Tari Rentak Kudo

Tari Rentak Kudo adalah tarian kesenian khas budaya asli masyarakat Suku Kerinci yang berasal dari daerah Hamparan Rawang, Sungai Penuh, Jambi. Tarian ini banyak diminati kalangan masayakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.[1] Tarian ini dikenal sebagai "Rentak Kudo" karena gerakannya yang menghentak-hentak seperti kuda. Tarian ini ditarikan di dalam perayaan yang dianggap sangat Latar belakang sakral oleh masyarakat Kerinci.[2]

Sejarah

Walaupun telah ada banyak tulisan yang menuliskan tentang asal-usul Tari Rantak Kudo, belum ditemukan sumber yang benar-benar menjelaskan asal-usul seni budaya ini di Kerinci. [2] Ada yang mengatakan bahwa tarian ini diciptakan oleh Syofian Sori pada tahun 1975, dimana tarian ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan raja Alam Sungai Pagu yang dulunya bepergian menunggangi kuda. Tingkah laku kuda tersebut menginspirasi Syofian Sori untuk menciptakan dan mengembangkannya ke dalam bentuk tari dan mengggabungkannya dengan pencak silat. [3]

Hingga kini,,tarian ini dipersembahkan untuk merayakan hasil panen pertanian di daerah Kerinci yang secara umum adalah beras (padi) dan dilangsungkan berhari-hari tanpa henti. Kadang bila dilanda musim kemarau yang panjang, masyarakat Kerinci juga akan mementaskan kesenian ini untuk berdoa kepada Yang Maha Kuasa (menurut kepercayaan mereka masing-masing). Tujuan dari pementasan tari ini umumnya adalah untuk melestarikan pertanian dan kemakmuran masyarakat, untuk menunjukkan rasa syukur masyarakat Kerinci baik dalam musim subur maupun dalam musim kemarau untuk memohon berkah hujan.[2]

Mayoritas pengasuh (penyanyi) dalam rentak kudo berasal dari daerah Tanjung Rawang, yang berada di hilir Hamparan Rawang menyusuri pinggiran sungai Batang Merao yang mengalir menuju Danau Kerinci. Hal ini terlihat dari lirik dan pantun serta bahasa Rawang yang digunakan dalam mendendangkan lagu yang mengiringi gerakan tarian (pengasuh).[2]

Tata tari dan adat ritual

Tari Rantak Kudo dimainkan dengan diiringi alat musik gendang dan di iringi oleh nyayian yang berisi pantun-pantun, hal ini berbeda dengan Tari Rantak dari Minangkabau yang hanya diiringi instrumen musik. Para penari terdiri dari pria dan wanita yang menari dengan gerakan yang khas, yaitu kombinasi dari gerakan silat "langkah tigo" ("Langkah Tiga") dan tari. Biasanya tarian ini juga dipentaskan dengan pembakaran kemenyan tradisional upacara ritual yang membuat penari semakin khidmat dalam geraknya, bahkan kadang-kadang ada di antara penari yang mengalami kesurupan.[2]

Di Indonesia saat ini, tarian ini biasanya dipentaskan dalam acara-acara adat dan acara resepsi pernikahan adat Kerinci. Salah satu lirik lagu di dalam pantun yang bersahut-sahutan adalah: "Tigeo dili, empoak tanoh rawoa. Tigeo mudik, empoak tanoh rawoa" (Bahasa Indonesia: "Tiga di Hilir, Empat dengan Tanah Rawang. Tiga di Mudik, Empat dengan Tanah Rawang"). Lirik tersebut menceritakan sebuah kisah pada zaman nenek moyang suku Kerinci dahulu kala, di kala pemerintahan para Depati (Adipati), Tanah Hamparan Rawang merupakan pusat pemerintahan, pusat kota dan kebudayaan di kala itu, yaitu dalam lingkup Depati 8 helai kain yang berpusat di Hiang (Depati Atur Bumi) di mana Tanah Hamparan Rawang merupakan tempat duduk bersama (pertemuan penting dalam adat Kerinci).[2]

Ragam gerak tarian[3]

Gerak Sambah

Gerakan ini merupakan gerakan awal dari tarian ini. Gerakan ini dilakukan dengan masing-masing penari melakukan permohonan maaf kepada penonton dan kepada sesama penari, dan dilakukan dengan empat arah, yaitu depan, belakang, samping kiri dan samping kanan. Lalu, kedua lutut ditekuk dan kedua ujung jari tangan menyentuh lantai sambil menundukkan kepala. Kemudian, kedua telapak tangan diletakkan di depan dada.

Gerak Rantai Kudo (marantak)

Gerakan ini merupakan gerakan yang meniru seekor kuda yang sedang berlari. Pada gerakan ini, posisi badan penari condong ke arah depan (ke arah pasangan). Lalu, lengan kanan penari didorong ke depan dada, kaki kiri dihentakkan ke arah depan. Gerakan ini dilakukan secara bergantian dan berulang-ulang., di mana posisi badan penrai mengikuti efek lengan dan kaki. Gerakan tersebut dilakukan sambil berjalan kearah pasangan sambil berpindah posisi. Pergantian gerak diakhiri dengan goreh (hip) dari penari, kemudian penari melakukan gerakan tepuk di atas kepala.

Gerak Manampi

Gerakan ini merupakan kegiatan sehari-hari yang dilakukan masyarakat Solok Selatan untuk membersihkan beras dengan menggunakan nyiru. Dalam gerakan ini, badan penari mengarah condong ke depan, lalu kedua lengan didorong ke bawah dan kedepan dada, yang diikuti dengan gerakan kaki yang disilangkan ke belakang dengan menghentakkan ujung telapak kaki secara bergantian.

Gerak Manurun

Gerakan ini merupakan pengembangan dari gerak silat. Gerakan ini dilakukan dengan cara mengarahkan posisi badan lebih condong ke depan. Lalu, lengan kanannya digerakkan ke samping kanan bawah dan tangan kirinya diletakkan di depan perut, yang diikuti dengan gerakan kaki menyilang ke belakang dengan menghentakkan ujung telapak kaki. Gerakan ini dilakukan dengan cara bergantian dan berulang-ulang.

Gerak Mandata

Gerakan ini merupakan pengembangan dari gerak silat. Gerakan ini dilakukan dengan cara posisi badan berada di posisi pertengahan terlebih dahulu. Kemudian, lengan kanan digerakkan ke samping kanan sejajar dengan bahu, yang bersamaan dengan gerakan kaki kanan yang disilangkan ke belakang kaki kiri dan ujung telapak kaki kiri dihentakkan. Sementara itu,posisi tangan kiri berada di depan badan, yang diikuti dengan gerakan kaki yang disilangkan ke belakang dengan menghentakkan ujung telapak kaki. Gerakan ini dilakukan dengan cara bergantian dan berulang-ulang.

Gerak Mandaki

Gerakan ini merupakan pengembangan dari gerak silat. Gerakan ini dilakukan dengan cara posisi badan berada di posisi menengah terlebih dahulu, seiringan dengan tangan kiri yang bergerak dengan posisi meninggi, sementara lengan kanan berada di depan dada. Arah badan berada di hadapan pandang, yang diikuti dengan gerakan kaki kiri yang disilangkan ke belakang kaki kanan. Gerakan ini dilakukan dengan cara bergantian dan berulang-ulang.

Gerak Manyilang

Gerakan ini merupakan pengembangan dari gerak silat.Gerakan ini dilakukan dengan cara posisi badan berada di posisi menengah terlebih dahulu. Kemudian, kedua lengan digerakkan menyilang dengan level tinggi ke arah samping kanan atas, yang diikuti dengan gerakan kaki yang disilangkan ke belakang dengan menghentakkan ujung telapak kaki. Gerakan ini dilakukan dengan cara bergantian dan berulang-ulang.

Gerak Manangkis

Gerakan ini merupakan gerak pertahanan ketika musuh menyerang dalam pencak silat. Gerakan ini dilakukan dengan cara posisi badan condong kedepan terelbih dahulu. Lalu,lengan kanan ditekuk dan lengan kiri menumpu kepada lengan kanan, yang diikuti dengan gerakan kaki kanan yang disilangkan kebelakang kaki kiri dengan menghentakkan ujung telapak kaki. Gerakan ini dilakukan dengan cara bergantian dan berulang-ulang.

Gerak Suduang Daun

Gerakan ini dilakukan dengan cara posisi badan berada di posisi menengah terlebih dahulu. Lalu lengan kanan di atas kepala dan lengan kiri di depan dada digerakkan kekiri dan ke kekanan, arah hadap fokus pandang melihat ke arah lengan yang di gerakkan, kemudian diikuti dengan gerakan kaki kanan yang disilangkan kebelakang kaki kiri dengan menghentakkan ujung telapak kaki. Gerakan ini dilakukan dengan cara bergantian dan berulang-ulang.

Gerak Maayun

Gerakan ini dilakukan dengan cara posisi badan berada di posisi menengah,terlebih dahulu kemudian lengan kanan di ayunkan kesamping kanan badan diikuti dengan gerakan kaki yang disilangkan kebelakang dengan menghentakkan ujung telapak kaki dan. Gerakan ini dilakukan dengan cara bergantian dan berulang-ulang.

Gerak Manusuak

Gerakan ini merupakan gerakan penyerangan dalam pencak silat. Gerakan ini dilakukan dengan cara posisi badan berada di posisi menengah terlebih dahulu. Kemudian, kedua lengan digerakkan atau ditusukkan ke arah diagonal kiri bawah, beriringan dengan kaki kanan yang disilangkan ke belakang kaki kiri lalu dihentakkan menggunakan ujung telapak kaki. Gerakan ini dilakukan tiga kali dan dilakukan secara bergantian dan berulang-ulang.

Gerak Alang Babega

Gerakan ini merupakan peniruan dari gerak elang yang sedang terbang. Gerakan ini dilakukan dengan cara posisi badan penari berada di daerah pertengahan terlebih dahulu, Kemudian, lengan kiri dan lengan kanan penari diangkat meninggi. Setelah itu, pergelangan tangan diputar ke arah luar dan arah dalam, yang diikuti dengan gerakan kaki kiri yang disilangkan ke belakang kaki kanan dan ujung telapak kaki tersebut dihentakkan. Gerakan ini dilakukan dua kali dan dilakukan secara bergantian dan berulang- ulang.

Gerak Maelo

Gerakan ini dilakukan dengan cara meletakkan kedua tangan di depan perut. Lalu, telapak tangan kanan diletakkan menghadap depan perut dan telapak tangan kiri membelakangi perut seiringan dengan badan yang sedang digelekkan. Kemudian, kaki kanan disilangkan ke belakang kaki kiri dan dihentakkan. Gerakan ini dilakukan dua kali dan dilakukan secara bergantian dan berulang- ulang.

Gerak Tapuak

Gerakan ini dilakukan ketika salah seorang penari memberi goreh (hip), di mana pada setiap pergantian gerak selalu ditutup dengan gerak tepuk tangan di atas kepala..

Gerak Sambah Penutup

Gerakan ini hampir sama dengan gerak sambah pembuka, diaman para penari memberi penghormatan kepada para penonton terlebih dahulu dengan melakukan posisi badan yang merendah. Lalu, kedua ujung jari penari digerakkan sampai ke lantai dan kedua telapak tangan digerakkan ke depan dada.

Referensi

  1. ^ Nadia, Yopi (2022-08-08). Gischa, Serafica (ed.). "Tari Rentak Kudo, Warisan Budaya dari Kabupaten Kerinci". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-10-18.
  2. ^ a b c d e f "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-08. Diakses tanggal 2019-10-08.
  3. ^ a b Arta, Luly; Erlinda; Martion (Desember 2021). "Kajian Gaya Tari Rantak Kudo dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Pasir Talang Kb. Solok Selatan Sumatera Utara". GARAK JO GARIK. 1 (1): 14–23.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement