Puasa Ramadan di Brunei Darussalam
Puasa Ramadan di Brunei Darussalam dilaksanakan oleh muslim yang tinggal di Brunei Darussalam selama bulan Ramadan. Penetapan awal dan akhir bulan Ramadan di Brunei Darussalam dilakukan oleh Pemerintah Brunei Darussalam dengan metode rukyat. Selama masa puasa Ramadan, Pemerintah Brunei Darussalam membatasi jam buka bagi rumah makan. Namun menjelang waktu buka puasa, sepanjang jalan di Brunei Darussalam diadakan Gerai Ramadan yang menjual beragam makanan dan minuman untuk buka puasa. Buka puasa Ramadan di Brunei Darussalam umumnya ditandai dengan pemukulan beduk maupun pengumandangan azan dari masjid. Hidangan yang umum disajikan ketika buka puasa di Brunei Darussalam antara lain kurma, sate tungking dan nasi katok.
Penetapan
Puasa Ramadan di Brunei Darussalam dilaksanakan oleh muslim yang tinggal di Brunei Darussalam.[1] Pemerintah Brunei Darussalam menggunakan metode rukyat untuk menetapkan awal puasa Ramadan di Brunei Darussalam.[2] Metode rukyat juga digunakan oleh Pemerintah Brunei Darussalam untuk menentukan akhir bulan puasa Ramadan. Pengamatan terhadap hilal dilakukan pada hari ke-29 Ramadan. Jika hilal tidak tampak, maka bulan Ramadan ditetapkan berlangsung selama 30 hari dan puasa Ramadan juga dilanjutkan hingga 30 hari.[3]
Kondisi lingkungan
Pemerintah Brunei Darussalam membatasi jam buka bagi rumah makan dalam masa puasa Ramadan.[1] Pada siang hari dalam masa puasa Ramadan, seluruh rumah makan di Brunei Darussalam ditutup.[4] Selain itu, makan di tempat umum dilarang di Brunei Darussalam selama masa berpuasa Ramadan. Larangan ini juga diberlakukan bagi pengunjung non-muslim.[5] Namun mulai pukul 14.00 di Brunei Darussalam diadakan Gerai Ramadan yaitu pasar yang berisi kios-kios yang khusus menjual hidangan berupa makanan, makanan penutup, dan minuman.[1] Ketika buka puasa telah dimulai, di sepanjang jalan di Brunei Darussalam juga terdapat beragam warung makan yang menjajakan beraneka macam makanan.[4]
Buka puasa
Buka puasa Ramadan di Brunei Darussalam umumnya ditandai dengan pemukulan beduk maupun pengumandangan azan dari masjid.[4][6] Kegiatan buka puasa Ramadan disebut sungkai di Brunei Darussalam. Buka puasa Ramadan yang diadakan di dalam masjid-masjid di Brunei Darussalam umumnya disediakan oleh Sultan Brunei Darussalam dan penduduk setempat. Hassanal Bolkiah selaku Sultan Brunei Darussalam biasanya menyediakan kurma safawi impor bagi para pelancong di Brunei Darussalam selama bulan Ramadan. Selain itu, kurma safawi juga dibagi-bagikan oleh Sultan Hassanah Bolkiah kepada muslim di Brunei Darussalam.[4] Kurma yang dibagikan oleh Sultan Brunei dilabeli Kurma Kurnia Sultan dengan berat masing-masing 1 kg dalam satu kemasan. Kurma safawi diimpor oleh Sultan Brunei dari Arab Saudi.[7]
Hidangan utama yang disajikan ketika berbuka puasa di Brunei Darussalam antara lain sate tungking dan nasi katok. Sate tungking merupakan buntut ayam yang dibakar seperti sate. Sedangkan nasi katok merupakan nasi putih yang ditambahi ayam goreng dan sambal teri.[8]
Referensi
Catatan kaki
- ^ a b c Divisi Promosi dan Pemasaran 2024, hlm. 1.
- ^ Hanapi dan Hassan 2015, hlm. 13.
- ^ Hanapi dan Hassan 2015, hlm. 19.
- ^ a b c d Laelasari (2015). 101 Budaya Unik & Aneh dari Seluruh Dunia. Yogyakarta: Laksana Kidz. hlm. 33. ISBN 978-602-0806-81-5. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Divisi Promosi dan Pemasaran 2024, hlm. 2.
- ^ Divisi Promosi dan Pemasaran 2024, hlm. 4.
- ^ IELC Creative Team (14 Maret 2014). "10 Tradisi Ramadhan yang unik dan seru dari mancanegara!". Interactive English Language Centre. Diakses tanggal 22 Maret 2025.
- ^ Iman (8 April 2023). Witokaryono (ed.). "Beribadah Puasa di Brunei, Dapat Makanan dan Amplop". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 22 Maret 2025.
Daftar pustaka
- Divisi Promosi dan Pemasaran, Departemen Pengembangan Pariwisata, Kementerian Sumber Daya Primer dan Pariwisata (6 Maret 2024). "Ramadhan in Brunei Darussalam: A Fascinating Cultural Experience" (PDF). Organisasi Pariwisata Dunia. Diakses tanggal 22 Maret 2025. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- Hanapi, M. S., dan Hassan, S. A. (Desember 2015). "Basis for Using the Rukyah Method for Determining the Arrival of Ramadan and Syawal in Brunei Darussalam" (PDF). Journal of Islamic Studies and Culture (dalam bahasa Inggris). 3 (2). American Research Institute for Policy Development. doi:10.15640/jisc.v3n2a2. ISSN 2333-5904. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


