Monumen Nasional Amsterdam

Monumen Nasional
Nationaal Monument
Monumen Nasional pada tahun 2015
Koordinat52°22′22″N 4°53′37″E / 52.37278°N 4.89361°E / 52.37278; 4.89361
LokasiLapangan Dam, Amsterdam, Belanda
PerancangJacobus Oud (dengan patung dan relief karya John Rädecker, Paul Grégoire, dan Jan Willem Rädecker)
MaterialBatu travertin putih
Tinggi22 meter (72 ft)
Konstruksi pertama1952
Pembukaan pertama04 Mei 1956 (1956-05-04)
Didedikasikan kepadaTugu peringatan Perang Dunia II

Monumen Nasional di Lapangan Dam (bahasa Belanda: Nationaal Monument op de Dam) adalah sebuah tugu makam yang dibangun tahun 1956 di Amsterdam, Belanda. Upacara nasional Peringatan Orang-Orang yang Gugur diadakan di monumen tersebut setiap tahun pada tanggal 4 Mei untuk memperingati para korban Perang Dunia II dan konflik bersenjata setelahnya.[1][2]

Sejarah

Rekaman proses pembangunan monumen pada tahun 1954

Lapangan Dam adalah pusat bersejarah di ibu kota Belanda, Amsterdam. Hingga tahun 1914, sebuah monumen nasional lain berdiri di Dam, De Eendracht atau yang populer disebut Naatje van de Dam, yang memperingati Kampanye Sepuluh Hari.

Tidak lama setelah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945, sebuah tiang kebebasan didirikan di Lapangan Dam. Pemerintah Belanda mengusulkan agar sebuah monumen nasional permanen Perang Dunia II ditempatkan di sana. Sementara perencanaan sedang berlangsung, sebuah monumen sementara didirikan di Dam pada tahun 1947, dirancang oleh A. J. van de Steur dan Auke Komter. Monumen itu terdiri dari 11 guci yang berisi tanah dari tempat eksekusi dan pemakaman perang Perang Dunia II di masing-masing provinsi Belanda.[3] Tiga tahun kemudian, guci kedua belas ditambahkan dengan tanah dari Hindia Belanda, yang sekarang Indonesia.[1][2]

Sementara itu, sebuah inisiatif swasta untuk mendirikan monumen Perang Dunia II telah dimulai. John Rädecker ditugaskan untuk merancang monumen tersebut, dan desainnya dipamerkan pada tahun 1946 di Museum Stedelijk. Wali Kota Arnold Jan d'Ailly memutuskan untuk menggabungkan rencana-rencana tersebut dan membangun monumen yang didanai secara swasta di Lapangan Dam, menggunakan desain dari Rädecker. Arsitek Jacobus Oud dikontrak untuk bekerja bersama Rädecker dalam monumen tersebut. Desain akhir disetujui oleh pemerintah Belanda pada tahun 1952. Kesehatan Rädecker semakin memburuk (ia meninggal empat bulan sebelum monumen tersebut diresmikan), dan putra-putranya, Han dan Jan Willem Rädecker, mengambil alih untuk menyelesaikan proyek itu.[1][2]

Monumen Nasional akhirnya diresmikan pada 4 Mei 1956 oleh Ratu Juliana dari Belanda.[1]

Monumen Nasional pada tahun 2014

Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, Monumen Nasional, yang mendominasi setengah bagian timur Lapangan Dam, menjadi tempat berkumpul bagi para hippie, yang melihat monumen tersebut sebagai simbol kebebasan. Setiap malam, sejumlah besar orang tidur di sekitar monumen dengan kantong tidur. Pada 24 Agustus 1970, pemerintah kota melarang kegiatan Damslapen ("tidur di Dam"). Hal ini memicu kerusuhan di Lapangan Dam yang berlanjut hingga keesokan harinya, ketika alun-alun dibersihkan oleh pasukan marinir yang sedang tidak bertugas. Para hippie kemudian pindah ke Vondelpark.[4]

Monumen tersebut telah mengalami dua pemugaran, pada tahun 1965 dan tahun 1997–1998. Selama pemugaran pada tahun 1990-an, seluruh monumen dibongkar, dan bagian dalam pilar pusat yang terbuat dari bata diganti dengan beton.[1] Pada tahun 2007, sebuah jalur kursi roda ditambahkan ke monumen tersebut. Pada 14 Agustus 2009, monumen tersebut memperoleh status rijksmonument.[1]

Pada 3 April 2025, seorang pria berusia 50 tahun melakukan aksi bakar diri di dalam mobilnya dalam upaya pemboman mobil yang gagal di dekat Monumen Nasional, menyebabkan ledakan kecil dan melukai dirinya sendiri. Tidak ada warga sekitar yang terluka.[5]

Desain

Detail patung dan relief pada monumen

Monumen ini dirancang oleh arsitek Belanda Jacobus Oud; patung-patung pada monumen tersebut dibuat oleh John Rädecker dan putra-putranya, Han dan Jan Willem Rädecker. Relief-reliefnya dibuat oleh pematung Paul Grégoire.[1][2]

Elemen utama monumen ini adalah sebuah pilar beton berbentuk kerucut setinggi 22 meter (72 kaki), seluruhnya dilapisi batu travertine putih. Pada bagian depan pilar terdapat relief berjudul De Vrede (“Perdamaian”), yang terdiri dari empat sosok pria yang dirantai, melambangkan penderitaan selama perang. Di kedua sisi figur-figur utama ini terdapat dua patung pria yang mewakili anggota perlawanan Belanda, figur kiri melambangkan perlawanan kaum intelektual dan figur kanan melambangkan perlawanan kelas pekerja. Anjing-anjing menangis berada di kaki mereka, melambangkan penderitaan dan kesetiaan. Di atas relief utama terdapat patung seorang wanita memegang anak dalam pelukannya dengan burung merpati yang terbang di sekelilingnya, melambangkan kemenangan, perdamaian, dan kehidupan baru. Relief di belakang pilar menunjukkan burung-burung merpati yang terbang ke langit, melambangkan pembebasan.[1][2]

Monumen ini ditempatkan di atas serangkaian lingkaran konsentris, membentuk anak tangga menuju monumen. Di depan monumen, di kedua sisi, terdapat dua patung singa di atas alas bundar, melambangkan Belanda. Sebuah dinding setengah lingkaran mengelilingi bagian belakang monumen. Dinding tersebut berisi sebelas guci berisi tanah dari tempat eksekusi dan pemakaman perang Perang Dunia II di masing-masing provinsi Belanda[3], dan guci kedua belas berisi tanah dari Hindia Belanda, yang sekarang Indonesia.[1][2]

Prasasti

Pilar tersebut memuat sebuah prasasti dalam bahasa Latin:

Hic ubi cor patriae monumentum cordibus intus
quod gestant cives spectet ad astra dei.

(terjemahan bebas: "Di sini, tempat hati tanah air berada, semoga monumen ini, yang disimpan warga di dalam hati mereka, memandang bintang-bintang Tuhan.")

Dinding di belakang pilar juga memuat sebuah prasasti berbahasa Belanda, berupa teks karya penyair Adriaan Roland Holst. Di bagian belakang dinding terdapat prasasti berupa bait puisi Belanda karya Anthonie Donker, nama pena dari Nico Donkersloot.[1][2]

Galeri

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j "Amsterdam, Nationaal Monument op de Dam" Diarsipkan 2010-08-26 di Wayback Machine., National Committee for 4 and 5 May (Dutch).
  2. ^ a b c d e f g "Nationaal Monument op de Dam", Buitenbeelden in Amsterdam (Dutch).
  3. ^ The Netherlands had 11 provinces until Flevoland in 1986 became the 12th province
  4. ^ Theo Kamsma, "Amsterdam terug in de Europese top-vijf: De herontdekking van jeugdcultuur als topattractie", in Irene van Eerd & Bernie Hermes (eds.), Pluriform Amsterdam: essays, Amsterdam University Press, 1998, pp. 101–102 (Dutch).
  5. ^ "Video: Moment Car 'Exploded' In Iconic Amsterdam Square". NLtimes (dalam bahasa Inggris). 2025-04-03. Diakses tanggal 2025-04-03.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement