Puasa Ramadan di Malaysia

Puasa Ramadan di Malaysia berlangsung pada bulan Ramadan dengan rentang waktu puasa antara 12–14 jam setiap hari. Pemerintah Malaysia telah mengatur hukuman paling lama 6 bulan atau denda paling banyak senilai 1.000 Ringgit bagi muslim di Malaysia yang menampakkan dirinya tidak berpuasa Ramadan di depan umum. Salah satu tradisi yang berlangsung di Malaysia selama masa puasa Ramadan ialah pengadaan penjualan makanan melalui bazar Ramadan. Hidangan favorit bagi muslim di Malaysia ketika berbuka puasa Ramadan utamanya berupa beragam kue dan minuman yang rasanya manis serta bubur lambok dengan rasa yang pedas.

Durasi

Durasi puasa Ramadan di Malaysia berkisar antara 12–14 jam setiap hari selama bulan Ramadan.[1] Lamanya durasi puasa tersebut disebabkan oleh letak Malaysia yang dekat dengan Khatulistiwa.[2]

Kebijakan

Pemerintah Malaysia menerapkan syariat Islam kepada umat muslim di Malaysia hingga ke peraturan tingkat negara. Salah satu aturan yang termasuk di dalamnya ialah aturan mengenai seorang muslim yang tidak mau melaksanakan puasa Ramadan.[3] Aturan penetapan hukuman oleh Pemerintah Malaysia berlaku bagi setiap muslim di Malaysia yang melakukan pelanggaran kewajiban berpuasa Ramadan di depan umum.[4] Tidak berpuasa pada bulan Ramadan menjadi salah satu perkara pidana yang sifat pemidanaannya terbatas ditangani oleh pengadilan agama di Malaysia.[5] Salah satu negara bagian di Malaysia yang telah memberlakukan hukuman terhadap seorang muslim yang tidak mau berpuasa Ramadan ialah Johor. Pemeintah Johor menetapkan hukuman penjara hingga selama 6 bulan atau denda hingga senilai 1.000 Ringgit kepada seorang muslim yang tidak mau berpuasa Ramadan.[6]

Tradisi

Bazar Ramadan

Salah satu tradisi yang diadakan oleh masyarakat muslim di Malaysia setiap bulan Ramadan ialah mengadakan bazar Ramadan.[7] Selama bazar Ramadan berlangsung, rakyat Malaysia yang muslim dapat membeli makanan untuk berbuka puasa. Pada bulan Ramadan yang berlangsung tahun 2020 M, seluruh kegiatan bazar Ramadan di Malaysia secara fisik dihentikan melalui Perintah Kawalan Pergerakan Bersyarat (PKPB) akibat berlangsungnya Pandemi Covid-19 di Malaysia. Bazar Ramadan tetap diadakan dalam bentuk bazar Ramadan elektronik dengan pemesanan makanan daring menggunakan internet dan pesanan diantarkan ke rumah tiap pembeli.[8] Layanan pengantaran dilakukan oleh perusahaan berbagi tumpangan seperti Grab Food dan Foodpanda.[9]

Hidangan berbuka puasa

Hidangan favorit bagi muslim di Malaysia ketika berbuka puasa Ramadan utamanya ialah es cendol, agar-agar, dan beragam kue dengan rasa yang manis. Selain itu, muslim di Malaysia umumnya menghidangkan bubur lambok sebagai makanan ketika sedang berbuka puasa Ramadan. Bubur lambok merupakan salah satu makanan tradisional di Malaysia yang berupa campuran bubur nasi, sayur dan rempah-rempah dengan rasa yang pedas.[10] Makanan lain yang juga dihidangkan sebagai hidangan berbuka puasa di Malaysia adalah mi jawa dan mi bandung yang umumnya dijual oleh pedagang dari Indonesia.[11]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ Easaw, M., dan Allavudin, S. F. S. (2020). Diabetes Management Guide: Simply Delicious Ramadan Recipes (PDF) (dalam bahasa Inggris). Nestlé Health Science. hlm. 2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Zanariah, dkk. (4 Juli 2019). Practical Guide to Diabetes Management in Ramadan (PDF) (dalam bahasa Inggris). Kementerian Kesehatan Malaysa & Masyarakat Endokrin dan Metabolik Malaysia. hlm. 2. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Nasution, Syamruddin (2022). Sejarah Islam Asia Tenggara. Depok: Rajawali Pers. hlm. 61. ISBN 978-623-372-786-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Helmiati (2014). Sejarah Islam Asia Tenggara (PDF). Pekanbaru: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. hlm. 174. ISBN 978-602-1366-69-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ Helmiati (Oktober 2007). Islam dalam Masyarakat dan Politik Malaysia (PDF). Pekanbaru: Suska Press. hlm. 151. ISBN 978-979-1288-11-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Rochmat, A. Muchlishon, ed. (24 Mei 2019). "Otoritas Malaysia Razia Warga Tak Puasa, Bisa Didenda Rp3,4 Juta". NU Online. Nadhlatul Ulama. Diakses tanggal 16 Maret 2025.
  7. ^ "Panduan Amalan Hijau Bazar Ramadan" (PDF). Kementerian Sumber Asli dan Kelestarian Alam. hlm. 1. Diakses tanggal 16 Maret 2025.
  8. ^ Mohamed, A. F., Rusdi, F. A., dan Saidi, S. B., ed. (2023). Covid-19: Nukilan dan Refleksi (dalam bahasa Melayu). Kota Bharu: Penerbit UMK. hlm. 111. ISBN 978-629-489-006-0. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ^ Ramli, Asrol Anuar (2021). Artikel pilihan COVID-19 Volume 2 (dalam bahasa Melayu). Sintok: Penerbit Universiti Utara Malaysia. hlm. 136. ISBN 978-967-248-630-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ^ Asmayani, Nurul (2013). Hasmand, Fedrian (ed.). Jejak Ramadhan di Berbagai Negara. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 51. ISBN 978-979-592-616-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ^ Lazuardi, Genuk Ch. (2009). Maumu Apa Malaysia?: Konflik Indo-Malay dari Kacamata Seorang WNI di Malaysia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 168. ISBN 978-602-03-5966-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement