Uluway, Mengkendek, Tana Toraja
Uluway | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Sulawesi Selatan |
| Kabupaten | Tana Toraja |
| Kecamatan | Mengkendek |
| Kode Kemendagri | 73.18.12.2006 |
| Luas | - |
| Jumlah penduduk | - |
| Kepadatan | - |
Secara terminologi, nama "Uluway" terdiri dari kata ulu yang berarti kepala, dan way (dari wai) yang berarti air. Nama ini diambil karena letak geografis wilayah tersebut yang sangat kaya dengan sumber mata air. Selain itu Uluway dikenal sebagai konteks budaya dari falsafah Padang Ditulak Tallu, sebuah kearifan lokal yang penting dalam masyarakat Toraja. Falsafah ini menekankan pada persatuan, kesatuan, dan keutuhan sosial, serta digunakan sebagai pendekatan dalam pendidikan multikultural dan pemecahan konflik sosial di wilayah tersebut.[1]
Dalam kehidupan spiritual, kekristenan masuk di Uluway sejak tahun 1913 ditandai dengan adanya generasi muda Uluway atas nama M. Tempang yang ikut dibaptis dalam pembaptisan pertama kali di Toraja terhadap 20 orang dilaksanakan di Makale pada tanggal 16 Maret 1913 oleh Pdt. Jonathan Keling.[2]
Penduduk Uluway, pada masa DI/TII tercerai berai. Ada yang masuk hutan bersembunyi, mengungsi ke Makale, Rantepao, Palopo, Padang Sappa, Rantedamai, Seriti, Wotu, Olobaru Parigi dan beberapa tempat lainnya.[3]
Uluway juga merupakan sumber air gunung Sinaji yang menjadi sumber air bagi masyarakat Uluway sampai ke daerah Enrekang, menjadikan Uluway Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja sebagai daerah menara air bagi wilayah yang dilewati aliran air sungai dari Uluway.[4]
Dalam konteks itu, salah satu hal yang harus dijaga adalah gunung Sinaji yang merupakan sumber air (menara air) bukan saja untuk Uluway tetapi sebagian daerah Enrekang dan juga sumber hayati.[5]
Uluway adalah lembang di kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dahulu hanya satu Lermbang (Desa) tetapi sekarang terbagi dua yaitu Lembang Uluway dan Lembang Uluway Timur. Penduduknya umumnya bertani dengan menaman kopi dan sawah padi. Iklimnya dingin dengan potensi air terjun Pong Toding.[6]
Kalau melihat kondisi alam dan ketersediaan air di Uluway maka salah satu hal yang perlu dipelihara adalah kayu kayu besar yang banyak menyimpan cadangan air.[7]
Dalam kehidupan sosial masyarakatnya khususnya dalam hubungan sosial masyarakat dengan berbagai agama, maka masyarakat Uluway cukup hidup harmonis dan menata kehidupan dengan saling pengertian, saling menolong dan gotong royong tanpa membedakan agama.[8]
Pranala luar
- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- ^ Kompasiana.com (2025-12-26). "Toraya 36 : Uluway, Mengkendek kaya sejarah dan nilai budaya lokal". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-12-25.
- ^ Kompasiana.com (2026-01-29). "Toraya 71 : M. Tempang, orang Uluway pertama yang dibaptis 16 Maret 1913 di Makale". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2026-01-29.
- ^ Kompasiana.com (2026-01-02). "Toraya 48 : Gerakan DI/TII, sekilas kondisi masyarakat Uluway, yang tercerai berai". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2026-01-02.
- ^ Kompasiana.com (2025-12-26). "Toraya 36 : Uluway, Mengkendek kaya sejarah dan nilai budaya lokal". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-12-27.
- ^ Kompasiana.com (2025-12-27). "Toraya 41 : Gunung Sinaji perlu dipelihara sebagai menara air dan kelestarian hayati". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-12-27.
- ^ Kompasiana.com (2025-12-30). "Toraya 45 : Mengenang Kepala Lembang Uluwai, Y. Parassa Paembonan yang penuh persahabatan kepada semua". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-12-30.
- ^ Kompasiana.com (2025-12-26). "Toraya 39 : Uluway, perlu tetap memelihara pohon besar untuk ketersediaan air demi keberlanjutan pertanian". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-12-27.
- ^ Kompasiana.com (2026-01-04). "Toraya 54 : Masyarakat Uluway, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, tolenrasi kehidupannya cukup baik". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2026-01-05.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


