaikan informasi terkait keluarga korban.[14]
Pada 29 Mei 2024 malam, seorang wanita terjatuh pada celah peron Stasiun Pondok Cina usai terdorong oleh penumpang yang lain. Petugas keamanan stasiun pun bergegas turun dan menyelamatkan korban setelah bertahan sementara waktu menanti kereta lewat dan keadaan menjadi kondusif. Korban pun dibawa ke pos kesehatan stasiun untuk memperoleh penanganan medis atas luka ringan yang dialami.[15]
Referensi
- ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
- ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
- ^ "Overzichtskaart van de Residentie Batavia" (Map). Koleksi Digital Universitas Leiden. 1:250000 (dalam bahasa (Belanda)). Batavia: Topographische Bureau. 1898. Diakses tanggal 24 Mei 2022. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Subekti (2010-07-31). "Sisa-sisa kebakaran Stasiun Pondok Cina, Depok". Data Tempo. Jakarta: TEMPO. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ^ Salim, Hanz Jimenez (2013-01-14). "5 Jam Diblokir Pedagang, Stasiun Pondok Cina Dibuka". Jakarta: Liputan6. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ^ Subekti (2010-07-31). "Sisa-sisa kebakaran Stasiun Pondok Cina, Depok". Data Tempo. Jakarta: TEMPO. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ^ Aira, Tidar (2023-04-02). "Besok, Uji Coba Keluar Masuk Penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Pondok Cina Lewat Tower Hunian Perumnas - Depok Today". DEPOK TODAY. Jakarta: ProMedia Teknologi. Diakses tanggal 2025-12-19.
- ^ Sundoro, Danang (2026-02-21). Mosinta (ed.). "Catat, Hari ini Alur Turun-Naik Penumpang di Stasiun Pondok Cina Sudah Berubah". RRI Bisnis. Jakarta: Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 2026-02-22.
- ^ Subekti (2010-07-31). "Sisa-sisa kebakaran Stasiun Pondok Cina, Depok". Data Tempo. Jakarta: TEMPO. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ^ "Aktivitas di Stasiun Pondok Cina Berlangsung Normal". detikcom. Diakses tanggal 2021-09-23.
- ^ Subekti (2010-07-31). "Sisa-sisa kebakaran Stasiun Pondok Cina, Depok". Data Tempo. Jakarta: TEMPO. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ^ Salim, Hanz Jimenez (2013-01-14). "5 Jam Diblokir Pedagang, Stasiun Pondok Cina Dibuka". Jakarta: Liputan6. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ^ Kesuma, Dwi Putra. "Breaking News Nyelonong Palang Pintu, Wanita Muda Tewas Tertabrak KRL di Stasiun Pondok Cina". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2021-09-23.
- ^ Puspitasari, Devi (2023-01-07). "Lansia Tiba-tiba Pingsan Lalu Meninggal di Stasiun Pondok Cina Depok". detikNews. Jakarta: Trans Digital Media. Diakses tanggal 2025-12-20.
- ^ Adiansyah (2024-05-30). Juniantio, Beno (ed.). "Seorang Wanita Terjatuh ke Peron Stasiun Pondok Cina Gegara Terdorong Penumpang Lain". NTVNews. Jakarta: NT Corp Media. Diakses tanggal 2025-12-20.
| Stasiun sebelumnya | Stasiun berikutnya | |||
|---|---|---|---|---|
| Universitas Indonesia menuju Jakarta Kota
|
Jakarta–Bogor | Depok Baru menuju Bogor
| ||
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.





