Vaksinasi Covid-19 di Rusia
Peta Rusia menurut subyek federal. Persentase orang yang sepenuhnya tervaksinasi dari populasi pada 23 Juni 2021.[1] | |
| Tanggal | 5 Desember 2020[2] – present |
|---|---|
| Lokasi | Rusia |
| Penyebab | Pandemi COVID-19 di Rusia |
| Sasaran | Imunisasi melawan COVID-19 |
| Peserta/Pihak terlibat | 20.350.000+ orang menerima setidaknya satu dosis (22 Juni 2021)[3] 15.640.000+ orang tervaksinasi lengkap (22 Juni 2021)[3] |
| Hasil | 13.9% populasi Rusia menerima setidaknya satu dosis vaksin[a][3][4] |
| Situs web | вакцина |
Kampanye vaksinasi COVID-19 di Rusia adalah sebuah kampanye imunisasi massal melawan sindrom penapasan akut berat koronavirus 2 (SARS-CoV-2), virus yang menyebabkan penyakit koronavirus 2019 (COVID-19), dalam menanggapi pandemi yang terjadi di negara tersebut. Vaksinasi massal dimulai pada Desember 2020, dimulai dengan para dokter, tenaga kesehatan, dan guru. Pada Januari 2021, vaksinasi menyasar ke seluruh penduduk.[5][6]
Pada tanggal 22 Juni 2021, lebih dari 20,35 juta orang menerima setidaknya satu dosis, dengan sekitar 15,64 juta orang tervaksinasi lengkap.[3][4][7]
Peluncuran Vaksin Covid-19
Rusia merupakan negara pertama yang mengumumkan pendaftaran vaksin Covid-19 buatan negaranya untuk digunakan secara luas. Nama vaksin tersebut bernama "Sputnik V" yang mengikuti nama satelit antariksa yang pertama kali diluncurkan oleh Rusia pada tahun 1957. Rusia sudah memulai program vaksinasi Covid-19. Sejumlah klinik di ibu kota Moskow memberi vaksin bagi mereka yang paling berisiko terinfeksi virus.[8][9]
Kementerian Kesehatan Rusia memberikan izin regulasi dan menyetujui vaksin Covid-19 secara massal pertama di dunia, setelah kurang dari dua bulan uji coba kepada warganya yang memicu kekhawatiran para ahli kesehatan global.[10]
Persetujuan vaksin Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan Rusia dilakukan sebelum uji coba yang biasanya melibatkan ribuan peserta, umumnya dikenal sebagai uji klinis Fase III. Uji itu biasanya dianggap sebagai prekursor penting bagi sebuah vaksin untuk mendapatkan perizinannya.[11]
Vaksin Rusia tersebut telah disetujui oleh 66 negara dan sedang ditinjau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Obat Eropa (EMA). Persetujuan ini oleh badan terakhir diperlukan untuk digunakan di Uni Eropa.[12]
Uji coba Vaksin "Sputnik V"
Rusia ingin menjadi negara pertama yang berhasil mengembangkan vaksin melawan pandemi Covid-19. Rusia akan menguji coba dan mendaftarkan vaksin COVID-19 "Sputnik V" versi semprotan hidung di kalangan partisipan dewasa. Percobaan itu dilangsungkan saat pemerintah pusat berjuang menekan lonjakan infeksi dan kematian akibat penyakit tersebut. Rusia bergerak cepat mengembangkan dan meluncurkan vaksin "Sputnik V" buatan negaranya ketika pandemi virus corona melanda tahun lalu.[13][14][15]
Di Rusia, vaksinasi pada awalnya dibatasi hanya untuk beberapa kalangan, yaitu tenaga medis, guru, polisi, dan petugas penting lainnya yang rutin langsung berhadapan dengan warga.[16]
Ibu kota Rusia, Moskwa, adalah kota pertama yang melaksanakan sebagai wilayah yang paling terdampak dengan total kasus hingga sebesar 632.057. Moskow adalah pusat pandemi di Rusia, dengan ribuan kasus baru dan puluhan kematian setiap hari. Para pekerja medis dan guru akan menjadi prioritas dalam penerimaan vaksin setelah menjalani registrasi daring. Vaksinasi massal menggunakan vaksin produksi Rusia, "Sputnik V". Meski bersifat massal, vaksinasi bersifat sukarela.[17][18]
Para ilmuwan Rusia maupun di luar negeri mempertanyakan keputusan Moskow untuk meregistrasi vaksin itu sebelum uji coba fase 3 tersebut tuntas yang biasanya berlangsung beberapa bulan dan melibatkan ribuan responden. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan, saat ini lebih dari 170 proyek pembuatan vaksin dilakukan di seluruh dunia dengan cara dipercepat. Hingga akhir Juli ada enam kandidat vaksin Covid-19 yang sudah memasuki uji coba fase 3 dengan tes ribuan relawan dari puluhan negara. WHO memperhitungkan, vaksin yang dibuat melewati prosedur baku itu, paling cepat bisa diproduksi akhir tahun 2020 hingga awal 2021.[19] Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan semua kandidat vaksin harus melalui seluruh tahap pengujian sebelum diluncurkan. Para ahli mengatakan vaksin yang tidak diuji dengan benar dapat menyebabkan bahaya dalam banyak hal, mulai dari dampak kesehatan hingga menciptakan rasa aman yang semu atau merusak kepercayaan masyarakat pada vaksinasi.[20]
Pengujian vaksin Rusia oleh manusia hanya dilakukan kepada 76 relawan sejak 17 Juni 2020, beberapa di antaranya merupakan anggota militer. Separuh disuntik dengan vaksin dalam bentuk cair dan separuh lainnya dengan vaksin berbentuk bubuk larut.[21]
Pada Agustus 2020, Rusia mengumumkan pengembangan vaksin Covid, seperti halnya saat Sputnik menjadi satelit buatan manusia pertama yang berhasil meluncur ke antariksa lebih dari 60 tahun lalu.[22]
Diplomasi Vaksin "Sputnik V" ke berbagai negara
Rusia tampak lebih maju dalam diplomasi vaksin. Vaksin yang digunakan adalah produksi negara Rusia, yaitu "Sputnik V", yang didaftarkan pada bulan Agustus yang lalu. "Sputnik V" kini telah disetujui di 15 negara dan setidaknya sudah lima negara lagi yang mulai mempertimbangkan. Di antara yang sudah setuju adalah Argentina, India, Iran, Tunisia, dan Pakistan. Beberapa negara lainnya, seperti China dan Korea Selatan, sudah menyatakan minat. Pada akhir pekan ini, ribuan orang telah mendaftar untuk mendapatkan suntikan pertama dari dua vaksin yang akan diberikan.
"Sputnik V" bukanlah jalan keluar satu-satunya, masih ada dua vaksin lagi yang disiapkan oleh tim ilmuwan Rusia. Cara kerja vaksin "Sputnik V" mirip dengan suntikan Oxford/AstraZeneca yang dibuat di Inggris dan vaksin Janssen buatan negara Belgia. "Sputnik V" menggunakan virus tipe dingin yang telah direkayasa agar tidak berbahaya sebagai kurir membawa sebagian kecil virus corona ke dalam tubuh manusia. Memaparkan tubuh dengan aman ke bagian kode genetik virus akan membuatnya mengenali ancaman dan mempelajari cara memerangi virus tersebut tanpa berisiko menjadi sakit.
Catatan
Referensi
- ^ Russia COVID- 19 Vaccine Tracker: Federal Subjects Map. By George Karabassis. Press the 1M button in the lower right corner of the map and the 2x button to create the shown map.
- ^ "Coronavirus: Russia rolls out COVID vaccination in Moscow". dw.com. 5 December 2020.
- ^ a b c d "Coronavirus (COVID-19) Vaccinations". ourworldindata.org.
- ^ a b "Russia". Reuters.
- ^ "Путин поручил начать массовую вакцинацию от COVID на следующей неделе". Interfax. 2 December 2020.
- ^ "Путин поручил начать массовую вакцинацию от коронавируса". Kommersant. 13 January 2021.
- ^ "Статистика вакцинации от коронавируса". gogov.ru.
- ^ "Vaksin Covid-19: Sputnik V, buatan Rusia, sempat diragukan namun kini disetujui di 15 negara". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ "Covid-19: Rusia mulai vaksinasi warga di Moskow, meski pengujian massal masih dilakukan". BBC News Indonesia. 2020-12-05. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ "Rusia Umumkan Vaksin Corona Pertama di Dunia". dw.com. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ "Uji Klinis Vaksin Covid-19 Hanya 2 Bulan, Rusia Dinilai Sembrono". betahita.id. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ Agency, ANTARA News (2021-06-05). "Rusia terapkan vaksinasi berbayar untuk orang asing". Antara News Palu. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ "Uji Klinis Vaksin Covid-19 Hanya 2 Bulan, Rusia Dinilai Sembrono". betahita.id. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ "Rusia Umumkan Vaksin Corona Pertama di Dunia". dw.com. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ Rahman, Nurman Abdul (2021-10-13). "Ada Vaksin Covid-19 Versi Semprot Hidung di Rusia". Aktual.com. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ "Vaksin Covid-19: Sputnik V, buatan Rusia, sempat diragukan namun kini disetujui di 15 negara". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ Kompas, Tim Harian (2020-12-08). "Rusia Mulai Vaksinasi Covid-19 Massal". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ "Covid-19: Rusia mulai vaksinasi warga di Moskow, meski pengujian massal masih dilakukan". BBC News Indonesia. 2020-12-05. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ Kompas, Tim Harian (2020-12-08). "Rusia Mulai Vaksinasi Covid-19 Massal". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ "Rusia Mengaku sebagai yang Pertama Menemukan Vaksin COVID-19". Asumsi. 2022-06-14. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ "Rusia Mengaku sebagai yang Pertama Menemukan Vaksin COVID-19". Asumsi. 2022-06-14. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ "Vaksin Covid-19: Sputnik V, buatan Rusia, sempat diragukan namun kini disetujui di 15 negara". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2026-02-11.
- ^ "Vaksin Covid-19: Sputnik V, buatan Rusia, sempat diragukan namun kini disetujui di 15 negara". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2026-02-11.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


