Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)
| Warung Kopi - diskusi bahasa kirim topik baru | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
Bagian ini digunakan untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia di Wikipedia berpedoman kepada Ejaan yang Disempurnakan. Lihat pula:
| |||||||||||||
Ingat beri tanda tangan dan tanggal pada akhir pesan Anda dengan cara mengetikkan . Harap menambahkan topik baru hanya di bagian bawah halaman ini.
| |||||||||||||
|
| |||||||||||||
Diskusi:
|
|
|
|
|
Usulan Terjemahan Harfiah #1
- Dipindahkan ke Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/Penamaan fauna
Cara mengindonesiakan nama spesies Asing
- Dipindahkan ke Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/Penamaan fauna
Picea abies
- Dipindahkan ke Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/Penamaan fauna
Pemindahan Andewi ke Nama Ilmiah
- Dipindahkan ke Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/Penamaan fauna
Usulan Terjemah Harfiah #2
- Dipindahkan ke Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/Penamaan fauna
Usulan Terjemah Harfiah #2
- Dipindahkan ke Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/Penamaan fauna
Perbuatan yang tak sama dengan pernyataan
- Dipindahkan ke Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/Penamaan fauna
Genus Emberiza >>> Emberisa
- Dipindahkan ke Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/Penamaan fauna
Rumput buluh
- Dipindahkan ke Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/Penamaan fauna
Penyesuaian konteks dalam penerjemahan artikel
Halo, saat ini saya sudah sering menerjemahkan artikel dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Saya sering memperhatikan bahwa dalam artikel-artikel yang bersifat ilmiah dan teknis, terdapat contoh-contoh yang asing dari alam pikiran orang Indonesia karena "kebarat-baratan" (dalam penerjemahan dari Wikipedia Inggris). Misalnya, dalam artikel Wikidata, contoh butir data yang paling umum digunakan untuk mengenalkan antarmuka adalah Douglas Adams (butir Wikidata Q42, lihat artikel Wikidata di Enwiki). Orang Indonesia, umumnya asing dengan nama tersebut, dan dalam hemat saya lebih akan semakin memahami artikel apabila contohnya menggunakan konteks tokoh Indonesia.
Maka dari itu, dalam artikel Wikidata, saya menggunakan contoh dari tokoh Indonesia Agus Salim (butir Wikidata Q118629), yang namanya namanya lebih akrab di mata pembaca Indonesia (saya menghindari contoh Sukarno karena terlalu sering disebut dan khawatir contohnya akan terlihat klise, dan saya menggunakan tokoh karena rasanya mudah sekali membayangkan biodata tokoh sebagai susunan data terstruktur).
Apakah penerjemahan seperti ini adalah cara yang baik? Motivasi saya dalam berlaku demikian adalah keyakinan saya bahwa artikel Wikipedia bukan jenis tulisan yang membutuhkan faithful translation seperti dokumen hukum yang verbose. Sehingga dalam penerjemahan, kita tidak perlu plek ketiplek mengikuti diksi yang ada dalam artikel asal, selama diksi yang digunakan jelas, dan bisa dipertanggung jawabkan.
Tentu penyesuaian konteks ini tidak melulu bisa dipakai terus menerus, memang ada satu atau dua bagian yang harus verbose dalam penerjemahannya, seperti kuotasi. Akan tetapi, hingga titik tertentu, saya yakin cara ini bisa meningkatkan keterbacaan Wikipedia untuk masyarakat awam. Terima kasih. —Yamato Shiya大和 士也 (Bicara • Kontribs) 12 Januari 2026 10.13 (UTC)
- Ya tentu saja itu penerjemahan yang baik, ini adalah pendekatan bahasa yang tepat. Saya juga sering menemukan artikel-artikel yang membahas suatu benda atau hal, tetapi isinya sejarah, puisi, kutipan, sajak, hewan, dan peribahasa anglofon dan alangkah baiknya yang seperti ini dilokalkan saja. Manggisjeruk (bicara) 13 Januari 2026 13.52 (UTC)
- Biasanya artikel hasil terjemahan juga akan divergen dengan artikel asal. Bisa karena artikel terjemahannya dikembangkan sendiri tanpa memperhatikan artikel asal, atau artikel asalnya juga berubah. Karena itu di Wikipedia tidak perlu terjemahan persis. Yang penting akurat secara faktual. Gombang (bicara) 18 Januari 2026 05.59 (UTC)
Penyesuaian nama negara
@Silvanus Aikaterine @F1fans @Badak Jawa @Sophia Guevara @RaFaDa20631 @Apri DAV @Serigala Sumatera @JumadilM @Rachmat04 @Affandy Murad @Rarani @Hysocc @Anne C @ANNAFscience @Hariadhi @MITGATVM @Murbaut @NaufalF @NFarras @Nyilvoskt @Pierrewee @Rachmat04 @RaFaDa20631 @Rahmatdenas @RaymondSutanto @RianHS @Rintojiang @RXerself @Symphonium264 @Taylor 49 @Ustad abu gosok @Veracious @Wagino 20100516 @WillsonEP09 @Yogwi21 @Kocengbarbar934 @Rinai Natsumi @Swarabakti @Muhammad Anas Sidik @Rama Maay @Agus Damanik
Tahun lalu, Badan Informasi Geospasial berkontribusi pada United Nations Group of Experts on Geographical Names (GEGN) dengan meresmikan daftar nama-nama negara dalam bahasa Indonesia yang disusun dan diperbaharui oleh Badan Bahasa. Dokumen ini diresmikan di New York dan tujuan praktisnya mempermudah hubungan dan pendataan internasional.
Apakah wikipedia perlu mempertimbangkan juga ? Seperti mengganti "Thailand" ke "Tailan", "Slovenia" ke "Slowenia", "Greenland" ke "Grinlandia, "Seychelles" ke "Seisel", dkk. Atau Wikipedia anggap praktis saja dengan tetap menggunakan yg sudah umum ? – komentar tanpa tanda tangan oleh Manggisjeruk (b • k).
Pendapat tidak setuju
- Wikipedia bahasa Indonesia berhak menetapkan gaya selingkung sendiri. Prinsipnya kita tetap menggunakan nama yang lazim dipakai. Sementara ini jangan diubah dulu tanpa diskusi kasus per kasus. Gombang (bicara) 18 Januari 2026 05.56 (UTC)
- Idem. — swarabakti💬 24 Januari 2026 23.15 (UTC)
- sepakat Rtnf (bicara) 1 Februari 2026 04.34 (UTC)
- ikut kbbi aja kalau bingung Great achievement ngobrol? 2 Februari 2026 02.05 (UTC)
- Wikipedia merefleksikan penggunaan bahasa paling umum bukan? Kan ada aturan seperti COMMONNAME. Dengan itu saya tidak setuju atas perubahan nama negara. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 2 Februari 2026 11.03 (UTC)
- Sepertinya saya sependapat dengan annaf. Idem HakikyTara ПереговорыВклад 13 Februari 2026 23.31 (UTC)
- Idem. Rang Djambak (bicara) 10 Februari 2026 03.01 (UTC)
- Idem per pernyataan Bung Gombang dan Annaf. 🅷🅴🅽🆁🅸 ngopi lur? ✉ 18 Februari 2026 13.35 (UTC)
- Per Gombang dan Annaf Pinkash Ngobrol yuk 10 Februari 2026 09.39 (UTC)
- Sepakat dengan pendapat Uda Gombang. "Nama resmi" bisa dicantumkan seperti kasus susyi.– S264 [badhé ngobrol?] 18 Februari 2026 07.10 (UTC)
- Tadinya saya ingin setuju dengan pengubahan nama negara agar sesuai dengan pengucapan ejaan orang Indonesia namun setelah dipikir-pikir lagi sepertinya ada beberapa nama negara lain yang dirasa tidak masuk akal (bukan tidak masuk akal sih tapi lebih ke kurang sreg aja kata saya mah) seperti "Turkmenistan" menjadi "Turmenistan", "Thailand" menjadi "Tailand" dan masih banyak lagi oleh karena itu saya
tidak setuju dengan usulan pengubahan nama negara 𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃 📩 18 Februari 2026 07.56 (UTC)
- Tadinya saya ingin setuju dengan pengubahan nama negara agar sesuai dengan pengucapan ejaan orang Indonesia namun setelah dipikir-pikir lagi sepertinya ada beberapa nama negara lain yang dirasa tidak masuk akal (bukan tidak masuk akal sih tapi lebih ke kurang sreg aja kata saya mah) seperti "Turkmenistan" menjadi "Turmenistan", "Thailand" menjadi "Tailand" dan masih banyak lagi oleh karena itu saya
- Idem bung Gombang. Mumpung saya luang, ada baiknya saya turut berkomentar. Masalah ini tidak sesederhana itu. Dalam pengaplikasian suatu nama artikel di Wikipedia (terutama WBI), apalagi ini menyangkut entitas seperti orang, negara, benda, bahkan mungkin spesies ya ... gunakanlah nama yang paling umum digunakan. Pedoman kita jelas WP:COMMONNAME dari WP:PPNA, dan tidak ada halaman yang mengatur penamaan artikel yang statusnya lebih tinggi dari WP:PPNA. Oleh karena itu, berdasarkan WP:PPNA, pemilihan nama artikel patut memiliki faktor berikut:
- Nama yang paling umum digunakan/paling dikenali
- Memiliki sumber yang jelas.
- Dan kedua faktor ini jelas saling berkaitan satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan. Keberadaan sumber jelas menunjukkan nama tersebut dikenali; dan untuk menunjukkan bahwa sebuah nama dikenali, jelas memerlukan sumber.
- Adapun sebagaimana yang diatur dalam WP:KRITERIA, nama yang digunakan jelas harus dapat dikenali, alami, presisi, ringkas, dan konsisten. Dalam hal ini, KBBI bisa dikecualikan jika memberikan istilah yang tidak dikenal secara luas oleh publik, sebagai contoh 'satai' (sate), 'susyi' (sushi), 'Paraguai' (Paraguay), dan mungkin 'syogun' (shogun). Lihat pula esai WP:KBBI.
- Betul bahwa nama-nama 'Tailan', 'Seisel', dan 'Grinlandia' itu bersumber (setidaknya saat ini). Sekarang pertanyaannya, "apakah nama tersebut dikenal masyarakat Indonesia secara luas?" Jelas jawabannya adalah "tidak", dilihat dari sisi manapun, baik secara formal maupun nonformal. Betul bahwa nama seperti 'Tailan' secara fonetis (pengucapannya) digunakan secara luas (kecuali Grinlandia), namun teksnya tidak. Sebagaimana kaidah bahwa "subjek harus dikenal di luar Wikipedia, baru masuk Wikipedia. Bukan sebaliknya" (walaupun kutipan ini agak kurang kurang tepat konteksnya), nama tersebut haruslah dikenal secara luas terlebih dahulu di luar Wikipedia, baik secara fonetis maupun teks, baru bisa masuk menjadi istilah di dalam Wikipedia. Apalagi untuk skala yang tidak kecil seperti nama negara. Perlu diingat bahwa Wikipedia bekerja mengikuti masyarakat dan menimbang berdasarkan apa yang masyhur di masyarakat, agar pengetahuan itu benar-benar 'bebas' seperti tujuannya. Prinsip ini tertuang dalam WP:COMMONNAME. Akan jadi preseden buruk jika kita mengikut ego sumber minoritas yang tidak dikenali oleh masyarakat kita dalam penamaan suatu entitas yang seharusnya bisa diidentifikasi oleh masyarakat, mengingat skalanya cukup besar seperti nama negara.
- Memang, perlu diakui bahwa ada preseden seperti 'Afganistan' yang telah dipakai (sebelumnya 'Afghanistan'), atau 'Tiongkok' (sebelumnya 'Cina'), namun tentu dengan pertimbangan nama-nama tersebut telah masyhur dikenal (dan sebagai buktinya, dipakai dalam buanyak buanget sumber). Lah 'Tailan'? 'Grinlandia'? 'Seisel'? Saya akan mengatakan bahwa saya hanya akan setuju jika nama-nama tersebut telah terbukti digunakan secara luas dan masyhur di kalangan masyarakat kita, setidaknya kuantitas penggunaan istilah 'Tailan' seimbang dengan 'Thailand', begitu pula dengan 'Seisel' yang harus bisa mengimbangi jumlah sumber yang memakai 'Seychelles', juga 'Grinlandia' dan 'Greenland'. Oleh karena itu, seharusnya ini dibahas per kasus, bukan langsung pukul rata semua nama negara diganti sekaligus. Sekian. ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 13 Maret 2026 07.34 (UTC)
- tolong saranin buat bikin pemungutan suara saja bagaimana? Great achievement ngobrol? 14 Maret 2026 06.17 (UTC)
- (Komentar) Saya setuju bila kasus ini dibuat keputusan suara. Saya gak tau di sini hitungannya udah voting atau belum. Yang saya lihat di sini adalah sebagai komentar bukan sebagai keputusan. 🦇cit-cit ✉️cit? / 16 Maret 2026 22.29 (UTC)
- tolong saranin buat bikin pemungutan suara saja bagaimana? Great achievement ngobrol? 14 Maret 2026 06.17 (UTC)
- Idem Nunoguevara (bicara) 21 Maret 2026 16.53 (UTC)
Pendapat setuju
- Langsung saja eksekusi, pindahkan. Seperti halnya dulu Cina yang dengan sigap terpindahkan ke Tiongkok sekalipun perpresnya baru beberapa hari keluar. Hysocc, Let's talk 18 Januari 2026 08.15 (UTC)
- Saya kira beda kasus. Masalah penamaan negara Tiongkok/Cina/China sebelumnya sudah pernah dibahas panjang lebar. Jadi ketika ada Perpres itu cuma jadi salah satu faktor pendukung untuk nama Tiongkok. Gombang (bicara) 18 Januari 2026 09.01 (UTC)
- Saya setuju dengan ini krna sudah diresmikan oleh Negara. Melihat fonotaktik bhs Indonesia, ini sangat berterima kok. Thailand jadi Tailan sangatlah logis sbab mengikut lidah Indonesia. Saya rasa di kita ini tidak ada yg membunyikan aspiras "H" setelah huruf "T"? Semuanya pasti membaca jadi "Tailan" bukan? Ini dari otoritas tertinggi dlam Ortografi bhs Indonesia. ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 18 Januari 2026 13.23 (UTC)
- Keberterimaan (acceptability) dalam linguistik bukan sekadar soal cocok dengan fonotaktik atau sudah ditetapkan otoritas bahasa semata, tapi soal lazim digunakan atau tidak oleh penuturnya dalam konteks yang dimaksud. Berterima dari segi bunyi belum tentu berterima dari segi ejaan dan sebaliknya. Bahkan adakalanya terdapat ketidaksesuaian pada penggunaan lazim antara bahasa lisan dan tulisan, contohnya saja kata bank dan tahu (verba) yang tidak dieja bang dan tau pada laras formal meskipun lazim diucapkan demikian. — swarabakti💬 24 Januari 2026 23.20 (UTC)
- ... tinggal nunggu waktu aja sampai akhirnya semua istilah bahasa daerah yang ((dimurnikan)) menurut "kaidah fonotaktik bahasa indonesia".. (misal : ciumbuleuit itu ilegal karena bahasa indonesia tidak mengenal fonem "eu". harusnya "ciumbuleit".) (atau.. sampai nama orang pun dibuat ilegal) (tidak boleh "habibie", harus "habibi") Rtnf (bicara) 1 Februari 2026 04.38 (UTC)
- Saya sepakat kasus per kasus. Agus Damanik (bicara) 18 Januari 2026 18.16 (UTC)
- Idem. Saya lagi di luar kota dan menggunakan komputer publik. Arifin.wijaya1 (bicara) 2 Februari 2026 06.16 (UTC)
Setuju Kevdave (bicara) 4 April 2026 01.27 (UTC)
Iganyana - Anjing liar afrika
Sejujurnya artikel Anjing liar afrika dikembangkan sendiri oleh saya sampai rampung dari Enwiki. Pengurus yang lainnya selain Agus Damanik saya lihat fine-fine saja. Memang saya sudah bertindak keliru memindahkan kembali jadi Iganyana tanpa mematuhi konsensus, tapi niat saya baik, saya hanya ingin membuang miskonsepsi dalam bhs Indonesia. Miskonsepsi African wild dog dlam media daring Indonesia tercermin di [ Artikel kompas https://www.kompas.com/homey/read/2023/03/09/141626176/10-ras-anjing-asal-afrika-ada-yang-berasal-dari-era-mesir-kuno?page=all] dan [Artikel anjing pedia https://www.anjingpedia.id/anjing-liar-afrika/]. Keduanya mengkategorikan spesies ini ras anjing. Scara kkerabatan biologis, posisi Lycaon trhadap anjing stara dgn hbungan manusia (Homo) trhadap orangutan (Pongo), masih satu keluarga tetapi brasal dr garis evolusi yg telah lama trpisah shingga pnggunaan nma khusus “Iganyana” bisa lebih mencirikan mereka. Sama kasusnya dngan "beaver" yg dulu dianggap "berang-berang", tp dipadankan mnjadi "biwara" oleh "Danu Wijayanto/Mimi Hitam" pd tanggal 12-12-2019 cek [Pemindahan beaver ke biwara https://id.wikipedia.org#Biwara&oldid=16297899]. Cuma lagi-lagi argumen saya nirguna.. Pekerjaan solo dianggap vandal. Apakah dengan mengembangkan Lycaon pictus sampai rampung adalah vandal?? Agus Damanik terima kasih ya saya baru tahu itu namanya vandal. Lagi-lagi apa yg saya lakukan nirguna. Untuk pengurus yg lain coba lihat halaman Anjing liar afrika dan cerna sendiri maksud saya. Mohon izin untuk memanggil kembali: @Agus Damanik @Bennylin @MITGATVM @Nyilvoskt @Pierrewee @Glorious Engine, @Dedhert.Jr @Nohirara @Manggisjeruk @Silvanus Aikaterine @M. Adiputra @F1fans @Badak Jawa @Sophia Guevara @RaFaDa20631 @Apri DAV @Serigala Sumatera @JumadilM @Rachmat04 @Affandy Murad @Rarani @Hysocc @Anne C @ANNAFscience @Hariadhi @MITGATVM @Murbaut @NaufalF @NFarras @Nyilvoskt @Rachmat04 @RaFaDa20631 @Rahmatdenas @RaymondSutanto @RianHS @Rintojiang @RXerself @Symphonium264 @Taylor 49 @Ustad abu gosok @Veracious @Wagino 20100516 @WillsonEP09 @Yogwi21 @Kocengbarbar934 @Rinai Natsumi @Swarabakti @Muhammad Anas Sidik. ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 24 Januari 2026 22.34 (UTC)
- Mohon maaf sekali, saya tidak terlalu mengikuti masalahnya dari awal, tapi apakah sempat terpikir untuk menggunakan nama ilmiahnya saja sebagai judul? — swarabakti💬 24 Januari 2026 23.26 (UTC)
- sejujurnya saya lebih sepakat penggunaan nama ilmiah, tetspi semuanya berfokus pada penggunaan nama dengan bahasa indonesia. Dibandingkan igayana, saya lebih memilih anjing liar Afrika karena nama ini lebih populer. Akan terapi, bila ditanya nama Latin atau tidak, saya lebih memilih nama latin Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 01.20 (UTC)
- @Rama Maay Kalau kata saya, artikelnya dipindahkan ke nama ilmiahnya aja kalau belum ada padanan katanya di bahasa Indonesia. Serigala Sumatera 🐺🏍️ (ꦢꦶꦱ꧀ꦏꦸꦱꦶꦤꦁꦏꦺꦤꦺ ☕) 1 Februari 2026 10.44 (UTC)
- Biar saya jelaskan. Artikel IdWiki untuk "Lycaon pictus" awalnya bernama "Anjing liar afrika". Lalu saya memindahkannya menjadi "Iganyana" krn saya sadar satwa tsbt bukanlah "anjing (Canis familiaris), dan saya meminjam nama lokalnya dr bhs Ndebele Utara yakni "iganyana". Setelah itu saya kerjakan artikelnya sampai rampung berbulan-bulan. Meskipun terkesan saya sepihak, tpi bila melihat dua situs daring di atas yg saya paparkan, itu sudah jelas terbukti bahwa penggunaan kata "anjing" menggiring misnomer krn Iganyana (Lycaon pictus) dimasukkan sebagai ras anjing layaknya Chihuahua. Tahulah org Indonesia pada umumnya menelan mentah-mentah sebuah nama dan menganggap bahwa satwa tsbt sekelompok dngan satwa lain berdasarkan namanya sendiri. Bila mempertahankan "anjing liar Afrika" maka kesalahpahaman ini akan terus berkelanjutan dan hidup. Perihal mengapa memakai nama lokal drpd nama binomial. Nama binomial itu mrupakan nama klasifikasi, sedangkan nama lokal adalah nama yg hidup dan berasal dr komunitas asli organisme yg dimaksud, dlam kasus ini kata "iganyana" bersumber kok, tp sumbernya sudah dihapus sama beliau "Agus Damanik" di bagian etimologi dan penamaan [Cek https://id.wikipedia.org#Anjing_liar_Afrika&diff=prev&oldid=28888925]. Atau bisa cek sumber etimologinya langsung [Etimologi https://tsammalex.clld.org/values/lycaonpictus-nde-0].
Mengapa tidak memakai "Anjing liar Afrika?" krn itu nama pinjam terjemah dr bahasa Inggris "Arfican wild dog", Mengutip dr [Situs ini https://wineandwilddogs.art/2018/04/30/wild-dogs-whats-in-a-name-a-rose-by-any-other-name-would-smell-as-sweet/], "African wild dogs is the widely accepted English-use name for the unique species Lycaon pictus, literally meaning painted, wolf-like animal. But they are known variously as Painted Wolves, Painted dogs, Ornate wolves", jelas disitu tertulis English-use name for the unique species. Dan [Cek https://africageographic.com/stories/whats-name-dogs-wolves-painted-wild] tertulis "Lycaon pictus has many names in English. Among them are African wild dog, wild dog, painted dog, Cape hunting dog, African hunting dog, hyena dog, ornate wolf and painted wolf. It seems somewhat ironic that so many names have been given to this creature when so few are left on our planet". Jelas disitu English names, dan penggunaan frasa Wild dog menimbulkan masalah. Dan di situs itu pula tercatat A History of Hate Some argue that the name dog has been detrimental to the species. For over 100 years, Lycaon has been terribly persecuted by man, reducing their numbers from 500,000 to 6,600 in less than a century.
They were considered vermin by European settlers anxious to recreate their European farming systems across Africa. Ignorant farmers highly exaggerated Lycaon’s threat to livestock and a systematic programme of extermination was carried out through much of southern Africa.
In Southern Rhodesia (now Zimbabwe), a five-shilling reward was introduced in 1916 for proof of destroying a Lycaon, and the bounty was increased periodically until it was finally abolished as recently as 1977.
Many argue the name wild dog denigrated Lycaon to a dangerous feral animal, a mundane creature of no interest to anybody and certainly not worth conserving. Rhodesian farming journals are littered with suggestions on how best to exterminate the beleaguered creature.
Indeed, when I tell people that I spend most of my time following three packs of wild dogs on foot, I am regularly faced with two questions. What breed of dog is it? and Are they mongrels that have escaped from villages and gone wild? And many of these questions come from people who live in Africa!
Given this, it is understandable why some argue that the name dog has played its part in hastening them towards extinction."
Menutup kesimpulan wild dog menimbulkan miskonsepsi brutal di wilayah asal satwa ini, lalu miskonsepsi besar dalam bhs Indonesia (dikira salah satu ras anjing). Pengurus ini juga kerap tidak memahami konsep yang ada. Masa Common brushtail possum yg nama spesies dia angkat jadi nama genus? Perhatikan "Trichosurus vulcepula" itu adalah spesies, tapi mengapa diangkat jadi genus? [Cek https://id.wikipedia.org#Trichosurus_vulpecula&oldid=28410062]. Belum lagi dia pernah jadikan postingan tiktok sebagai rujukan [Cek https://id.wikipedia.org#Posum_ekor_sikat&oldid=27569343]. ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 25 Januari 2026 03.55 (UTC)
- Sudah benar iganyana. Fakta secara filogeni dan budaya setempat sudah menunjukan spesies berbeda dengan anjing. Penerjemahan langsung dari Bahasa Inggris justru menciptakan neologisme gaya baru. Menggunakan nama asli daerah setempat adalah yang terbaik. Sudah waktunya dikaji mengenai kebijakan penggunaan nama yang populer. Harus direvisi, bahwasanya jika nama populer ngawur dan tidak sinonim, janganlah digunakan. Hysocc, Let's talk 24 Januari 2026 23.59 (UTC)
- Menimbang argumen yang disediakan oleh @Rama Maay, begitu juga penelahaan dari saya sendiri, saya sepakat agar nama "Iganyana" dipertahankan dan tidak dikembalikan lagi agar menjaga spesies dari misnomer yang dapat mengancam kelangsungannya. Terima kasih, ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 25 Januari 2026 00.08 (UTC)
- Pemindahan namanya yang vandal karena pemindahan tanpa diskusi. Pembuatan etimologi yang tidak bersumber itu masuknya Wikipedia:Bukan riset asli. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 01.37 (UTC)
- Sebelum memndahkan dengan alasan "misnomer", mohon perhatikan dan ingat agar komunitas Wikipedia di sini tidak tebang pilih. Misnomer adalah hal yang biasa dalam penamaan hewan yang tidak dtemukan di lngkungan penutur bahasa tersebut.
- Sebelum memindahkan anjng liar afrika, mohon pertimbangkan dahulu beberapa contoh penamaan artikel di bawah ini:
- Panda merah dengan panda raksasa, keduanya tidak berada dalam genus yang sama meskipun sama-sama karnivora.
- Kambing gunung sebenarnya bukan kambing, mengapa kita pinjam terjemah penamaan yang keliru? Mengapa yang salah ditiru?
- Tikus belanda mengapa dibedakan dengan marmot? Padahal menurut KBBI mereka sama. Mengapa Guinea pig bisa menjadi tikus belanda (bukan "babi guinea"), dan mengapa tikus belanda dibedakan dengan marmot?
- Misnomer lainnya pasti banyak, dan belum bisa saya tampilkan satu per satu.
- Kalau kita sibuk membahas anjing saja — fokus ke misnomer anjng liar melulu — dan mengabaikan misnomer-misnomer lainnya, mungkin ada konflik kepentingan, atau mungkin ketertarikan pada "pelurusan masalah anjing" lebih besar daripada misnomer spesies hewan lainnya. Mengapa [semua misnomer] tidak [dilacak dan diperbaiki] sekalian saja?
- Atau, lebih baik kita tiru Wikipedia lain yang lebih netral dan anti-ribet dengan memakai nama ilmiah. -- Adiputra बिचर -- 25 Januari 2026 12.34 (UTC)
- Rasanya saya setuju dengan poin terakhir Bung Adiputra, gunakan nama ilmiah. Toh, nama ilmiah diciptakan salah satunya untuk masalah-masalah seperti ini. Rinai Natsumi (bicara) 25 Januari 2026 13.10 (UTC)
- Justru tujuannya agar mempermudah pembaca dalam pencarian di mesin pencarian, sehinhga saya lebih condong ke penggunaan nama umumnya ketimbang nama latinnya, berhubung sudah tersedia. Saya setuju penggunaan Iganyana karena misnomer dalam kasus ini telah menyebabkan dampak nyata terhadap kelangsungan hidup hewan ini. Dalam penerjemahan nama umum, saya tidak apa perihal terjadinya misnomer karena kelumrahannya, tetapi saya jadikan ini sebagai pengecualian karena alasan saya di atas. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 26 Januari 2026 01.32 (UTC)
- Kalau alasannya untuk mesin pencarian, kita bisa membuat peralihan dan cantumkan juga di dalam artikel. Tapi perlu disebutkan bahwa nama tersebut tidak tepat. Gombang (bicara) 26 Januari 2026 02.26 (UTC)
- Bukannya tidak tepat. Saya rasa baik anjing liar afrika dan iganyana adalah nama yang sama sahnya untuk merujuk ke speises tersebut. Hanya saja nama umum saya rasa lebih bermanfaat karena membantu dalam pencarian pembaca awam, memudahkan diseminasi ilmu. Iganyana membantu hal ini dalam segi menjelaskan kekeliruan yang sering terjadi di mana pembaca menggolongkan hewan ini sebagai jenis anjing secara face value. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 26 Januari 2026 06.44 (UTC)
- Saya lebih setuju menggunakan istilah Iganyana (Lycaon pictus) daripada “anjing liar Afrika”. Alasannya, penyebutan “anjing liar Afrika” terlalu umum dan dapat menimbulkan penafsiran yang luas, seolah-olah merujuk pada banyak jenis anjing liar yang ada di Afrika. Sementara itu, Iganyana (Lycaon pictus) adalah nama yang lebih spesifik dan jelas karena langsung menunjuk pada satu spesies tertentu. 🏹Nathan Veritas 26 Januari 2026 12.57 (UTC)
- Kalau alasannya untuk mesin pencarian, kita bisa membuat peralihan dan cantumkan juga di dalam artikel. Tapi perlu disebutkan bahwa nama tersebut tidak tepat. Gombang (bicara) 26 Januari 2026 02.26 (UTC)
- Justru tujuannya agar mempermudah pembaca dalam pencarian di mesin pencarian, sehinhga saya lebih condong ke penggunaan nama umumnya ketimbang nama latinnya, berhubung sudah tersedia. Saya setuju penggunaan Iganyana karena misnomer dalam kasus ini telah menyebabkan dampak nyata terhadap kelangsungan hidup hewan ini. Dalam penerjemahan nama umum, saya tidak apa perihal terjadinya misnomer karena kelumrahannya, tetapi saya jadikan ini sebagai pengecualian karena alasan saya di atas. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 26 Januari 2026 01.32 (UTC)
- Rasanya saya setuju dengan poin terakhir Bung Adiputra, gunakan nama ilmiah. Toh, nama ilmiah diciptakan salah satunya untuk masalah-masalah seperti ini. Rinai Natsumi (bicara) 25 Januari 2026 13.10 (UTC)
- Iganyana sepertinya berterima karena memang setelah saya melihat pemaparan yang ada ternyata ada situs dalam negeri yang salah kaprah terhadap satwa ini. Mereka mengkategorikan satwa ini sebagai salah satu ras anjing Pemakaian nama anjing terlalu umum untuk satwa ini, lagipula distu tertulis frasa "Wild dog" turut berkontribusi pada pemusnahan massal spesies ini. HakikyTara ПереговорыВклад 25 Januari 2026 12.45 (UTC)
- Berarti dampaknya karena frasa wild dog. Para kontributor ala SJW di Wikipedia ini berpikir mungkin penamaan anjing lebih tendensius. Namun sesungguhnya yang harus diubah itu ya judul di Wikipedia Inggris, karena fenomenanya di kalangan penutur bahasa itu, bukan bahasa kita. -- Adiputra बिचर -- 25 Januari 2026 13.02 (UTC)
- Pd bahasa kita ada dampaknya juga Pak. Cek dua artikel daring yg saya cantumkan di sini [ Artikel kompas berjudul "10 Ras Anjing Asal Afrika, Ada yang Berasal dari Era Mesir Kuno" https://www.kompas.com/homey/read/2023/03/09/141626176/10-ras-anjing-asal-afrika-ada-yang-berasal-dari-era-mesir-kuno?page=all] pd nomor 3 menyamakan satwa ini dngan anjing (ras anjing). Lalu [Artikel anjing pedia https://www.anjingpedia.id/anjing-liar-afrika/] memiliki kop Home / Ras dan diberi judul Anjing Liar Afrika Keduanya mengkategorikan spesies ini ras anjing. ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 25 Januari 2026 13.13 (UTC)
- Itu akibat kurang literasi. Tipe orang seperti itu juga akan mengira bahwa "kambing gunung" termasuk kambing. Apakah kita memperbaiki misnomer setengah-setengah atau sesuai selera? -- Adiputra बिचर -- 26 Januari 2026 02.53 (UTC)
- Dengan demikian pengubahan judul menjadi Iganyana dapat menjadi sarana untuk mengurangi celah minim literasi tersebut. I have nothing to complain about misnomers, mengingat lumrahnya itu di nama umum, tetapi bila sudah menyebabkan dampak nyata, saya yakin ada baiknya nama tersebut didorong. Tidak ada korelasi terhadap perburuan kambing gunung dengan namanya yang mengimplikasikannya sebagai sejenis Lambing, idem untuk pemakan semut dan pemakan semut raksasa. Tetapi Iganyana berbeda karena telah berpengaruh kepada stigma masyarakat. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 26 Januari 2026 06.56 (UTC)
- Dalam kasus "Kambing gunung", tidak ada History of hate (Kasus persekusi brutal). ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 26 Januari 2026 09.47 (UTC)
- Mari kita pikir dengan logika yang sehat.
- Pertanyaan: Apakah dengan memindahkan anjing liar afrika menjadi ingayana akan mengurangi masalah yang ditimbulkan oleh nama inggrisnya (african wild dog)? Kita bisa saja pindahkan namanya, tapi wild dog akan tetap wild dog, sehingga pemndahan tersebut futile, kurang ilmiah dan cenderung dlatarbelakangi masalah sosial.
- Alasan pemindahannya seperti kelompok yang melakukan boikot tapi komitmennya setengah-setengah.
- Menurut saya, ini mengarah ke suntingan yang tidak netral dan salah ruang. Ibaratnya, permasalahan terjadi di Inggris tapi orang Indonesia ikut bertindak, meskipun [sesungguhnya] tidak akan berdampak apa-apa di sana.
- Alasan pemindahan tidak ilmiah dan cenderung ala SJW sehingga menurut saya tidak netral.
- Coba serukan permasalahan nama tersebut ke forum yang memakai bahasa bersangkutan. Tolong baca lagi Pertanyaan saya di atas.-- Adiputra बिचर -- 27 Januari 2026 01.44 (UTC)
- Dua kali bapak menulis SJW (Social Justice Warior). Istilah ini dulu bermakna Positif, tapi bila dilihat dari Pola Bapak ini mengikut arti belakangan yg bermaksud Merendahkan. Dikutip dari [News detik https://news.detik.com/berita/d-4761106/ketika-mereka-yang-dituduh-sjw-bersuara#:~:text=Ketika%20Mereka%20yang%20Dituduh%20SJW%20Bersuara], "SJW adalah bukan tanpa maksud, ya memang maksudnya mau mengecilkan isu yang disuarakan sekaligus merendahkan si pembawa pesan". Mungkin saya keliru menerjemahkannya, tapi dalam konteks ini brangkali begitu (Maaf kalau salah). Satu lagi, bukan "Inganyana" tapi "Iganyana". Lalu bapak menyatakan "Alasan pemindahan tidak ilmiah", justru disini keilmiahannnya. Meskipun tidak berdampak pd penutur berbahasa Inggris, justru ini berdampak pd penutur berbahasa Indonesia yg bapak sebut Kurang Literasi. Bapak mengatakan pemindahan artikel "Futile"? oh tentu tidak, krna memang saat Citogenesis di kompas, si penulis mengedepankan Iganyana lalu dlam kurung (Anjing liar afrika). Terus pula di Idwiki pemaparannya jelas jadi untuk futile, saya rasa tidak. Berkaca pada Green pigeon, tidak dianggap merpati hijau bukan? Malahan dikenal sebagai punai. Sebelumya saya ucap terima kasih sudah menyebut bbrp insan sebagai SWJ. ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 27 Januari 2026 02.22 (UTC)
- Pembandingan dengan Punai tidak apple-to-apple.
- Seharusnya yang dibandingkan ialah contoh hewan yang tidak ada di Nusantara serta tidak ada nama lokal/serapannya. Contoh yang ideal adalah "kambing gunung", disebut kambing tapi bukan kambing.
- Jika alasan pemindahannya "ilmiah", maka pindahkanlah misnomer-misnomer nama hewan, yang beberapa di antaranya sudah saya sebutkan.
- Jika alasan pemindahannya tidak ilmiah, melainkan "menghindari kontroversi", maka tentu akan fokus pada penamaan anjing liar saja (mengabaikan misnomer hewan lain yang salah takson). Padahal kontroversi itu terjadi di penutur bahasa Inggris, bukan di bahasa Indonesia. Jadi alasan pemindahannya bukan karena misnomer takson atau fisik. -- Adiputra बिचर -- 27 Januari 2026 10.46 (UTC)
- Dua kali bapak menulis SJW (Social Justice Warior). Istilah ini dulu bermakna Positif, tapi bila dilihat dari Pola Bapak ini mengikut arti belakangan yg bermaksud Merendahkan. Dikutip dari [News detik https://news.detik.com/berita/d-4761106/ketika-mereka-yang-dituduh-sjw-bersuara#:~:text=Ketika%20Mereka%20yang%20Dituduh%20SJW%20Bersuara], "SJW adalah bukan tanpa maksud, ya memang maksudnya mau mengecilkan isu yang disuarakan sekaligus merendahkan si pembawa pesan". Mungkin saya keliru menerjemahkannya, tapi dalam konteks ini brangkali begitu (Maaf kalau salah). Satu lagi, bukan "Inganyana" tapi "Iganyana". Lalu bapak menyatakan "Alasan pemindahan tidak ilmiah", justru disini keilmiahannnya. Meskipun tidak berdampak pd penutur berbahasa Inggris, justru ini berdampak pd penutur berbahasa Indonesia yg bapak sebut Kurang Literasi. Bapak mengatakan pemindahan artikel "Futile"? oh tentu tidak, krna memang saat Citogenesis di kompas, si penulis mengedepankan Iganyana lalu dlam kurung (Anjing liar afrika). Terus pula di Idwiki pemaparannya jelas jadi untuk futile, saya rasa tidak. Berkaca pada Green pigeon, tidak dianggap merpati hijau bukan? Malahan dikenal sebagai punai. Sebelumya saya ucap terima kasih sudah menyebut bbrp insan sebagai SWJ. ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 27 Januari 2026 02.22 (UTC)
- Itu akibat kurang literasi. Tipe orang seperti itu juga akan mengira bahwa "kambing gunung" termasuk kambing. Apakah kita memperbaiki misnomer setengah-setengah atau sesuai selera? -- Adiputra बिचर -- 26 Januari 2026 02.53 (UTC)
- Sebenarnya saya sependapat dengan pernyataan bung Gombang dan Adiputra. Menurut saya, untuk penamaan yang dapat diterjemahkan sebaiknya diterjemahkan sesuai dengan pedoman penamaan umum saja, dan bagi spesies yang belum ada serapan dapat digunakan nama ilmiah. Pinkash Ngobrol yuk 26 Januari 2026 09.20 (UTC)
- Pd bahasa kita ada dampaknya juga Pak. Cek dua artikel daring yg saya cantumkan di sini [ Artikel kompas berjudul "10 Ras Anjing Asal Afrika, Ada yang Berasal dari Era Mesir Kuno" https://www.kompas.com/homey/read/2023/03/09/141626176/10-ras-anjing-asal-afrika-ada-yang-berasal-dari-era-mesir-kuno?page=all] pd nomor 3 menyamakan satwa ini dngan anjing (ras anjing). Lalu [Artikel anjing pedia https://www.anjingpedia.id/anjing-liar-afrika/] memiliki kop Home / Ras dan diberi judul Anjing Liar Afrika Keduanya mengkategorikan spesies ini ras anjing. ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 25 Januari 2026 13.13 (UTC)
- Berarti dampaknya karena frasa wild dog. Para kontributor ala SJW di Wikipedia ini berpikir mungkin penamaan anjing lebih tendensius. Namun sesungguhnya yang harus diubah itu ya judul di Wikipedia Inggris, karena fenomenanya di kalangan penutur bahasa itu, bukan bahasa kita. -- Adiputra बिचर -- 25 Januari 2026 13.02 (UTC)
- Untuk penamaan artikel spesies tersebut, saya lebih mendukung penggunaan bahasa Latin demi kejelasan dan kenetralan. Tapi nama Iganyana mungkin dapat dipertimbangkan. Karena kata "Iganyana" sendiri lebih mudah disebut dan diingat, tetapi tetap memberikan kejelasan. Terutama kata "Iganyana" sendiri berasal dari bahasa penduduk setempat.
- Atau ada solusi lain, seperti membuat nama Latin spesies tersebut atau "Iganyana" sebagai nama artikel dan mencantumkan. "Atau yang biasa disebut anjing liar afrika.", dsb., di bagian penjelasan.
- Terima kasih. Nunoguevara (bicara) 26 Januari 2026 01.22 (UTC)
- Saya lebih suka nama ilmiah (Latin) saja. Iganyana baik-baik saja sebagai judul (terutama karena mudah diucapkan penutur bahasa Indonesia), tetapi saya tidak tahu apakah nama ini sudah digunakan di media berbahasa Indonesia di luar Wikipedia. Gombang (bicara) 26 Januari 2026 02.24 (UTC)
- Karena sudah ada penggunaan ini di WBI sejak tahun lalu, penggunaan Iganyana sejujurnya sudah dapat ditemukan dengan relatif mudah pada unggahan di sosial media. Salah satu media yang paling notabel adalah Kompas.com.
- Hal ini jujur membuat saya bimbang, karena ada istilah dalam media Indonesia yang dimulai di Wikipedia, seperti "Meerkat"/"mirkat" dimulai di bahasa Indonesia (sama-sama penyerapan nama daerah + dinilai cukup baru pada masanya) yang perlahan telah mendapat popularitas umum, tetapi malah dibalikkan tahun lalu menjadi nama ilmiah berdalih "neologisme" meskipun sudah menjadi sangat populer, yang saya rasa tidak sreg. Iganyana sedang mengalami hal ini seiring diskusi kita perihal naming convention fauna berlangsung. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 26 Januari 2026 06.52 (UTC)
- Wikipedia bahasa Indonesia sebenarnya bukan tempat mempopulerkan istilah atau nama baru dalam bahasa Indonesia. Kalau ingin mempopulerkan nama baru seharusnya dilakukan di tempat lain. Dalam hal ini saya cenderung ke menggunakan nama ilmiah. Nama lokal tentunya boleh saja dicantumkan, tapi bukan di judul. Kasus ini rasanya jadi fait accompli.
- Tentunya ini bisa berubah, katakanlah, lima tahun lagi, bila nama Iganyana tetap populer meskipun tidak lagi jadi judul artikel di Wikipedia bahasa Indonesia. Gombang (bicara) 26 Januari 2026 08.22 (UTC)
- Seperti contoh saya, kata "biwara" berakar dri WBI. Awalnya orang2 memandankan beaver dngan "berang-berang". ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 26 Januari 2026 09.49 (UTC)
- Wikipedia semestinya mengacu ke referensi luar. Kalau ada referensi luar yang malah pakai istilah yang dipopulerkan pertama kali di Wikipedia, itu namanya circular reference yang sebenarnya tidak dianjurkan. Menurut saya itu kasus yang jangan diulangi. Gombang (bicara) 27 Januari 2026 07.21 (UTC)
- Dalam kasus ini, ada kok referensi luarnya. Tp bgian etimologi telah dihapus oleh Agus Damanik. ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 27 Januari 2026 09.35 (UTC)
- Etimologi dihapus karena riset asli. Tidak ada yang menyatakan etimologi penggunaan bahasa indonesia iganyana sebelum istilah itu dibuat di WBI. Jangan melompat-lompat. Saya setuju dengan penggunaan nama ilmiah dan Iganyana bisa dipakai sebagai nama alternatif dalam bahasa asing, tapi bukan judul artikel. Agus Damanik (bicara) 27 Januari 2026 15.21 (UTC)
- Kalau begitu saya rasa pakai saja nama Ilmiahnya pd nama artikel tersebut. Ini lebih bijak dripada memakai nama yg keliru "Anjing liar Afrika". ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 28 Januari 2026 02.02 (UTC)
- Kalau bicara masalah keliru-keliru, sebaiknya tidak fokus ke "anjing liar afrika" saja.
- Kambing gunung dan tikus belanda juga keliru.
- Saya tahu alasan utamanya bukanlah "kekeliruan", makanya fokus cuma ke anjing liar afrika saja.
- Memang lebih netral memilih nama ilmiah. -- Adiputra बिचर -- 28 Januari 2026 07.09 (UTC)
- Setuju. Masalahnya bukan di kekeliruan, tapi adalah masalah di konteks kita melanggengkan referensi sirkuler Agus Damanik (bicara) 28 Januari 2026 11.56 (UTC)
- Yaa kalau dibilang referensi sirkular yaa sama saat pembuatan Artikel "Lycaon pictus" dlm bhs Indonesia lngsung memakai istilah mentah pinjam terjemah dr bhs Inggris jdi "Anjing liar afrika". Saya lihat dsni bnyak yg mendukung "iganyana" tp ini kembali ke sikap Bapak yg memilah dan memilih. Intinya yg sejalan dengan pkiran Bapak, pastinya langsung ketik "saya cenderung ini dll , bla bla bla". ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 28 Januari 2026 13.32 (UTC)
- Setidaknya jika pinjam terjemah menjadi "anjing liar afrika" masih mudah ditelusuri alasannya, dan bisa diberi penjelas dalam tanda kurung --> (african wild dog).
- Ini tergolong masih mudah dilacak sumber penamaanya, daripada istilah misnomer lainnya, contoh: "tikus belanda". -- Adiputra बिचर -- 29 Januari 2026 01.19 (UTC)
- Yaa kalau dibilang referensi sirkular yaa sama saat pembuatan Artikel "Lycaon pictus" dlm bhs Indonesia lngsung memakai istilah mentah pinjam terjemah dr bhs Inggris jdi "Anjing liar afrika". Saya lihat dsni bnyak yg mendukung "iganyana" tp ini kembali ke sikap Bapak yg memilah dan memilih. Intinya yg sejalan dengan pkiran Bapak, pastinya langsung ketik "saya cenderung ini dll , bla bla bla". ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 28 Januari 2026 13.32 (UTC)
- Setuju. Masalahnya bukan di kekeliruan, tapi adalah masalah di konteks kita melanggengkan referensi sirkuler Agus Damanik (bicara) 28 Januari 2026 11.56 (UTC)
- Kalau begitu saya rasa pakai saja nama Ilmiahnya pd nama artikel tersebut. Ini lebih bijak dripada memakai nama yg keliru "Anjing liar Afrika". ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 28 Januari 2026 02.02 (UTC)
- Kalo anda menemukan referensi yang menyatakan etimologi iganyana yang diserap menjadi bahasa indonesia, saya akan mengembalokan referensi tersebut. Agus Damanik (bicara) 27 Januari 2026 15.22 (UTC)
- Namun, bila konteks subbbabnya nama lokal, patut dipahami, tapi subbab etimologi tidak cocok untuk argikel bahasa Indonesia karena nama ini seingat saya tidak dipakai sebelum digunakan di WBI dan jatuhnya circular reference. Agus Damanik (bicara) 27 Januari 2026 15.25 (UTC)
- Lalu bagaimana penamaan artikel tsbt? Bgmna kelanjutannya? ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 28 Januari 2026 13.34 (UTC)
- Saya usulkan gunakan nama ilmiah saja (Lycaon pictus). Bila Anda ingin mempopulerkan nama Iganyana, mungkin bisa menggunakannya di tempat lain (koran/majalan, jurnal ilmiah, posting blog, media sosial dst). Bila penggunaannya di tempat lain sudah cukup banyak, bisa dipakai di Wikipedia bahasa Indonesia. Gombang (bicara) 29 Januari 2026 05.42 (UTC)
Setuju Nunoguevara (bicara) 29 Januari 2026 07.47 (UTC)
sependapat, Lycaon pictus lebih bisa berterima untuk nama artikel. ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 29 Januari 2026 08.03 (UTC)
- Saya usulkan gunakan nama ilmiah saja (Lycaon pictus). Bila Anda ingin mempopulerkan nama Iganyana, mungkin bisa menggunakannya di tempat lain (koran/majalan, jurnal ilmiah, posting blog, media sosial dst). Bila penggunaannya di tempat lain sudah cukup banyak, bisa dipakai di Wikipedia bahasa Indonesia. Gombang (bicara) 29 Januari 2026 05.42 (UTC)
- Lalu bagaimana penamaan artikel tsbt? Bgmna kelanjutannya? ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 28 Januari 2026 13.34 (UTC)
- Namun, bila konteks subbbabnya nama lokal, patut dipahami, tapi subbab etimologi tidak cocok untuk argikel bahasa Indonesia karena nama ini seingat saya tidak dipakai sebelum digunakan di WBI dan jatuhnya circular reference. Agus Damanik (bicara) 27 Januari 2026 15.25 (UTC)
- Etimologi dihapus karena riset asli. Tidak ada yang menyatakan etimologi penggunaan bahasa indonesia iganyana sebelum istilah itu dibuat di WBI. Jangan melompat-lompat. Saya setuju dengan penggunaan nama ilmiah dan Iganyana bisa dipakai sebagai nama alternatif dalam bahasa asing, tapi bukan judul artikel. Agus Damanik (bicara) 27 Januari 2026 15.21 (UTC)
- Hi @Rama Maay, Sependapat dengan bung @Gombang. Salam hangat! 🏹Nathan Veritas 27 Januari 2026 10.20 (UTC)
- Dalam kasus ini, ada kok referensi luarnya. Tp bgian etimologi telah dihapus oleh Agus Damanik. ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 27 Januari 2026 09.35 (UTC)
- Wikipedia semestinya mengacu ke referensi luar. Kalau ada referensi luar yang malah pakai istilah yang dipopulerkan pertama kali di Wikipedia, itu namanya circular reference yang sebenarnya tidak dianjurkan. Menurut saya itu kasus yang jangan diulangi. Gombang (bicara) 27 Januari 2026 07.21 (UTC)
- Seperti contoh saya, kata "biwara" berakar dri WBI. Awalnya orang2 memandankan beaver dngan "berang-berang". ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 26 Januari 2026 09.49 (UTC)
sependapat dengan bung @Gombang. Kalau masih belum ada penggunaannya di luar Wikipedia, sebaiknya menggunakan ilmiah saja. Meskipun nama "Iganyana" dapat dipertimbangkan karena mudah diucapkan, tapi hanya dapat dipertimbangkan saja untuk sementara, daripada melakukan neologisme yang sebaiknya dihindari. Nunoguevara (bicara) 29 Januari 2026 07.40 (UTC)
- Ping Bung @Gombang @Hysocc. Bagaimana diskusi ini? Sudah seminggu berlalu spertinya. Saya sudah menanyakan ke Bung @Agus Damanik bagaimana kelanjutan penamaan artikel "Anjing liar Afrika", tapi beliau mengatakan dia menyerahkan kpd pengguna lain krn konflik kepentingan dri dia[cek https://id.wikipedia.org/ensiklopedia/Pembicaraan_Pengguna:Agus_Damanik#Anjing_liar_Afrika]. Bagaimana hasil akhir dr diskusi ini sepakat pakai nama "Lycaon pictus?" ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 31 Januari 2026 07.12 (UTC)
- @Rama Maay:, minta pengurus yang tidak ikut berdiskusi di sini untuk membuat tiga baris baru pemungutan suara
- Setuju penggunaan nama Anjing liar afrika
- Setuju penggunaan Iganyana
- Setuju penggunaan nama Lycaon pictus
- Hysocc, Let's talk 31 Januari 2026 17.38 (UTC)
- Betul. Dan setelah selesai, hasil diskusi ini sebaiknya dipindahkan ke halaman pembicaraan Anjing liar afrika/Iganya/Lycaon pictus. Gombang (bicara) 1 Februari 2026 03.03 (UTC)
- Sudah dibuka di WP:Warung Kopi (Bahasa)/Pemungutan suara/Penamaan Iganyana, Anjing liar afrika, dan Lycaon pictus. MITGATVM「b • k • e」 1 Februari 2026 09.05 (UTC)
- @Rama Maay:, minta pengurus yang tidak ikut berdiskusi di sini untuk membuat tiga baris baru pemungutan suara
Cekibar dan Draco
Menurut pendapat saya, Cekibar sendiri merupakan nama spesies bila kita mengacu pada KBBI,https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/cekibar. Untuk menghindari istilah bahasa indonesia yang beragam seperti Kubin, Cecak terbang, cebikas yang semuanya baku, maka saya menyarankan untuk memakai nama ilmiah sebagai titik tengah karena melihat genus ini juga tidak hanya ada di Indonesia.
Mohon pendapatnya
@Silvanus Aikaterine @F1fans @Badak Jawa @Sophia Guevara @RaFaDa20631 @Apri DAV @Serigala Sumatera @JumadilM @Rachmat04 @Affandy Murad @Rarani @Hysocc @Anne C @ANNAFscience @Hariadhi @MITGATVM @Murbaut @NaufalF @NFarras @Nyilvoskt @Pierrewee @Rachmat04 @RaFaDa20631 @Rahmatdenas @RaymondSutanto @RianHS @Rintojiang @RXerself @Symphonium264 @Taylor 49 @Ustad abu gosok @Veracious @Wagino 20100516 @WillsonEP09 @Yogwi21 @Kocengbarbar934 @Rinai Natsumi @Swarabakti @Muhammad Anas Sidik. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 01.40 (UTC)
- Per pendapat Silvanus, KBBI tidak bisa dijadikan sumber karena bukan berupa otoritas taksonomi, tetapi dalam kasus ini dua referensi yang jelas menyebut cekibar sebagai nama genus (salah satunya mongabay, mind you) diabaikan. Saya tidak setuju dengan pemindahan halaman ini ke nama ilmiah. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 25 Januari 2026 01.50 (UTC)
- Bila merujuk pada situs mongabay maka saya menganggapnya istilah ini merujuk ke nama spesies "Cecak terbang (Draco volans) atau dikenal juga dengan cekibar atau flying lizard (kadal terbang) " maka dari itu saya lebih memilih menggunakan nama latin. Gunakan bahasa indonesia ketika berbicara di Wikipedia Bahasa Indonesia, (mind you). Saya sudah berulang kali menyatakan ini. Saya bisa menganggap pernyataan tersebut sebagai " Pake otakmu" yang saya bisa kategorikan sebagai kalimat yang kasar, Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 01.56 (UTC)
- Baik, saya khilaf atas perkataan saya. Biasanya saya menggunakan istilah tersebut pada kondisi yang lebih lenggang sehingga tidak terasa menyinggung, jadi saya tidak akan pakai itu lagi.
- Kembali ke topik, bisa dianggap juga kalau cekibar merujuk kedalam keseluruhan genusnya dari penggalan yang ada setelah yang anda kutip, yang jelas menyiratkan cekibar sebagai proxy untuk genusnya:
- "...dan juga flying dragon (naga terbang) merupakan salah satu dari 40 spesies cekibar di dunia."
- Hal ini didukung oleh ref kedua yang kutautkan di halamannya. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 25 Januari 2026 02.52 (UTC)
- Bila mengacu pada kalimat itu, terlihat masuk akal, meskipun penggunaan Draco juga sering muncul dalam kalimat selanjutnya sehingga saya masih mengkatehorikannya sebagai nama spesies. Untuk nama kedua, karena sumbernya berasal dari blog, saya tidak merasa itu sumber yang kuat. Seperti yang saya berulang kali tekankan, hindari penggunaan blog karena bukan sumber tepercaya. Tapi, lihat dulu komentar yang lain Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 03.11 (UTC)
- Jelas-jelas cekibar bukan merujuk pada satu spesies saja melainkan semua spesies dalam genus Draco. Contoh lihat : https://voi.id/berita/284377/lembah-bukit-manjai-jadi-tempat-hidup-kadal-naga-terbang. Dalam kondisi seperti ini kesahihan dapat dikesampingkan karena yang diutamakan adalah Common name atau nama umum. Contoh ada ikan dalam bahasa Inggris yang disebut tomate clownfish yang dalam bahasa lokal dikenal dengan nama ikan tompel strip. Nama ini populer di media sosial dan situs toko daring seperti Shopee dan Tokopedia. Merujuk informasi tsb apakah kita padanankan dengan "ikan giru tomat" sesuai sumber asli ? Tentunya tidak, karena wikipedia tetap menganut common name yang sesuai apa yg dituturkan penutur asli terlepas dari mana sumbernya. Tentunya aturan common name ini perlu diperhatikan atau diteliti untuk menghindari adanya miskonsepsi seperti kejadian kungkang (slow loris) yg dipadankan dengan sloth. Selain itu KBBI jangan dijadikan sebagai acuan definisi fauna karena memang bukan lembaga yang berwenang.
- Bila mengacu pada kalimat itu, terlihat masuk akal, meskipun penggunaan Draco juga sering muncul dalam kalimat selanjutnya sehingga saya masih mengkatehorikannya sebagai nama spesies. Untuk nama kedua, karena sumbernya berasal dari blog, saya tidak merasa itu sumber yang kuat. Seperti yang saya berulang kali tekankan, hindari penggunaan blog karena bukan sumber tepercaya. Tapi, lihat dulu komentar yang lain Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 03.11 (UTC)
- Bila merujuk pada situs mongabay maka saya menganggapnya istilah ini merujuk ke nama spesies "Cecak terbang (Draco volans) atau dikenal juga dengan cekibar atau flying lizard (kadal terbang) " maka dari itu saya lebih memilih menggunakan nama latin. Gunakan bahasa indonesia ketika berbicara di Wikipedia Bahasa Indonesia, (mind you). Saya sudah berulang kali menyatakan ini. Saya bisa menganggap pernyataan tersebut sebagai " Pake otakmu" yang saya bisa kategorikan sebagai kalimat yang kasar, Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 01.56 (UTC)
- Kalau apa-apa dikaitkan KBBI hancur sudah wikipedia. Contoh agama menurut definisi KBBi adalah sistem kepercayaan berketuhanan esa, padahal nyatanya banyak agama yang tak bertuhan bahkan Tuhannya banyak. Contoh celurut dalam KBBI hanya ekslusif merujuk pada spesies Suncus murinus, padahal kenyataannya celurut itu terjemahan untuk "shrew" dan mencakup banyak genus dan spesies di bawahnya. Kalau anda memaksa sesuai KBBI, lalu jenis "shrew" lain mau dipadankan dengan apa padahal cuma itu terjemahannya. Lalu ada juga KBBI mendefinisikan "tenggiling" sebagai spesies ekslusif "Manis javanica", padahal tenggiling itu bisa merujuk pada semua jenis pangolin. Terus jenis-jenis pangolin di Tiongkok dan India mau dipadankan dengan apa selain tenggiling ? Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 03.34 (UTC)
- Di situs Mongabay tsbt juga Tuanku tertulis "Ada lebih dari 40 spesies cekibar yang sudah diketahui oleh manusia. Sedangkan di Indonesia, sendiri ada 21 jenis yang sudah teridentifikasi, tersebar di wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi." Jadi 40 jenis itu bukan hanya Draco volans Tuan. Tidak mungkin keseluruhan 21 spesies tsbt adalah Draco volans?? Yg pasti itu ditujukkan pada nama genus. ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 25 Januari 2026 03.47 (UTC)
- Merujuk ke situs kehati, lembaga konservasi keanekaragaman hayati Indonesia, cekibar hanya untuk Draco volans https://biodiversitywarriors.kehati.or.id/foto/cekibar-draco-volans-linnaeus-1758/. Dan kontributor halaman tersebut adalah, mungkin, seorang biologist spesialisasi herpetofauna, yang sudah menyumbang ratusan foto dan identifikasi fauna untuk kehati. Atau mungkin mahasiswi magang. Sekalipun mahasiswi, ia pasti konsultasi dengan dosennya sebelum posting ke situs kehati. Jadi saya meyakini Cekibar hanya untuk Draco volans.
- Jika masih belum mufakat, kembali saja ke nama latinnya. Hysocc, Let's talk 25 Januari 2026 04.16 (UTC)
- Situs Mongabay lebih relevan dan sahih daripada kehati Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 04.20 (UTC)
- Mungkin anda benar. Dan anda pasti memiliki argumen akan hal tersebut yang belum bisa diutarakan di sini.
- Ini argumen saya, selain yang telah saya utarakan di atas.
- Tidak semua genus Draco hidup di Indonesia, sehingga tidak semua bisa disebut cekibar yang jelas berasal dari bahasa Indonesia.
- Mongabay mungkin situs lembaga konservasi asal Amerika Serikat, tetapi akhir-akhir ini saya perhatikan, mereka, demi menggaet jumlah pembaca, mulai menuju pembuatan bacaan yang "bisa populer dan enak untuk dibaca", vokus pada volume dan jumlah sehingga mengurangi kualitasnya. Ini pendapat subjektif saya, bisa diabaikan.
- Profil jurnalis di Mongabay tersebut adalah mahasiswa, atau alumni, fakultas kehutanan. Ya, saya mencarinya di google. Saya kira biologis lebih memahami nama spesies daripada jagawana atau forester.
- Baris yang menyebut "Ada lebih dari 40 spesies cekibar yang sudah diketahui oleh manusia" di Mongabay adalah baris-baris pembuka. Biasanya hasil kesimpulan penulis sendiri yang dibuat setelah selesai dengan isi berita. Karena itu cara kerja jurnalis.
- Narasumbernya di Mongabay memang kompeten dalam hal konservasi dan biologi. Saya mungkin melewatkannya, tetapi saya tidak melihat narasumber di halaman Mongabay menyebut Cekibar adalah genus Draco atau vice versa. Narasumber fokus pada Draco volans saja, yang menjadi fokus utama di halaman berita tersebut.
- Tidak perlu membaca secara seksama dan keseluruhan untuk mengetahui bahwa tulisan di situs Mongabay tersebut hanya fokus pada Draco volans saja.
- Situs kehati yang saya tunjukan di atas bukan situs berita seperti tulisan di Mongabay. Langsung ke data spesiesnya. Tidak bertele-tele dan langsung ke subjek. Jadi tidak bisa dibandingkan dengan Mongabay.
- Namun sekali lagi, jika belum mufakat, yuk kembali ke nama latinnya. Hysocc, Let's talk 25 Januari 2026 04.48 (UTC)
- "Tidak semua genus Draco hidup di Indonesia, sehingga tidak semua bisa disebut cekibar yang jelas berasal dari bahasa Indonesia". Kalau pendapatmu seperti itu tidak semua tikus, badak, dan harimau itu juga ada di Indonesia. Apakah berarti hewan-hewan yang tidak ada di Indonesia ini tidak usah diberi nama Indonesia ? Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 04.52 (UTC)
- Saya tidak menggemari aktivitas "memenggal tulisan seseorang, lalu keluar dari subjek dan memelintirnya." Mouse, tiger, dan lion sudah memiliki terjemahan resmi dan terdefinisi dengan baik. Reptil genus Draco belum. Makanya dibahas di sini.
- Mudah-mudahan ini bisa menjadi argumen saya yang terakhir di pembahasan ini. Seharusnya saya menghabiskan waktu untuk hal yang lebih produktif dan menyelesaikan tujuan saya di WBI. Hysocc, Let's talk 25 Januari 2026 05.05 (UTC)
- Saya setuju dengan @Hysocc. Pembahasannya terlalu melompat-lompat. Dan seperti biasa diskusi ini akan berputar putar karena pendapat kita selalu berbeda. Sebaiknya menunggu pengguna yang lebih tidak biasa karena penjelasan bung hysocc saya lebih setujui perihal konteks ini. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 05.09 (UTC)
- Pengguna yang tidak bias karena pada konteks ini saya lihat selalu menuju imbang Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 05.10 (UTC)
- Saya setuju dengan @Hysocc. Pembahasannya terlalu melompat-lompat. Dan seperti biasa diskusi ini akan berputar putar karena pendapat kita selalu berbeda. Sebaiknya menunggu pengguna yang lebih tidak biasa karena penjelasan bung hysocc saya lebih setujui perihal konteks ini. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 05.09 (UTC)
- Bedasarkan saya cari sendiri, tampaknya baik di sosmed maupun berbagai media, penggunaan cekibar ada yang merujuk kepada genus Draco, beberapa lainnya lebih spesifik ke D. volans. Mengingat ada dua nama umum yang digunakan untuk merujuk ke spesies ini, bagaimana kalau cekibar ditujukan ke genus sementara D. volans menggunakan nama umum lain, atau layaknya kasus "nightingale" di en.wiki yang merujuk ke genus sekaligus salah satu spesies di dalamnya, salah satu ada yang diganti namanya jadi "cekibar biasa". Barangkali @Manggisjeruk dapat meng-elaborate lebih lanjut. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 25 Januari 2026 06.31 (UTC)
- Permasalahan seperti ini dapat kita selesaikan melalui jalan atau cara yang dilakukan oleh Wikipedia bahasa Inggris
- Nightingale itu umumnya hanya merujuk pada satu spesies, yaitu (Luscinia megarhynchos). Bahkan Kamus Merriem Webster mendefinisikannya hanya eksklusif satu spesies tersebut. Tetapi masalahnya terdapat burung lain bernama ilmiah Luscinia luscinia yang juga memiliki nama umum rufous nightingale. Jadi kelihatan kalau di sini ada satu nama yaitu "Nightingale" yang ditujukan cuma buat satu spesies, sedangkan ada spesies lain yang namanya juga pakai nama yang sama bedanya ditambah nama deskriptif + rufous. Akhrinya pihak Wikipedia Inggris bergerak dengan memindahkan halaman nightingale menjadi common nightingale dan kini burung ini mencakup beberapa burung dalam genus Luscinia.
- Dengan begitu kita bisa tiru. Cekibar yang tumpang tindih dan banyak penggunaannya kita bisa pindahkan namanya agar lebih spesifik. Cekibar dalam artian umum yaitu (Draco volans) bisa dipindahkan menjadi cekibar biasa (Common flying-dragon) sehingga tidak bingung dengan Draco cornutus yang sering disebut sebagai cekibar-nya Kalimantan pada beberapa sumber. Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 06.42 (UTC)
- Apakah ada pranala diskusinya di bahasa Inggris? Biar saya pahami dulu konteks diskusi di atas. Untuk cekibar Kalimantan juga, apakah bisa meletakkan pranala yang dimaksud yang meletakkan cekibar kalimantan dalam pembahasannya Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 06.51 (UTC)
- Maaf maksud saya "cekibar"-nya Kalimantan. Baca :1) https://repo-dosen.ulm.ac.id/bitstream/handle/123456789/34513/Buku%20Keanekaragaman%20Fauan%20PT%20BIB%20Januari%202022.pdf?sequence=1&isAllowed=y 2) https://www.jawapos.com/berita-sekitar-anda/01703446/lembah-bukit-manjai-jadi-tempat-hidup-kadal-naga-terbang. Kehati juga namain Draco volans cuma sebagai cekibar Jawa https://biodiversitywarriors.kehati.or.id/foto/dracco-volans-cekibar-jawa/
- Jujur saya tidak punya pranala pasti diskusi bahasa Inggrisnya, saya hanya melihat-lihat riwayatnya saja. Coba saya periksa apakah ada diskusinya atau tidak. Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 06.57 (UTC)
- Nah ada konteks yang muncul dari sumber yang baru saja diberikan. Bila mengacu pad sumber pertama, draco valans malah berulang dinyatakan sebagai cecak terbang. Sumber kedua meskipun berkata cekibar, malah berulang menggunakan kata draco dan hanya sekali menggunakan cekibar. Dengan sumber diatas malah saya lebih menyutujui pengembalian ke istilah awal di mana draco dinyatakan sebagai cecak terbang dan cekibar untuk spesies spesifik Draco Volans. Draco taeniopterus juga dinyatakan sebagai cecak terbang pada sumber tersebut. Karena buku ditulis berasal dari Universitas Lambung Mangkurat dan saya rasa merupakan pakar biologi. maka istilah ini lebih pantas diikuti.
- Secara garis besar saya menyarankan cecak terbang untuk Draco, Cekibar untuk Draco Volans. sekian.
- Bisa dibaca kembali https://repo-dosen.ulm.ac.id/bitstream/handle/123456789/34513/Buku%20Keanekaragaman%20Fauan%20PT%20BIB%20Januari%202022.pdf?sequence=1&isAllowed=y Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 07.30 (UTC)
- Berhubung keduanya sudah ada nama umum, saya setuju dengan pendapat anda. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 25 Januari 2026 10.04 (UTC)
- Apakah ada pranala diskusinya di bahasa Inggris? Biar saya pahami dulu konteks diskusi di atas. Untuk cekibar Kalimantan juga, apakah bisa meletakkan pranala yang dimaksud yang meletakkan cekibar kalimantan dalam pembahasannya Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 06.51 (UTC)
- "Tidak semua genus Draco hidup di Indonesia, sehingga tidak semua bisa disebut cekibar yang jelas berasal dari bahasa Indonesia". Kalau pendapatmu seperti itu tidak semua tikus, badak, dan harimau itu juga ada di Indonesia. Apakah berarti hewan-hewan yang tidak ada di Indonesia ini tidak usah diberi nama Indonesia ? Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 04.52 (UTC)
- Situs Mongabay lebih relevan dan sahih daripada kehati Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 04.20 (UTC)
Pemindahan Cawai Eurasia menjadi Murai Eurasia
Saya tahu bahwa Wikipedia memang menganut aturan Common Name sebagai panduan utama meskipun jika nama itu tidak memiliki sumber atau dari sumber yang kurang sahih, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari mikonsepsi. Contohnya kungkang memang banyak dipakai di blog dan dituturkan pada masyarakat sebagai 'sloth', dan tentunya itu menyesatkan padahal kungkang itu ya variasi dari Kukang yang artinya hewan lain yaitu 'slow loris'.
Kasusnya ini sama dengan pemindahan cawai ke murai. Cawai = magpie dan murai = Shama. Bagaimana jika kita diskusi dahulu untuk menyepakati nama ini ? Atau mungkin bisa dilakukan pada halaman "sloth" yang kini dipadanlan hanya dengan nama ilmiahnya saja.
Selain itu anda bilang anda selalu menghindari blog sebagai sumber, tetapi kali ini anda menggunakan blog sebagai sumber ?
Lain kali sebelum menyampaikan pendapat, silakan pakai empat Hilda biar saya tahu sedang berbicara dengan siapa. Sebelum menanyakan apakah itu blog, cek dulu apakah suaramerdeka blog atau tidak. Kalo ini dugaan saya adalah orang yang sama menuduh saya menggunakan Jawa Pos dan di bilang blog adalah orang yang sama. Saya meminta anda melakukan permintaan maaf ke saya karena sejujurnya Anda sangat mengganggu saya karena ketidakmampuan anda membaca sumber dan ketidak mampuan anda melakukan penyuntingan di Wikipedia. Saya menyarankan anda ikut wikilatih daring bila anda tidak bisa menyunting Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 05.28 (UTC)
- Baiklah saya mengaku khilaf dan meminta maaf karena telah menuduh anda mengutip blog sebagai sumber, tetapi mari fokus pada substansi inti. Pemadanan "magpie" menjadi "murai" akan menyebabkan kesalahan taksonomi, seperti pada kejadian "sloth" dan kungkang.
- Saya kira itu blog karena penulisannya yang acakadul dan aneh. Bahkan nama ilmiah tidak dimiringkan, banyak iklan hingga saltik. Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 05.36 (UTC)
- Jangan asumsi. Jangan merasa anda paham tanpa diskusi seakan anda pakar dalam bidang tersebut. ni Wikipedia, kita gak punya hak menentukan suatu yang salah atau benar secara sendiri. Kita berbasis referensi dan diskusi. Kalo anda ada pembelaan, berikan sumber. Kenapa cawai dan bukan murai dan gunakan bahasa yang lebih baik dan tidak seperti pasif agresif. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 05.39 (UTC)
- Ya itu pembelaan saya, magpie dan shama adalah kedua kelompok burung berbeda yang berasal dari keluarga yang berbeda, yang satu adalah Corvidae dan satu lagi adalah Muscicapidae. Saya sebenarnya juga ragu untuk memadankannya dengan cawai, maka dari itu saya menawarkan "atau mungkin bisa dilakukan pada halaman "sloth" yang kini dipadanlan hanya dengan nama ilmiahnya saja" Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 06.00 (UTC)
- Bila kesepakatannya adalah nama ilmiah, saya setuju, tapi sebaiknya menunggu pengguna lain menyampaikan pendapat lain Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 07.18 (UTC)
- Ya itu pembelaan saya, magpie dan shama adalah kedua kelompok burung berbeda yang berasal dari keluarga yang berbeda, yang satu adalah Corvidae dan satu lagi adalah Muscicapidae. Saya sebenarnya juga ragu untuk memadankannya dengan cawai, maka dari itu saya menawarkan "atau mungkin bisa dilakukan pada halaman "sloth" yang kini dipadanlan hanya dengan nama ilmiahnya saja" Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 06.00 (UTC)
Pemindahan Lemur-kerdil telinga-berbulu menjadi Lemur kerdil dengan telinga berambut
@Agus Damanik Mengapa anda memindahkan halaman berjudul lemur kerdil telinga berbulu (Cheirogaleus crossleyi) menjadi Lemur dengan telinga berambut. Apa dasar anda memindahkan dan malah menambahkan konjungsi "dengan" di antaranya" ? Keputusan anda sungguh intuitif dan malah menjadikan nama umum sebagai definisi. Kalau anda memaksa penggunaan konjungsi pada penamaan umum fauna ganti saja nama-nama fauna berikut :
- Badak berbulu wol (Coelodonta antiquitatis) menjadi badak dengan bulu wol
- Garangan ekor-pendek (Urva brachyura) menjadi garangan dengan ekor pendek
- Lumba-lumba moncong-pendek (Stenella longirostris) menjadi lumba-lumba dengan moncong pendek
Sama seperti di atas. Anda bisa baca tidak ya? Itu jelas ada sumbernya. Acuan saya adalah sumber. Bila tidak bisa baca dan melihat sumbernya. Mungkin bisa dicek gawainya, mungkin gawai anda bermasalah. Bisa saja diganti, bila ada sumbernya. Dibandingkan anda menggunakan pendekatan pasif agresif dan tidak bisa berdiskusi dengan baik dan dingin. Mungkin anda bisa mengambil cuti sebentar. tuduhan intuitif dan menudug saya tidak berdasar dengan jelas karena ada sumber tempo di sana. Sekali lagi, gunakan empat tilda biar saya tahu saya berbicara dengan siapa Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 05.33 (UTC)
- Lemur kerdil dengan telinga berambut itu hanya disebut sekali dan ditulis dalam gaya naratif. Artinya lemur kerdil dengan telinga berambut itu bukan nama asli yang sengaja dipadankan untuk spesies ini. Saya bisa saja buat artikel "Penemuan Katak dengan Mata Biru di Afrika Selatan". Apakah itu menjadikan nama spesies tersebut adalah kayak dengan mata biru ? Tentunya tidak Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 05.43 (UTC)
- Maka dari itulah saya sebut "intuitif" bukan karena tidak bersumber, tapi mengira-ngira dari teks yang terkandung dalam sumber Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 05.46 (UTC)
- Saya bisa saja menyatakan intuitif dari tindakan pengalihan tanpa sumber yang anda lakukan selama ini dan lebih valid karena ada menyalahi kaidah berwikipedia yang semuanya berbasiskan sumber dan diskusi. Sebelum menuduh saya, silakan refleksi tindakan anda. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 05.47 (UTC)
- Tanpa diskusi atau pembahasan apapun sebenarnya pemberian nama fauna ini bisa diputuskan secara pribadi secara analogis. Apakah logis konjungsi dicantumkan sebagai nama umum suatu hewan ?
- Di dalam kolom diskusi ini saya pun tidak pernah menyebut Anda tidak bersumber, melainkan saya sebut bahwa anda intuitif karena mengira-ngira dari isi sumber. Coba usahakan untuk selalu fokus pada substansi utamanya. Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 05.56 (UTC)
- Dari tadi diskusi anda fokus substansi utama. Kemampuan membedakan blog dan situs berita saja anda tidak mampu. Sedangkan jelas jelas Wikipedia tidak boleh riset asli. Diskusi ini tidak akan anda titik temu karena anda saya rasa anda tidak terbuka dengan pendapat apapun yang menyatakan anda salah. Anda bukan pakar sehingga anda tidak bisa menentukan suatu hal tanpa diskusi. Diskusi ini saya sudahi. Selama anda tidak menggunakan referensi yang terpercaya dan tidak memulai diskusi yang jelas di warung kopi atau halaman pembicaraan artikel yang ditanggapi pihak yang tidak bias, saya akan merasa anda melakukan riser asli dan itu dilarang di wikipedia Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 06.02 (UTC)
- Saya bisa saja menyatakan intuitif dari tindakan pengalihan tanpa sumber yang anda lakukan selama ini dan lebih valid karena ada menyalahi kaidah berwikipedia yang semuanya berbasiskan sumber dan diskusi. Sebelum menuduh saya, silakan refleksi tindakan anda. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 05.47 (UTC)
- Artikel tersebut anda terbitkan di mana? Bila sumbernya tepercaya, bisa saja saya anggap. Apakah anda jurnalis yang punya kemampuan tersebut? Itu dasar saya. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 05.46 (UTC)
- Apakah anda yakin jurnalis atau pewarna artikel dari Suara Merdeka yang anda buat sebagai sumber itu memiliki kemampuan tersebut ? Bahkan memiringkan nama ilmiah saja tidak becus dan banyak saltik. Saya mengakui anda selalu mengalihkan halaman² bersumber tapi sering sekali sumber-sumbernya isinya aneh. Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 06.06 (UTC)
- Maka dari itulah saya sebut "intuitif" bukan karena tidak bersumber, tapi mengira-ngira dari teks yang terkandung dalam sumber Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 05.46 (UTC)
- Dari mana sisi pendekatan agresif saya ? Saya hanya memberikan contoh beberapa nama hewan kepada Anda untuk Anda pindahkan dengan menggunakan konjungsi "dengan", agar anda dapat mengatahui aneh atau tidak jika suatu nama diberi konjungsi. Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 05.50 (UTC)
- Konteks pasif agresif itu terikat. Saya tidak bilang anda agresif secara tuggal. Tindakan anda menuduh saya intuitif, mengira ngira, menggunakan blog tanpa bertanya dahulu apakah saya berniat seperti itu. Saya akan anggap sebagai pasif agresif. Dari beberapa diskusi yang telah terjadi dan saya melihat anda sangat tidak terbuka pendapat dan hanya bawa pendapat sendiri tanpa melihat konsensus. Saya menolak diskusi lebih lanjut kecuali anda mendapatkan persetujuan pada kebijakan pedoman yang saya lihat kemarin tidak mengalami persetujuan dari beberapa pengurus selain saya. Secara garis besar, selama tidak ada sumber dan diskusi, saya akan memindahkan artikel nama suatu spesies menjadi nama Latin atau nama dengan sumber. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 06.06 (UTC)
- Baiklah mungkin saya sedikit pasif agresif dan saya sangat-sangat menyesali perbuatan saya. Anda juga tidak berhak untuk menuduh di luar konteks bila gawai saya rusak bahkan memerintah saya untuk cuti sebentar, itu terlalu liar. Mari berdamai dan diskusikan dan analisis dengan baik-baik apakah maksud penamaan hewan ini dalam Tempo itu memang hanya kalimat naratif atau nama khusus Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 06.28 (UTC)
- Saya tidak menuduh anda, saya berkata mungkin artinya bisa iya dan tidak karena saya berulang kali dituduh menggunakan blog padahal jelas situsnya terdaftar dewan pers. Saya tidak memerintah anda, saya sekali lagi berkata "mungkin anda bisa" dan artinya berbentuk anjuran. Untuk mengakhiri diskusi ini, saya akan tetap pada pendirian diatas kecuali ada pengguna lain yang mendukung pendapat anda. Saya tidak merasa berperang, jadi tidak perlu berdamai. Anggap saja ini diskusi yang terjadi di wiki. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 06.36 (UTC)
- Jika begitu saya juga bisa berpendapat bahwa asumsi dan kutipan Anda tidak valid karena tidak ada pengguna lain yang mendukung pendapat Anda. Apakah benar subjudul Tempo itu memang hanya sekedar kalimat naratif atau cuma ditujukan tepat pada spesies ini. Karena lumrahnya, seharusnya, dan sewajarnya nama hewan tidak boleh memiliki konjungsi. Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 07.07 (UTC)
- @Agus Damanik Terlepas dari drama "saling menyerang" seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, menurut saya judul awal (menggunakan tanda hubung) sudah paling tepat karena judul yang memakai kata "dengan" terlalu deskriptif untuk sebuah judul. MITGATVM「b • k • e」 25 Januari 2026 07.14 (UTC)
- Nah, akhirnya ada yang berpendapat lain. Oke disetujui untuk kata hubung, bagaimana dengan diksi berambut dan berbulu. Karena sejatinya mamalia memiliki rambut. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 07.16 (UTC)
- @Agus Damanik Menurutku "Badak bulu-wol", karena prefiks "ber-" artinya dengan/memiliki. Mengikuti format dengan pola yang sudah ada saja. MITGATVM「b • k • e」 25 Januari 2026 07.33 (UTC)
- konteksnya bukan polanya. Tapi diksinya. Mohon dibaca pertanyaanya ya. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 07.34 (UTC)
- Iya, saya paham ini tentang diksi karena itu menentukan kemampuan sesuatu nama untuk memahami pembacanya. MITGATVM「b • k • e」 25 Januari 2026 07.35 (UTC)
- Karena ada pendapat lain yang menyetujui penghapusan dengan, jadi saya menanyakan apakah anda menyetujui berbulu atau berambut dalam konteks nama hewan ini. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 07.43 (UTC)
- Iya, saya paham ini tentang diksi karena itu menentukan kemampuan sesuatu nama untuk memahami pembacanya. MITGATVM「b • k • e」 25 Januari 2026 07.35 (UTC)
- Atau tidak, "ber-" juga boleh dipakai, asal jangan menggunakan kata non-prefiks yang terlalu panjang seperti "dengan" yang sudah disebutkan sebelumnya. MITGATVM「b • k • e」 25 Januari 2026 07.34 (UTC)
- oh iya konteks untuk diskusi ini bukan badak ya. Akan tetapi, Lemur-kerdil telinga-berbulu atau Lemur kerdil telinga berambut. Mungkin disalah pahami atau saya minta maaf bila diskusi emang mengarah ke lemur tapi hanya menggunakan badak sebagai contoh Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 07.46 (UTC)
- konteksnya bukan polanya. Tapi diksinya. Mohon dibaca pertanyaanya ya. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 07.34 (UTC)
- @Agus Damanik Menurutku "Badak bulu-wol", karena prefiks "ber-" artinya dengan/memiliki. Mengikuti format dengan pola yang sudah ada saja. MITGATVM「b • k • e」 25 Januari 2026 07.33 (UTC)
- Nah, akhirnya ada yang berpendapat lain. Oke disetujui untuk kata hubung, bagaimana dengan diksi berambut dan berbulu. Karena sejatinya mamalia memiliki rambut. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 07.16 (UTC)
- Saya tidak menuduh anda, saya berkata mungkin artinya bisa iya dan tidak karena saya berulang kali dituduh menggunakan blog padahal jelas situsnya terdaftar dewan pers. Saya tidak memerintah anda, saya sekali lagi berkata "mungkin anda bisa" dan artinya berbentuk anjuran. Untuk mengakhiri diskusi ini, saya akan tetap pada pendirian diatas kecuali ada pengguna lain yang mendukung pendapat anda. Saya tidak merasa berperang, jadi tidak perlu berdamai. Anggap saja ini diskusi yang terjadi di wiki. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 06.36 (UTC)
- Baiklah mungkin saya sedikit pasif agresif dan saya sangat-sangat menyesali perbuatan saya. Anda juga tidak berhak untuk menuduh di luar konteks bila gawai saya rusak bahkan memerintah saya untuk cuti sebentar, itu terlalu liar. Mari berdamai dan diskusikan dan analisis dengan baik-baik apakah maksud penamaan hewan ini dalam Tempo itu memang hanya kalimat naratif atau nama khusus Manggisjeruk (bicara) 25 Januari 2026 06.28 (UTC)
- Konteks pasif agresif itu terikat. Saya tidak bilang anda agresif secara tuggal. Tindakan anda menuduh saya intuitif, mengira ngira, menggunakan blog tanpa bertanya dahulu apakah saya berniat seperti itu. Saya akan anggap sebagai pasif agresif. Dari beberapa diskusi yang telah terjadi dan saya melihat anda sangat tidak terbuka pendapat dan hanya bawa pendapat sendiri tanpa melihat konsensus. Saya menolak diskusi lebih lanjut kecuali anda mendapatkan persetujuan pada kebijakan pedoman yang saya lihat kemarin tidak mengalami persetujuan dari beberapa pengurus selain saya. Secara garis besar, selama tidak ada sumber dan diskusi, saya akan memindahkan artikel nama suatu spesies menjadi nama Latin atau nama dengan sumber. Agus Damanik (bicara) 25 Januari 2026 06.06 (UTC)
- Pemindahan yang dipertentangkan: Lemur kerdil telinga-berbulu -> Lemur dengan telinga berambut.
Tidak setuju dengan "Lemur-kerdil telinga-berbulu" (penyalahgunaan garis hubung). Mungkin "Lemur kerdil telinga berbulu" atau "Lemur kerdil telinga berambut" atau bahkan "Lemur kerdil bertelinga berambut" atau Cheirogaleus crossleyi jika tidak ada istilah Indonesia yang berfungsi. Taylor 49 (bicara) 26 Januari 2026 20.26 (UTC)
- Setuju dengan lemur kerdil telinga berambut Agus Damanik (bicara) 28 Januari 2026 11.57 (UTC)
- Menurut saya bahkan dengan tanda hubung sekalipun sah-sah saja, menimbang tujuannya adalah untuk menghindari kesalahfahaman. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 15 Februari 2026 00.29 (UTC)
Perubahan antarmuka Wikipedia
Kenapa pranala yang sebelumnya "Hapus singgahan" di bilah sisi perkakas, menjadi "Hapus kas"? Padahal cache peramban jelas berbeda dengan kas (cash). https://imgur.com/a/hYdpQhR Silvanus Aikaterine (bicara) 2 Februari 2026 01.01 (UTC)
- Revisi ini menghapus teks "singgahan" (sehingga pranalanya tampil sebagai "Hapus" saja), sementara revisi ini menambahkan "kas" (agar tidak disalahpahami sebagai pranala untuk menghapus halaman). Mungkin bisa minta pengurus yang bersangkutan untuk mengembalikannya ke teks lama. — swarabakti💬 3 Februari 2026 18.07 (UTC)
- @Bennylin @PinkDash Silvanus Aikaterine (bicara) 4 Februari 2026 01.50 (UTC)
- Sebenarnya untuk anda perhatikan, bawasannya saya hanya memperbarui format penulisan kodenya. Kalau untuk penambahan kata "kas" dibelakangnya memang bung Bennylin, maka dari itu tolong jangan tag saya apabila di revisinya yang menambahkan kata tersebut bukan saya, terima kasih. Pinkash Ngobrol yuk 4 Februari 2026 06.21 (UTC)
- Saya tag Anda karena mulai berubah dari pembaruan Anda dengan menghilangan kata singgahan dan itu bisa dikira pranala untuk menghapus halaman. Silvanus Aikaterine (bicara) 8 Maret 2026 08.41 (UTC)
- Walau begitu, penghapusan kata singgahan awal sendiri bukanlah berati saya yang melakukan "kas" tersebut. Pinkash Ngobrol yuk 11 Maret 2026 14.00 (UTC)
- Saya tag Anda karena mulai berubah dari pembaruan Anda dengan menghilangan kata singgahan dan itu bisa dikira pranala untuk menghapus halaman. Silvanus Aikaterine (bicara) 8 Maret 2026 08.41 (UTC)
- Sebenarnya untuk anda perhatikan, bawasannya saya hanya memperbarui format penulisan kodenya. Kalau untuk penambahan kata "kas" dibelakangnya memang bung Bennylin, maka dari itu tolong jangan tag saya apabila di revisinya yang menambahkan kata tersebut bukan saya, terima kasih. Pinkash Ngobrol yuk 4 Februari 2026 06.21 (UTC)
- @Bennylin @PinkDash Silvanus Aikaterine (bicara) 4 Februari 2026 01.50 (UTC)
Selesai. Sudah dikembalikan ke versi sebelumnya, yakni "hapus singgahan". ꦱꦭꦩ꧀ ‑Bennylin 「rapat」 4 Februari 2026 14.26 (WIB) 4 Februari 2026 07.26 (UTC)
Mendiskusikan pemindahan judul artikel dari Reva Adel ke Adel Reva
Saya ingin menanggapi dan sekaligus membuka diskusi terkait usulan pemindahan judul artikel ini. Nama Adel Reva merupakan nama yang lebih dikenal publik dan lebih sering digunakan dalam berbagai sumber tepercaya. Penggunaan judul Reva Adel sebelumnya dipilih sebagai alternatif karena keterbatasan penamaan. Apabila saat ini memungkinkan untuk menggunakan judul Adel Reva tanpa menimbulkan ambiguitas atau konflik penamaan, saya berpendapat bahwa pemindahan judul tersebut akan lebih sesuai dengan kebijakan penamaan Wikipedia yang mengutamakan nama yang paling umum digunakan. Saya terbuka terhadap masukan dari pengurus atau editor lain terkait pemindahan judul ini.
Halo, Myzemz (bicara) 7 Februari 2026 11.36 (UTC)
Percangkokan(pertanian)
"Halo Pengurus, mau memperbaiki info salah tentang bambu/kelapa yang dicangkok di artikel [percanngkokan pertanian] ~2026-12592-95 (Pembicaraan) 26 Februari 2026 00.31 (UTC)
Bajing tanah arktika dan Tupai tanah arktik
Selamat pagi, saya izin pendapat anda mengenai penamaan judul dan subjek yang tepat untuk halaman Tupai tanah arktik. Terdapat dua nama yang diperdebatkan:
1. "Bajing tanah arktika": Nama yang lebih mengikuti padanan dimana istilah "bajing" dan "tupai" dibedakan, seperti yang dapat dilihat di sini, serta sudah memiliki penggunaan (1, 2, 3, 4), meski bukan pada situs media besar.
2. "Tupai tanah arktik": Nama yang dinilai keliru, tetapi sudah mencapai penggunaan umum di beberapa situs berita besar, seperti detik, Mongabay, dan IDN Times. Nama ini juga digunakan lebih awal dari "bajing tanah arktika".
Diskusi lain yang bisa dijadikan pertimbangan: ini
❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 11 Maret 2026 02.56 (UTC)
- Saya pribadi memilih nomor 1 (satu), "Bajing tanah arktika". Sumber primer KBBI jelas membedakan antara Squirel (Bajing)" dan "Treeshrew (Tupai). Bila ragu coba lihat di EnWiki namanya Arctic ground squirel dan di situs ini dr IPB Tupai dan Bajing Sering Disangka Sama, Peneliti PSSP IPB University Ungkap Perbedaan Mendasar Keduanya, pranala kedua jelas ya peneliti dan dia seorang pakar. Di situ tertulis Koordinator Laboratorium Mikrobiologi dan Imunologi yang juga sebagai Peneliti Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB University, Dr Maryati Surya mengatakan "Secara taksonomi, Tupaia berbeda jauh dari bajing. Tupai berasal dari ordo Scandentia yang terdiri dari dua famili, yaitu Tupaiidae yang aktif di siang hari (diurnal) dan Ptilocercidae yang aktif di malam hari (nokturnal),” jelasnya ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 11 Maret 2026 09.25 (UTC)
- Pada konteks nama, kita mengacu WP:CommonName dan bajing tanah artik tidak dipakai dalam sumber manapun. Pada akhirnya, konteks bajing tanah Arktika saya yang bawa referensinya karena saya percaya perlu WP:sumbertepercaya. Konteks ini, saya tetap memilih karena penggunaan bajing tanah Arktika hanya dipakai di sedikit sumber referensi di artikel yang saya tambahkan dan sumber e-book anak hanyalah sumber dari penerbit independen yang saya ragu kevalidannya. Saya tetap setuju untuk nama Tupai tanah arktik dan meletakkan bajing tanah Arktika sbagai nama lain. Saya paham konteks bajing ada di KBBI, tapi perlu diingat bajing tanah di KBBI hanya mengacu satu spesieshttps://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/Bajing%20tanah. Agus Damanik (bicara) 11 Maret 2026 13.34 (UTC)
- Barangkali bung tidak melihat argumen saya di sini:
- https://id.wikipedia.org/ensiklopedia/Pembicaraan_Pengguna:Muhammad_Anas_Sidik#c-ANNAFscience-20260311055400-Agus_Damanik-20260310162800
- Tapi untuk TL;DR nya, argumen anda pada awalnya mengacu kepada nama mana yang pertama kali muncul. Saya memberikan argumen saya mengenai validity dari nama umum "bajing tanah arktika". Untuk "bajing tanah arktik", judul diskusi ini sepenuhnya liability dari saya, dan saya minta maaf (akan kuubah secepatnya untuk menghindari ambiguitas). Dua nama yang saya usulkan tidak mencakup "bajing tanah arktik" (tetapi nama dengan "arktika"). Salam, ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 12 Maret 2026 01.27 (UTC)
- Saya melihat argumen tersebut. Saya hanya memberikan konteks awal kenapa perselisihan ini terjadi agar saya tidak dijadikan martir dan seenaknya ketika saya memberikan titik tengah.Salam Agus Damanik (bicara) 12 Maret 2026 02.10 (UTC)
- Izin memanggil @JumadilM, @M. Adiputra, @PinkDash, @Muhammad Anas Sidik, sepertinya diskusinya terabaikan. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 30 Maret 2026 13.36 (UTC)
- Tambahan @MITGATVM, @Manggisjeruk, @Glorious Engine. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 30 Maret 2026 13.36 (UTC)
- apakah ini sudah masuk ke dalam pemungutan suara? Pinkash Ngobrol yuk 30 Maret 2026 13.48 (UTC)
- Belum, masih diskusi, tapi tidak ada respons. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 30 Maret 2026 13.52 (UTC)
- Langsung voting saja, sudah lewat dua minggu. Agus Damanik (bicara) 30 Maret 2026 13.57 (UTC)
- @Agus Damanik Sebaiknya untuk perdebatan nama semacam ini tidak harus selalu diselesaikan melalui voting. Saya akan coba kemukakan beberapa sudut pandang yang bisa jadi bahan pertimbangan untuk menetapkan nama artikel ini dalam bahasa Indonesia. Mohon ditunggu karena sepertinya agak panjang dan rinci. Salam, – JumadilM Diskusi 30 Maret 2026 15.04 (UTC)
- Langsung voting saja, sudah lewat dua minggu. Agus Damanik (bicara) 30 Maret 2026 13.57 (UTC)
- Belum, masih diskusi, tapi tidak ada respons. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 30 Maret 2026 13.52 (UTC)
- Secara taksonomi, pemilihan kata "bajing"-lah yang tepat. Dia bukan spesies yang diberi misnomer seperti kambing gunung, tapi memang berada di famili bajing. -- Adiputra बिचर -- 31 Maret 2026 05.23 (UTC)
- Karena mayoritas diskusi mengarah ke bajing. Apakah kita akan mengadopsi semua istilah bajing untuk famili terkait pada tingkat spesies atau hanya menjadikan diskusi ini pada status kasus tupai tanah Arktik dan diganti menjadi bajing tanah akrktika Agus Damanik (bicara) 31 Maret 2026 06.07 (UTC)
- @Agus Damanik Sepertinya bisa diadopsi untuk artikel lain bernama tupai tanah dalam famili yang sama yaitu Sciuridae (bajing tanah). Sementara itu, artikel bernama Tupai tanah (Tupaia tana) tidak diubah karena pengelompokan famili dan ordonya berbeda dengan bajing tanah. Salam, – JumadilM Diskusi 31 Maret 2026 06.30 (UTC)
- Saya memiliki pendapat yang sama dengan @M. Adiputra dengan uraian ringkas saja sebagai penjelas. Urocitellus pada nama spesies Urocitellus parryii merupakan nama genus yang termasuk dalam famili Sciuridae (bajing tanah) dan ordo Rodentia (hewan pengerat) → Sumber: Geiser, F. (2021) Ecological Physiology of Daily Torpor and Hibernation, hlm. 78. Famili Sciuridae (bajing tanah) merupakan salah satu famili utama untuk bajing yang pengelompokannya secara umum telah disepakati oleh para peneliti. → Sumber: Nasrudin, Adnan dan Ismail (2024). Wallacea Jilid II, hlm. 110. – JumadilM Diskusi 31 Maret 2026 06.08 (UTC)
- Halo teman, teman. Konteks scluridae merujuk pada hanya bajing dan bukan spesifik bajing tanah. Konteks bajing tanah dalam KBBI hanya untuk lariscus isignis. Bila mensepakati pemindahan sciuridae untuk bajing tanah, saya kurang setuju. Akan tetapi, bila setujui hanya untuk bajing, mungkin saya sepakat. Perlu kesepakatan berbeda lagi, bajing tanah untuk tribus yang lebih rendah dibandingkan famili.
- Secara garis besar,
- 1 Sciuridae = bajing
- 2. Marmotini = bajing tanah
- Namun, selama pedoman penamaan fauna belum jelas, semua penerjemahan spesies harus memperhatikan referensi sesuai pedoman organisme kecuali ada diskusi seperti ini. Agus Damanik (bicara) 31 Maret 2026 12.06 (UTC)
- @Agus Damanik Ya, pernyataan Anda mengenai konteks Sciuridae sebagai bajing saja memang benar. Sepertinya saya keliru pada pernyataan sebelumnya. Lalu, apa konteks disuksi yang baru ini? Maaf, saya belum paham arahnya. – JumadilM Diskusi 31 Maret 2026 12.30 (UTC)
- Sebagai contoh, bajing tanah Arktika ada referensinya. Tapi bajing tanah Arktik tidak ada sumbernya. Nah saya setuju bajing tanah akrktika saja. Seiirinh diskusi ini, maka bila referensi masih memakai tupai, maka secara otomatis kita akan mengganti dengan bajing bila masuk dalam famili sciuridae.
- Namun, apabila ada nama spesies asing yang diterjemahkan harfiah dan tidak ada referensi, saya masih setuju nama ilmiah saja. Agus Damanik (bicara) 31 Maret 2026 12.46 (UTC)
- Lalu, untuk konteks melompati kebijakan sumber tepercaya, maka perlu ada diskusi seperti ini lagi. Agus Damanik (bicara) 31 Maret 2026 12.52 (UTC)
- @Agus Damanik Ya, pernyataan Anda mengenai konteks Sciuridae sebagai bajing saja memang benar. Sepertinya saya keliru pada pernyataan sebelumnya. Lalu, apa konteks disuksi yang baru ini? Maaf, saya belum paham arahnya. – JumadilM Diskusi 31 Maret 2026 12.30 (UTC)
- Karena mayoritas diskusi mengarah ke bajing. Apakah kita akan mengadopsi semua istilah bajing untuk famili terkait pada tingkat spesies atau hanya menjadikan diskusi ini pada status kasus tupai tanah Arktik dan diganti menjadi bajing tanah akrktika Agus Damanik (bicara) 31 Maret 2026 06.07 (UTC)
Nama regnal
Mohon maaf bila hal ini sudah dibahas sebelumnya, tapi saya sendiri masih belum melihat hal ini dibahas. Mengenai nama regnal (nama yang dipakai seorang penguasa monarki), sepertinya terdapat inkonsistensi mengenai pedoman penamaannya. Sebagai contoh, dalam kasus nama regnal Kerajaan Yerusalem yang bisa dilihat pada templat berikut ini.
Dapat dilihat dari templat tersebut bahwa beberapa nama ada yang tidak sama, tetapi dianggap sebagai nama yang sama berdasarkan nomor regnalnya (Corrado I dari Yerusalem -> Konrad II dari Yerusalem -> Konradin III dari Yerusalem). Hal ini bisa saja membingungkan karena sepertinya tidak ada ketentuan jelas mengenai penamaan regnal yang konsisten. Belum lagi bila melihat isi dari salah satu penguasa monarki Jean dari Yerusalem, yang isinya malah menuliskan nama bahasa Indonesianya, yakni Yohanes.
Mungkin bila ada yang memiliki masukan atau mengetahui kebijakan yang berlaku mengenai hal ini dapat menyampaikannya dalam diskusi ini. Terima kasih. NobbySteamboat Bicara𓊝 18 Maret 2026 05.07 (UTC)
- @NobbySteamboat: Bantu jawab. Untuk kebijakan mengenai nama regnal sebenarnya hanya bergantung pada seberapa terkenalnya nama tersebut, karena nama regnal memang menjadi nama umum bagi penyebutan seorang raja/penguasa monarki. Di sini, kebijakan yang berlaku cukup WP:COMMONNAME dan WP:PPNA secara umumnya. Namun, nama regnal tidak selalu menjadi patokan dalam beberapa kasus:
- Ketika nama pribadi lebih dikenal daipada nama regnal. Contoh: 'Puyi' yang nama pribadinya lebih dikenal daripada nama regnalnya, 'Kaisar Xuantong'. Atau contoh lain 'Wu Zetian' dan bukan 'Maharani Shengshen'
- Disambiguasi. Misal ketika Kaisar Yingzhong dari Ming dirujuk dengan nama kuilnya dan bukan nama regnalnya (sebab nama regnalnya ada 2): 'Kaisar Zhengtong' dan 'Kaisar Tianshun'. Inipun karena nama Yingzhong sendiri sudah populer.
- Penggunaan nama anumerta, bukan nama regnal. Entah karena nama regnalnya tidak ada, atau tidak populer. Contoh: kaisar-kaisar Jepang seperti Kaisar Meiji dan Kaisar Taishō.
- Memang contoh yang saya berikan agak kurang sreg kayaknya karena di Asia, sementara konteks isu ini di Eropa (atau berkebudayaan Eropa). Oleh karena itu, saran saya untuk situasi ini adalah padankan saja sesuai dengan transliterasi yang paling umum dipakai di Indonesia. Contohnya untuk 'Baudouin', saya menyarankan diganti saja ke nama Inggrisnya, 'Baldwin', karena nama 'Baldwin' lebih populer dipakai di Indonesia, terlepas apakah 'Baudouin' pernah dipakai secara historis. Tidak semua hal perlu di-Indonesiakan jika itu tidak dikenal di Indonesia. Terima kasih. ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 18 Maret 2026 21.59 (UTC)
- Baiklah, terima kasih atas sarannya. Sekiranya tidak ada sanggahan lain selama beberapa hari dari pengguna lain, saya akan mencoba melakukan perubahan pada beberapa nama regnal. Terima kasih atas sarannya. NobbySteamboat Bicara𓊝 19 Maret 2026 04.15 (UTC)
Badai vs hurikan
Kenapa WBI lebih memilih menggunakan "hurikan" bukan "badai" seperti dalam artikel Hurikan Katrina dan artikel-artikel lain tentang badai, padahal di media pemberitaan lebih umum dipakai istilah "badai" bukan "hurikan". Apakah sudah ada konsensus terkait hal ini? Silvanus Aikaterine (bicara) 25 Maret 2026 00.09 (UTC)
- Storm = badai. Katrina adalah hurricane.
- Jika mengikuti pemberitaan media massa, Katulampa akan disebut bendungan. Padahal ia adalah bendung, yang secara teknis berbeda dengan bendungan.
- Jika mengikuti pemberitaan media massa, APV, IFV, IMV, MEV, ARV, dan CEV akan disebut tank, dan blunder seperti ini banyak dilakukan media massa di kala pemberitaan perang Ukraina vs Rusia. Padahal mereka semua bukan tank.
- Jika mengikuti pemberitaan media massa, rudal balistik akan disebut roket. Peluru kendali akan disebut roket. Guided bomb akan disebut roket. Cruising missile akan disebut roket. Bunker buster akan disebut roket.
- Tidak semua yang populer adalah benar. Tidak semua pemberitaan media massa mengikuti istilah teknis yang tepat. Hysocc, Let's talk 25 Maret 2026 02.35 (UTC)
- Diskusi yang menarik. Bila kita mengacu pada kata yang benar, maka Hurikan Katrina akan lebih cocok, tapi bila mengacu kepada WP:CommonNAME, hurikan katrina tidak pernah dipakai dimana pun. Sepertinya perihal ini, saya lebih contong kepada badai katrina.https://www.kompas.id/label/20-tahun-badai-katrina. Meskipun, sumber paling awal menggunakan istilah hantaman katrina.https://www.liputan6.com/global/read/2097949/29-8-2005-katrina-badai-dahsyat-yang-mempermalukan-as.
- memanggul @M. Adiputra,@Gombang. Agus Damanik (bicara) 26 Maret 2026 11.51 (UTC)
- Silahkan pindahkan tanpa konsensus. Anda masih melakukan migrasi terus menerus saya lihat. Dan ada hal apa anda "memanggul?" (membawa di atas bahu; menjulang: ~ bedil; ~ senjata) Bung @M. Adiputra. Masa mau dipanggul di Warkop Bahasa? Amray Fawlipoo (bicara 26 Maret 2026 13.20 (UTC)
- Pemakaian kata badai dapat dibenarkan. Hurikan merupakan badai tropis. Jadi penggunaan istilah "Badai Katrina" tidak salah. Tidak masalah menggunakan majas sinekdoke totum pro parte.
- Penggunaan istilah "Hurikan Katrina" memang terasa berkiblat ke bahasa Inggris ("Hurikan"), padahal kita juga punya istilah "Topan". Namun istilah "hurikan" tidak populer di media massa . Istilah "badai" sudah benar (tropical storm = hurricane = typhoon = cyclone) dan sudah populer. -- Adiputra बिचर -- 27 Maret 2026 11.04 (UTC)
- Mari berbicara data dan fakta.
- Situs pasti.kemendikdasmen.go.id sudah membakukan kata hurikan
- KBBI sudah membakukan kata hurikan.
- Entri di google books "hurikan" sudah membuktikan istilah ini telah digunakan di banyak buku bertemakan teknis dan ilmiah.
- Mau menggunakan surat kabar, baik, tolong gunakan ini (beberapa mengutip BMKG)
- Jika terdapat tropical storm dan hurricane dengan nama yang sama dan terjadi di tahun yang sama, bagaimana mendisambiguasikannya? Ini possible terjadi lho, karena negara berbahasa utama Inggris yang memiliki hak untuk menamai fenomena cuaca ekstrim juga terdapat di Asia.
- Jurnalis bukan ilmuwan. Jurnalis bukan insinyur. Jurnalis bukan etimologis. Surat kabar jangan dijadikan acuan utama dalam menentukan istilah yang tepat. Seharusnya surat kabar dan WP:CommonName menjadi senjata terakhir jika sumber ilmiah dan etimologi tidak ditemukan. Bukan menjadi muka dari diskusi. Apa yang populer belum tentu benar. Di era informasi apapun bisa dengan segera dan secara sengaja menjadi populer. Hysocc, Let's talk 27 Maret 2026 21.10 (UTC)
- Kalau bicara soal data dan fakta, seperti yang juga telah disebut beberapa pengguna lain, hurikan, topan, badai siklon, depresi tropis, semuanya termasuk badai tropis, yang membedakan hanya lokasinya, hurikan = badai tropis kuat di Samudra Atlantik atau bagian timur laut Samudra Pasifik, topan = badai tropis di Samudra Pasifik bagian barat laut, di Samudra Hindia dan Pasifik Selatan badai tropis disebut siklon tropis. Disini saya lihat KBBI pun tidak mendefinisikan entri ini dengan baik, sehingga seolah-olah semua badai tropis disebut hurikan. Di situs PASTI bahkan ada dua entri hurricane salah satunya memliliki padanan angin ribut dan satunya lagi dipadankan sebagai badai hurikan bukan hurikan saja, sedangkan di glosarium istilah geologi dan geografi dipadankan menajdi harikin (hlm.70) disini semakin jelas adanya inkonsistensi. Silvanus Aikaterine (bicara) 28 Maret 2026 00.25 (UTC)
- Prediksi Lintasan dan Laju Pusaran Siklon Tropis, Halmar Halide, et al,. Unhas Press. 2023. ISBN: 9789795304852. di bagian glosarium halaman 137 sudah terdapat definisi hurikan.
- Kamus Hidrografi. Paul Katoppo. Pustaka Sinar Harapan. 2000. ISBN: 9789794166314. juga sudah terdapat definisi hurikan.
- Pemanasan Global - Solusi dan Peluang Bisnis. Team SOS. Gramedia Pustaka Utama. 2013. ISBN: 9786020363028. Di halaman 61 juga terdapat definisi hurikan, terpisah dari badai tropis, siklon, dan taifun.
- UJI KAJI DENGAN CUACA. Nur Ain Hafiza. 2014. ISBN: 9789674305512. Di halaman 10 terdapat definisi hurikan yang terpisah dari definisi siklon, tornado, dan topan di halaman yang sama.
- Meteorologi. Muhammadin Hamid, Indri Dayana. ISBN: 9786233983655. Menyebut "hurikan katrina" di halaman 45.
- Media Dirgantara - Majalah Ilmiah Populer · Volumes 3-4. Biro Humas dan Kerjasama Kedirgantaraan LAPAN. 2008. Menyebut definisi hurikan dan definisi badai siklon lainnya di halaman 14.
- Kronologi Sejarah Islam dan Dunia (571 M S/D 2016). Fedrian Hasmand. Pustaka Al-Kautsar. Di buku ini menyebut "hurikan katrina" di halaman 470
- Hysocc, Let's talk 28 Maret 2026 04.37 (UTC)
- Terima kaish atas sumbernya, sumber yang secara nyata memuat Hurikan Katrina hanya
- Meteorologi. Muhammadin Hamid, Indri Dayana. ISBN: 9786233983655. Menyebut "hurikan katrina" di halaman 45. Namun, melihat istilah badai katrina lebih populer, saya tetap merasa badai katrina lebih bisa digunakan untuk pembaca dengan memberikan nama lain hurikan katrina. Mungkin sepertinya, pemungutan suara akan lebih baik
- Agus Damanik (bicara) 28 Maret 2026 16.32 (UTC)
- Terima kaish atas sumbernya, sumber yang secara nyata memuat Hurikan Katrina hanya
- 1 dan 2. Bila mengacu pada dua jurnal ini, maka hanya badai Katrina. Sejujurnya saya tidak hanya mengaku pada surat kabar tapi dari beragam sumber. Saya harap diskusi setidaknya menjadi pemicu istilah artikel kita apakah mengikuti kebijakan common name atau otoritatif, meskipun pada konteks Katrina, kita menjadi penerjemah neologis karena hurikan Katrina muncul dari ruang kosong yang saya lihat karena hurikan kata baku, kita pakai hurikan. Sedangkan, penggunaan hurikan Katrina tidak pernah ada di mana pun baik jurnal, buku atau publikasi mana pun. Namun, bila ada penyebutan tersebut, silakan letakkan referensi Agus Damanik (bicara) 28 Maret 2026 03.51 (UTC)
- Kalau bicara soal data dan fakta, seperti yang juga telah disebut beberapa pengguna lain, hurikan, topan, badai siklon, depresi tropis, semuanya termasuk badai tropis, yang membedakan hanya lokasinya, hurikan = badai tropis kuat di Samudra Atlantik atau bagian timur laut Samudra Pasifik, topan = badai tropis di Samudra Pasifik bagian barat laut, di Samudra Hindia dan Pasifik Selatan badai tropis disebut siklon tropis. Disini saya lihat KBBI pun tidak mendefinisikan entri ini dengan baik, sehingga seolah-olah semua badai tropis disebut hurikan. Di situs PASTI bahkan ada dua entri hurricane salah satunya memliliki padanan angin ribut dan satunya lagi dipadankan sebagai badai hurikan bukan hurikan saja, sedangkan di glosarium istilah geologi dan geografi dipadankan menajdi harikin (hlm.70) disini semakin jelas adanya inkonsistensi. Silvanus Aikaterine (bicara) 28 Maret 2026 00.25 (UTC)
- Mari berbicara data dan fakta.
- Bila melihat pendapat pengguna dan pengurus lain, maka condong kepada badai tropis Katrina atau tetap badai Katrina. Saya merasa tidak perlu voting untuk hl ini, tapi saya menimbang pendapat bung @Hysocc dan @Amray Fawlipoo. Bung @Silvanus Aikaterine gimana? Kalo misalnya tidak ada konsensus dalam musyawarah ini, kita akan voting setelah dua minggu. Terima kasih. Saya tidak akan memindahkan secara sembarang karena sudah ada diskusi yang dibuka. Agus Damanik (bicara) 27 Maret 2026 13.55 (UTC)
- KBBI mendefinisikan [badai ba.dai (1)] n angin kencang yang menyertai cuaca buruk (yang datang dengan tiba-tiba) berkecepatan sekitar 64—72 knot:
Sedangkan [hurikan hu.ri.kan] n angin pusar dengan kecepatan yang luar biasa di daerah tropis. Jadi saya simpulkan huriccane itu hurikan bkn badai. Amray Fawlipoo (bicara 25 Maret 2026 02.39 (UTC)
Kalau lihat en:Tropical cyclone, hurikan, topan, siklon tropis itu sinonim. Perbedaannya lebih di lokasinya saja. Usul saya pakai istilah siklon tropis atau badai tropis, tidak perlu hurikan. Gombang (bicara) 27 Maret 2026 12.48 (UTC)
- Jika menggunakan logika ini, maka semua halaman bencana alam yang diawali dengan badai tropis, badai, siklon tropis, taifun, topan, dan hurikan harus dipindahkan semuanya menjadi Siklon Tropis xxx. Hysocc, Let's talk 28 Maret 2026 04.48 (UTC)
Erpetoichthys calabaricus >>> Palmas tali/palmas tambang/Ikan tali
Saya mengusulkan bahwa halaman Erpetoichthys calabaricus judulnya diganti menjadi "palmas tali" atau "palmas tambang" karena meski tidak ada referensi besar yang mengangkat, sudah ada penggunaan umum yang tercatat dari tahun 2010, jadi sudah bisa dianggap sebagai commonname. Alternatifnya adalah "ikan tali", yang sudah memiliki artikel yang mengangkat, yang ditulis oleh komunitas yang memang akrab dengan jenis-jenis ikan. Saya usulkan demikian karena nama umum dikedepankan bila sudah ada penggunaannya, karena COMMONNAME menyebut bahwa nama umum adalah "ungkapan bahasa alami yang menunjukkan subjek artikel", yang jelas tidak mencakup nama ilmiah. Dimohon pertimbangannya. @Silvanus Aikaterine @F1fans @Badak Jawa @Sophia Guevara @RaFaDa20631 @Apri DAV @Serigala Sumatera @JumadilM @Rachmat04 @Affandy Murad @Rarani @Hysocc @Anne C @Hariadhi @MITGATVM @Murbaut @NaufalF @NFarras @Nyilvoskt @Pierrewee @Rachmat04 @RaFaDa20631 @Rahmatdenas @RaymondSutanto @RianHS @Rintojiang @RXerself @Symphonium264 @Taylor 49 @Ustad abu gosok @Veracious @Wagino 20100516 @WillsonEP09 @Yogwi21 @Kocengbarbar934 @Rinai Natsumi @Swarabakti @Muhammad Anas Sidik @Rama Maay @Agus Damanik ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 30 Maret 2026 14.04 (UTC)
- Situs mollyjaya jelas situs toko. Referensinya adalah bentuk promosi ikan mereka. Melanggar Wikipedia:Sumber tepercaya juga. Agus Damanik (bicara) 30 Maret 2026 15.03 (UTC)
- Setelah mencari lebih lanjut. Ada referensi yang cocok. https://www.google.co.id/books/edition/Ikan_pisces/wFbQEAAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=palmas+tambang&pg=PR5&printsec=frontcover. Mungkin palmas tambang bisa digunakan. Agus Damanik (bicara) 30 Maret 2026 15.05 (UTC)
- Erpetoichthys calabaricus ... rupanya buku ISBN 9786024448776 cukup bagus ... malangnya istilah palmas tali / palmas tambang / ikan tali tidak bisa ditemukan dalam pratinjau yang tersedia. Taylor 49 (bicara) 30 Maret 2026 21.08 (UTC)
- Hanya ada di daftar Pustaka sih. Jadi halaman 75!nya tidak bisa diakses Agus Damanik (bicara) 31 Maret 2026 12.09 (UTC)
- Setidaknya tetap mewakili penggunaan formal dari nama umum tersebut, bukan ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 1 April 2026 02.07 (UTC)
- Menurutku iya. Tapi, bila @Taylor 49 menyatakan bukti kurang cukup. Saya mengikuti suara komunitas saja Agus Damanik (bicara) 1 April 2026 04.05 (UTC)
- Apakah ada pendapat mengenai ini, @Taylor 49? ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 2 April 2026 03.59 (UTC)
- Palmas atau Ikan Palmas mungkin cocok Ⓐⓝⓝ🍀(⛾) (bicara) 1 April 2026 10.32 (UTC)
- Tidak bisa, karena justru yang saya tangkap "palmas" adalah nama umum untuk semua anggota Polypteridae, sebagaimana artikel ini merujuk palmas beserta jenis-jenisnya, yang semuanya punya nama umum "palmas" ditambah suatu kata "e.g. palmas endlicer". Karena yang didiskusikan di sini ada di level spesies, maka harus cari nama yang lebih spesifik, seperti yang sudah saya usulkan. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 2 April 2026 03.58 (UTC)
- Saya ralat, tampaknya palmas adalah nama umum yang sebenarnya ditujukan untuk anggota genus Polypterus, tetapi karena genus tersebut mewakili semua kecuali satu anggota famili Polypteridae yang masih hidup, yang mana kebetulan pengecualian ini adalah ikan palmas tambang, Erpetoichthys calabaricus, maka nama "palmas" ini juga keseret ke palmas tambang, kemungkinan besar karena nama umum biasanya didasari oleh persepsi orang yang melihat kemiripan suatu hewan dengan hewan lain (yang juga menjelaskan kenapa misnomer bisa terjadi). ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 2 April 2026 04.15 (UTC)
- Menurutku iya. Tapi, bila @Taylor 49 menyatakan bukti kurang cukup. Saya mengikuti suara komunitas saja Agus Damanik (bicara) 1 April 2026 04.05 (UTC)
- Erpetoichthys calabaricus ... rupanya buku ISBN 9786024448776 cukup bagus ... malangnya istilah palmas tali / palmas tambang / ikan tali tidak bisa ditemukan dalam pratinjau yang tersedia. Taylor 49 (bicara) 30 Maret 2026 21.08 (UTC)
- Sudah ada (sejak hari ini) halaman Palmas endlicer (dialihkan dari Polypterus endlicheri) berbasis referensi jagatsatwanusantara.id/satwa/Palmas-Endlicer. Kesimpulan: genus palmas = genus Polypterus. Juga halaman Polypterus dipindahkan ke Palmas (dengan metode yang kurang sempurna). Jika ada orang yang memiliki buku tersebut atau bisa lihat ke buku itu, dan menemukan istilah Indonesia di sana, halaman Erpetoichthys calabaricus bisa dipindahkan. Sampai saat itu, istilah Latin tidak salah. Taylor 49 (bicara) 2 April 2026 22.42 (UTC)
Pencemaran vs Polusi
Saya ingin mengangkat lagi diskusi ini pencemaran versus polusi karena sedikit yang berpartisipasi dan masih banyak inkonsistensi di judul artikel. Berikut saya kutip diskusi yang sudah diarsipkan:
Dalam Wikipedia, istilah yang merujuk pada "proses, cara, perbuatan mencemari atau mencemarkan; pengotoran" (KBBI) adalah pencemaran. Meski demikian, kata "polusi" juga digunakan dalam berbagai artikel (semisal polusi visual, polusi suara, dan polusi nutrisi). Saya menyarankan supaya istilah ini bisa diseragamkan sesuai dengan artikel utamanya, yaitu pencemaran dan menggunakan istilah yang menggunakan kata "polusi" sebagai halaman pengalihan. Bila ada yang memiliki ide atau pendapat lain, dipersilakan untuk dibahas di sini. Terima kasih. NobbySteamboat (⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖All aboard!)
- @NobbySteamboat kalau melihat entri polusi di KBBI VI pada bagian "gabungan kata" disitu hampir semua jenis pencemaran yang disebutkan menggunakan kata "polusi" (polusi air; polusi asap; polusi cahaya dsb.). Sementara untuk entri pencemaran di bagian gabungan kata hanya ada "pencemaran lingkungan; pencemaran nama baik". Menurut saya istilah polusi lebih teknis dan layak dipertahankan untuk bidang ilmu tertentu, sementara "pencemaran" maknanya lebih luas karena diturunkan dari kata cemar. Silvanus Aikaterine (bicara)
--Silvanus Aikaterine (bicara) 5 April 2026 06.16 (UTC)
- Idem sama Bung @Silvanus Aikaterine Amray Fawlipoo (bicara 5 April 2026 07.03 (UTC)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.













